
Arga terus saja berjalan ke arah kamarnya, walaupun ia sangat kesal pada ibunya, tapi ia mencoba bersikap biasa saja, ia tidak ingin Jenni curigai kalau ia dan ibunya bertengkar, hingga Arga sampai di dalam kamar. Di kamar itu sangat sepi, bahkan tidak ada suara kemricik air di dalam kamar mandi. Arga langsung melihat ke arah sekali kamar itu, lalu langsung mengetuk pintu kamar mandi, tapi di kamar mandi ia tidak mendengar jawaban apa-apa, ia buru-buru membuka pintu kamar mandi, ia takut kepala Jenni pusing dan mengakibatkan Jenni pingsan, tapi di dalam kamar mandi, tidak ada siapa-siapa, lalu ia langsung lari ke arah balkon, tapi ternyata pintu balkon terkunci, setelah itu, ia langsung melihat ke arah meja, di meja ada kertas putih. Arga langsung mendekati meja hingga ia sampai, lalu langsung mengambil kertas putih itu, ia langsung membaca kertas itu
Arga, aku pulang lebih awal, tiba-tiba saja tari ada telpon dari rumah, aku ingin memberi tau kau juga tidak enak, kau sedang ada di ruangan ibumu, maaf, aku tidak bisa mengajakmu ke rumahku, karena ada keadaan yang darurat. Jenni
Setelah membaca kertas itu, Arga buru-buru langsung mengambil ponselnya, lalu ia langsung menghubungi Jenni, tapi ternyata ponsel Jenni tidak dapat di hubungi, ia terus saja menelpon Jenni berkali-kali, tapi ternyata tidak bisa juga, setelah itu ia langsung menghubungi asisten pribadinya, setelah di angkat, Arga langsung bertanya pada asistennya
" Romi, apa Sella baik-baik saja?, apa Sella kenapa-napa?"
" Tuan muda, nona Sella baik-baik saja, saya juga baru sampai rumah, tadi saya juga habis ke rumahnya, ada apa tuan muda menanyakan nona Sella dengan perasaan yang sangat kuatir?"
"Romi, Jenni pulang lebih tadi, Jenni hanya meninggalkan surat, kalau ada urusan mendadak."
Setelah mendengar penjelasan dari tuan mudanya, Romi yakin kalau ini ada kaitannya dengan ibu dari tuan mudanya, bagaimana pun juga tadi ia sudah berbicara dengan ibu dari tuan mudanya, tapi ia bingung, ia hanya berbicara di dalam hatinya
" Apa aku ceritakan saja tentang Jenni, aku yakin ini ada kaitannya dengan nyonya Lioni, Jenni adalah Gadis yang sangat cerdas, Jenni bisa mengetahui sikap seseorang tanpa mengenalnya lebih dekat." batin Romi
Arga yang belum mendengar jawaban dari asistennya, ia langsung bertanya lagi pada asistennya
" Romi, Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan?, dan kenapa Jenni pergi begitu saja, tanpa menungguku lebih dulu?"
Setelah mendengar pertanyaan dari tuan mudanya lagi, Romi pun sadar dari lamunannya, lalu ia langsung berbicara pada tuan mudanya
" Tuan muda, sebelumnya saya minta maaf, Jenni adalah Gadis yang sangat cerdas, dia bisa membaca karakter seseorang, jadi saya yakin kalau ini ada kaitannya dengan nyonya Lioni, bagaimana pun juga nyonya tidak setuju tuan muda bersama Jenni, saya yakin Jenni sudah mengetahui hal itu lebih dulu, sebelum tuan muda mengatakannya."
