Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 35. Curhat


__ADS_3

Lisa diam sebentar untuk mengambil nafas, air mata dirinya semakin deras, membuat Ria semakin tidak enak dengan perkataannya tadi


" Setelah kak Livino mendonorkan darah padaku, orang tua kak Livino baru membagikan brosur anak hilang, mamah dan Ayah datang ke rumah sakit setelah aku sudah siuman, ternyata kak Livino akan mejadi tetangga baru aku. 3 tahun aku lewati bersama kak Livino. kak Livino menjagaku saat aku selalu di bully dulu, saat itu aku hanya Gadis kecil yang polos, hingga suatu hari aku mengatakan


" kak bisa kau menikahiku setelah dewasa?"


" Tidak bisa Lisa, pernikahan itu 2 orang yang saling mencintai."


" Kak, aku tidak bisa kehilanganmu, aku tidak mau kau jauh dariku."


" Baik, aku akan menikahimu saat kau dewasa nanti."


" Mamah dan Tante Livia mendengar perkataan aku, mereka menasehatiku agar aku jangan menikah dengan kak Livino, bagaimana pun juga, darah kak Livino mengalir di tubuhku, untuk itu aku hanya bisa menjadi adiknya, tapi saat itu aku tidak bisa menerima perkataan mamah dan Tante Livia, aku langsung lari sekencang-kencangnya, hingga sampai di sisi jembatan, aku berdiri sambil menangis, mamah aku dan Tante Livia mengejar aku, hingga mereka sampai di jembatan, aku mengancam mamahku. Jika masih melarang aku menikah, aku akan loncat dari jembatan ini, saat itu memang aku belum mengerti apa arti cinta, yang aku tau, aku tidak bisa kehilangan kak Livino, aku takut kak Livino akan meninggalkan aku, orang tuaku menangis termasuk Tante Livia, lalu kak Livino sampai di jembatan. Kak Livino mengatakan padaku, walaupun idak bisa menikah tapi aku berjanji akan menjagamu, akan selalu ada untukmu, lalu kak Livino mengulurkan tangannya untuk menuntunku turun dari sisi jembatan, kak Livino menghapus air mataku, aku akhirnya bisa menerima kenyataan."


Lisa diam sebentar untuk mengambil nafas. Ria masih setia mendengarkan sahabatnya, tapi dirinya juga meteskan air mata, setelah mendengar penjelasan dari sahabatnya, tapi dirinya tidak bersuara, dirinya menunggu Lisa menjelaskan lagi. Lisa menceritakan lagi


" 1 bulan itu berlalu setelah kejadian itu, aku sudah mulai bisa menerima kenyataan pahit itu, yang penting aku bisa bersama kak Livino, itu sudah lebih dari cukup bagiku, tapi ternyata lain dari harapanku, orang tua kak Livino bercerai karena Tante Livia lebih memilih karirnya dari pada keluarga. Om Rian memilih bercerai dengan Tante Livia, lalu hak asuh anak jatuh pada Om Rian, terpaksa kak Livino harus ikut pergi ke Paris karena Om Rian asli dari Paris, saat kak Livino mau berangkat ke Paris. kak Livino hanya mengatakan dua hal padaku, jadi lah wanita dingin, karena itu satu-satunya agar tidak bisa di tindas oleh orang lain, dan Kaka berjanji Kaka akan selalu ada saat kau terjatuh, lalu kak Livino langsung memelukku. Air mata kita berdua menetes, bukan hanya cinta yang kandas sebelum di mulai, tapi aku harus ke hilang kak Livino, walaupun sudah beberapa tahun aku tetap memikirkan kak Livino, hingga aku mengenal Ardi, saat itu aku menolak Ardi karena di hatiku masih ada kak Livino, tapi Ardi terus berjuang meski pun selalu di tolak setiap hari hingga 2 tahun itu berlalu, aku bisa menerima Ardi dan aku juga bisa menerima kenyataan bahwa aku tidak bisa bersama kak Livino, tapi ternyata cinta itu harus kandas lagi, hingga kak Livino datang untuk menenangkanku, saat aku hampir gila, ternyata benar kak Livino memenuhi janji ya dia akan selalu ada di saat aku terjatuh, tidak bisa menerima kenyataan itu."


