
Setelah istrinya pergi Ardi hanya diam mematung, dengan air mata yang mengalir di pipinya, ia sudah sangat takut, takut hal yang belum terjadi. Mirna yang melihat putranya hanya diam, ia langsung mendekati putranya, lalu langsung memegang tangan kanan putranya
" Sayang, tolong kejar Lisa, sebentar lagi malam, mamah takut Lisa kenapa-kenapa nanti hiks... hiks..."
Mirna minta tolong sambil menangis tersedu-sedu, ia sekarang sangat takut, takut menantunya kenapa-kenapa, apa lagi menantunya sekarang sedang mengandung. Ardi yang mendengar ucapan ibunya, ia hanya diam, ia juga tidak menjawab ucapan ibunya. Mirna yang melihat putranya hanya diam, ia langsung memohon lagi pada putranya
" Sayang, tolong ikuti Lisa, jarak keluar ke jalan raya untuk mencari taksi itu sekitar 15 menit, cepat ikuti Lisa, kalau kau takut Lisa semakin marah, tolong kau ikuti dari jauh, mamah mohon."
Ardi yang mendengar ucapan ibunya yang sangat memohon, ia langsung menghapus air matanya, lalu langsung memeluk ibunya dengan erat sambil berbicara
" Mamah tenang, aku akan mengejar Lisa sekarang, mamah harus percaya, Lisa pasti baik-baik saja."
" Iya sayang, kau bawa supir mamah, jangan bawa mobil sendiri, tubuhmu sekarang sangat gemetar."
" Iya mah, Ardi mengerti."
Ardi dan Mirna langsung melepaskan pelukannya. Ardi langsung berjalan keluar dari rumah itu bersama supirnya hingga mereka sampai di mobil
" Pak, telusuri jalan ini sampai ke tempat rumah nona muda, dan pelan-pelan saja."
" Baik tuan muda."
Bapak itu melanjutkan mobilnya dengan kecepatan sedang, sambil sesekali menengok kanan kiri. Ardi juga melakukan hal yang sama, ia menengok kanan kiri, ia terus mencari keberadaan istrinya, ia juga sangat menyesalinya, seandainya ponsel istrinya tidak install, tidak mungkin istrinya akan membanting ponsel itu, sekarang bahkan semakin sulit untuk mengetahui keberadaan istrinya, apa lagi sekarang sudah larut malam, dan keadaan jalan yang tidak aman, tempat rumah ibunya, melewati jalan Cempaka
" Lisa, kau di mana, apa kau sudah sampai rumah mamah dengan secepat kilat, aku minta maaf sayang, tidak bisa menjadi suamimu yang baik, aku tidak seharusnya cemburu dalam hal itu, seharusnya aku percaya padamu." batin Ardi
__ADS_1
Ardi terus saja berpikir sambil terus melihat ke arah jalan, tapi ia belum menemukan kebenaran istrinya, seharusnya istrinya itu belum jauh, tapi sekarang istrinya belum saja di temukan. Setelah menempuh perjalanan 26 menit mereka sampai di rumah orang tua Lisa. Ardi langsung turun dari mobil, ia langsung menekan bel rumah itu sampai 3 kali. Bi Ida langsung membuka pintu gerbang, ia melihat suaminya dari nona mudanya, ia langsung menyapanya
" Malam tuan muda."
" Malam BI, apa nona muda, sudah sampai rumah?"
" Nona muda tidak ada di sini tuan muda."
" Bagaimana mungkin, nona muda tadi bilang ingin pulang ke rumah mamah."
" Benar, tuan muda, nona muda hingga sekarang belum ada di sini."
Ardi yang mendengar penjelasan dari BI Ida, ia semakin kuatir dengan istrinya. Lidia yang mendengar suara di luar, ia langsung teriak
" Tuan muda nyonya!"
" Kenapa tidak di suruh masuk BI!'
" Iya nyonya! Tuan muda, lebih baik tuan muda, masuk dulu."
" Baik BI."
Ardi masuk ke dalam rumah itu dengan perasaan yang sangat kuatir, hingga ia sampai di ruang tamu, ia melihat ayah mertua dan ibu mertuanya, lalu langsung menyapanya
" Malam ayah, malam mah."
__ADS_1
" Iya malam juga Ardi."
" Iya malam juga nak, Lisa mana?"
" Mah, justru Ardi datang ke sini mencari Lisa, Lisa tadi bilang akan ke rumah mamah."
" Apa kalian bertengkar?"
" Iya mah."
