Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 172. Rem blong


__ADS_3

Lisa sekarang sudah ada di dalam moll, ia sedang memilih baju, karena suaminya menyuruh ia untuk menggunakan baju yang longgar, untuk itu ia memilih baju-baju yang longgar, tidak lupa juga mengambil beberapa baju hamil, agar ia tidak sering keluar rumah, jadi ia membeli banyak baju. Lisa juga di temani suaminya, dan asisten Lisa untuk membawa belanjanya. Lisa yang memilih-milih baju, ia memiliki perasaan yang tidak enak, entah kenapa ia juga tidak tau, apa lagi tadi saat ia pergi ke sini, ada satu motor yang mengikutinya diam-diam, entah itu siapa, ia juga tidak tau, tapi ia juga tidak bilang pada suaminya, walaupun ia melihatnya dari kaca spion, sedangkan asistennya mungkin juga sama seperti suaminya, tidak menyadari ada orang yang mengikuti mereka. Lisa tidak bilang karena ia takut dugaannya salah, apa lagi motor itu hanya mengikuti saja, bahkan saat di jalan yang sepi juga motor itu tidak menyelip mobilnya, membuat ia bingung


" Siapa sebenarnya dua orang itu, apa hanya perasaanku saja, tapi kenapa perasaanku tidak enak." batin Lisa


Ardi yang melihat istrinya memilih-milih pakaian sambil berpikir, ia langsung bertanya pada istrinya


" Mommy sayang kenapa?, apa yang mommy pikirkan?"


Lisa yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia langsung menjawab pertanyaan dari suaminya sambil tersenyum


" Mommy tidak memikirkan apa-apa pih."


" Baiklah mommy."


Lisa masih memilih-milih pakaian. Tiba-tiba telpon Ardi berbunyi. Ardi langsung mengambil ponselnya dari saku celananya, ia langsung melihat nama di layar ponselnya, ternyata Yoga yang menelponya. Ardi langsung mengangkat telpon dari Yoga, lalu ia langsung berbicara lebih dulu


" Halo, Yoga, ada apa?"


" Ardi, sekarang juga ada miteeng dengan Mr Andreas, dia hanya menginginkan kau yang menghadiri miteeng."


" Kenapa sangat mendadak?"


" Aku tidak tau, kalau di majuin."


" Baiklah, 36 menit lagi aku sampai kantor."


" Baik."


Ardi langsung memutuskan sambungan telpon dari Yoga, lalu ia langsung memasukkan ponselnya dalam saku celananya lagi, setelah itu ia langsung memberi tau istrinya, kalau ia akan pergi ke kantor


" Mommy sayang."

__ADS_1


Lisa yang di panggil suaminya, ia menghentikan memilih pakainya, ia langsung menatap mata suaminya


" Iya pih."


" Mommy, papih harus ke kantor sekarang juga, ada miteeng dengan Mr Andreas, apa tidak apa-apa mommy di tinggal?"


" Tidak apa-apa pih, lagian juga ada Dandi, papih bawa mobil saja, nanti mommy akan naik taksi bersama Dandi."


" Tidak perlu mom, papih akan naik taksi saja."


Ardi langsung mencium kening istrinya, setelah itu ia langsung mendekati asisten istrinya, hingga ia sampai, lalu ia langsung berbicara pada asisten istrinya


" Dandi, tolong jaga nona muda, saya akan pergi ke kantor sekarang juga."


" Baik tuan muda."


Ardi langsung berjalan keluar dari moll itu. Lisa langsung memilih-milih pakaian lagi. Setelah sekitar 1 jam, Lisa selsai memilih pakaian, ia juga sudah membayar semua belanjanya, dan sekarang ia memutuskan untuk pulang. Lisa langsung berjalan keluar dari moll itu bersama Dandi, yang membawa belanjanya, hingga mereka sampai di mobil. Dandi langsung memasukkan belanjan nona mudanya di bagasi, setelah itu ia langsung membukakan pintu untuk nona mudanya. Setelah nona mudanya masuk, Dandi langsung masuk, tapi entah kenapa perasaan Dandi mulai tidak tenang, perasanya mulai kuatir, tapi ia tidak tau apa yang ia kuatirkan. Sebelum menjalankan mobil, Dandi tidak lupa berdo'a dulu, setelah berdo'a ia langsung bertanya pada nona mudanya


" Nona muda, apa sudah siap?"


