
Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB. Lisa sudah sibuk di dapur, ia sedang masak untuk bekal suaminya dan menyiapkan sarapan juga untuk Intan, karena ia sangat kuatir pada kondisi Intan akhir-akhir ini. Ardi baru saja bangun tidur, ia langsung melihat sekelilingnya, ternyata istrinya sudah bangun, ia hanya menghela nafas berat, ia tau pasti istrinya itu masak, sedangkan yang Ardi mau, ia tidak boleh terlalu capek, tapi lagi-lagi istrinya itu tidak ingin mendengarkan ucapannya, lalu ia langsung menuruni tangga hingga ia sampai di dapur. Ardi langsung mendekati istrinya yang sedang mengaduk sup ayam, ia langsung melingkarkan tangannya pada istrinya dari belakang, sambil menyadarkan kepalanya di leher istrinya, lalu ia langsung menyapa istrinya dengan panggilan yang berbeda
" Pagi mommy sayang."
" Pagi juga kak, kenapa masih pagi sudah bangun?"
" Tentu saja sudah bangun, karena mommy sudah tidak ada di kamar."
Lisa langsung memegang tangan suaminya, yang melingkar di perutnya, lalu ia langsung menjawab ucapan suaminya
" Kaka, kenapa kau memanggil aku mommy?, apa aku sudah tidak cantik lagi sekarang?"
Ardi yang mendengar pertanyaan istrinya, ia langsung tersenyum, lalu ia langsung menjawab pertanyaan istrinya dengan sedikit menggoda istrinya
" Kau sebentar lagi akan menjadi mommy, dan aku akui kau juga sekarang seperti sudah tidak seksi lagi."
Lisa yang mendengar ucapan suaminya, ia langsung emosi
" Dasar pria brengsek!"
Ardi yang mendengar ucapan istrinya langsung terkekeh, ia tidak menyangka kalau istrinya itu langsung emosi
" Hehehe, aku hanya becanda sayang, kau tetap cantik, bahkan sekarang lebih cantik karena tubuhmu berisi."
" Baiklah kak."
" Mommy sayang, kenapa kau membuat bekal lagi untukku?, jangan terlalu lelah sayang."
" Tidak kak, aku membuatkan sup ayam untuk Intan, apa lagi akhir-akhir ini, Intan hanya minum, aku takut Intan sakit."
Ardi langsung melepaskan tangan yang melingkar di pinggang istrinya, lalu ia langsung membalikkan tubuh istrinya, ia juga menatap mata istrinya dengan tatapan yang serius. Lisa juga menatap mata suaminya sambil tersenyum. Ardi memutuskan untuk menasehati istrinya, agar tidak terlalu banyak pikiran, karena ia tidak ingin janin dalam kandungan istrinya kenapa-kenapa, termasuk ia juga tidak ingin istrinya memikirkan hal lain, ia hanya ingin istrinya fokus pada janinya, lalu Ardi langsung memegang kedua pundak istrinya
" Mommy sayang, kau jangan terlalu banyak memikirkan masalah Intan, kau harus fokus pada janinmu, dan jangan pernah kecepatan."
__ADS_1
" Aku mengerti kak, apa yang ada dalam pikiranmu."
Ardi langsung menarik istrinya dalam pelukannya, ia sangat merindukan istrinya, walaupun ia tidur satu ranjang, tapi sudah hampir 1 minggu, ia tidak menyentuh istrinya, alasannya karena istrinya selalu saja mual saat mencium aroma tubuhnya, bahkan ia juga berhenti memakai parfum, agar bisa memeluk istrinya, tapi ternyata istrinya tetap saja mual. Lisa juga membalas pelukan suaminya, ia sekarang merasakan hal yang berbeda, sekarang ia tidak mual lagi saat di peluk suaminya, biasanya ia selalu mual setiap bersentuhan dengan suaminya. Ardi memutuskan untuk bertanya sambil memeluk istrinya
" Mommy sayang, apa tidak mual?"
Lisa yang mendengar pertanyaan suaminya, ia memutuskan untuk berbohong pada suaminya
" Tidak kak, di sini ada aroma sup ayam, jadi tidak mual."
Ardi yang mendengar jawaban dari istrinya, ia langsung berpikir, untuk membuat sup ayam setiap hari, agar ia bisa memeluknya
" Mommy sayang, besok-besok aku akan menyuruh BI Asih untuk membuatkan sup ayam, lalu mommy sama aku di dapur, agar aku bisa setiap hari memeluk mommy."