" Ceritakan, apa yang sebenarnya terjadi?"
Ardi yang mendengar ucapan ibu mertuanya, ia memutuskan untuk jujur, kalau ia menutupi sedikit saja, ia takut kalau istrinya mengadu dengan ibunya, dan membuat ibu mertuanya marah padanya, untuk itu, lebih baik ia mengatakan segalanya
" Awal ceritanya tidak tau mah, tapi yang jelas Lisa awalnya saat perjalanan pulang, Lisa pusing, lalu Lisa di antara pulang oleh Arga, dan sebelumnya, Lisa sudah menelpon Intan dan mamah Ardi, tapi mereka tidak ada yang mengangkat, itu kenapa Lisa bisa di antara pulang. Setelah sampai di rumah, mamah Ardi bertanya tentang Arga. Lisa menjawab dengan jujur, dia terpaksa menerima ajakan Arga, tapi mamah Ardi salah paham, mamah Ardi pikir, Lisa tidak menghubungi orang rumah, hingga mamah Ardi mengatakan, tidak baik seorang wanita hamil di antar oleh pria lain, selain suaminya. Lisa yang mendengar ucapan itu sangat merah, Ardi juga tidak tau setelah itu, apa yang terjadi, yang jelas saat Ardi pulang dari kantor, Lisa sudah menangis. Ardi langsung bertanya baik-baik pada Lisa, lalu Lisa menjelaskan, kalau Lisa di antara pulang oleh Arga dan Lisa juga mengatakan kalau mamah Ardi mengatakan hal itu, tapi Lisa tidak menjelaskan, kalau kepalanya pusing pada Ardi, dan penjelasan dari Lisa membuat Ardi sangat cemburu. Ardi mengatakan hal yang sama seperti mamah katakan, lalu Lisa marah pada Ardi, Lisa melempar laporan dari rumah sakit, Ardi mengambil kertas itu, Ardi membacanya, ternyata kadar gula darah Lisa rendah. Setelah mengetahui itu, Ardi langsung minta maaf pada Lisa, tapi Lisa tidak memaafkan Ardi , Lisa bilang Ardi tidak memberinya kepercayaan, hingga Lisa ingin pulang. Lisa tidak ingin tinggal di rumah itu lagi. Lisa awalnya akan membawa mobil, tapi Ardi melarangnya, Ardi takut Lisa kenapa-kenapa di jalan, hingga Lisa memutuskan untuk pulang dengan naik taksi. Ardi awalnya mengikuti Lisa, tapi Lisa bilang. Jika masih mencintaiku, maka jangan pernah membujukku dan mengikutiku. Ardi memutuskan untuk diam, lalu Lisa langsung berjalan keluar dari rumah. Ardi kesini karena ingin memastikan, Lisa sudah sampai rumah atau belum."
Lidia yang mendengar penjelasan dari menantunya, ia langsung meneteskan air mata, ia tau, putrinya sangat keras kepala, tapi harusnya Mirna tidak mengatakan hal itu, hal itu memang sangat menyakitikan buat hati putrinya yang sangat keras kepala. Lidia sangat tidak percaya, kalau Mirna akan mengatakan hal itu pada putrinya, bahkan selama hidupnya, Lisa belum pernah mendapatkan lontarkan kasar dari ia, atau dari ayahnya Lisa, lalu ia langsung bertanya pada menantunya
" Apa Mirna tidak minta maaf pada Lisa?, setelah kesalah paham itu terjadi?"
" Mamah Ardi sudah minta maaf mah, tapi Lisa tidak memaafkan mamah Ardi, dia mengatakan benci dengan kekurangan Ardi, karena tidak bisa memberikan kepercayaan. Mah, Ardi memang percaya setelah Lisa menjelaskan segalanya, tapi yang Ardi ucapan itu, hanya semata-mata, Ardi sangat cemburu."
Setelah mendengar jawaban dari menantunya, Lidia sangat marah pada menantunya.
" Ucapan Lisa memang benar. Jika kau tidak memberikan kepercayaan pada Lisa, kalau kau memberikan kepercayaan, kau tidak akan mengatakan hal yang sama pada Lisa, kau harusnya menjadi penengah, bukan memojokkan Lisa! Mama tidak pernah menyangka, kalau kalian begitu tega dengan Lisa, katakan, apa yang kurang dari Lisa?, hingga kepercayaan saja tidak bisa dia dapatkan dari kalian! Mamah tau, putri mamah keras kepala, dan sulit untuk cerita pada siapapun, tapi kalian lebih egois!"
__ADS_1