" Lisa, maafkan aku, aku tidak pernah tau masa lalu kau bersama Livino, maafkan aku harus membuatmu menangis." Ucap Ria dengan lirih


" Tidak apa-apa Ria, ini salah aku yang tidak pernah menjelaskan tentang kak Livino."


Ria langsung berdiri dirinya memeluk Lisa yang masih meteskan air matanya. Lisa memang tidak ingin mengatakan pada siapa pun tentang masa lalu bersama Livino, tapi dirinya tidak ingin sahabatnya salah paham tentang dirinya. Setelah beberapa menit Lisa dan Ria melepaskan pelukannya. Ria menghapus air mata yang ada di pipi Lisa memakai kedua tangannya

__ADS_1


" Turuti apa kata hatimu Lisa, aku berharap keputusan apa pun yang kau ambil, semoga yang terbaik untukmu."


" Terimakasih Ria, kau selalu mendukung aku, apa pun keputusan yang aku ambil."


" Lisa kita kenal sudah 12 tahun, tentu saja aku ingin yang terbaik untukmu, apa kau tau 1 tahun yang lalu Ardi tidak pulang ke Indonesia?"


" Tidak. Ardi tidak menjelaskan."


Ria memang sudah mengetahuinya, dirinya berniat untuk menjelaskan


" Livino saja percaya dengan Ardi, aku harus menjelaskan, aku harus percaya kalau Ardi tidak akan pernah menyakiti hati Lisa." Batin Ria


Lisa menatap sahabatnya sambil bertanya-tanya, karena Ria pasti sudah tau tentang 1 tahun yang lalu, sedang dirinya sebagai istri Ardi, dirinya tidak pernah tau, kenapa Ardi tidak pulang 1 tahun yang lalu


" Lisa, Ardi tidak pulang 1 tahun yang lalu, karena dirinya berpikir kalau kau sudah memiliki kekasih. Ardi menyuruh Yoga untuk mencari tau tentangmu. Yoga mengirimkan 2 foto kau bersama Livino, itu kenapa Ardi tidak pulang ke Indonesia, dirinya ingin melupakan masa lalu bersamamu, tapi ternyata hingga sekarang Ardi tetap tidak bisa melupakanmu. Aku sudah tau hal ini saat Ardi ke apartemen Livino, tapi aku takut Ardi menyakiti hatimu lagi, itu kenapa aku tidak pernah menjelaskan tentang Ardi padamu, tapi sekarang aku menjelaskan karena Livino saja percaya dengan Ardi tentu aku juga harus percaya dengan Ardi."


" Lisa, dengan sikapmu yang dingin bagaimana Ardi menjelaskan semuanya padamu?"


" Iya, aku tau Ria."


" Apa kau sudah melakukan sesuatu di ranjang?"


" Maksudmu apa Ria?"

__ADS_1


" Apa kau sudah melakukan malam pertama?"


" Belum."


" Bukankah kau tadi bilang sudah tidur bersama Ardi?"


" Iya, tapi aku hanya tidur bersama, aku masih belum tau tentang Ardi tidak pulang, untuk itu aku masih ragu, untuk menerima Ardi."


" Lisa, sekarang sudah jelas semuanya, apa pun keputusan yang kau ambil, semoga saja yang terbaik untukmu, sekarang Ardi suamimu, kau harus mencoba untuk membuka lembar baru bersama Ardi, dan terima Ardi seutuh lnya, kau harus percaya padanya kalau Ardi tidak akan mengulangi hal yang sama."


" Kenapa kau menasehati aku?"


" Karena Livino percaya pada Ardi, tentu aku juga akan percaya pada Ardi, yang penting kau bisa bahagia, bagiku sudah lebih dari cukup."


" Baik Ria, aku akan turuti kata hatiku sekarang, aku akan mencoba menerima Ardi lagi, karena kau dan kak Livino termasuk Tante Livia meminta aku untuk menerimanya lagi, aku akan mencoba memberikan kesempatan kedua untuk Ardi."


" Baiklah, semoga kau bisa bahagia bersama Ardi."


" Terimakasih Ria, kau sahabatku yang selalu baik padaku."


" Sama-sama Lisa."


Lisa langsung meneteskan air mata lagi, tapi ini karena bahagia dirinya memiliki sahabat seperti Ria yang selalu mengerti dirinya

__ADS_1


" Ya sudah aku sudah harus memeriksa kondisi pasien dulu."


" Iya Lisa ."


__ADS_2