Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 208. Lamaran


__ADS_3

Sudah dua hari berlalu dari kejadian Jenni menerima Arga, Arga juga kemarin sudah pulang ke hotelnya karena orang tuanya datang, dan sekarang mereka akan langsung melamar Jenni. Sekarang kedua orang tua Arga dan kedua orang tua Jenni juga sudah duduk di di ruang tamu. Kedua orang tua Arga bermaksud untuk melamar Jenni. Argantara langsung memulai pembicaraan


" Begini maksud kedatangan saya kesini, saya ingin melamar Jenni untuk putra saya."


" Iya, saya terserah Jenni saja, Jen, bagaimana?, apa kau mau menerima lamaran dari Arga?"


Jenni yang mendapat pertanyaan dari papahnya, ia langsung melirik ke arah nyonya Lioni. Arga yang di lirik oleh Jenni, ia langsung berbicara


" Jen, kau jangan kuatir, Tante sangat setuju, kalau kau bersama Arga, kau adalah Gadis yang sangat baik, kau cocok dengan Arga, Tante berharap kau dan Arga segera menikah."


Setelah mendengar ucapan dari nyonya Lioni, Jenni langsung melihat ke arah tuan mudanya. Arga yang di lihat oleh Jenni, ia hanya menganggukkan kepalanya. Jenni masih bingung, menurut Jenni lamaran itu terlalu cepat, apa lagi ia juga belum sepenuhnya mengenal kepribadian tuan mudanya seperti apa. Argantara yang melihat Jenni bingung, ia langsung berbicara lagi


" Jen, kalau kau memang tidak mau Arga menjadi CEO, saya akan melepaskan jabatannya, tapi jika saya sesekali membutuhkan tenaganya, saya harap kau memperbolehkan Arga untuk membantu saya, saya sudah tua, dan hanya Arga yang bisa memengelolah perusahaan itu."


Jenni yang mendengar ucapan dari pak CEO Argantara, ia semakin di buat bingung, jelas-jelas ia belum siap untuk buru-buru menikah, Jenni pikir, tuan mudanya akan melamarnya sekitar 10 hari lagi, tapi ternyata baru 2 hari, dari kejadian tuan mudanya melamar ia, sekarang sudah membawa kedua orang tuanya. Mika yang melihat kebingungan putrinya, ia langsung berbicara pada putranya


" Sayang, jangan hanya diam, om dan Tante butuh jawaban."


Jenni hanya menjawab dengan anggukan kepala, masih dengan kebingungan di dalam pikirannya. Setelah sekitar 3 menit, Jenni langsung berbicara pada mereka


" Sebelumnya Terimakasih, karena pak CEO dan nyonya Lioni sudah menyempatkan waktu datang ke sini."


Jenni belum selesai bicara, Lioni sudah memotong pembicaraan dari Jenni


" Jen, panggil saja om dan Tante, kau ini seperti sedang bekerja saja, jangan terlalu tegang sayang."


Detak jantung Jenni, sedikit kencang, setelah mendengar panggilan sayang dari nyonya Lioni nya. Jenni tau, wanita itu sangat tidak peduli dengan siapapun, apa lagi dengan orang-orang miskin, nyonya Lioni sangat cuek, lalu ia langsung menjawab ucapan itu dengan terbata-bata


" Iya, ta-tante."

__ADS_1


Arga yang melihat Jenni sedikit gugup, ia langsung tersenyum. Jenni langsung berbicara lagi


" Saya bersedia menerima lamaran dari Arga, dan saya tidak pernah melarang Arga untuk membantu orang tuanya, tapi tetap, Arga harus mencari pekerjaan lain, saya tidak ingin di anggap Gadis materialistis, saya menerima Arga apa adanya, seperti Arga menerima saya apa adanya, dan saya ingin membangun rumah tangga dari nol, mau susah mau senang, yang penting kita selalu bersama-sama membentuk keluarga kecil."


