
Intan dari keluar kantor hingga sampai rumah terus saja menangis, rasanya dada dirinya itu sakit dan sesak, di saat dirinya benar-benar mencintainya, tapi ternyata dia itu sudah memiliki kekasih, lalu dirinya juga mengingat tentang perjuangan Yoga pada dirinya dulu, mungkin dulu Yoga lebih sakit hati karena dulu dirinya bukan hanya menolak Yoga, tapi dirinya mencaci maki Yoga, pedahal tadi Yoga tidak menceritakan tentang Karina saja, hati dirinya sangat sakit, apa lagi Yoga dulu pasti lebih sakit setiap saat dirinya selalu melontarkan kata-kata kasar pada Yoga. Intan masuk ke dalam rumah tantenya masih sambil menangis hingga dirinya sampai di ruang tamu. Mirna yang sedang duduk di sofa, dirinya melihat Intan yang menangis langsung bertanya
" Intan, kau kenapa nak?"
Intan yang tadinya tidak ingin menyapa tantenya karena dirinya sedang menangis, tapi sekarang dirinya terpaksa menghentikan langkahnya
" Aku tidak apa-apa Tante, aku masuk kamar dulu."
Intan langsung lari menaiki tangga. Mirna yang melihat Intan lari, dirinya langsung mengikuti Intan sambil manggil-manggil Intan
" Intan tunggu, Intan, Intan."
Intan tidak menjawab panggilan dari tantenya, dirinya terus saja melanjutkan langkahnya. Mirna semakin kuatir sama Intan. Ardi dan Lisa mendengar teriak ibunya yang memanggil Intan dari dalam kamarnya
" Kaka, Intan kenpa?"
" Tidak tau sayang, kau di sini sebentar, aku keluar dulu."
" Iya kak."
Ardi langsung turun dari ranjang lalu dirinya langsung keluar dari kamar. Ardi yang sudah di luar kamar, mata dirinya melihat ke bawah, tapi sepi, lalu melihat ke atas, dirinya melihat adik sepupunya yang terus berjalan di ikuti ibunya. Ardi langsung menaiki tangga mengikuti ibunya. Intan sampai di kamar di ikuti Mirna yang juga sampai kamar, mereka berdua duduk di atas ranjang
" Intan, ada apa nak?"
Intan tidak menjawab pertanyaan tantenya, dirinya langsung memeluk tantenya sambil menangis hingga tersedu-sedu. Ardi sampai di kamar Intan, lalu dirinya menatap mata ibunya meminta jawaban. Mirna mengerti maksud tatapan mata anaknya, lalu dirinya hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepala. Ardi langsung memegang pundak kiri Intan
"Intan, cerita ada apa?, kenpa menangis?, bukan'kah tadi kau masak untuk Yoga?"
Intan tidak menjawab pertanyaan dari Kaka sepupunya, dirinya masih menenangkan pikiran, sebelum dirinya berbicara pada Tante dan kak sepupunya. Ardi langsung menarik Intan dari pelukan ibunya dengan perlahan. Intan yang di tarik pun langsung melepaskan pelukannya, lalu dirinya langsung menatap Kaka sepupunya. Ardi menghapus air mata adik sepupunya dengan lembut, setelah menghapus air mata adik sepupunya, dirinya tidak lagi bertanya pada adik sepupunya, dirinya hanya diam sambil menatap mata adik sepupunya. Setelah pikirannya tenang, Intan memutuskan untuk berbicara pada kaka sepupunya
" Kaka, kenpa kau membohongiku?, kau bilang Yoga tidak memiliki pacar, tapi ternyata dia sudah memiliki pacar, mereka berdua sangat mesra, mereka berkali-kali berpelukan."
" Siapa yang kau maksud?"
" Karina, dia anak SMA yang sudah mendapatkan hati Yoga."
__ADS_1
Ardi yang dari tadi memasang wajah serius, tapi setelah mendengar jawaban dari adik sepupunya membuat dirinya tersenyum. Intan semakin kesal saat melihat wajah kaka sepupunya yang tersenyum
" Kaka, kenpa tersenyum?, kau mengejek aku?"
" Siapa yang mengejekmu, apa kau sudah bertanya pada Yoga, siapa Karina?"
" Tidak, mana mungkin aku bertanya pada Yoga. Jika aku bertanya pada Yoga. Yoga pasti tau kalau aku mencintainya, bukan'kah itu sangat memalukan?"
" Intan, cinta itu tidak perlu malu, kau harus berani bertanya, dan jika kau siap mencintainya, maka harus siap juga untuk patah hati, tapi tidak boleh menyerah. Yoga tidak memiliki hubungan khusus dengan Karina."
" Apa Kaka tau sesuatu?"
Ardi diam sesaat, saat di tanya oleh adik sepupunya, dirinya memang mengenal Karina, dan tau hubungan mereka hanya sebagai Kaka, adik, tidak lebih dari itu, tapi dirinya juga ingin adik sepupunya mencintai Yoga dengan setulus hati, membuat dirinya membiarkan adik sepupunya untuk berusaha mengejar cintanya itu
" Intan, Yoga dan Karina memang tidak memiliki hubungan sebagai kekasih, tapi mungkin saja mereka saling cinta."
" Tuh'kan benar mereka saling cinta, hiks....hiks...hiks."
Mirna yang dari tadi diam melihat perdebatan anak dan keponakannya, tapi kini langsung bersuara, dirinya sangat kesal dengan jawaban anaknya
" Mah, Ardi tidak mengejek Intan, mungkin saja itu benar adanya kalau mereka berdua saling cinta."
" Kak Ardi jahat, hiks...hiks....hiks."
Intan menangis seperti anak kecil, dirinya menangis sambil mengusap-usap matanya memakai lengan. Ardi masih tersenyum melihat adik sepupunya yang terus menangis seperti anak kecil, tapi lama-lama dirinya juga kasihan pada Intan. Ardi langsung mengusap air mata adik sepupunya
" Jangan menangis, Karina bukan kekasih Yoga, kau harus terus berjuang, aku yakin kau bisa mendapatkan hati Yoga, percaya denganku."
Intan langsung memeluk pinggang Ardi yang masih setia berdiri dari tadi. Ardi membelai rambut adik sepupunya
" Apa Kaka yakin kalau aku bisa mendapatkan hati Yoga?, atau Kaka hanya menghiburku agar tidak sedih lagi?"
" