
Ardi langsung memeluk istrinya sambil meneteskan air mata. Lisa juga membalas pelukan suaminya, dirinya juga meneteskan air mata, tapi sekarang meteskan air mata karena sangat bahagia, ternyata Ardi dan Lisa sama-sama saling menyukai. Lisa yang awalnya sangat takut untuk menerima suaminya, takut terulang lagi seperti di masa lalu,tapi sekarang dirinya sudah tidak ada lagi ke ragunan, karena suaminya sudah menjelaskan alasan pada dirinya. Setelah 2 menit Lisa dan Ardi melepaskan pelukannya. Ardi dan Lisa saling bertatapan. Ardi menghapus air mata istrinya memakai kedua tangan dirinya
" Maafkan kesalahanku di masa lalu, apa kau mau menerima aku lagi seutuhnya?
" Iya kak, aku akan menerimamu seutuhnya, kenapa kau tidak katakan dari dulu kak?"
" Aku tidak pernah tau, kalau kau menunggu penjelasanku, apa kau benar-benar menerimaku seutuhnya?
" Iya kak, memang kenapa?"
Ardi diam tidak menjawab pertanyaan istrinya. Ardi kemarin memiliki ke ragunan pada istrinya, tapi sekarang dirinya tidak memiliki ke ragunan, tapi tetap saja dirinya berpikir tentang nasehat Livino dan Ria
" Apa Lisa menerimaku, karena nasehat Livino dan Ria, bagaimana jika memang benar hanya menuruti nasehat Livino dan Ria?" Batin Ardi yang bertanya-tanya sendiri
Lisa menatap mata suaminya seperti memikirkan sesuatu
" Apa yang Kaka pikiran, apa Kaka masih menyembunyikan sesuatu padaku?" Batin Lisa yang bertanya-tanya sendiri
Ardi langsung menatap mata istrinya sambil memegang kedua tangan istrinya
" Sayang bisakah kau mengganti nama panggilanmu padaku?"
" Memang Kaka mau di panggil siapa?"
" Lisa kau bahkan tidak pernah ada romantis-ramantisnya." Batin Ardi
Ardi tidak menjawab pertanyaan istrinya, dirinya hanya diam masih memegang kedua tangan istrinya. Lisa memutuskan bertanya lagi karena pertanyaan dirinya tidak di jawab oleh suaminya
" Panggilan apa yang Kaka mau?"
Setelah mendengar pertanyaan istrinya lagi, Ardi baru sadar kalau dirinya dari tadi belum menjawab pertanyaan istrinya
" Panggil suami tercinta panggil apa lagi?"
" Hahaha, ada-ada saja, itu terlalu lebay Kaka." Jawab Lisa sambil tertawa
" Lalu siapa?"
" Ayah saja, enak di dengar sepertinya."
" Memangnya aku sudah punya anak?"
" Hahaha baru mau buat." Jawab Lisa sambil tertawa
" Sejak kau mesum?"
" Sejak melihat Kaka sedang ganti baju di kamar mandi." Jawab Lisa sambil tersenyum
__ADS_1
Lisa menjawab sejujurnya karena dirinya saat itu tidak sengaja melihat suaminya yang belum memakai baju. Ardi hanya tersenyum setelah mendengar jawaban dari istrinya
" Mau punya anak berapa?" Tanya Ardi sambil tersenyum
" 2, 3, 4, banyak deh."
" Apa yang kau hitung sayang, memangnya kau mau lembur tiap malam?" Tanya Ardi masih sambil tersenyum
" Siaplah, aku sudah tidak muda lagi, tapi aku masih suka kartun seperti anak kecil." Jawab Lisa sambil menundukkan kepala
Lisa sangat malu pada suaminya, karena dirinya hanya menyukai film kartun, dirinya terlalu takut jika melihat film lain yang banyak sekali adegan kekerasan. Ardi sudah tau kalau istrinya sangat takut untuk melihat film lain
" Sayang, apa pun yang kau suka, aku tidak pernah melarangmu, film kartun yang kau tonton juga aku sangat menyukainya."
Lisa langsung menatap mata suaminya
" Benarkah, Kaka tidak menganggap aku seperti anak kecil?"
" Tidak sayang."
Ardi melepaskan pegangan tangannya
" Sudah lebih baik sayang mandi, sekarang sudah sore."
" Iya Kaka, eh Ayah." Jawab Lisa sambil tersenyum
" Apa sayang juga mau di panggil mamah?" Tanya Ardi sambil tersenyum
" Lagian sayang yang mulai duluan, kenapa juga harus panggil aku Ayah, rasanya aneh sayang."
