
Ardi dan supir ibunya baru saja sampai di life hostel Aston. Ardi benar-benar sangat sedih, ia tau ibunya sangat menyesal, tapi mau bagaimana lagi, ini adalah kemauan istrinya, ia tidak ada pilihan lain, apa lagi ia juga tau, istrinya hanya kecewa pada ibunya
" Mah, maafkan Ardi, aku tau mamah sangat menyesal, tapi keputusan Lisa juga benar, kita tidak mungkin terus hidup satu rumah dengan orang tua, yang ada nanti tidak akan mandiri, dan Ardi juga ingin menjadi suami yang bertanggung jawab untuk istri Ardi." batin Ardi
Arga yang melihat Ardi dan supirnya masuk ke dalam life sambil membawa koper, ia sangat penasaran, kenapa Ardi ada di sini, yang ia tau, Ardi dan istrinya tinggal di rumah ibunya, lalu ia memutuskan untuk bertanya pada Resepsionis agar menghilangkan rasa penasarannya. Arga langsung berjalan mendekati Resepsionis, hingga ia sampai di depan Resepsionis, lalu ia langsung bertanya pada Resepsionis
" Permisi nona, pemesan atas nama Ardi Setiawan tadi datang dengan siapa iya?"
" Sepertinya dengan istrinya, saya kurang tau tuan muda, karena CEO dari Setiawan Grup sangat tertutup."
" Apa dia pernah memiliki gelar seorang dokter?"
" Iya tuan muda, dia adalah dokter Lisa Ayunda."
" Baik, Terimakasih."
" Sama-sama tuan muda."
Arga langsung berjalan ke kamarnya, ia juga memang tinggal di hotel yang sama, karena ibunya yang selalu menjodohkan-jodohkan Arga, membuat Arga kesal dengan ibunya, untuk itu, ia memilih tinggil di hotel Aston. Arga sampai di dalam kamarnya, ia langsung mengambil ponselnya, lalu langsung menekan tombol memanggil untuk menghubungi asistennya. Setelah di angkat, Arga langsung berbicara lebih dulu
" Romi, kau segera datang ke kamar saya sekarang juga."
Setelah mengatakan itu, ia langsung memutuskan sambungan telponnya, tanpa menunggu jawaban dari asistennya. Setelah itu Arga langsung membuka galeri di ponselnya, lalu ia langsung mencari foto Lisa. Setelah menemukannya, ia langsung memandangi foto Lisa sambil tersenyum, dan minta maaf pada foto tersebut
" Lisa, aku minta maaf, aku tidak bisa lagi menjadi pria baik, aku sudah mencoba untuk melupakanmu, tapi wajah manismu, selalu saja menghantui pikiranku."
__ADS_1
Tiba-tiba ada suara ketukan pintu
Tok-tok
Arga langsung meletakkan ponselnya, lalu langsung berjalan mendekati pintu, setelah itu ia langsung membuka pintunya
" Pagi tuan muda."
" Iya pagi juga."
Arga dan asistennya langsung berjalan ke sofa. Arga langsung duduk di sofa, lalu ia langsung memberinya perintah untuk asistenya
" Roma, kau cari tau tentang kegiatan CEO dari Setiawan Grup, dan kau harus kirim fotonya."
Romi yang mendengar ucapan dari tuan mudanya, ia sangat bingung, ia langsung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, ia tau, tuan mudanya itu tidak memiliki kontrak kerjasama dengan Setiawan Grup, tapi tiba-tiba tuan mudanya menyuruh untuk mencari kegiatan CEO dari Setiawan Grup. Arga yang melihat asistennya garuk-garuk kepala, ia langsung bertanya pada asistennya
" Tuan muda, apa tidak salah, tuan muda menyuruhku untuk mencari informasi kegiatan dari CEO Setiawan Grup. Bukan'kah kita tidak memiliki kerja sama dengan perusahaannya?"
" Kau tidak perlu bertanya untuk apa, kau cukup cari kegiatannya, dan satu lagi. Jika ada kesempatan luang, seperti CEO itu berjalan dengan pratner kerjanya seorang wanita, maka kau harus menabrak gadis itu, agar terjatuh. Aku yakin Ardi akan menolongnya, dan jika menemukan posisi yang pas, kau harus memfoto mereka berdua, lalu kirimkan fotonya pada saya."
