Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 106. Berpelukan


__ADS_3

Setelah lama berpelukan tiba-tiba Lisa merasakan mual, ia langsung melepaskan pelukannya, lalu langsung lari ke dalam kamar mandi ruang tv. Ardi yang melihat istrinya lari ke arah kamar mandi ia langsung panik, lalu langsung lari ke arah kamar mandi hingga ia di depan pintu kamar mandi, setelah di depan pintu, ia akan membuka pintu itu, tapi pintunya di kunci oleh istrinya, lalu ia langsung mengetuk pintu, setelah itu langsung teriak


Tok-tok


" Sayang, apa kau baik-baik saja?"


Lisa yang sedang muntah-muntah, ia mendengar teriakan suaminya, lalu ia langsung menjawab pertanyaan suaminya


" Aku baik-baik saja kak, aku hanya mual."


Setelah mendengar jawaban istrinya, Ardi mulai tenang, tapi ia terus saja menunggu istrinya di depan pintu. Mirna yang melihat anaknya di depan kamar mandi ia langsung berjalan mendekati anaknya hingga ia sampai di depan anaknya


" Sayang, tidak perlu tegang seperti itu, istrimu baik-baik saja, wajar kalau dia mual, mungkin juga dia tidak suka aroma tubuhmu, itu kenapa akhir-akhir ini istrimu selalu menghindarimu."


" Bagaimana mungkin mah, Ardi tidak berganti parfum, masa iya Ardi bau."


" Bukan itu sayang, itu hanya bawaan ibu hamil saja, dulu mamah juga saat mengandungmu, mamah sangat benci dengan aroma tubuh ayahmu, hingga kandungan mamah berusia 3 bulan."


" Bukan'kah biasanya ibu hamil itu manja mah?"


" Tidak semua ibu hamil itu manja sayang, yang penting kau sekarang selalu luangkan waktu untuk istrimu, dan kau harus lebih perhatian lagi."


" Baik mah."


Mirna langsung memeluk anaknya dengan erat. Ardi juga membalas pelukan itu, ia juga memeluk ibunya dengan erat. Mereka berdua sangat bahagia, akhirnya akan menambah keluarga baru


" Selamat iya sayang, kau sebentar lagi akan menjadi ayah."


" Terimakasih mah, terimakasih untuk segalanya, karena mamah telah menjodohkan aku dengan wanita yang aku cintai selama ini, dan sekarang aku di kasih kepercayaan sama Tuhan, untuk memiliki momongan, aku sangat bahagia, aku pikir Lisa melupakan ulang tahunku, apa lagi saat melihat dia bersama pria lain, membuat aku sangat takut, aku takut kehilangannya lagi, tapi ternyata aku di beri kado terindah darinya."


" Sama-sama sayang, tentu saja mamah menjodohkanmu dengan Lisa, bukan hanya kau yang menyayangi Lisa, tapi mamah juga sangat menyayangi Lisa, dan setiap melihat Lisa, mamah memiliki kenyamanan, kenyamanan itu belum pernah mamah dapat dari wanita mana pun, apa lagi saat kau masih memiliki perasaan pada Lisa, dan di situ mamah bertekad untuk menjodohkanmu."

__ADS_1


" Sekali lagi terimakasih mah."


" Iya sayang."


Semuanya hanya duduk, ia hanya melihat adegan ibu dan anak yang sedang berpelukan sangat bahagia. Intan langsung berjalan mendekati tantenya dan Kaka sepupunya hingga ia sampai di samping mereka, lalu ia langsung memutuskan untuk berbicara pada mereka sambil tersenyum


" Tante, Kaka, kenapa kalian berpelukan tidak mengajakku, apa aku ini tidak ada artinya karena akan mendapatkan keluarga baru?"


