Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 72. Tapi yang salah itu hati dan pikiranku


__ADS_3

Tadi Lisa sudah mengajari Intan masak, walaupun baru 2 menu yang Intan pelajari, dan Lisa juga sudah mengatakan pada Intan, kalau mau belajar masak yang lainnya tinggal bilang saja. Intan sangat bahagia karena mengenal Lisa, wanita yang selalu membuat dirinya menjadi lebih baik lagi, lalu sekarang Intan memutuskan untuk bertemu dengan Yoga, dirinya juga sudah menghubungi Yoga dan Yoga juga menyetujui permintaan Intan. Sekarang dirinya sudah sampai di kantor Setiawan Grup sambil membawa tas bag. Intan memasuki kantor itu hingga dirinya sampai di depan resepsionis


" Selamat siang mbak, apa pak Yoga ada di kantor?"


" Siang juga nona, pak Yoga ada di kantor, apa nona sudah membuat janji?"


Intan belum juga menjawab tiba-tiba suara pintu lift itu terbuka. Rita melihat Yoga yang mendekati Intan


" Nona, itu pak Yoga."


Intan langsung membalikkan badan lalu dirinya melihat Yoga dengan mata yang berbinar-binar, entah kenapa saat melihat wajah Yoga seketika dirinya menemukan kebahagiaan tersendiri, hingga Yoga sampai di depan Intan


" Selamat siang."


Intan tidak menjawab sapaan dari Yoga, dirinya hanya melihat senyum di bibir Yoga yang menurut dirinya senyuman itu sangat menggoda membuat dirinya hilang kesadaran. Yoga mengerutkan keningnya karena Intan hanya diam melihat dirinya dengan senyuman yang menurut Yoga aneh, karena ini pertama kalinya Intan tersenyum dengan tatapan mata yang menurut dirinya juga aneh, lalu Yoga memanggil Intan karena Intan tidak menjawab sapaan dari dirinya


" Intan, kenapa kau memandangiku seperti itu?"


Seketika Intan sadar kalu dirinya sedang memandangi Yoga


" Tidak ada."


" Kenapa kau menatapku seperti itu tadi? apa ada yang salah denganku?"


" Tidak, tapi yang salah itu hatiku dan pikiranku yang sudah mengebu-gebu, dan ingin sekali langsung memangsa bibir manismu." Batin Intan


Yoga yang belum mendengar jawaban dari Intan dirinya bertanya lagi


" Apa ada yang salah denganku?"


" Ah tidak ada."


" Bukan'kah kau bilang kembali ke Inggris?"


" Iya awalnya, tapi sekarang mamah memperbolehkan aku tinggal di sini."


" Baiklah, Ayo masuk ke ruanganku."


" Iya."

__ADS_1


Intan dan Yoga masuk ke dalam life. Intan sesekali melihat ke arah Yoga yang masih fokus pandangan matanya ke depan, dan sesekali juga Intan tersenyum saat melirik ke arah Yoga. hingga pintu lift itu terbuka lalu keduanya berjalan beriringan. Yoga juga merasa sangat bahagia karena Intan tidak jadi pulang ke Inggris, namen rasa bahagia itu dirinya buang jauh-jauh, dirinya tidak ingin jatuh dalam masa lalu lagi, yang menurut dirinya sangat menyakitkan, bukan karena di tolak dan di hina, namen karena dirinya tau kalau Intan tidak akan pernah mencintai dirinya, hingga Yoga dan Intan sampai di ruangan Yoga


" duduk'lah."


" Baik."


Intan menaro tas bag, lalu dirinya duduk di samping Yoga masih dengan senyum ceriah, mambuat Yoga sedikit aneh dengan wajah Intan yang tersenyum dari tadi, entah apa yang membuat Intan tersenyum, yang jelas menurut Yoga sangat aneh, lalu Intan pun memutuskan membuka pembicaraan


" Yoga, apa aku mengganggu pekerjaanmu?"


" Tidak, hanya saja aku memang sangat sibuk akhir-akhir ini, jadi tidak bisa bertemu di cafe. Tidak apa-apa'kan aku menyuruhmu datang langsung ke kantor?"


" Tidak."


Semakin melihat senyum di bibir Yoga, semakin membuat jantung Intan berdetak lebih kencang, membuat Intan sedikit malu kalau sampai detak jantung dirinya terdengar oleh Yoga


" Yoga, apa kau sudah makan siang?"


" Belum, aku belum sempat keluar."