Setelah mendengar ucapan dari tuan mudanya, Romi mengerti maksud dari tuan mudanya, mungkin tuan mudanya akan membuat rumah tangga dari CEO itu hancur, apa lagi ia juga tau, kalau tuan mudanya masih belum bisa melupakan nona Lisa, wanita yang memiliki suami, bahkan sekarang wanita itu sedang hamil, membuat Romi menghela nafas berat. Romi tidak pernah menyangka bahwa tuan mudanya akan menghancurkan rumah tangga mereka, apa lagi Romi tau, tuan mudanya bukan pria jahat, tapi kali ini Romi tidak melihat sosok tuan muda yang dulu, sekarang tatapan tuan mudanya menatapnya dengan tatapan sinis, dan wajahnya terlalu dingin, tidak ada senyum atau kekecewaan di raut wajahnya. Romi langsung bertanya pada tuan mudanya
" Tuan muda, apa tuan muda mau merusak rumah tangga mereka?, tuan muda, bukan'kah tuan muda pernah bilang, selama nona Lisa bahagia, tuan muda akan ikut bahagia?"
" Tapi dia menikah bukan karena pilihannya, dia di jodohkan oleh orang tuanya."
__ADS_1
" Tuan muda, pria yang nona Lisa nikahi adalah mantan kekasihnya, jadi nona Lisa pasti bahagia."
Romi terus memperingatkan tuan mudanya, ia tidak ingin tuan mudanya menjadi salah jalan, ia tidak ingin tuan mudanya nanti menyesal. Arga yang terus di nasehati asistennya, ia menjadi tidak enak hati, tapi rasa cintanya yang semakin besar, membuat ia tetap dalam pendiriannya
" Lakukan tugasmu dengan baik, kau tidak perlu menasehatiku!"
Romi yang mendengar ucapan dari tuan muda, ia hanya menghela nafas berat, ia tau tuan mudanya itu sangat tergila-gila pada nona Lisa, tapi sekarang posisinya salah
" Tuan muda, seharusnya kau mengejar cinta nona Lisa saat 5 tahun yang lalu, dulu kau pergi ke luar negeri, hanya untuk melupakannya, tapi sekarang kau kembali ingin memperjuangkan cintanya lagi, kalau saja posisi nona Lisa hanya memiliki kekasih atau tunangan, aku pasti akan tetap mendukungnya, karena mereka belum menikah, tapi sekarang nona Lisa sudah menikah, sangat tidak mungkin untuk merusak rumah tangga mereka, apa lagi sekarang nona Lisa juga sedang mengandung, aku takut kalau kandungannya kenapa-napa, tapi kalau aku tidak menurutinya, aku pasti akan di pecat." batin Romi
Setelah berpikir, Romi hanya mengiyakan perintah dari tuan mudanya
" Baik tuan muda."
" Ingat, jangan sampai gagal, saya tidak menyuruhmu untuk membunuh orang, saya hanya menyuruh kau untuk menjebaknya, jadi jangan pernah berpikir yang tidak-tidak, sampai kapanpun saya tidak rela Lisa hidup dengan Ardi. Pria yang sudah membuatnya menangis setiap hari. Ardi adalah pria yang tidak memiliki perasaan. Jika saja Lisa di jodohkan dengan pria lain, mungkin aku akan mundur, tapi sekarang Lisa di jodohkan dengan pria yang sudah menyakitinya."
" Baik tuan muda."
" Saya ingin kau merencanakannya dengan sangat rapih, dan saya ingin kau melakukannya dengan waktu yang singkat, paling lama 1 minggu. Jika dalam 1 minggu kau belum bergerak untuk menjebaknya, maka kau harus siap-siap saya pecat! Sekarang kau boleh keluar ."
" Baik tuan muda, saya akan melakukan rencana ini sebisa saya, kalau begitu saya pamit undur diri tuan muda."
" Iya."
Romi keluar dari kamar itu dengan perasaan yang tidak enak hati, ia sangat tidak menyenangkan, akan di suruh menuruti keinginan egois seperti itu, ia tidak melihat sosok tuan mudanya yang dulu. Setelah asistennya keluar, Arga langsung membaringkan tubuhnya, ia menatap langit-langit kamarnya, sambil terus berpikir
__ADS_1
" Apa aku salah melakukan itu?, tapi aku tidak bisa hanya diam, aku sangat mencintainya, dan perasaan cintaku sudah sangat besar, aku tidak bisa terus diam dan menunggunya." batin Arga