Lisa yang mendengar ucapan suaminya, ia langsung tersenyum, menurutnya itu sangat lucu, karena suaminya memiliki ide konyol, lalu ia langsung bertanya pada suaminya, siapa yang akan makan sup ayam itu, karena ibu mertua dan ayah mertuanya pergi untuk perjalanan bisnis. Ayah mertuanya yang memiliki perjanjian bisnis selama 10 hari, lalu ibu mertuanya memutuskan untuk ikut. Suaminya juga tidak menyukai sup ayam buatan pelayannya, bukan tidak suka buatan pelayan saja, tapi hampir semua yang membuatnya tidak di sukai, namen suaminya menyukai sup ayam buatan dirinya
" Siapa yang akan memakan sup ayam itu?"
" Tentu saja mommy."
" Tidak perlu kak, aku sepertinya sudah tidak mual lagi."
Ardi yang mendengar ucapan istrinya, seketika wajahnya berubah menjadi ceriah, walaupun hanya sebuah pelukan, tapi setidaknya ia tidak ada jarak, lalu ia langsung bertanya pada istrinya
" Benarkah mommy?"
" Iya kak, berhenti memanggilku mommy, rasanya sangat aneh saat Kaka memanggilku mommy."
" Tentu saja aneh, karena ini adalah pertama kalinya, nanti juga terbiasa."
Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Lisa tidak berbicara lagi, ia langsung mendekati kompor, lalu langsung mematikan kompor itu. Setelah itu ia langsung melihat jam yang menunjukkan pukul 07. 21WIB, lalu ia langsung menyuruh suaminya untuk mandi
" Kak, lebih baik kau mandi, nanti kau kesiangan, aku akan menyiapkan bekal untukmu, setelah itu aku juga akan ke kamar Intan."
__ADS_1
Setelah mendengar ucapan istrinya, Ardi memutuskan minta maaf, karena ia tidak bisa menemani istrinya untuk berolahraga kemarin
" Baik mommy, aku minta maaf, karena kemarin tidak bisa menemanimu untuk berolahraga."
" Tidak apa-apa Kak, lagian juga tidak di haruskan harus di dampingi suami, banyak ibu-ibu yang tidak di temani suaminya juga."
" Baiklah."
Ardi langsung berjongkok ia langsung memegang perut istrinya yang masih rata
" Sayang, ingat kau harus menjaga mommy dengan baik. Jika mommy melakukan sesuatu yang membuatmu lelah, tendang saja perut mommy, agar mommy tidak bekerja lagi."
Lisa yang mendengar ucapan suaminya langsung tersenyum, karena menurutnya itu sangat aneh, apa lagi usia kandungannya baru saja memasuki 3 minggu, lalu ia langsung berbicara pada suaminya
" Kak, sayang kecil belum bangun, dia masih 3 minggu, jadi belum paham."
Ardi yang mendengar ucapan istrinya, ia langsung berdiri lagi sambil tersenyum, lalu ia langsung menjawab ucapan istrinya
" Aku tau mommy sayang, tapi aku memang tidak sabar untuk mengajaknya berbicara."
" Baiklah, lebih baik kaka mandi."
" Iya mommy sayang."
Ardi langsung mencium kening istrinya sekilas, setelah itu ia langsung berjalan untuk ke kamarnya. Lisa melihat punggung suaminya yang mulai menghilang dari pandangannya sambil tersenyum, setelah itu, ia langsung menyiapkan bekal untuk suaminya, lalu langsung menyiapkan juga untuk Intan, tapi ia menunggu suaminya pergi ke kantor terlebih dahulu, setelah itu baru ke kamar Intan. Lisa duduk di meja makan menunggu suaminya. Sekitar 18 menit Ardi turun, ia sudah menggunakan jas, hingga ia sampai di depan istrinya, lalu ia memutuskan untuk berpamitan pada istrinya
" Mommy sayang, aku berangkat dulu."
Lisa langsung berdiri, lalu ia langsung menjawab ucapan suaminya
" Iya kak, kau harus hati-hati, jangan lupa sarapan dulu nanti."
" Iya mommy sayang, kau tidak perlu menyuruhku, aku pasti sarapan."
__ADS_1
"baiklah kak."
Ardi langsung mencium kening istrinya, setelah itu ia langsung berjongkok, lalu langsung mencium perut rata istrinya, setelah itu ia langsung berdiri lagi, setelah itu langsung mengambil bekal yang di sediakan istrinya, lalu langsung berjalan keluar dari rumah itu