
Intan dan Yoga terus saja diam, ia masih bingung mau mengatakan apa. Yoga yang sudah tidak tahan, ia pun langsung melepaskan pelukannya, lalu langsung mencium pipi istrinya, setelah itu ia langsung mencium bibir istrinya dengan lembut. Intan langsung membalas ciuman suaminya, hingga ciuman itu berubah menjadi lumut*n. Setelah sekitar 20 menit mereka bercumbu, Yoga menghentikan permainannya, ia menatap istrinya yang sudah mulai terangsang. Intan juga menatap mata suaminya, ia sudah mulai kesal saat suaminya menghentikan ciumannya, ia yakin kalau suaminya tidak jadi melakukan malam pertama lagi
" Yoga, kau memang bisa banget membuat aku hilang kendali, dan selalu merasa nikmat, tapi pada akhirnya kau membuat aku tidak bisa tidur lagi." batin Intan
Setelah lama Yoga menatap wajah istrinya, ia langsung mencium bibir istrinya lagi. Intan juga membalas ciuman itu, hingga ciuman itu berubah menjadi lumut*n lagi. Yoga terus saja melun*t bibir istrinya sambil tangannya mulai meraba-raba dada istrinya dari luar baju tidurnya. Intan mulai bergairah saat suaminya mulai meraba-raba dadanya. Ciuman Yoga langsung turun ke leher istrinya, ia juga memberi beberapa tanda kepemilikan, lalu langsung turun ke dadanya, ia langsung mengusap lembut dada strinya. Intan yang mulai merasa menikmati permainan suaminya, ia mulai mengeluarkan lenguhan-lenguhan kecil. Tiba-tiba ponsel Intan berbunyi.
Deret....deret....
Yoga menghentikan permainannya, lalu ia langsung menyuruh istrinya untuk mengangkat telponnya
" Sayang, angat dulu telponnya."
Intan langsung menjawab ucapan suaminya, karena ia tidak ingin malam pertama itu gagal, apa lagi sekarang hanya sebuah telpon yang mungkin tidak penting
" Tidak perlu suamiku, kita lanjutkan saja."
"baiklah sayang."
Yoga langsung melajukukan permainannya, ia juga sudah ingin sekali cepat-cepat membobol gawang, tapi ia memberi pemanasan dulu, agar istrinya tidak terlalu merasakan sakit. Tidak lama telepon Intan berbunyi lagi
Deret....deret....
Intan yang mendengar ponselnya berbunyi lagi, ia sangat kesal
" Sial, siapa yang mengganggu, benar-benar tidak pengertian."
Yoga yang sedang mengelus dada istrinya, ia seketika tersenyum saat mendengar ucapan istrinya yang sangat kesal, tapi ia sekarang tidak menyuruh istrinya untuk mengangkat telponnya, ia terus saja melanjutkan permainannya. Setelah telpon Intan mati, sekarang yang berbunyi telpon Yoga
Deret...deret...
__ADS_1
Yoga yang mendengar ponselnya, ia tidak peduli, ia terus saja melanjutkan hal itu hingga ponsel itu berhenti sendiri, tapi ternyata ponsel itu bernyanyi lagi
Deret...deret...
Intan yang mendengar ponsel suaminya berbunyi lagi, ia menyuruh suaminya untuk melihat siapa yang menelponnya
" Suamiku, coba lihat dulu ponsel itu, siapa tau penting."
" Iya sayang."
Yoga dengan rasa kesal, ia meraih ponselnya yang ada di atas meja samping ranjang, ia langsung melihat nama yang menelponnya, ternyata Ardi. Intan langsung bertanya pada suaminya siapa yang menelpon suaminya malam-malam
" Suamiku, siapa yang menelpomu?"
" Kaka sepupumu."
" Berikan ponselmu, biar aku yang mengangkat telponnya."
" Hallo, kak Ardi! Kenapa kau mengganggu saja, kau benar-benar tidak pengertian, bagaimana bisa malam-malam menelpon Yoga, aku tau Yoga adalah bawahanmu, dan aku tau Yoga sudah tidak masuk kerja sudah lama, tapi bukan berarti tengah malam menyuruh Yoga bekerja."
