Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 26 Mulai jujur


__ADS_3

Ardi langsung memeluk istrinya lagi sambil sedikit berjongkok karena istrinya masih tetap duduk di kursi meja rias


" Sudah, jangan pernah takut, aku tidak akan pernah membentukmu lagi, hanya saja aku ingin kau jujur, dan satu lagi aku hanya minta kau hargai aku sebagai suamimu."


Lisa menjawab dengan anggukan kepala


" Aku tidak pernah peduli jika kau pernah tidur bersama Livino, karena aku hanya mencintaimu, bagi aku masalah perawan atau tidak itu tidak penting buat aku, salama kau bersamaku itu sudah cukup buatku."


Lisa langsung melepaskan pelukannya lalu Lisa menatap mata suaminya, dirinya memang menemukan ke benaran jika suaminya masih mencintai dirinya, tapi kenapa sampai saat ini, suaminya masih saja belum menjelaskan kenapa tidak kembali 1 tahun yang lalu. Ardi menatap mata istrinya penuh pertanyaan, kenapa istrinya masih tidak ingin menjelaskan tentang dirinya yang masih menyukai dirinya atau tidak, karena dirinya butuh jawaban yang tepat, dirinya juga tidak ingin terus salah paham pada istrinya


" Apa ada yang ingin di bicarakan?" Tanya Ardi dengan lirih


Lisa masih menganggukkan kepala. Lisa menunggu pikiran dirinya agar tenang. Ardi membelai rambut istrinya, dirinya tau istrinya masih sedikit memiliki rasa takut. Ardi dengan sabar menunggu istrinya yang akan berbicara apa pada dirinya. Lisa menatap mata suaminya dengan tatapan tajam, dirinya masih tidak tau, harus jujur atau tidak kalau dirinya dan Livino memiliki hubungan apa sebenarnya, karena Lisa masih takut kejadian 5 tahun yang lalu akan terulang lagi


" Apa yang akan kau katakan Lisa, kenapa aku sangat takut, takut kau mengatakan tidak lagi mencintaiku." Batin Ardi


Lisa masih terus menatap mata suaminya


" Apa aku jujur tentang kak Livino." Batin Lisa


Lisa pun akhirnya membuka suara, walaupun tidak menjelaskan ada hubungan apa dirinya dengan Livino


" Kak, sebenarnya aku memang pernah tidur bersama kak Livino, tapi itu hanya tidur, kejadian itu sudah 14 tahun yang lalu, bukan seperti yang Kaka pikiran dan perlu kaka tau, ciuman pertamaku, tetap Kaka yang menciumku saat kita bertengkar, aku saat itu tidak paham apa maksud perkataanmu, tapi kau hanya mengatakan tidur bersama bukan berhubungan badan, itu kenapa aku mengiyakan pertanyaanmu."


Ardi tersenyum lega, bukan karena istrinya masih perawan, tapi karena istrinya memanggil dengan sebutan Kaka, karena dengan sebutan Kaka, itu artinya istrinya dengan dirinya tidak memiliki jarak, meski istrinya tidak menjawab pertanyaan dirinya masih mencintai dirinya atau tidak. Lalu Ardi langsung berlutut di depan istrinya sambil memegang kedua tangan istrinya


" Maafkan aku, tidak seharusnya saat itu terpancing emosi, melihat perubahan sikapmu yang menjadi pendiam, dan melihat kemesraanmu bersama Livino, membuat aku tidak bisa mengontrol emosiku."


Lisa tidak menjawab permintaan maaf dari suaminya, dirinya menatap mata suaminya masih dengan bertanya-tanya, kenapa suaminya masih saja tidak menjelaskan, kenapa dirinya tidak pulang 1 tahun yang lalu, tapi dirinya enggan untuk menanyakan pada suaminya. Ardi setelah tidak ada jawaban langsung menatap mata istrinya, dirinya melihat istrinya seperti butuh penjelasan, tapi Ardi tidak tau, penjelasan apa yang istrinya mau


" Butuh penjelasan apa, kenapa Lisa menatapku, seperti penuh pertanyaan." Batin Ardi

__ADS_1


Lisa masih keras kepala meskipun dirinya butuh penjelasan, tapi dirinya enggan untuk menanyakan pada suaminya


" Dasar bajingan, kau masih saja belum menjelaskan, bukankah aku sudah jujur tadi, apa harus aku yang bertanya, tapi tidak mungkin aku bertanya padanya, nanti Ardi mengira aku masih sangat mencintainya." Batin Lisa


" Apa ada sesuatu yang ingin kau tanyakan sayang?"