Setelah mendengar jawaban dari asistennya, Arga hanya menghela nafas berat, lalu langsung memutuskan sambungan telponnya tanpa berbicara lagi, ia buru-buru langsung mengambil kunci mobilnya, lalu langsung lari dari kamarnya. Pelayan yang ada di depan pintu, ia melihat tuan mudanya yang lari-lari sambil membawa kunci mobil, ia yakin kalau bawahan dari tuan mudanya tadi belum berpamitan dengan tuan muda. Arga sampai di garasi mobil, ia langsung masuk ke dalam mobil, lalu langsung melajukukan mobil itu dengan kecepatan tinggi, ia sambil sesekali menelpon nomernya Jenni, tapi nomer Jenni masih belum aktif juga. Setelah perjalanan 20 menit, Arga terjebak macet, ia langsung turun dari mobilnya, lalu langsung lari dari situ, sambil sesekali melihat jam tangannya. Setelan 10 menit ia jalan kaki, ia langsung menghentikan taksi
__ADS_1
" Taksi."
Taksi itu langsung berhenti, Arga langsung masuk ke dalam mobil itu, lalu langsung menyuruh supir itu untuk ke bandara
" Pak, kita ke bandara."
" Baik tuan muda."
Supir itu langsung melanjukan mobilnya ke arah bandara. Arga langsung melihat lagi ke arah jam tangannya, yang sudah menunjukkan pukul 18.09, ia langsung berdo'a
" Tuhan, tolong jangan biarkan Jenni pulang sendiri, aku takut Jenni kenapa-napa." batin Arga
Arga memang sangat takut Jenni kenapa-napa, apa lagi dengan kondisinya yang belum sembuh total, membuat ia sangat kuatir terhadap Jenni, lalu ia langsung berbicara di dalam hatinya lagi
Arga langsung mengambil ponselnya lagi, lalu ia langsung menelpon Jenni lagi, tapi ternyata nomer Jenni masih tetap tidak aktif. Namun Arga tidak menyerah, ia langsung menelpon ke Resepsionis di Bandara, setelah itu langsung berbicara lebih dulu
" Hallo, selamat sore."
" Iya sore juga tuan Arga."
Resepsionis itu langsung memanggilnya dengan panggilan tuan Arga, karena ia sudah mengenal Arga. Arga sering bolak-balik ke Indonesia-London, jadi ia sudah hapal denganya. Arga langsung bertanya tentang Jenni
" Saya ingin bertanya, penerbangan London ke Indonesia atas nama Jenni, dia mengambil jam penerbangan jam berapa?"
" Sebentar tuan Arga, saya cek dulu."
__ADS_1
Resepsionis itu langsung mengecek penerbangan jam nya Jenni, lalu ia langsung berbicara lagi
" Nona Jenni mengambil penerbangan jam 8 malam, tapi karena ada pergantian waktu, nona Jenni berangkat pada jam 7 malam tuan Arga."
" Baik, terimakasih."
" Sama-sama tuan Arga."
Arga langsung memutuskan sambungan telponnya, lalu ia langsung menyuruh taksi itu untuk lebih cepat, karena perjalanan ke Bandara memang sangat jauh
" Pak, tolong lebih cepat."
" Baik tuan muda."
Supir itu langsung melajukukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia juga tau kalau penumpangnya sedang mengejar seseorang. Arga langsung melihat lagi ke arah jam tangannya, ia hanya menghela nafas berat, tapi ia berharap bisa mengejar Jenni. Setelah sekitar 1 jam, Arga sampai di bandara, ia langsung memberikan beberapa lebar uang, lalu langsung lari ke arah bandara, hingga ia sampai di depan Resepsionis, ia langsung bertanya pada Resepsionis itu
" Apa pesawat nya sudah berangkat?"
" Sudah tuan Arga, sekitar 3 menit yang lalu."
Setelah mendengar jawaban dari Resepsionis, Arga langsung terduduk lemas di lantai, ia susah payah mengejar Jenni, tapi ternyata ia tetap tidak bisa mengejar Jenni
" Jen, kenapa kau tega meninggalkan aku, apa kau nanti akan membenciku karena masalah Mamah, kenpa kau tidak berbicara lebih dulu padaku, apa lagi kondisimu yang belum sembuh total, tapi kau selalu saja nekat melakukan apapun yang menurutmu benar, kau selalu saja bertindak seenaknya, tanpa mendengar penjelasan dariku terlebih dahulu." batin Arga
Setelah itu, Arga memutuskan untuk pulang, ia sudah tidak ada gunanya kalau terus diam di situ
__ADS_1