
Meti datang sambil membawa air minum
" Silahkan nona."
" Iya, makasih."
Meti hanya mengangguk lalu langsung berjalan ke dapur
" Lis, apa kau tidak memiliki perasaan lagi, masalalu yang kalian lewati, tidak ada masalah selama kalian menjalin hubungan, aku cuma ingin kau tau, Ardi tetap sama seperti 8 tahun yang lalu yang selalu memperjuangkan cintamu."
" Yoga, aku tau, kau sahabat Ardi tentu menginginkan yang terbaik untuk Ardi, tapi aku tetap dengan pendirianku, tidak akan pernah ada cinta untuk Ardi."
" Baiklah, setidaknya kau menghargai pernikahan ini, jangan pernah kau anggap pernikahan ini sebagai status, perlu kau tau, Ardi 5 tahun yang lalu menangis karena memutuskanmu." Ucap Yoga yang terus meyakinkan Lisa, dirinya juga ingin sahabatnya bahagia
" Kau tidak pernah tau, aku sudah mengasih waktu selama 1 tahun, aku pikir Ardi akan kembali ke Indonesia setelah wisuda, tapi apa, Ardi kembali ke Indonesia baru sekarang."
" Kau tau, Ardi tidak pulang ke Indonesia karena apa?"
" Hahaha, karena banyak bule cantik."
" Lisa, Ardi bukan pria seperti itu. Ardi tidak akan menyentuh wanita yang tidak di sukainya."
Yoga langsung mengambil dua foto Lisa bersama Livino yang sengaja akan di tujukan pada Lisa
" Karena ini, Ardi tidak kembali ke Indonesia. Ardi sangat mencintaimu hingga sekarang." Ucap Yoga sambil menyerahkan foto pada Lisa
" mudah-mudahan saja Lisa menerima Ardi, aku juga pusing jika harus di ganggu Ardi setiap kerja." Batin Yoga
Lisa melihat dua foto itu, itu adalah foto pertama kali bertemu lagi dengan Livino
" Apa yang di bicarakan Yoga ini benar, tapi jika benar tetap saja, apa alasan Ardi meminta putus padaku. Aku tidak boleh luluh lagi. Aku tidak ingin jatuh dalam perangkat yang sama." Batin Lisa
" Yoga, sekuat apa pun kau meyakinkan aku, tapi aku tetap tidak akan pernah menerima Ardi lagi, aku bukan Lisa yang kau kenal dulu."
Diana yang mendengar jawaban Lisa, menarik nafas dengan kasar, semua penjelasan sudah tidak ada gunanya bagi Lisa
" Aku pamit dulu Diana, Yoga, aku tidak butuh alasan apa pun."
" Lisa, apa kita tidak jalan-jalan, kita sudah lama tidak berdua?"
" Diana, kenapa kau hingga sekarang masih seperti anak-anak yang selalu suka jalan-jalan, aku harus segera pergi, telingaku sudah panas, kau terus menasehatiku, seolah-olah aku yang salah di sini, ini adalah rumah tanggaku, kau tidak perlu ikut campur."
" Baiklah Lisa."
Lisa langsung berjalan keluar di ikuti Diana dan Yoga
" Hati-hati Lisa, aku harap kau bisa mengerti perkataanku tadi, yang jelas Ardi tidak pernah berubah dari kau SMA hingga sekarang. Ardi tetap mencintaimu."
" Hahaha, kau bilang cinta, cinta itu sudah tidak ada artinya lagi buatku. Aku juga berharap jika kita ketemu lagi, tidak perlu membahas bajingan itu."
__ADS_1
Lalu Lisa langsung masuk mobil langsung melajukan mobilnya untuk pulang
...****************...
Lisa sampai di rumah berbarengan dengan Ardi yang baru saja pulang dari kantor
" Sore nona muda." Sapa Santi yang akan pulang
Lisa tidak menjawab sapaan Santi seperti biasa dirinya hanya melirik sekilas
" Sore, istri tercinta." Sapa Ardi sambil tersenyum
Lisa hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban
" Apa kau tidak lupa sesuatu?"
" Apa yang lupa?"
Lisa diam menatap mata suaminya. Ardi mendekati istrinya lalu langsung mencium pipi istrinya sekilas, setelah itu Ardi langsung berjalan masuk rumah
" Dasar kau bajingan, kau selalu saja mencari kesempatan."