Lioni yang mendengar jawaban dari Jenni, ia langsung tersenyum, mengerut Lioni, pikiran Jenni lebih dewasa dari putranya, membuat ia tidak meragukan Jenni, yang awalnya sangat ragu, bagaimana pun juga banyak wanita yang menerima karena uang, tapi Jenni berbeda, Jenni ingin mulai dari nol, dan itu bahkan tidak pernah ada di benak Lioni dulu, Lioni selalu memikirkan kekayaan dan kekayaan, tapi berbeda dengan Jenni, Gadis itu sangat sederhana, jelas-jelas dulu Jenni pernah menjadi orang kaya, harusnya sudah terbiasa hidup mewah walaupun menjadi miskin, tapi Gadis ini menjadi Gadis sederhana, membuat Lioni ingin segera putranya menikahi Jenni, dan ia juga bangga memiliki putra seperti Arga. Arga bisa memilih pendamping hidupnya jauh lebih baik dari pilihan ia, yang selalu hanya memandang derajatnya. Argantara langsung berbicara lagi


" Alhamdulillah, akhirnya setelah menunggu beberapa menit, di terima juga. Tuan Jonathan, saya minta di percepat pernikahannya, sekitar 2 Minggu lagi bagaimana?"


Jonathan belum juga menjawab pertanyaan dari Argantara, tapi Arga sudah membatah pertanyaan itu


" Papah, jangan lama-lama dong, aku tidak mau menunggu sampai 2 Minggu, dua Minggu itu terlalu lama."


Sontak ucapan itu membuat kedua orang tuanya dan orang tua Jenni tertawaan, berbeda dengan Jenni yang masih memiliki keraguan dalam pernikahannya, ia hanya diam, bahkan 2 Minggu menurut ia, itu terlalu cepat, tapi entah apa yang ada di pikiran Arga, ia mengatakan terlalu lama. Lioni langsung berbicara pada putarannya


" Sayang, kenapa kau menjadi seperti kebelet nikah sih?, malu-maluin mamah saja."


" Mamah, tapi aku tidak mau jauh dari Jenni, bukan karena aku ingin."


" Tidak perlu malu nyonya Lioni, saya paham maksud nak Arga, nak Arga mungkin memang tidak ingin jauh dari Jenni, bagaimana pun juga kita dulu pernah muda, pasti nyonya Lioni dulu juga pernah mengalami hal yang sama."


Arga yang di bela oleh papahnya Jenni, ia langsung berbicara pada ibunya


" Tuh'kan om juga mengeraskan hal yang sama."


" Sejak kapan kau jadi seperti anak-anak Arga?, di bela ko jadi seneng gitu?"


" Sejak aku tau tentang Jenni, dan sejak itu juga aku jadi seperti anak-anak, apa lagi Jenni juga menganggap aku hanya pria cengeng."


Jenni yang mendengar jawaban dari tuan mudanya, ia langsung berbicara

__ADS_1


" Apa-apaan sih Arga, kau bikin malu aku saja."


" Tapi iyakan kau selalu menganggap aku pria cengeng?"


Jenni belum menjawab pertanyaan dari Arga. Argantara langsung berbicara


" Sudah-sudah, kalian akan menikah, berhentilah bersikap kanak-kanakan. Tuan Jonathan, bagaimana menurutmu tentang hari pernikahan mereka berdua?, apa tuan Jonathan memiliki saran?"


Jonathan langsung melihat ke arah Jenni, ia meminta persetujuan dari putrinya. Jenni yang di lihat oleh papahnya, ia mengerti maksud dari papanya, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Setelah melihat jawaban dari putrinya, ia langsung menjawab pertanyaan itu


" Saya, terserah saja, lebih cepat lebih baik."


Arga yang mendengar jawaban dari papahnya Jenni, ia langsung bertanya pada Jenni


" Iya sudah tidak perlu lama-lama, kita nikah besok saja iya Jen?


Lioni yang mendengar pertanyaan anaknya pada Jenni, ia langsung teriak


" Arga...! Berhenti berbicara konyol, jangan buat mamah malu."


" Iya iya mah."


Argantara langsung bertanya pada Jonathan


" Bagaimana tuan Jonathan kalau 1 Minggu lagi saja?"


" Baiklah, saya setuju Tuan Argantara, lebih cepat lebih baik."


Jenni yang mendengar papahnya menyetujuinya, ia hanya menghela nafas berat, ia pikir papahnya akan menolaknya dan memperlambat pernikahannya, tapi ternyata papahnya menyetujuinya permintaannya. Arga yang mendengar 1 Minggu lagi, matanya langsung berbinar-binar, ia merasakan sangat bahagia, karena tidak jadi 2 Minggu, walaupun ia melihat raut wajah Jenni yang murung, tapi ia tetap bahagia

__ADS_1


...****************...



__ADS_2