Yoga baru menyadari kalau di meja ada tas bag, karena dirinya dari tadi memikirkan senyuman dan tatapan Intan yang aneh, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya


" Oh, ini aku bawa bekal makan siang untukmu."


Setelah mendengar jawaban dari Intan, rasanya tidak percaya karena wanita yang dirinya cintai itu membawa bekal makan siang membuat hatinya bertanya-tanya kenapa Intan mendadak perhatian pada dirinya, namen setelah itu dirinya berpikir mungkin Intan sedang merencanakan sesuatu, karena bagaimana pun juga, menurut dirinya Intan adalah wanita yang menyimpan 1001 sandiwara. Intan melihat Yoga yang tidak ada pembicaraan lagi membuat dirinya berpikir, apa dirinya salah membawakan bekal makan siang untuk Yoga, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya


" Yoga, apa aku salah membawakan bekal makan siang, aku hanya ingin kau makan tepat waktu."


Yoga pun tersenyum. " Tidak salah."


Intan lalu langsung membuka bekal makanan siang untuk Yoga, setelan selsai dirinya menyuruh Yoga makan


" Yoga, makan dulu."


" Baiklah, apa kau sudah makan?"


" Sudah."


" Aku rela tidak makan siang karena takut telat membawakan makan siang untukmu, apa lagi setelah melihat wajah tampan dan senyum manis di bibirmu, aku merasa kenyang walaupun tidak makan." Batin Intan

__ADS_1


Yoga pun langsung mengambil sendok dan garpu yang Intan bawa, setelah memegang sendok dan garpu dirinya memandangi bekal yang Intan bawa, lalu melihat ke wajah Intan karena menurut dirinya Intan sangat aneh


" Bagaimana mungkin Intan tau makanan kesukaanku? bukan'kah dulu Intan tidak peduli padaku."


Intan yang di pandangi oleh Yoga, membuat dirinya sedikit malu, lalu dirinya memutuskan untuk menyuruh Yoga makan


" Yoga, makan dulu, apa kau tidak suka?"


" Sangat suka."


" Lalu kenapa kau memandangiku."


" Tidak ko."


Yoga langsung memakan makanan yang Intan bawa, tapi rasa makanan itu sangat berbeda dengan Restoran yang dirinya beli, makanan itu persis seperti masakan ibunya, orang yang sangat Yoga rindukan, membuat Yoga diam sejenak. Intan yang menatap Yoga diam dirinya sedikit panik, karena takut membuat kesalah lalu dirinya memutuskan untuk bertanya pada Yoga


" Yoga, apa masakanku ada yang salah?"


" Tidak ada, apa ini kau yang masak?"


" Iya, tapi itu juga di bantu oleh Lisa, aku minta Lisa untuk mengajari aku masak, aku ingin seperti Lisa yang bisa masak."


Setelah mendengar jawaban dari Intan, Yoga sangat bahagia karena Intan mau belajar memasak, tapi lagi-lagi rasa bahagia itu Yoga buang jauh-jauh, karena mengingat Intan yang rela melakukan apa pun untuk Ardi, jadi menurut dirinya tidak mungkin kalau Intan itu menyukai dirinya, dan mungkin saja Intan belajar masak itu karena Lisa bisa masak. Intan yang melihat Yoga hanya diam dirinya memutuskan menyuruh Yoga untuk melanjutkan makan


" Yoga, jika memang enak, maka lanjutkan, kenapa hanya diam saja."


" Iya."


Yoga langsung melanjutkan makan. Intan hanya memandangi wajah Yoga yang sedang makan sambil tersenyum


" Tampan, baik, perhatian, semuanya komplit, tidak ada yang kurang satupun, kau memang mahluk ciptaan Tuhan yang sempurna, aku saja yang bodoh, menolak pria sepertimu."


Yoga yang sedang makan lalu dirinya melirik ke arah Intan yang sedang memandangi dirinya dengan senyuman yang menurut dirinya masih aneh, entah kenapa Intan terus saja tersenyum, lalu Yoga memutuskan untuk bertanya


" Kenapa kau menatapku? apa ada yang salah, kenapa dari pertama datang hingga sekarang kau masih menatapku dengan tatapan aneh?"


" Tidak ko Yoga, hanya ingin memandangi wajahmu saja, apa tidak boleh?"


" Tentu saja boleh."

__ADS_1


Yoga langsung melanjutkan makan hingga dirinya selsai makan, setelah makan dirinya memutuskan untuk langsung melanjutkan pekerjaannya


__ADS_2