
Pagi hari Ardi bangun lebih dulu, dirinya menatap wajah istrinya yang masih tertidur pulas, dirinya tersenyum pahit, masih memikirkan tentang pesan Livino, dirinya masih merasakan rasa bersalah di hubungan mereka, tapi tetap dirinya akan berjuang untuk istrinya, bagaimana pun juga Livino sudah merelakan istrinya untuk dirinya
" Aku berharap dengan berjalannya waktu, kau bisa menerima aku sepenuhnya." Batin Ardi
Ardi langsung duduk, dirinya masih menatap wajah istrinya
" Aku berjanji tidak akan pernah mengecewakanmu, dulu juga memutuskanmu karena terpaksa, dan sekarang kau sudah menjadi milikku seutuhnya, aku akan berusaha menjadi suamimu yang baik." Batin Ardi
Ardi langsung turun dari ranjang lalu dirinya melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi. Ardi menyalakan shower untuk membersihkan tubuhnya. Lisa bangun dari tidurnya, dirinya melihat ke sebelah, ternyata suaminya sudah bangun lebih dulu. Lisa langsung duduk, dirinya mengambil ponselnya, dirinya menekan tombol lalu melihat belum ada balasan dari Livino
" Kau bener-bener keterlaluan. Jika sudah jauh kau melupakan aku begitu saja." Batin Lisa
Lisa tidak membuka kotak pesannya, dirinya hanya menekan tombol untuk menyalakan ponsel saja. Lisa bahkan hingga saat ini, hanya menuruti kata Livino, apa yang Livino ucapkan itu lah yang terbaik untuk dirinya, hingga sekarang Lisa menganggap orang yang paling baik bagi dirinya. Ardi keluar kamar mandi dengan rambut basah, dan wajah yang sangat ceriah. Lisa menatap wajah suaminya, hingga menelan ludahnya sendiri, dirinya terus menatap wajah suaminya yang berjalan ke arah dirinya. Ardi duduk di sisi ranjang
" Pagi istriku tercinta." Sapa Ardi sambil tersenyum manis di bibirnya
Lisa tidak menjawab sapaan suaminya, dirinya tertuju pada bibir suaminya
" Sangat menggoda." Ucap Lisa yang tiba-tiba keluar dari mulutnya
Ardi tersenyum sambil memegang kening istrinya, dirinya takut istrinya sakit atau masih di alam mimpi
" Tidak sakit." Ucap Ardi
Setelah Ardi mengucapkan kalimat tidak sakit. Lisa baru sadar kalau dirinya baru saja memuji suaminya
" Kenapa mulutku mengatakan hal yang tidak masuk akal, apa lagi ini masih pagi. Lisa, kenapa kau mesum sekalih, ingat sekarang masih pagi." Batin Lisa
" Sayang, apa kau masih di alam mimpi?" Tanya Ardi sambil membelai rambut istrinya
" Tidak kak." Jawab Lisa
Pipi Lisa langsung merah seperti tomat, entah apa yang ada di otak dirinya, bisa-bisanya dirinya mengucapkan hal yang tidak masuk akal tadi
" Jadi tadi sayang memujiku, atau kau sedang memikirkan hal mesum?" Tanya Ardi sambil tersenyum
" Tidak kak." Jawab Lisa sambil menundukkan kepalanya
Ardi semakin tersenyum, melihat tingkah istrinya
" Sayang, sekarang lebih baik kau mandi dulu, bentar lagi kerja, nanti biar aku yang antar ke rumah sakit, kau jangan bawa mobil lagi ya."
" Iya kak."
__ADS_1
Lisa langsung turun dari ranjang lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi, dirinya langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya, tapi pikiran dirinya mengingat perkataan dirinya tadi
" Sial, kenapa aku bilang Ardi sangat menggoda, iya aku, akui Ardi tadi sangat menggoda, membuatku memikirkan hal mesum." Batin Lisa
Ardi masih setia menunggu istrinya di atas ranjang, dirinya masih tersenyum. Setelah 15 menit Lisa selesai mandi lalu dirinya langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi, dirinya langsung bersiap-siap. Lisa mengganti tas yang akan di bawa, dirinya tidak lupa mengambil gantungan tasnya. Ardi sudah tau isi gantungan tas itu, tapi dirinya juga sekarang akan mencoba sabar, agar bisa mendapatkan hati istrinya lagi. Lalu Lisa sudah selesai
" Ayo kak turun."
" Iya sayang, tapi sini dulu sebentar."