Setelah mendengar pertanyaan Intan, Mirna dan Ardi langsung melepaskan pelukannya, lalu langsung menarik Intan, lalu mereka bertiga langsung berpelukan. Setelah tidak mual lagi, Lisa langsung keluar dari kamar mandi, ia melihat mereka yang sedang berpelukan, lalu ia hanya tersenyum


" Tuhan, terimakasih karena sudah memberi kepercayaan padaku, untuk menjadi seorang ibu, ini adalah kebahagiaan yang belum pernah aku alami, kebahagiaan itu begitu sempurna, aku menikah dengan pria yang sangat aku cintai, dan sekarang aku juga di beri kepercayaan untuk menjadi seorang ibu." batin Lisa


Lisa terus saja berbicara di hatinya, hingga tidak terasa air mata itu mengalir di pipinya, ia benar-benar sangat bahagia, karena menurutnya kehidupannya itu sangat sempurna, memiliki ibu dan ayah mertua yang sangat baik, selalu memperlakukannya seperti anak kandungnya sendiri, memiliki suami yang ia cintai, dan sekarang ia akan menjadi seorang ibu. Mirna, Ardi dan Intan pun, lalu melepaskan pelukannya, lalu ia langsung melihat Lisa yang sudah berdiri di samping mereka. Mirna langsung tersenyum, lalu langsung memeluk menantunya. Lisa juga membalas pelukan ibu mertuanya


" Selamat iya sayang, kau sebentar lagi akan menjadi seorang ibu."


" Terimakasih mah, aku benar-benar berterimakasih karena mama selalu ada di sampingku, selalu menganggap aku seperti anak sendiri."


" Iya mah, aku akan selalu menjaga kesahatanku."


Mey pun langsung berdiri lalu langsung menghampiri mereka hingga ia sampai di samping mereka


" Ardi, selamat iya sayang."


" Terimakasih Tante."


Mey langsung memeluk keponakannya, ia tidak menyangka kalau Lisa memberinya kebahagiaan yang tidak ada duanya, bahkan ia tadi sempat sedih karena melihat keponakannya yang memohon pada Lisa, tapi sekarang kesedihan itu di balas dengan kebahagiaan, ia sangat bahagia karena bisa melihat kebahagiaan itu dari dekat, ia tidak mendengarnya dari telpon, dan itu adalah kebahagiaan yang paling indah menurutnya. Mirna dan Lisa, lalu melepaskan pelukannya, semuanya memencarkan wajah ceria sambil tersenyum. Mey dan Ardi lalu langsung melepaskan pelukannya. Mey langsung mendekati Lisa, lalu langsung memeluk Lisa. Lisa juga membalas pelukan Tante dari suaminya


" Selamat iya sayang, sebentar lagi kau akan menjadi ibu."


" Terimakasih Tante."

__ADS_1


Mey dan Lisa lalu langsung melepaskan pelukannya. Mey langsung bertanya pada Lisa, apa ibunya sudah tau atau belum tentang kehamilanya


" Apa ibumu sudah di kasih tau sayang?"


" Sudah Tante, sebelum aku pergi ke dokter kandungan, aku sudah kasih tau mamah, kalau aku sedang hamil."


" Baiklah."


Ardi yang mendengar jawaban istrinya, ia pun langsung berbicara pada istrinya


" Kenapa aku tidak di kasih tau?."


Lisa yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia langsung menatap wajah suaminya sambil tersenyum, lalu ia memutuskan untuk minta maaf pada suaminya


" Aku minta maaf kak, karena tidak memberi taumu terlebih dahulu, aku hanya ingin memberi taumu di saat kau ulang tahun."


" Tidak perlu minta maaf sayang, aku sangat bahagia dengan kado yang kau berikan, sekali lagi terimakasih sayang."


" Untuk apa kaka berterimakasih."


Setelah mendengar jawaban dari istrinya Ardi langsung mencium kening istrinya sekilas, sebenarnya ia masih ingin memeluk istrinya, tapi karena setiap mencum aroma tubuhnya mual, jadi ia tidak memeluknya


...****************...


Curhatan Author


Hallo readers dan para Author, terimakasih karena sudah mendukung karya Author, untuk season 1 sudah end. Lisa dan Ardi juga sudah bahagia. Intan juga sudah mengungkapkan isi hatinya, nanti akan ada season 2


Author mau cerita sedikit, sebenarnya author tidak hobi menulis, itu kenapa banyak typo yang bertebaran, author menulis di sini karena saat ada waktu luang, saat author sudah tidak memiliki aktivitas, untuk itu author mencoba untuk menulis, dan author juga mau bilang, jujur author menyukai cerita yang konflik sangat berat untuk itu di novel author tidak ada komedi. Setiap orang memiliki selera berbeda-beda, yang tidak suka cerita author cukup skip


Sebentar lagi akan menjalankan ibadah puasa, bagi umat muslim, author minta maaf yang sebesar-besarnya pada para author dan readers, mungkin pernah membuat para author dan readers emosi🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2