Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 21 Menjadi rasa manis


__ADS_3

Setelah Lisa Suruh mencoba telor pikiran Ardi sudah tidak karuan. Ardi yakin kalau telor itu ada sesuatu di dalamnya


" Apa yang Lisa rencanakan di dalam telor ini." Batin Ardi


" Sayang, apa aku yang harus suapin?" Tanya Lisa sambil mengedipkan mata


" Tidak perlu, kau makan saja sayang."


Lisa makin tersenyum melihat tingkah Ardi yang sudah menyadari ada sesuatu di dalam telor itu


" Ayo dong di makan, jangan di lihatin saja, lauk lainnya di makan masa itu tidak, bukankah setiap hari kau selalu makan telor." Ucap Lisa masih mengedipkan mata


" Apa Lisa hanya mengasih garam seperti tadi pagi." Batin Ardi


Mirna dan Ardian makan sambil tersenyum melihat tingkah menantunya. Mirna dan Ardian sangat bahagia melihat perubahan sikap menantunya. Ardi membolak-balik telor itu yang seperti telor buatan Bi Asih, lalu Ardi langsung memotong telor itu sedikit, Ardi langsung menoba telor itu setelah mengunyah Ardi langsung minum, ternyata bukan hanya telor yang di jailin istrinya, tapi air minum juga di kasih garam, pipi Ardi mulai merah, telor yang berasa pedas dan asin, termasuk air minum yang berasa asin. Lisa setelah melihat pipi suaminya yang mulai memerah karena pedas dan asin dirinya langsung tersenyum bahagia karena suaminya tidak suka bicara walaupun masakannya pedas dan asin


" Hahaha, walaupun kau hanya mencium pipi ku sekilas, tapi aku akan selalu membalasnya, kau bahkan sangat bodoh, membolak-balik telor itu, aku hanya mengasih sari cabe saja dan garam." Batin Lisa


" Lisa mengerjaiku, benar-benar keterlaluan." Batin Ardi


" Sayang habisin dong telornya, masa kau hanya memakan sedikit, biasanya juga kalau Bi Asih yang bikin habis, apa bikinan aku tidak enak?"


Lisa memasang wajah polos di depan suaminya


" Habisin Ardi, bukankah masakan Lisa sangat enak."


" Iya mah, tentu enak mah, ini masakan pertama istriku tercinta." Jawab Ardi sambil tersenyum


Ardi mau tidak mau terpaksa memakan telor itu sedikit demi sedikit sambil tersenyum pahit. Lisa ingin sekali tertawa, tapi dirinya terus menahan tawanya


" Sayang, besok-besok kau mau aku bikinin telor sepesail lagi?" Tanya Lisa masih tetap memasang wajah polos pada suaminya

__ADS_1


Ardi tidak menjawab, pikiran Ardi mulai melayang-layang, ini saja dirinya sangat susah untuk menghabiskan, apa lagi tiap hari


" Lisa mau membikinkan aku telor pedas dan asin, tidak terbayangkan kalau tiap hari aku harus makan begini, tapi selama Lisa bahagia, tidak masalah." Batin Ardi


Lisa yang duduk berhadapan dengan Ardi karena pertanyaan dirinya tidak di jawab dirinya langsung memegang tangan kiri Ardi.


" Sayang, jawab dong." Ucap Lisa yang masih memasang wajah polos sambil memegang tangan kiri Ardi


" Iya, boleh sayang, semua masakanmu enak, istri tercinta." Jawab Ardi sambil tersenyum pahit


" Yeh, asik aku akan masak lagi besok."


Lisa masih memegang tangan kiri Ardi yang mulai berkeringat karena pedas


" Suruh siapa kau menyentuhku, satu sentuhan maka aku akan membalasnya." Batin Lisa


Mirna dan Ardian buru-buru menghabiskan makannya, agar Ardi dan Lisa bisa leluasan berdua, Mirna dan Ardian pikir, wajah anaknya merah karena malu pada dirinya, jadi kedua orang tuanya mempercepat makannya setelah selesai Mirna dan Ardian langsung berdiri


" Iya sayang, mamah sudah kenyang, ingat pertanyaan Lisa harus segera di jawab."


Mirna mengasih kode pada anaknya dengan mengedipkan mata, karena Lisa jarang sekali berbicara banyak, hari ini adalah hari pertama lagi Lisa berbicara terlalu banyak pada suaminya


" Iya mah."


