
Setelah mengantar istrinya ke hotel. Ardi langsung pulang ke rumahnya untuk mengemasi barang-barangnya dan barang-barang istrinya. Sekarang Ardi sampai di depan rumahnya, ia buru-buru berjalan masuk ke dalam rumah, hingga ia sampai di ruang tamu. Ardi melihat ibunya dan adik sepupunya, ia langsung menyapa mereka
" Pagi mah, pagi Intan."
" Pagi juga kak."
" Pagi juga sayang, Lisa mana?"
" Lisa ada di hotel Aston mah."
" Kenapa kau tidak mengajak Lisa pulang sayang?"
Ardi yang mendengar pertanyaan dari ibunya, ia tidak menjawab pertanyaannya, ia langsung bilang pada intinya
" Ardi akan menyuruh BI Ira untuk mengemasi barang-barang Lisa dan Ardi dulu mah."
Setelah mengatakan itu Ardi akan melangkah kakinya. Mirna langsung menahan pergelangan tangan putranya, lalu langsung bertanya lagi
" Apa maksudmu sayang?"
Ardi langsung membalikkan badan menghadap ibunya, ia langsung menghela nafas berat, ia bingung harus mengatakan apa pada ibunya. Jika mengatakan yang sebenarnya, ada dua kemungkinan yang ia takuti, ia takut ibunya merasa bersalah, dan kedua ia takut ibunya marah, tapi ia juga tidak enak kalau harus berbohong pada ibunya, dengan perasaan terpaksa, ia jujur pada ibunya, apa yang sebenarnya terjadi
" Mah, sebenarnya Lisa tidak ingin pulang, Lisa ingin pindah rumah, jadi sebelum Ardi membeli rumah, Lisa meminta tinggal di hotel sementara."
Mirna yang mendengar jawaban dari putranya, ia sangat kecewa, ia tidak menyangka, masalah sepele itu akan menjadi rumit, lalu ia langsung berbicara lagi pada putranya
" Sayang, kenpa hanya masalah sepele saja menjadi besar?, dan kau sebagai seorang pria, bagaimana tidak tegas?, kau hanya mengikuti apa kata istrimu, sayang, Lisa itu masih kanak-kanakan, apa yakin Lisa mampu mengerjakan segalanya sendiri?, mamah tau, kau akan mengambil asisten rumah tangga, tapi mamah tidak percaya itu, mamah tidak percaya orang asing, bagaimana kalau asisten itu jahat pada istrimu?"
Ardi yang mendengar ucapan dari ibunya, ia hanya menghela nafas berat, iya juga sama, kalau di bilang takut ya takut, tapi permasalahan ini adalah ibunya yang membuatnya, dan ia tidak ingin kesalahan pahaman itu terjadi lagi, bahkan ia sangat bersyukur, karena istrinya memafkan kesalanya dengan mudah, dan hanya ingin pindah rumah, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari ibunya
__ADS_1
" Mah, tidak perlu kuatir, aku akan memasang cctv di rumah nanti."
" Sayang, cctv kalau di matikan saluran listriknya, maka cctv akan mati."
" Mah, sudah dong, jangan membuat Ardi banyak pikiran, Ardi lelah dengan masalah ini, jadi tolong mamah jangan memperkeruh suasana, setelah Ardi mendapatkan rumah, Ardi akan membawa BI Ira, kalau gitu Ardi naik dulu mah."
Ardi langsung menaiki tangga dengan suasana hati yang kesal. Mirna yang mendengar jawaban dari putranya hanya diam mematung, sebenarnya ia tidak ingin putranya dan menantunya pindah rumah, pasti kalau tidak ada mereka, maka akan kesepian, dan bukan hanya kesepian saja, tapi ia juga merasa bersalah, karena putranya dan menantunya itu pindah rumah setelah bertengkar, bahkan pertengkaran itu, di sebabkan olehnya, ia juga tidak menyangka pada menantunya, biasanya menantunya kalau marah hanya diam, tapi kemarin menantunya berbicara sangat kasar, dan itu di luar dugaan. Mirna langsung mengusap wajahnya sendiri sambil berbicara
" Ah, tambah rumit."