Lisa mendekati suaminya yang ada di ranjang, dirinya berdiri di samping suaminya. Ardi langsung menarik tangan istrinya, hingga istrinya duduk di pangkuannya, mata mereka saling bertatapan
" Apa yang akan Kaka lakukan?"
Ardi tidak menjawab pertanyaan istrinya, dirinya langsung mendekatkan wajahnya. Cup. Ardi mencium bibir istrinya sekilas
" Kaka, pagi-pagi sudah mesum." Ucap Lisa masih di pangkuan suaminya
" Bukankah tadi pagi sayang yang mesum, katanya aku sangat menggoda." Jawab Ardi sambil tersenyum
Lisa langsung menundukkan kepala, dirinya benar-benar sangat malu, atas ucapannya saat belum mandi
" Tadi pagi bangun tidur, eh sudah cuci mata liat yang seger-seger, aku jadi keceplosan." Batin Lisa
Ardi hanya tersenyum melihat istrinya yang menundukkan kepala. Ardi mencium kening istrinya sekilas setelah selesai Ardi langsung mengajak istrinya turun
" Iya kak."
Lisa langsung berdiri dari pangkuan suaminya. Lisa dan Ardi keluar dari kamarnya. Bi Ira yang melihat tuan muda dan nona muda langsung menyapa
" Pagi tuan muda, pagi nona muda." Sapa Bi Ira sambil membungkukkan badan
" Pagi juga Bi." Jawab Ardi dan Lisa berbarengan
Ardi dan Lisa langsung menuruni tangga. Bi Ira terus saja menatap majikan mudanya sambil tersenyum
" Akhirnya mereka seperti suami istri yang sesungguhnya." Batin Bi Ira
Ardi dan Lisa sampai di samping meja makan yang sudah di tunggu Mamah dan Ayahnya
" Pagi mah, pagi ayah." Sapa Ardi dan Lisa berbarengan
" Pagi sayang." Jawab Mirna sambil tersenyum
__ADS_1
Ardian menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Ardi menggeser kursi untuk istrinya, lalu Lisa duduk dengan wajah ceria. Mirna sangat bahagia, sekarang Lisa sudah bersikap manis. Mereka makan seperti biasa tidak ada pembicaraan hingga selesai. Ardi dan Lisa langsung berdiri berbarengan
" Mah, ayah, Ardi sama Lisa berangkat dulu." Pamit Ardi sambil tersenyum
" Iya sayang." Jawab Mirna masih dengan senyuman
" Iya, hati-hati nak." Jawab Ardian
Lisa dan Ardi langsung melangkahkan kakinya. Mirna melihat Lisa tidak mengambil kunci mobil dirinya langsung berteriak
" Sayang, kunci mobil!."
" Lisa berangkat bareng sama kak Ardi mah." Jawab Lisa sambil tersenyum
" Kirain mamah lupa."
" Tidak mah."
" Iya sayang."
Lisa langsung melangkahkan kakinya keluar bersama Ardi
" Pagi nona muda, pagi tuan muda." Sapa Bi Minah
" Pagi juga Bi." Jawab Ardi dan Lisa berbarengan
Santi sudah setia menunggu pak CEO di dekat mobil. Santi melihat pak CEO dan nona Lisa yang jalan bersebalahan
" Tumben mereka akur." Batin Santi
Lisa dan Ardi sudah sampai di samping mobil
" Pagi pak CEO, pagi nona muda." Sapa Santi dengan ramah
" Pagi San." Jawab Ardi
Lisa menjawab hanya dengan anggukan kepala. Santi membuka pintu mobilnya, untuk pak CEO dan nona muda, setelah itu dirinya langsung masuk mobil
" Santi, kita berhenti di rumah sakit Harapan dulu, setelah itu baru ke kantor."
" Baik pak CEO."
Santi langsung menjalankan mobil lalu langsung melaju ke rumah sakit. Lisa duduk sambil menyedarkan kepalanya di dada suaminya. Ardi merangkul istrinya, sambil membelai rambut istrinya sesekali Ardi mencium pucuk kepala istrinya, dirinya sangat bahagia, karena ini pertama kalinya istrinya mau di antar ke tempat kerja. Santi menyetir sambil terus melihat kaca sepion
__ADS_1
" Dikira aku ini obat nyamuk apa, mereka mesra-mesraan di mobil, aku bener-bener sangat malu, kenap nona muda ikut satu mobil bersama pak CEO" Batin santi
Santi menyetir sambil sesekali melihat kaca sepion, walaupun dirinya malu, tapi tetap saja pemandangan ini tidak ingin dirinya lewatkan