" Tadi Kaka yang suruh mengganti nama panggilan."
" Iya sih, tapi setidaknya memanggil yang sedikit mesra sayang."
" Baiklah suamiku." Jawab Lisa sambil tersenyum
" Iya begitu jadi enak di dengar."
" Enak di dengar dari mana, yang ada berasa anak remaja yang menikah, kita itu sudah bukan anak remaja lagi Kaka."
" Iya deh, terserah sayang saja."
Lalu Ardi membelai rambut istrinya, dirinya sangat bahagia istrinya mau jujur, dan sudah membicarakan tentang punya anak. Lisa juga sangat bahagia, dirinya mengingat perkataan Livino, bahwa banyak sekali kesalah pahaman di masa lalu dengan suaminya
" Ternyata benar perkataan kak Livino, aku saja yang tidak ingin mendengar penjelasan Ardi. memang siapa yang tidak marah, jika menjelaskannya sudah 5 tahun berlalu, tentu saja sudah tidak ada gunanya lagi." Batin Lisa
" Aku tidak pernah menyangka, kalau Lisa masih mencintaiku, tapi apa hubungan Lisa dengan Livino. Jika benar Lisa masih mencintaiku lalu hubungan apa yang mereka berdua miliki, bahkan Livino menasehati Lisa seperti adiknya sendiri." Batin Ardi
__ADS_1
Lisa masih saja belum menjelaskan tentang Livino, membuat Ardi bertanya-tanya terus tentang hubungan istrinya dan Livino
" Sudah sayang mandi, apa mau aku antar mandi?"
" Tidak mau, malu."
" Jika malu, lalu bagaimana kita malam pertama?" Tanya Ardi sambil tersenyum
" Matikan lampu." Jawab Lisa sambil malu-malu
Ardi melihat pipi istrinya yang sudah merah seperti tomat, dirinya semakin tersenyum
" Apa yang aku katakan tadi, sangat memalukan." Batin Lisa
" Suamiku, aku mandi dulu."
" Iya sayang."
Lisa lalu berdiri. Ardi langsung memegang tangan istrinya
" sayang dari tadi aku belum dapat, apa kau melupakan sesuatu sayang?"
Lisa langsung menatap mata suaminya yang masih duduk, dirinya memikirkan perkataan suaminya.
" Apa yang Kaka maksud, belum dapat." Batin Lisa
Ardi masih setia duduk di sofa, dirinya menatap wajah istrinya yang sedang bingung, dengan maksud perkataan dirinya
" Kenapa Lisa masih saja seperti Gadis polos, lama sekali Lisa memikirkannya." Batin Ardi
Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Lisa mengerti maksud perkataan suaminya, lalu dirinya memajukan wajahnya pada wajah suaminya. Lisa langsung mencium pipi kanan suaminya sekilas
" Itu yang suamiku mau?" Tanya Lisa sambil tersenyum malu
pipi Lisa semakin merah, karena ini adalah pertama kalinya, dirinya mencium suaminya, walaupun hanya cium pipi, tapi tetap saja biasanya suaminya duluan yang mencium dirinya
" Ini belum dapat sayang." Ucap Ardi sambil memegang bibirnya
" Itu buat nanti malam." Jawab Lisa sambil tersenyum
" Beda lagi sayang, sekarang ya sekarang, nanti malam ya nanti malam."
Ardi pura-pura memasang wajah kecewa pada istrinya, dirinya ingin tau apa istrinya berani mencium bibir dirinya. Lisa menatap wajah suaminya, dirinya melihat suaminya sedikit kecewa, terpaksa meskipun dirinya malu, tapi tetap dirinya mendekatkan bibir ya pada bibir suaminya. Lisa langsung mencium suaminya sekilas
" Sudah ya suamiku, aku akan mandi dulu biar harum."
" Iya sayang." Jawab Ardi sambil tersenyum
__ADS_1
Lisa langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi, setelah di kamar mandi, dirinya langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya, dirinya sesekali memegang bibirnya sendiri meskipun sudah sering berciuman, tapi ini pertama kalinya dirinya mencium suaminya duluan. Ardi masih setia duduk di sofa sambil terus tersenyum. Senyum Ardi tidak pernah pudar, dirinya sangat bahagia setelah mendengar perkataan istrinya, bahkan istrinya berani mencium dirinya duluan, dirinya merasakan ke bahagian yang belum pernah di alaminya. Ardi sesekali memegang bibir dan pipinya, dirinya masih saja tersenyum sambil mengangkat kejadian tadi
" Aku sangat bahagia karena kau sudah jujur." Batin Ardi