
Lisa hanya diam awalnya dirinya hanya kesal di abaikan oleh suaminya, tapi sekarang dirinya merasa bersalah karena telah menggoda suaminya dengan kondisi dirinya yang masih ada tamu bulan. Ardi terus saja memandangi wajah istrinya karena dirinya belum mendengar jawaban dari istrinya, lalu dirinya ingat kalau istrinya sedang ada tamu bulan. Ardi memutuskan untuk bertanya lagi
" Sayang, apa masih ada tamu bulan?"
" Iya Kaka, maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk menggodamu, aku hanya kesal terus di abaikan."
" Tidak apa-apa sayang, lebih baik sayang tidur sudah malam."
" Aku mau menunggu Kaka."
Ardi melihat jam yang sudah menujukan pukul 23.20 WIB, terpaksa dirinya menghentikan pekerjaan itu, dirinya memutuskan untuk menunggu istrinya tidur lalu habis itu baru dirinya akan menyelesaikan pekerjaan lagi. Ardi langsung menutup laptop. Lisa yang melihat Ardi menutup laptop dirinya langsung bertanya
" Memang sudah selsai kak?"
" Belum sayang, kita tidur sudah malam."
" Baiklah kak."
Lisa langsung turun dari pangkuan suaminya. Ardi lalu berdiri ia melihat bibir istrinya membuat dirinya memikirkan hal mesum
" Sabar Ardi, malam pertama di tunda lagi." Batin Ardi yang peringatkan dirinya sendiri
" Ayo Kaka."
" Iya sayang."
Lisa dan Ardi berjalan mendekati ranjang lalu ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ardi memeluk istrinya sambil terus menatap wajah istrinya lalu ia ingat kalau lusa dirinya harus keluar kota, dirinya memutuskan untuk membicarakan hal ini, tapi sedikit ragu melihat istrinya yang terus memandangi dirinya sambil tersenyum, dirinya juga sangat bahagia walaupun tidak jadi malam pertama, tapi mau bagaimana lagi dirinya juga memiliki tanggung jawab dalam pekerjaannya
__ADS_1
" Sayang, aku lusa harus ke luar kota, mungkin 7-8 hari."
Lisa yang awalnya tersenyum bahagia menjadi sangat kecewa, bagaimana mungkin di saat dirinya sudah siap untuk melakukan tugasnya sebagai istri, tapi harus dirinya tunda lagi, apa lagi 7-8 hari bukan waktu yang sebentar bagi Lisa, satu hari saja sudah berasa seperti 7 tahun, apa lagi 7-8 hari membuat dirinya bingung harus jawab apa, kalau dirinya ikut juga tidak mungkin karena dirinya juga memiliki kesibukan sendiri. Ardi yang terus menatap wajah istrinya yang awalnya tersenyum bahagia menjadi sangat kecewa membuat dirinya tidak enak hati pada istrinya, tapi ya begitulah keadaan dirinya sekarang harus bisa bertanggung jawab dengan semua hal. Ardi lalu membelai rambut istrinya agar istrinya tidak terlalu kecewa pada dirinya, dirinya juga sebenarnya tidak ingin meninggalkan istrinya apa lagi sekarang istrinya sudah menerima dirinya sepenuhnya membuat dirinya juga tidak ingin jauh dari istrinya
" Sayang, ini adalah tanggung jawab aku, apa bisa tidak kecewa lagi?, apa sayang mau ikut denganku?
Lisa melihat semuanya mencoban untuk tersenyum lagi, sebenarnya dirinya sangat kecewa, tapi dirinya juga mengerti posisi suaminya sekarang, karena sekarang suaminya memiliki pekerjaan bukan seperti saat pacaran yang memiliki waktu 24 jam untuk dirinya
" Iya Kak, aku juga tidak bisa ikut."
Ardi melihat istrinya yang berbicara sambil tersenyum terpaksa membuat dirinya semakin merasa bersalah
" Tidak apa-apa sayang, selama aku tidak ada jangan pernah mendengar perkataan apa pun dari orang yang tidak kau kenal, kau harus memiliki pendirian sendiri, mengerti?"