Entah kenapa, Lisa merasa sedikit heran, saat mendengar pertanyaan dari asistennya, ia hanya menatap wajah Dandi dari kaca tengah, ia melihat Dandi yang memiliki kekutiran, ternyata yang miliki perasaan tidak enak bukan hanya ia, tapi Dandi juga memiliki perasaan yang sama


" Apa yang sebenarnya akan terjadi, kenpa Dandi seperti memiliki kekutiran." batin Lisa


Dandi yang sedang menyetir mobil, ia masih terus memiliki rasa kekutiran, apa lagi sekarang kekuatirannya sangat dalam, tapi ia masih tidak menyadari, apa yang ia kuatirkan. Dandi langsung melihat kaca spion, ia melihat nona mudanya secara diam-diam, tapi ternyata nona mudanya juga sama, nona mudanya memiliki perasaan kuatir


" Ada apa sebenarnya." batin Dandi


Dandi yang sedang menyetir, ia masih belum menyadari kalau rem nya blong, karena saat berangkat juga ia yang menyetir mobil itu, bahkan sekarang sudah 10 menit perjalanan, tapi ia masih tetap tidak menyadari itu. Dandi terus saja menyetir, tapi saat perjalanan mulai berlenggak-lenggok, dan naik turun, ia baru menyadari, kalau rem nya blong, tapi ia tetap diam sambil berusaha, ia tidak ingin melihat nona mudanya panik. AC mobil yang terasa dingin, kini berubah menjadi panas menurut Dandi. Dandi mulai berkeringat, ia sangat kuatir, apa lagi jalanan itu sepi, ia juga belum pernah membawa mobil yang rem nya blong


" Tuhan, tolong jangan sampai nona muda, kenapa-napa." batin Dandi

__ADS_1


Di saat seperti ini, Dandi masih saja memikirkan nona mudanya, sedang diri sendiri, ia sama sekali tidak ia pikirkan. Mobil itu mulai melaju tidak sesuai. Lisa yang merasa mobilnya mulai tidak beres, ia langsung bertanya pada asistennya


" Dandi, apa yang terjadi?"


" Nona muda, rem nya blong, dan saya tidak paham dengan keadaan seperti ini nona muda, kita bagaimana?"


" Dandi, tabrakan saja ke kereb jalan!"


" Nona muda, apa kau akan baik-baik saja?"


" Saya akan baik-baik saja, tapi kau juga harus menjaga keseimbangan tubuhmu, agar kau tidak terluka."


Dandi yang mendengar ucapan dari nona mudanya, ia hanya menghela nafas berat, jelas-jelas keadaan nona mudanya yang harus di kuatirkan, karena nona mudanya sedang hamil, tapi ia masih saja memikirkan orang lain. Dandi yang akan menabrakkan mobilnya ke kereb jalan, ia langsung memberi tau nona mudanya


" Nona muda, hati-hati, aku akan menabrakkan mobilnya."


" Baik Dandi."


Lisa langsung berpegangan dengan erat sambil memejamkan mata, hingga tidak terasa air matanya langsung mengalir belum apa-apa, yang ia takutkan hanya janin yang ada dalam kandungannya dan termasuk Dandi yang di depan. Dandi langsung menabrakkan mobil itu pada kereb jalan


Bruk.....


Kepala Dandi juga terkena setir, ia langsung mengeluarkan darah. Sedangkan tubuh Lisa tidak apa-apa, hanya saja ia lemas dan gemetar. Dandi langsung melepaskan sabuk pengamannya, lalu ia langsung turun, setelah itu ia langsung membuka pintu mobil untuk nona muda, ia langsung bertanya pada nona mudanya


" Nona muda, apa kau tidak apa-apa?"


Lisa hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Wajahnya sudah sangat pucat. Dandi yang menyadari kalau tubuh nona mudanya lemas dan gemetar, ia langsung mengangkat tubuh nona mudanya keluar dari mobil. Lisa yang melihat kepala asistennya berdarah, ia langsung bertanya pada asistennya


" Dandi, kepalamu berdarah, apa kepalamu sakit?"


" Saya baik-baik saja nona muda, kita pergi ke rumah sakit."

__ADS_1


" Baik."


Dandi mengajak nona mudanya pergi ke rumah sakit, karena ia sangat kuatir pada nona mudanya, tapi ia sama sekali tidak peduli dengan kepalanya


__ADS_2