Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 98. Ungkapkan hati Intan


__ADS_3

Intan menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya dengan perlahan, ia masih menatap mata Yoga. Yoga yang melihat Intan seperti sulit mengucapkan sesuatu, ia hanya diam, ia tidak ingin lagi memotong pembicaraan Intan. Intan masih diam lalu ia berpikir sejenak sebelum mengungkapkan perasaan itu karena ia takut dengan jawaban Yoga


" Apa sebaiknya, aku katakan saja, kalau dia sudah tidak mencintaiku lagi aku akan terima, tapi bagaimana kalau dia tidak ingin jadi sahabatku lagi, tapi aku juga tidak ingin Yoga memiliki buruk sangka terhadapku." batin Intan


Setelah terus saja berpikir, lalu Intan memutuskan untuk berbicara lagi, sekarang ia pasrah apa yang akan terjadi nanti, ia tidak ingin Yoga memiliki buruk sangka terhadap dirinya


" Yoga, sebelumnya aku minta maaf, aku akan jujur padamu, kenapa aku perhatian padamu, aku tau mungkin kau sudah memiliki Gadis yang kau cintai, tapi aku juga tidak ingin terus-menerus kau memiliki buruk sangka terhadapku, memang awalnya, aku mendekatimu bukan karena aku ingin menjadi sahabatmu, tapi setelah tau kau dekat dengan Gadis kecil itu, aku hanya ingin menjadi sahabatmu, aku hanya ingin kau menjaga kesehatanmu, dan jangan telat makan, apa lagi sekarang kau memiliki tanggung jawab besar terhadap perusahaan kak Ardi, untuk itu, aku hanya ingin menjadi sahabatmu, bisa membawakan bekal makan kesukaanmu, itu sudah cukup buatku, asalkan kau bahagia, aku juga ikut bahagia."


Yoga benar-benar tidak mengerti dengan penjelasan dari Intan, dan menurut Yoga penjelasan Intan itu terlalu singkat sulit untuk di simpulkan, tapi tadi intan menyebut Gadis kecil membuat Yoga pun berpikir tentang perasaan Intan


" Apa Intan mencintaiku, dari kata dia menyebutkan Gadis kecil, mungkin Intan salah paham dengan kedekatan aku dengan Karina itu seperti apa." batin Yoga


Setelah terus saja berpikir, lalu Yoga langsung menyuruh Intan untuk menjelaskan lagi, dari pada membuat hatinya terus saja bertanya-tanya


" Intan apa maksudmu, kenapa kau menyantumkan orang lain di pembicaraanmu?"


Setelah mendengar pertanyaan dari Yoga, Intan menghela nafas berat, karena seorang tangan kanan dari Setiawan Grup, tidak mengerti maksud pembicaranya tadi, bahkan perasaannya tadi sudah campur aduk, rasa takut dan malu pada Yoga. Takut kalau Yoga tidak ingin bersahabat lagi, dan malu karena tidak seharusnya seorang Gadis yang mengungkapkan perasaan itu lebih dulu. Yoga masih diam ia masih menatap mata Intan, dan entah kenapa Intan menghela nafas berat, pedahal ia tadi hanya bertanya, tapi di jawab hanya menghela nafas berat, membuat Yoga tidak bisa menyimpulkan apa yang ada di pikiran Intan


" Kenapa aku tidak bisa menyimpulkan maksud ucapan Intan." batin Yoga


Yoga tidak ingin bertanya lagi pada Intan, menurut Yoga percuma bertanya juga, saat pertanyaan pertama di jawab begitu singkat, hanya bisa menebak-nebak, dan pertanyaan kedua hanya di jawab dengan menghela nafas berat membuat Yoga hanya bisa diam. Intan masih diam sambil mengumpulkan keberanian lagi, untuk mengutarakan isi hatinya. Setelah beberapa menit Intan memutuskan untuk berbicara sedetail mungkin pada Yoga

__ADS_1


" Yoga."


" Iya Intan."


" Mungkin menurutmu aku adalah Gadis aneh, aku tau, aku tidak pantas mengatakan ini padamu."


Intan menghentikan pembicaraan itu, lalu ia langsung memegang tangan kanan Yoga dengan kedua tangannya. Yoga masih diam ia masih menunggu apa yang akan Intan katakan. Setelah memegang tangan Yoga, Intan memutuskan untuk melanjutkan pembicaranya


" Yoga, aku tau kau mungkin mencintai Gadis kecil itu, dan aku juga tidak akan mengganggu hubungan kalian, aku hanya ingin menjadi sahabatmu, tidak lebih dari itu, tapi aku benar-benar tidak bisa membohongi perasaanku lagi, kalau aku benar-benar mencintaimu."