Ardi tidak menjawab perkataan istrinya dirinya terus melanjutkan langkahnya di ikuti Lisa di belakangnya
" Ternyata bener, nona Lisa benar-benar istri pak CEO, pantas saja kemarin setelah mengikuti nona Lisa, wajahnya berubah menjadi dingin, ternyata nona Lisa istrinya, memang serasai sama-sama dingin."
" Eh, iya Bi ini juga mau pulang, tadi saya baru tau, kali nona Lisa adalah istri pak CEO, pantas saja saya tidak pernah melihat wanita lain selain nona Lisa, ya sudah aku pulang BI."
" Iya." Jawab BI Minah
Santi langsung menyalakan motorya lalu pergi
" Sore sayang" Sapa Mirna sambil tersenyum
" Sore juga mah." Jawab Ardi dan Lisa berbarengan
" Kalian sangat kompak sekali."
Lisa langsung menatap mata suaminya. Ardi hanya tersenyum manis seperti biasa. Jika istrinya menatapnya, lalu Lisa langsung melangkahkan kakinya ke dapur
" Sayang, mau ngapain?"
" Lisa mau masak mah, tentu untuk suami tercinta." Jawab Lisa sambil melirik suaminya
" Apa lagi yang akan Lisa lakukan padaku, sudah seperti Landak, sedikit saja di sentuh maka akan terluka." Batin Ardi
Lisa langsung melanjutkan langkahnya ke dapur lalu dirinya mulai memasak
" Mah, Ardi ke atas dulu, mau mandi."
__ADS_1
" Iya sayang."
Ardi langsung menaiki tangga, tapi pikirannya mulai tidak karuan, masakan apa yang akan di sajikan untuk dirinya, mengingat kejadian tadi pagi yang memakan roti asin, lalu Ardi langsung masuk ke dalam kamar mandi, dirinya langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya
" Apa yang akan Lisa lakukan padaku." Batin Ardi
Karena terus sambil berpikir ardi di kamar mandi hingga 55 menit, lalu Ardi keluar dari kamar mandi. Ardi berhenti di depan pintu, dirinya melihat istrinya yang sedang duduk sambil memegang foto masa kecil bersama Livino. Lisa memang baru di tinggal pergi kemarin, tapi Lisa sudah rindu dengan Livino
" Kak, aku merindukanmu, maafkan aku, aku belum bisa turuti keinginanmu, untuk menjadi istri yang baik." Batin Lisa
" Apa yang Lisa pikiran, bukankah tadi pagi bertemu Livino, kenapa sekarang masih saja memegang foto Livino, apa kau sebegitu sayang pada Livino, apa yang harus aku lakukan, aku pikir Lisa akan luluh dengan berjalannya waktu ternyata tidak." Batin Ardi
Ardi langsung melangkah ke meja rias lalu menyisir rambutnya sambil melihat istrinya dari pantulan kaca. Lisa melirik ke meja rias sudah ada suaminya, dirinya langsung menaro foto Livino, lalu dirinya langsung melangkah ke dalam kamar mandi. Lisa langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya. Setelah 15 menit Lisa keluar dari kamar mandi
" Sayang ayo makan." Ajak Lisa sambil mengedipkan matanya
Ardi yang melihat kedipan mata istrinya dirinya bregidik ngeri. Makanan apa yang akan istri nya siapkan, hingga dirinya tidak menjawab perkataan istrinya
" Ayo, suamiku tercinta." Ajak Lisa masih mengedipkan matanya
" Oh, iya."
" Hahaha, kau pasti melamun karena takut aku kerjain, tepat sekali dugaanmu, aku sudah masak siap-siap saja, apa yang kau rasakan."
Ardi dan Lisa langsung menuruni turun tangga. Lisa langsung mendekati ibu mertua dan Ayah mertuanya di ruangan tv
" Mah, yah ayo makan."
" Iya sayang."
Lisa dan kedua mertuanya langsung jalan ke meja makan lalu langsung duduk di kursi masing-masing
" Ayo di coba yah, mah, enak tidak masakan Lisa."
" Iya sayang."
Ardian hanya mengangguk kepalanya sebagai jawaban
" Sayang, aku masakin telor sepesial buatmu."
Lisa mengambil nasi dan lauk-pauknya untuk suaminya lalu mengambil telor juga
" Silahkan sayang di coba."
Ardi mengangguk langsung mencoba makanannya
" Enak banget sayang."
" Telornya di coba juga suamiku tercinta."
__ADS_1