Ardi yang mendengar ocehan dari adik sepupunya, ia langsung menghela nafas berat, ia memang menelpon adik sepupunya karena istrinya yang tidak bisa di bujuk olehnya, dengan terpaksa ia menelan adik sepupunya, walaupun ia sangat malu, tapi sekarang ia bahkan terkena omelan oleh adik sepupunya, lalu ia langsung menjawab ucapan adik sepupunya
" Yang suruh Yoga bekerja siapa Intan?, aku tidak menyuruh suamimu untuk bekerja, apa lagi ini malam-malam, siang saja aku tidak menyuruh untuknya bekerja, aku tau kalian baru menikah, dan aku juga malu menelpomu, tapi karena istriku tidak bisa di bujuk, mau tidak mau aku menelponmu dengan perasaan yang sangat malu."
Intan yang mendengar kata istri, ia sedikit panik, ia langsung duduk, lalu langsung bertanya pada Kaka sepupunya
" Lisa kenapa kak?, bukan'kah tadi siang dia baik-baik saja?, apa Kaka bercanda keterlaluan?, apa Kaka berbicara Lisa tidak cantik lagi?, ingat kak, ibu hamil itu sangat sensitif, apa lagi di usia kandungannya yang masih terlalu muda, kau jadi suami harus pengertian dong kak, jangan terus saja bercanda yang tidak masuk akal."
" Lisa, menangis ingin sate kambing pembelian Yoga, aku sudah membujuknya agar aku saja yang membelinya, tapi tidak berhasil, dia tetap ingin sate kambing pembelian Yoga, tapi di penjual kaki lima."
__ADS_1
Intan yang mendengar penjelasan dari Kaka sepupunya, ia langsung melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 22.41 WIB, lalu ia langsung bertanya pada Kaka sepupunya karena sudah malam
" Kak, aku mengerti Lisa ngidam, aku juga tidak keberatan kalau Yoga pergi untuk membeli sate kambing, tapi masalahnya, Yoga harus mencarinya di mana?, sekarang sudah malam."
Intan memang tidak keberatan kalau ia harus menunda malam pertamanya hanya untuk Lisa, ia memang tidak keberatan kalau suaminya itu pergi membeli sate kambing, hanya saja ia bingung, suaminya itu harus mencarikan sate kambing di mana, apa lagi Lisa yang menginginkan sate kambing dari pedagang kaki lima, bukan'kah itu sangat mustahil untuk di dapatkan karena sudah malam. Ardi yang mendengar pertanyaan dari adik sepupunya, ia juga bingung harus mencari sate kambing di mana, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari adik sepupunya
" Aku tidak tau Intan, aku juga bingung, dan aku juga minta maaf, karena sudah tengah malam mengganggumu."
" Tidak apa-apa Kak, yang penting Lisa dan janinnya baik-baik saja, iya sudah aku akan menyuruh Yoga untuk mencari sate kambing, siapa tau dapat, dan aku juga berharap semoga dapat."
" Iya Intan, terimakasih."
" Sama-sama kak."
Intan dan Ardi memutuskan sambungan telponnya. Intan langsung menyuruh suaminya untuk mencari sate kambing
" Suamiku, tadi kak Ardi telpon, dia ingin kau mencarikan sate kambing di pedagang kaki lima."
Yoga yang mendengar ucapan istrinya, ia menghela nafas panjang, bagaimana mungkin ia sudah sangat nafsu, tapi di berhentikan begitu saja, tapi ia juga tau, kalau Lisa memang sedang ngidam, tentu wanita hamil biasanya sangat aneh, lalu ia langsung menjawab ucapan istrinya
" Baiklah sayang, aku akan mencari sate kambing di pedagang kaki lima, tapi aku juga bingung, apa masih ada, apa lagi sekarang sudah sangat malam."
" Semoga saja masih ada."
Yoga langsung turun dari ranjang, lalu ia langsung memakai baju kaos dan celana jeans, setelah selesai ia langsung berpamitan pada istrinya
" Sayang, aku cari sate kambing dulu, kalau kau capek, kau lebih baik istirahat."
" Baik suamiku, kau harus hati-hati, semoga kau bisa mendapatkan sate kambing itu "
__ADS_1
" Iya sayang."
Yoga langsung mencium bibir istrinya sekilas sambil tersenyum, lalu ia langsung berjalan keluar dari kamar itu dengan perasaan yang sangat kecewa, karena gagal melakukan malam pertama