Lisa menjawab hanya dengan menggeleng-gelengkan kepala


" Sayang, aku tau, kau ingin bertanya, tolong tanyakan agar kita tidak terus salah paham, dan permasalahan kita selsai, aku juga tidak ingin kita terus bertengkar."


" Dasar bajingan, kau tau pikiran aku, tapi kau tidak tau hatiku." Batin Lisa


Karena istrinya tidak ada pertanyaan, Ardi memutuskan untuk bertanya tentang Livino, karena setelah membaca pesan dari Livino, dirinya yakin ada hubungan lain selain hubungan kekasih, dengan cara Livino menasehati istrinya dengan baik dan benar, membuat Ardi masih penasaran


" Sayang, ada hubungan apa sebenarnya kau dengan Livino."


" Maafkan aku kak, aku tidak bisa menjelaskan ada hubungan apa aku dengan kak Livino, tapi jujur aku dulu menyukai kak Livino, perkataan kak Livino memang benar kak."


Lisa memang membenarkan perkataan Livino, kalau dirinya pernah menyukai Livino, tapi dirinya masih tidak menjelaskan tentang ada hubungan apa dirinya dengan Livino


" Apa kau sekarang masih menyukai Livino?"


" Iya, tapi tidak mungkin." Jawab Lisa singkat


Ardi semakin bingung, tapi dirinya menanyakan dengan sabar, tidak ingin membuat istrinya takut, atau membuat masalah lagi, karena Lisa sudah memanggil dirinya dengan sebutan Kaka


" Jadi benar, Livino cinta pertamamu?"


" Bukan cinta pertama, tepatnya cinta yang tidak akan pernah bisa bersama."


" Apa maksud Lisa, apa aku yang egois merusak kebahagiaan Lisa dan Livino, karena Lisa dan Livino mungkin saling mencintai." Batin ardi

__ADS_1


Ardi masih kurang paham dengan jawaban istrinya, dirinya bertanya lagi


" Apa Livino tidak mencintaimu, bukankah Livino sangat mencintaimu?"


Lisa hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban. Ardi semakin bingung dengan jawaban istrinya, tapi dirinya sudah yakin, kalau dirinya yang merusak hubungan mereka. Ardi tidak ingin lagi menanyakan, karena dirinya semakin bertanya semakin di buat bingung dengan jawaban istrinya


" Sayang, hari ini kau lebih baik ambil cuti, dengan wajah kau yang masih sangat pucat, dan tubuhmu juga masih lemas."


" Iya, tapi dengan syarat."


" Apa syaratnya?"


" Kaka tidak boleh pergi ke kantor hari ini, boleh?"


" Boleh, aku tidak akan pergi ke kantor hari ini, apa yang ingin kau lakukan sayang?


Lisa tidak menjawab pertanyaan suaminya dirinya langsung memeluk suaminya. Ardi hanya tersenyum lalu dirinya juga membalas pelukan istrinya. Ardi berharap permasalahan dirinya dengan istrinya selsai


...****************...


Mirna dan Ardian duduk di ruang tamu, keduanya masih tersenyum mengingat kelakuan menantunya. Wajah Mirna sedikit merah karena malu


" Mah, sudah ayah bilang mereka itu pasti sedang mesra-mesraan."


" Iya yah, aku hanya kuatir, takut mereka bertengkar lagi, aku juga tidak tau kalau kejadiannya akan seperti ini."


Ardian hanya menggeleng-gelengkan kepala, bukan hanya istrinya, dirinya juga ikut kuatir pada anak dan menantunya, karena Lisa memiliki watak yang keras kepala dan Ardi memiliki sifat arogan, jadi kedua orangnya selalu memiliki sifat kuatir. Ardian terus memandangi wajah istrinya sambil tersenyum, karena dirinya tau istrinya sangat malu setelah melihat anak dan menantunya


" Mah, wajahmu kenapa?" Tanya Ardian sambil tersenyum


" Aku malu yah melihat kelakuan mereka, sebenarnya mereka benar melakukan sesuatu juga di kamar, tapi aku yang sangat ceroboh, meski keduanya masih memakai baju, tapi tetap saja malu, pasti mereka juga malu dengan kita yah." Jawab Mirna sambil tersenyum

__ADS_1


" Sudah ayah bilang masih saja mamah tidak percaya, mereka sekarang sudah baikan bahkan sekarang romantis."


" Iya Ayah."


__ADS_2