
Setelah suaminya pergi, Lisa langsung membawa nampan berisi sup ayam untuk Intan, ia langsung menaikan tangga, hingga ia sampai di kamar Intan, lalu ia langsung mengetuk pintu kamar Intan
Tok-tok
Intan yang sedang duduk di atas ranjang, ia mendengar ketukan pintu, ia langsung menghapus air matanya, lalu langsung menyuruhnya masuk
" Masuk."
Lisa yang mendengar teriakkan Intan, untuk menyuruhnya masuk, ia langsung membuka pintunya, lalu langsung masuk hingga ia sampai di samping ranjang, setelah itu ia langsung menyapa Intan
" Pagi Intan."
" Pagi juga Lisa."
Lisa langsung meletakkan nampan itu di atas meja, lalu langsung duduk di atas ranjang, setelah itu ia langsung bertanya keadaan Intan
" Apa kau baik-baik saja?"
Intan yang mendengar pertanyaan dari Lisa, ia mencoba untuk tersenyum, walaupun sangat berat untuknya tersenyum, tapi ia tidak ingin Lisa ikut memikirkan masalahnya, apa lagi posisi Lisa yang sekarang sedang mengandung, ia tidak ingin ada apa-apa pada calon keponakannya, lalu ia langsung menjawab pertanyaan Lisa
" Aku baik-baik saja Lisa, kau tidak perlu kuatir."
" Benar'kah baik-baik saja?"
"Benar Lisa."
" Apa kau mau sarapan?, aku sudah membuatkan sup ayam kesukaanmu."
Intan yang mendengar pertanyaan dari Lisa, ia hanya mengiyakan pertanyaan itu, sebenarnya ia tidak ada selera untuk memakanya, walaupun ia tau masakan Lisa, adalah masakan paling enak selain ibunya, tapi karena pikirannya sedang kacau, ia tidak ada selera, tapi karena Lisa sudah membuatnya susah payah, ia pun terpaksa memakan sup ayam itu
__ADS_1
" Tentu saja mau Lisa."
Setelah mendengar jawaban Intan, Lisa langsung mengambil sup ayam itu lalu langsung memberikannya pada Intan
" Ini, makanlah dulu."
Intan pun mengambil sup ayam tersebut, lalu tangan kiri Intan langsung mengelus perut rata Lisa sambil berbicara pada janin Lisa
" Calon ponakan, lihatlah mommy mu, membuatkan aku sup ayam, nanti kau kelak seperti mommy, yang bisa memasak dan memiliki hati yang sabar, jangan seperti papih, dia sangat dingin, bahkan tidak bisa masak sama sekali, tapi iya papihmu juga sekarang bisa memasak, itu hanya untukmu, tapi kenapa kau tidak ingan masakan papih?, agar papih memasak untukmu, Tante tau, kau pasti mengerti kondisi papih yang sekarang sangat sibuk, untuk itu, kau tidak meminta masakan papih."
Lisa yang melihat dan mendengar ucapan Intan, ia hanya tersenyum. Setelah berbicara pada janin Lisa, lalu Intan mulai memakan sup ayam itu, tapi pikirannya tidak karuan, ia melihat rumah tangga Kaka sepupunya bisa bertahan, walaupun selalu memiliki masalah di antara keduanya, sedangkan kehidupnya sangat tidak beruntung, karena akan di tinggal nikah oleh orang yang ia cintai. Lisa memandangi wajah Intan seperti sedang memikirkan sesuatu, tapi ia tidak berani untuk bertanya, ia tidak ingin membuat Intan bertambah sedih. Setelah sekitar 10 menit, Intan selesai memakan sup ayam itu, lalu langsung meletakkan mangkuknya di nampan tadi
" Lisa, terimakasih."
" Sama-sama Intan. Intan, kalau kau ingin menceritakan sesuatu, cerita saja, jangan terus kau pendam, kandunganku juga sangat sehat, dan aku juga tidak akan memikirkan masalahmu yang berlarut-larut."
Intan yang mendengar ucapan Lisa, ia hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum, walaupun ia ingin sekali mengungkapkan apa yang ada di isi hatinya, tapi ia tidak ingin membuat Lisa sedih, sedangkan Lisa belum tau apa-apa tentang Yoga, yang akan menikah dengan Karina. Lisa yang melihat gelengan kepala, ia mengerti kalau Intan tidak ingin cerita, dan ia tau, mungkin Intan tidak ingin membuat ia banyak pikiran, lalu ia langsung memegang tangan Intan
Intan yang mendengar ucapan Lisa, ia langsung memeluk Lisa dengan erat, ia ingin sekali, menangis sekeras-kerasnya dan mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya, tapi lagi-lagi ia hanya bisa menahannya. Lisa juga membalas pelukan itu sambil membelai rambut Intan, lalu ia langsung berbicara lagi
" Intan, tolong katakan, apa yang sebenarnya terjadi pada Yoga?"
