
Ardi yang mendengar ucapan istrinya, ia hanya menghela nafas berat, ia benar-benar sudah lelah dengan sikap kanak-kanakan istrinya, lalu ia memutuskan untuk minta maaf lagi
" Sayang, aku minta maaf, aku sudah benar-benar percaya dengan ucapanmu."
" Tidak peduli, aku mau pulang!"
Lisa langsung mengambil dompetnya, lalu langsung keluar dari kamarnya, dengan air mata yang terus mengalir. Ardi langsung lari mengejar istrinya sambil terus memanggil istrinya
" Sayang, dengarkan aku, aku benar-benar percaya, tolong jangan seperti ini sayang."
Lisa tidak peduli dengan ucapan suaminya, ia bahkan mempercepat langkah kakinya. Mirna yang masih duduk di ruang tamu bersama suami dan keponakannya, ia mendengar ribut-ribut, lalu melihat Lisa yang mendekatinya sambil menangis. Mirna langsung mencegah menantunya, ia langsung berdiri di depan menantunya, ia menatap wajah menantunya dengan perasaan kuatir, lalu ia langsung bertanya pada menantunya
" Sayang apa yang terjadi?"
" Aku ingin pulang!"
Mirna bener-bener tidak tau, kenapa jawaban menantunya dengan nada emosi, lalu ia langsung bertanya lagi
" Apa sayang bertengkar dengan Ardi?"
Lisa belum menjawab pertanyaan dari ibu mertuanya, tapi suaminya sudah sampai di ruang tamu, suaminya langsung menjawab pertanyaan dari ibunya
__ADS_1
" Ini semua karena mamah! Kalau saja mamah percaya dengan Lisa. Tidak akan membuat Lisa sangat marah!"
Mirna yang mendengar penjelasan putranya, ia benar-benar sangat sedih, tadi ia di salahkan oleh menatunya, sekarang ia di salahkan oleh putranya, ini memang salahnya, tidak seharusnya ia mengatakan kata tidak baik seorang wanita hamil berjalan dengan pria lain, seandainya, ia melihat ponselnya terlebih dahulu, masalahnya tidak akan menjadi rumit, lalu ia langsung berbicara pada menantunya sambil memegang tangan kanan menantunya
" Sayang, mamah benar-benar minta maaf, atas ucapan mamah, tolong jangan menangis lagi, dan selesaikan masalah ini baik-baik, jangan sampai masalah ini semakin rumit, dan jangan sampai masalah ini sampai terdengar ke telinga orang tuamu, tidak baik masalah rumah tangga harus sampai ke telinga orang tua."
Lisa yang mendengar permintaan maaf dan penjelasan dari ibu mertuanya, ia sudah sangat murka, ia langsung menjawab permintaan maaf dan penjelasan mertuanya dengan satu kata sambil menghempaskan tangan mertuanya
" Diam!"
Air matanya terus mengalir deras, ia benar-benar sangat benci pada orang-orang yang menasehatinya, bahkan nasehat itu tidak masuk ke dalam otaknya, karena pikiran ia sudah di penuhi rasa kecewa dan benci, baginya kepercayaan itu sangat penting dari segala-galanya, sedangkan suaminya dan ibu mertuanya, tidak percaya padanya, lalu untuk apa menasehatinya, dan menurut ia, rasa sayang yang suami dan ibu mertuanya berikan itu tidak ada artinya. Mirna yang mendengar ucapan menantunya, ia hanya menghela nafas berat, ia takut kalau masalah ini sampai terdengar oleh orang tuanya, pasti orang tuanya akan menyalakan Ardi, apa lagi masalah ini di mulai oleh ia, harusnya sebagai orang tua mengayomi keduanya, tapi sekarang ia menjadi penyebab dari permasalahan mereka, lalu ia langsung minta maaf lagi
" Sayang, mamah benar-benar minta maaf nak, kau boleh marah sama mamah, tapi tolong jangan pulang dengan keadaan seperti ini."
" Sayang, mamah tau, mamah benar-benar salah, tolong maafkan mamah nak."