Intan langsung menenangkan pikiran Tantenya
" Tante yang sabar, bagaimana pun juga Lisa itu sedang mengandung, jadi dia tidak bisa mendapatkan masalah sedikit saja, dan biarkan mereka menjalin rumah tangga tanpa ada yang ikut campur, bukan'kah harusnya Tante bersyukur karena ibunya Lisa dan ayahnya Lisa tidak ikut campur dalam rumah tangga mereka, kita hanya bisa melihat mereka, tidak perlu ikut campur dalam hal apapun, biarkan kak Ardi bertanggung jawab sepenuhnya terhadap istrinya, selama ini Lisa juga kurang perhatian dari kak Ardi. Kak Ardi selalu saja sibuk di kantor, dan sekarang Yoga juga sudah masuk ke kantor hari ini, jadi Tante tidak perlu memikirkan hal ini."
" Intan, Tante tidak habis pikir, kalau masalah kecil bisa sampai rumit, apa Lisa membenci Tante sekarang?"
" Tante, aku yakin Lisa tidak akan membenci Tante, mungkin Lisa hanya kecewa atas ucapan Tante."
Ardi sampai di dalam kamar, ia langsung membereskan semua barang-barangnya bersama BI Ira. BI Ira yang membereskan barang-barang nona mudanya, ia sambil sesekali melihat tuan mudanya, yang sedang merapihkan pakainya dengan sedikit bingung, membuat ia tersenyum. Setelah selesai semuanya, Ardi langsung berbicara pada BI Ira
" BI, Jika saya sudah mendapatkan rumah baru, kau bekerja di rumah saya, jadi kau rapihkan saja barang-barangmu, mungkin saya sekitar dua hari untuk mencari rumah."
BI Ira yang mendengar ucapan tuan mudanya sedikit takut, walaupun ia tau nona mudanya tidak suka berbicara, tapi semenjak kejadian kemarin, ia menjadi sedikit takut dengan nona mudanya, takut salah sedikit, lalu mendapat omelan, apa lagi, tuan mudanya juga orang yang cuek dan sangat tidak peduli, membuat ia tambah bingung, lalu ia langsung menjawab ucapan tuan mudanya dengan terbata-bata
" Ba baik tuan muda."
Ardi yang mendengar jawaban dari BI Ira dengan terbata-bata ia langsung tersenyum, lalu langsung berbicara pada BI Ira
" Tidak perlu kuatir BI, nona muda tidak akan menerkammu."
__ADS_1
BI Ira yang mendengar ucapan tuan mudanya, ia sangat malu, ia tidak menyangka, kalau tuan mudanya itu tau isi hatinya, lalu ia langsung menjawab ucapan dari tuan mudanya
" Iya tuan muda."
Tiba-tiba Ardi kepikiran ingin menghentikan Santi, ia pun langsung bertanya pada BI Ira
" BI, apa kira-kira ada seorang pria yang membutuhkan pekerjaan?, sodara BIbi atau siapa gitu?"
" Ada tuan muda, ponakan bibi, tapi kira-kira kerja apa tuan muda?, dia hanya lulusan SMA."
" Apa dia bisa menyetir dan punya SIM?"
" Bisa tuan muda."
" Baiklah, nanti bibi bilang padanya, untuk menjadi supir nona muda, itu pun Kalau nona muda mau, kalau nona muda tidak cocok, maka akan jadi supir saya."
" Baik tuan muda."
Setelah selesai berbicara dengan BI Ira, Ardi langsung mengangkat dua kopernya ke luar dari kamarnya dan di ikuti BI Ira yang membawa satu koper lagi. Ardi memang sengaja membereskan semuanya, agar ia tidak bolak-balik ke rumah, jadi ia langsung membawa barang-barang yang di butuhkannya. Ardi dan BI Ira sampai di ruang tamu. Ardi langsung duduk di samping ibunya, lalu langsung berbicara pada ibunya
" Mah, masalah Lisa tolong mamah jangan di pikirkan terus, dan Ardi juga minta tolong sama mamah, besok Jika Santi datang, tolong mamah berhentikan Santi, kalau mamah tidak enak hati, Santi suruh kerja lagi sama Ayah."
" Sayang, apa kau mau menyetir sendiri sekarang?"
" Tidak mah, Ardi sudah memiliki supir baru, iya sudah Ardi pamit dulu mah, kasihan Lisa kalau di tinggal lama-lama."
" Baiklah sayang."
Ardi dan Mirna langsung berdiri, lalu mereka langsung berpelukan. Mirna langsung minta maaf pada putranya
__ADS_1
" Maafkan mamah, ini semua salah mamah."
" Tidak apa-apa mah, tidak sepenuhnya salah mamah juga."