" Aku mengerti kak."
" Apa ini ada kaitannya dengan Intan, tapi apa, bukan'kah Intan itu adik sepupu Kaka, tapi melihat Intan yang seperti tidak suka padaku saat baru sampai di bandara membuat aku bingung." Batin Lisa
" Sayang, sekarang sudah malam, tidur ya."
" Iya kak."
Ardi masih memeluk istrinya lalu dirinya mengecup puncak kepala istrinya. Lisa mempererat pelukannya, dirinya tidak rela akan di tinggalkan pergi lagi sama suaminya. Walaupun sekarang berbeda dulu di tinggalkan pergi hingga 5 tahun lamanya, tapi sekarang hanya ditinggalkan 7-8 hari saja dirinya merasa tidak rela. Lisa terus saja memeluk suaminya hingga dirinya tertidur. Ardi melihat jam dinding yang sudah menujukan pukul 01.00 WIB, lalu dirinya langsung duduk dengan pelan-pelan sambil melepaskan tangan istrinya yang memeluk dirinya setelah itu dirinya langsung melangkahkan kakinya ke ruangan kerja lagi, setelah sampai Ardi langsung duduk lalu ia langsung membuka laptop lagi untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, karena kalau dirinya memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaan itu, pasti istrinya masih saja menunggu dirinya. Setelah 1 jam akhirnya pekerjaan Ardi selesai juga lalu dirinya memutuskan untuk tidur di sofa yang ada di ruangan kerja karena dirinya sudah sangat lelah hingga dirinya tertidur. Pagi hari Lisa bangun lebih awal ia melihat kanan kiri yang tidak ada suaminya lalu ia pun duduk
" Kemana Kaka pergi?" Batin Lisa
Lisa langsung pergi ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah 20 menit ia keluar melihat ranjang tidak ada suaminya lalu dirinya berjalan ke ruangan kerja suaminya, ia melihat suaminya yang masih tertidur pulas di sofa, dirinya langsung berjongkok di depan suaminya sambil memandangi wajah suaminya
__ADS_1
" Pasti kau semalam melanjutkan pekerjaan yang tertunda karena aku, maafkan aku kaka." Batin Lisa
Lisa terus saja memandangi suaminya, dirinya ingin sekali memegang pipi suaminya, tapi lagi-lagi ia urungkan karena takut mengganggu tidur suaminya. Tidak lama Ardi pun terbangun dari tidurnya saat membuka mata Ardi sangat terkejut karena istrinya sudah ada di samping dirinya sambil tersenyum. Lisa langsung mencium bibir suaminya sekilas
" Morning Kiss Kaka."
Ardi yang habis di cium istrinya di pagi hari ia langsung mengusap kedua matanya, berasa mimpi apa yang telah istrinya lakukan pada dirinya, lalu dirinya duduk sedangkan Lisa masih saja berjongkok sambil terus tersenyum
" Sayang, kenapa kau bangun pagi-pagi dan sudah mandi?"
" Iya kak, soalnya bocor jadi aku langsung mandi."
" Sayang, apa yang bocor?"
" Ya ampun, masa aku harus bilang tembus." Batin Lisa
" maksud aku tembus kaka."
Ardi hanya mengerutkan keningnya ia masih belum paham karena dirinya baru saja bangun tidur, nyawa dirinya saja belum sepenuhnya kumpul, tapi istrinya sudah bilang bocor, bilang tembus membuat dirinya terus saja berpikir sambil melihat istrinya yang seperti menahan malu. Lisa memang mengatakan itu sangat malu, tapi melihat suaminya seperti memikirkan sesuatu membuat dirinya mengerutkan keningnya
" Pasti Kaka tidak paham lagi, susah kalau punya suami yang tidak pernah berteman dengan wanita." Batin Lisa
Setelah capek berpikir akhirnya Ardi memutuskan menanyakan pada istrinya dari pada dirinya terus saja berpikir, tapi tidak menemukan jawaban
" Sayang, memang apa yang tembus?"
" Tamu bulan Kaka ."
__ADS_1