Mirna dan Ardian langsung melangkah pergi ke ruang tv, kedua orang tuanya tidak lepas dari senyuman karena melihat tingkah menantunya yang mulai manja pada Ardi. Mirna dan Ardian duduk di ruang tv


" Ayah, semoga saja Lisa tetap seperti itu, aku sangat bahagia melihat mereka."


" Iya mah, Ayah juga sangat bahagia, melihat Lisa mau berinteraksi dengan Ardi tanpa ada jarak, karena kita tau Ardi sangat sayang pada Lisa, semoga saja tidak terjadi kesalah pahaman lagi."


" Mah, apa mereka tidak di suruh bulan madu, Lisa juga sekarang sudah mau berbicara banyak pada Ardi?"

__ADS_1


" Ayah, katanya nunggu satu bulan dulu, Ardi masih sibuk di kantor, aku sudah mengusulkan agar Yoga yang mengurus kerjaan kantor untuk sementara, tapi Ardi tidak mau, terpaksa kita tunggu saja."


" Baiklah, kalau sudah ada pembicaraan, kita tunggu saja mah."


" Iya Ayah."


Kedua orang tuanya berbicara masih dengan senyuman yang tidak pernah pudar, apa lagi Mirna yang sangat merindukan sosok Lisa yang selalu banyak bicara sembarangan tanpa memikirkan perasaan orang lain, tapi Mirna tetap suka, dari pada sikap yang dingin yang tidak banyak bicara, membuat Mirna selalu memikirkan bagaimana harus membuat Lisa banyak bicara, tapi sekarang ke inginan kedua orang tua Ardi terkabul, Lisa sudah banyak bicara, meski tidak tau ada apa dalam telor yang di buat Lisa. Setelah kedua orang tuanya pergi Lisa langsung melepaskan tangan Ardi, dirinya langsung berdiri akan melangkah, Ardi menarik tangan Lisa sampai terduduk di pangkuan. Lisa menyadarkan kepalanya di lengan Ardi. Ardi memegang kedua tangan Lisa dengan tangan kanan. Ardi dan Lisa saling bertatapan. Ardi menatap mata istrinya dengan tatapan tajam. Deg, detak jantung keduanya sangat kencang. Ardi mendekati wajah istrinya langsung mencium bibir istrinya dengan lembut. BI Asih yang merasa sudah tidak ada suara di meja makan, dirinya akan merapihkan meja makan, langkahnya terhenti saat melihat majikan mudanya sedang berciuman. BI Asih langsung balik lagi ke dapur dengan langkah kaki mengendap-ngedap, setelah di dapur BI Asih mengelus dadanya sendiri


" Dasar pengantin baru, tidak tau tempat habis makan langsung nyosor di meja makan." Batin BI Asih


Ardi melihat Lisa susah nafsu dirinya langsung menghentikan ciumannya


" Dasar bajingan."


Lisa langsung menatap sinis pada suaminya, dirinya mencoba melepaskan pegangan tangan Ardi, tapi Ardi memegang kedua tangan Lisa dengan sangat kuat


" Ini balasan untuk istri yang nakal, mengerjai suaminya sendiri, tapi rasa pedas dan asin itu menjadi manis, semakin kau membuat ulah semakin banyak ciuman yang kau terima, jadi kau harus berprilaku baik, dan menjadi istri yang baik, atau kau ingin aku melakukan sesuatu, kalau begitu kita teruskan di kamar saja." Ucap Ardi sambil mengedipkan matanya


" Jangan pernah bermimpi, aku tidak akan melayanimu sebagai istri yang baik, terkecuali kau berjanji akan menceraikan aku"


Lisa masih menatap suaminya dengan tatapan sinis


" Terserah, yang jelas aku tidak akan pernah menceraikanmu, jangan pernah bermimpi ingin lepas dariku, apa kau mengerti?"


Tatapan mata Ardi menjadi sinis setelah mendengar istirnya masih saja ingin bercerai darinya


" Dasar bajingan, kau selalu saja me."


Kata Lisa terhenti karena Ardi mencium bibir istrinya lagi ciuman itu menjadi buas. Ardian yang akan mengambil ponselnya di meja makan langkahnya terhenti saat melihat anak dan menantunya sedang berciuman. Ardian hanya tersenyum lalu dirinya langsung melangkahkan kakinya lagi menuju ruang tv


" Yah, katanya mau mengambil ponsel, mana ponselnya?"

__ADS_1


" Bagaimana Ayah mengambil ponsel, kalau di meja makan ada yang sedang mesra-mesraan."


__ADS_2