
Setelah saling berkenalan, Sella dan ibunya langsung menatap ke arah Jenni sambil tersenyum. Jenni yang di tatap oleh ibunya dan adiknya sangat malu, lalu ia langsung melihat ke arah tuan mudanya, ia langsung bertanya pada tuan mudanya
" Kenapa tidak telpon saja?, kenapa harus ke sini Arga?"
Arga yang mendapat pertanyaan dari Jenni, ia tau, kalau Jenni sangat kesal, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari Jenni
" Apa kau lupa Jen?, ponselmu tidak aktif, Kalau ponselmu aktif, mungkin aku juga tidak akan datang dengan terburu-buru, apa kau melarang aku ke sini?, bukan'kah kau sudah janji, kalau aku boleh tinggal di rumahmu?"
Ibunya Jenni dan Sella langsung mengerutkan keningnya, ia tidak percaya kalau Jenni akan membawa pria ke rumah kecil, apa lagi penampilan pria itu sangat rapi, layaknya seperti seorang CEO, walaupun pria itu hanya memakai kemeja putih polos, tapi dari penampilannya, pria itu dari kalangan atas, apa lagi ibunya Jenni dan Sella juga dulu orang kaya, ia bisa mengenali harga pakaian yang di kenakan oleh pria itu. Jenni yang mendengar jawaban dari tuan mudanya, ia langsung merutuki kebodohannya
" Benar-benar bodoh, kenpa aku bisa lupa kalau ponselku kehabisan baterai."
Ibunya Jenni langsung menyuruh Jenni untuk menyuruh Arga masuk
" Nak, ajak nak Arga masuk, tidak sopan ada tamu di biarkan berdiri saja."
" Iya mah. Arga, ayo masuk."
" Iya Jen, Bu saya masuk dulu."
" Iya nak Arga."
Arga langsung mengikuti Jenni yang melangkah masuk ke dalam rumah. Ibunya Jenni dan Sella hanya tersenyum melihat mereka berdua. Jenni langsung menyuruh tuan mudanya untuk duduk
" Duduklah dulu, kau mau minum apa?"
__ADS_1
Arga yang mendengar pertanyaan dari Jenni, ia sama sekali tidak menjawab atau pun menurutinya, ia langsung memeluk Jenni dengan erat, sambil berbicara di tengah-tengah pelukannya
" Jen, aku sangat merindukanmu, aku tidak ingin lagi berpisah denganmu, Jen mari kita menikah?"
Jenni yang mendengar ajakan dari tuan mudanya, ia langsung mengeluarkan dua kata dari mulutnya
" Sangat gila."
Arga yang mendengar ucapan dari Jenni, ia langsung menjawab ucapan itu
" Iya Jen, aku memang sangat gila karenamu, semalaman aku tidak bisa tidur, saat aku tau kau pulang, apa lagi nomer ponselmu berkali-kali aku telpon, tapi masih terus tidak aktif, dan itu membuat aku gila Jen."
Jenni langsung melepaskan pelukan dari tuan mudanya dengan paksa, ia takut pamannya melihat ia berpelukan, lalu ia langsung berbicara pada tuan mudanya
" Berhentilah mengatakan hal konyol Arga, kau duduklah dulu, aku akan membuatkan minum untukmu."
Arga langsung menarik tangan kiri Jenni untuk duduk di sampingnya. Setelah itu ia langsung bertanya pada Jenni sambil menatap ke wajah Jenni
" Benar kau sudah baik-baik saja?"
" Iya Arga, aku sudah baik-baik saja."
" Jen, aku ingin kita segera menikah, apa kau bisa menerimaku?, Jen, aku tau sekarang kau belum bisa menerimaku di hatimu, tapi kau bisa belajar mencintaiku setelah kita menikah."
Setelah mendengar ucapan dari tuan mudanya lagi, Jenni langsung menghela nafas panjang, entah apa yang ada di pikiran tuan mudanya, hingga ucapan tuan mudanya semakin ngawur menurut Jenni, lalu Jenni langsung bertanya pada tuan mudanya, tanpa menjawab ucapan dari tuan mudanya
__ADS_1
" Arga, apa kepalamu terbentur?, atau kau tadi jatuh saat ke sini, karena di jalan sangat becek dan membuatmu terpleset, atau kau akan mengutarakan isi hatimu pada gadis lain?, lalu kau belajar berbicara seperti itu padaku?"