Setelah mengucapkan kata cinta, mata Intan mulai berkaca-kaca, rasanya sangat malu dan ingin menangis, tapi ini perasaan yang ada di dalam hatinya, ia tidak ingin terus memendam perasaan itu, walaupun ia tidak memiliki percaya diri untuk bisa mendapatkan hati Yoga, tapi Intan tidak ingin Yoga memiliki buruk sangka terhadap dirinya, Intan hanya ingin menjadi sahabatnya. Yoga yang mendengar ucapan Intan, rasanya tidak percaya orang yang ia cintai selama 5 tahun lamanya, tapi kini mengungkapkan perasaanya, dan rasanya sekarang ia seperti sedang di alam mimpi, lalu Yoga langsung menatap mata Intan yang mulai berkaca-kaca, entah apa yang ada di pikiran Intan, dan benarkah Intan mencintai dirinya, lalu Yoga langsung bertanya lagi karena ini seperti di alam mimpi


" Intan, kau tadi bilang apa ?"


" Aku mencintaimu Yoga."


Setelah mendengar jawaban dari Intan, Yoga langsung memeluk Intan, rasanya benar-benar sangat bahagia. Intan yang langsung di peluk oleh Yoga, rasanya sangat senang, tapi rasa senang itu hanya seketika karena Yoga belum menjelaskan ada hubungan apa sebenarnya dengan Gadis kecil itu, lalu Intan juga mengingat ucapan ibunya, yang mengatakan jangan pernah merusak hubungan orang lain, dan Intan juga belum mendengar jawaban dari mulut Yoga, Yoga hanya langsung memeluknya, membuat pikiran Intan tambah kacau sekarang, dan ini pertama kalinya, ia tidak nyaman di peluk oleh Yoga, mungkin karena perasaan dirinya terlalu kacau. Intan memutuskan membuka pembicaraan, dan masih berpelukan


" Yoga, aku."


Intan belum juga melanjutkan pembicaranya, tapi Yoga sudah memotong pembicaraan Intan

__ADS_1


" Mari kita pacaran?, atau kau ingin aku langsung melamarmu dan kita langsung menikah saja?"


Intan yang mendengar ucapan Yoga, rasanya sangat bahagia, ia ingin sekali loncat-loncat di atas sofa yang ia dan Yoga duduki sekarang, tapi ia juga mengingat Yoga belum menjelaskan ada hubungan apa dengan Gadis kecil itu, lalu ia juga mengingat Yoga yang berkali-kali memeluk Gadis itu


" Yoga, aku tidak ingin merusak hubungan kau dengan Gadis kecil itu."


" Maksudmu Karina?"


" Iya Yoga, aku tidak ingin merusak hubungan kalian, walaupun aku mencintaimu, tapi aku masih mengingat ucapan mamah, mamah mengatakan jangan pernah merusak hubungan orang lain, dan aku saat itu hampir merusak hubungan kak Ardi dengan Lisa, aku tidak ingin lagi mengulangi kesalahan itu, aku seorang wanita, aku tidak bisa menyakiti wanita lain lagi. Yoga biarkan rasa cintaku, aku simpan di hatiku, asalkan aku bisa menjadi sahabatmu, bagiku itu sudah lebih dari cukup, kau pernah bilang mencintai itu tidak harus memiliki bukan?"


" Iya Intan."


" Iya Yoga, aku tidak perlu memilikimu, cukup melihat kau bahagia, aku sangat bahagia, karena cinta tidak perlu memiliki."


Yoga memeluk Intan semakin erat, entah kenapa rasanya semakin bahagia, apa lagi setelah mendengar jawaban Intan yang sudah mulai dewasa, membuat Yoga yakin kalau Intan mencintai dirinya, lalu ia langsung bertanya pada Intan sejak kapan Intan mencintai dirinya


" Intan, kapan kau mulai mencintaiku?"


" Jujur, sejak aku minta maaf padamu, dan sejak itu juga aku mencintaimu Yoga."


" Yakin itu namanya cinta?, bukan rasa egoismu lagi."

__ADS_1


" Yakin Yoga, aku sangat mencintaimu, dan saat melihat kau memeluk Gadis lain, rasanya saat itu ruangan ini sangat panas, mungkin itu adalah cemburu."


__ADS_2