Mirna minta maaf pada menatunya dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya, ia tidak seharusnya mengatakan itu tadi, ia seharusnya percaya dengan menantunya. Lisa tidak menjawab permintaan maaf dari ibu mertuanya, ia langsung menghapus air matanya dengan kasar, lalu ia langsung mengalihkan pembicaraan
" Lisa ingin pulang!"
Setelah mengatakan itu, Lisa akan berjalan lagi, tapi tangan Lisa di tahun oleh Ardian. Ardian langsung mengajak menatunya untuk duduk
__ADS_1
" Duduk dulu nak, ini semua hanya salah paham."
" Tidak yah! Jelas-jelas Lisa tidak di beri kepercayaan oleh mereka."
Ardian langsung menarik menantunya dalam pelukannya, ia tau, menantunya sangat emosional karena menantunya sedang mengandung, itu sama persis seperti istrinya dulu saat mengandung Ardi, dari menantunya yang mual saat mencium aroma tubuh suaminya, dan sekarang sangat emosi, jadi ia tidak heran lagi, ia sudah paham. Lisa juga membalas pelukan ayah mertuanya dengan erat, sambil menangis tersedu-sedu
" Hiks...hiks...hiks.. Lisa capek ayah, hiks..hiks..."
" Iya nak, ayah tau, jadi sekarang jangan menangis lagi, ingat, kau harus banyak istirahat, kasihan janin yang ada di dalam kandunganmu, kalau kau terus saja menangis, ayah tau kau sedang kesal pada mamah dan suamimu, tapi kau harus bisa mengontrol emosimu, semuanya hanya salah paham, kita di sini sangat sayang padamu, dan maafkan kesalahan mamah dan suamimu."
Lisa hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terus menangis. Yoga dan Intan juga sangat sedih, melihat Lisa yang terus menangis, tapi mereka hanya bisa diam, terutama Intan, ia sangat bersalah, kalau saja ia tidak melupakan ponselnya, masalah ini tidak akan semakin besar
" Lisa, aku benar-benar merasa sangat bersalah, seandainya saja aku tidak melupakan ponselku, mungkin tidak ada masalah seperti ini, dan kenpa Tante juga berbicara seperti itu, kalau Lisa mencintai Arga, tidak mungkin Lisa hamil dari kak Ardi, seharusnya Tante lebih paham dengan sikap dingin Lisa, apa lagi Arga adalah teman Lisa kuliah, kalau Lisa mencintainya, tidak mungkin hingga menikah dengan kak Ardi, Tante memang benar-benar tidak memiliki perasaan." batin Intan
Lisa yang mulai tenang, ia langsung melepaskan pelukan dari ayah mertuanya. Ardian langsung menghapus air mata menantunya sambil menasehati menatunya, ia takut kalau sampai kedua orang tuanya tau, apa yang sebenarnya terjadi, pasti mereka langsung menyuruh Lisa dan Ardi bercerai
" Sudah nak, kau tidak boleh egois, jangan terus marah-marah, tidak baik untuk kesehatan janinmu, kalau memang kau merindukan kedua orang tuamu, ayah juga pasti mengijinkan kau menginap di sana, tapi tidak sekarang, kau datang dengan keadaan menangis, pasti kedua orang tuamu sangat kuatir nak."
Lisa yang mendengar ucapan dari ayah mertuanya langsung tersenyum getir, lalu ia langsung menjawab ucapan Ayah mertuanya
" Ayah, aku tau kau melarang aku pulang sekarang, bukan Karena kedua orang tuaku kuatir, tapi karena takut kedua orang tuaku murka, apa lagi di sini hanya kesalahan kecil, tapi aku tetap di salahkah, dan mungkin juga, kedua orang tuaku bisa menyuruhku untuk bercerai dengan kak Ardi, kalau mereka tau, aku di sini tidak di beri kepercayaan."
__ADS_1
Ardian yang mendengar penjelasan dari menantunya, ia langsung tidak enak hati, ternyata menantunya bisa membaca apa yang ada dalam pikirannya, ia memang benar-benar takut kalau masalah ini sampai terdengar oleh kedua orang menantunya