Setelah mendengar pertanyaan Lisa lagi, Intan memutuskan untuk berbicara dengan Lisa, apa yang terjadi dengan Yoga, sambil terus memeluk Lisa
" Lisa, Yoga akan menikah dengan Karina."
Lisa yang mendengar ucapan Intan, seketika ia langsung berteriak
" Apa!"
__ADS_1
" Lisa, kau tidak perlu kuatir, aku baik-baik saja, mungkin aku dan Yoga tidak berjodoh, kalau memang kita berjodoh, mungkin suatu saat aku danYoga bisa bersama."
" Intan, Kenapa Yoga akan menikah dengan Karina?"
" Yoga di jodohkan dengan Karina oleh ayahnya."
" Jadi itu alasan Yoga membatalkan pernikahan kalian, lalu kenapa Yoga tidak menolak perjodohan itu Intan?"
" Aku juga tidak tau, kenapa Yoga tidak menolak perjodohan itu, mungkin Yoga tidak ingin mengecewakan Ayahnya, apa lagi Yoga hanya memiliki seorang Ayah, pasti Yoga ingin membuat ayahnya bahagia, apa lagi tentang Karina, dia adalah gadis kecil yang di anggap sebagai adik oleh Yoga, dan Yoga juga pasti tidak ingin melihat gadis kecil itu sedih, lalu membuat gadis kecil itu mendadak sakit jantung, karena gadis kecil itu memiliki penyakit jantung, aku yakin Yoga tidak ingin menjadi penyebab kambuhnya penyakit gadis kecil itu."
Intan dan Lisa langsung melepaskan pelukannya. Lisa dan Intan saling menatap mata. Lisa memutuskan untuk bertanya, bagaimana Intan bisa tau sedetail itu
" Dari mana kau tau kalau gadis itu memiliki penyakit jantung?"
" Saat aku masih menjalin hubungan bersama Yoga. Saat itu aku cemburu, lalu Yoga menjelaskan bahwa dia dan Karina hanya sebatas Kaka, adik. Yoga saat itu menolong Karina yang duduk di tengah jalan karena penyakit jantungnya kambuh, dari situ mereka kenal."
" Jadi menurutmu, gadis itu juga menyukai Yoga?"
" Sepertinya iya, kalau gadis kecil itu tidak menyukainya, dia pasti menolak perjodohan itu, tapi gadis kecil itu tidak menolaknya sama sekali."
" Intan, kau yang sabar, kalau memang Yoga bukan jodohmu, mungkin Tuhan akan memberimu jodoh yang terbaik, anggap saja suatu kegagalan itu sebagai pelajaran, kau masih muda, kau jangan pernah lemah dalam hal ini, aku juga dulu pernah kehilangan kak Ardi, dan hampir saja aku gila karenanya, tapi aku bersyukur, karena ada kak Livino untuk aku bersandar. Jika memang kau butuh sandaran, jadikan aku tempat untuk kau bersandar, dan ungkapan semuanya padaku, walaupun aku tau, aku tidak bisa membantumu apa-apa, tapi setidaknya, kau tidak memendamnya di hatimu, lalu kapan mereka akan melangsungkan pernikahan?"
" 3 Hari lagi Lisa, itu tepat sekali di hari ulang tahun Yoga, dan itu juga adalah hari pernikahan orang tua Yoga, mungkin Ayahnya Yoga menginginkan Yoga menikah hanya satu kali."
" Apa kau akan datang Intan?"
" Tentu saja, aku akan datang, aku ingin melihat Yoga, aku ingin melihat Yoga bahagia, atau Yoga juga sedih sepertiku, karena Yoga yang tidak memperjuangkan cinta kita, aku juga ragu dengan cintanya padaku, tidak sepertimu yang saling bertahan hingga kalian di persatukan kembali, bahkan sekarang dalam sebuah ikatan pernikahan."
" Yakin kau akan kuat?, melihat pria yang kau cintai bersanding dengan gadis lain?"
__ADS_1
" Aku yakin Lisa."