Setelah mendengar pertanyaan dari Jenni, Arga hanya menghela nafas berat, ia tidak menyangka kalau ucapanya akan di anggap ngawur, lalu ia langsung berbicara lagi pada Jenni
" Jen, aku benar-benar serius, aku ingin menikahimu."
Jenni yang mendengar ucapan dari tuan mudanya, ia tidak menjawab ucapanya, ia langsung berdiri, lalu langsung berjalan ke arah dapur, setelah di dapur, ia langsung membuatkan jus alpukat, setelah selsai, ia langsung meletakannya di nampan, tidak lupa juga ia meletakkan air putih di gelas, setelah kedua gelas itu di letakkan di nampan, ia langsung membawanya ke ruang tamu, hingga ia sampai, lalu langsung meletakannya di meja depan tuan mudanya, ia langsung berbicara pada tuan mudanya sambil dengan posisi masih berdiri
" Arga, minumlah dulu, biar otakmu itu tidak setres karena pekerjaan."
Arga yang mendengar ucapan dari Jenni, ia tidak menjawab ucapanya, ia hanya menghela nafas berat, ia tadi jelas-jelas mengajak Jenni menikah itu dari hati, ia tidak ingin kehilangan Jenni, ia sudah merasakan betapa sulitnya saat harus melewati satu malam tanpa Jenni. Jenni langsung mengambil gelas yang berisi jus alpukat, lalu ia langsung memberikan jus itu pada tuan mudanya
" Arga, minumlah dulu, agar pikiranmu tenang."
Arga tidak menjawab ucapan dari Jenni, ia langsung mengambil jus itu, setelah itu ia langsung meletakkan di meja lagi, lalu langsung menarik tangan Jenni, hingga Jenni jatuh di pangkuannya, lalu ia langsung memegang kedua tangan Jenni dengan tangan kirinya, setelah itu ia langsung berbicara pada Jenni sambil menatap mata Jenni
" Berhentilah menghindariku Jen, aku serius mengatakan itu, dan aku juga akan mengatakan hal yang sama pada papahmu Jen, aku akan bilang, kalau aku ingin menikahimu, dan akan selalu menjagamu."
" Arga, kau tidak pantas menjagaku, kau hanyalah pria cengeng, dan aku."
Jenni menghentikan pembicaraannya, ia ingin mengatakan dan aku juga belum mencintaimu, terlebih lagi orang tuamu tidak akan pernah setuju dengan hubungan kita, tapi Jenni tidak ingin mengatakan itu, ia tidak ingin tuan mudanya bertengkar dengan ibunya hanya untuk ia. Arga yang mendengar Jenni menghentikan pembicaraannya, ia langsung berbicara pada Jenni
" Aku tau Jen, aku hanya pria cengeng di matamu, tapi aku akan buktikan, kalau aku sudah bisa bersikap dewasa, dan bisa menjagamu, aku tau Jen, kau tidak tau arti cinta, tapi aku akan selalu di sisimu, hingga kau tau arti cinta, dan hanya mencintai aku."
Walaupun di anggap cengeng oleh Jenni, Arga tidak peduli dengan ucapan Jenni, yang jelas ia sangat mencintai Jenni, dan itu tulus dari hatinya, apa lagi ia pernah melewati satu malam tanpa Jenni, membuat ia gelisah dan serba salah, sulit untuk tidur, dan sulit untuk ngapa-ngapain, itu membuat Arga yakin, kalau hatinya sudah sepenuhnya milik Jenni. Setelah mendengar jawaban dari tuan mudanya, Jenni hanya tersenyum, Jenni tau, tuan mudanya memang mencintai ia, tapi hati ia yang tidak tau, ia tidak tau kapan akan mencintai tuan mudanya, yang jelas ia hanya merasakan nyaman setiap kali bersama tuan mudanya. Arga langsung meminum air putih, untuk menghilangkan rasa canggungnya, ia sangat canggung saat Jenni tidak menjawab ucapan dari ia, setelah minum air putih, ia langsung berbicara pada Jenni
__ADS_1
" Tidak perlu terlalu di pikiran tentang ucapanku Jen, aku tidak ingin kepalamu sakit karena ucapan dariku, yang jelas aku akan buktikan, kalau aku bukan pria cengeng lagi Jen, aku sekarang sudah dewasa, dan sudah bisa bertanggung jawab sendiri."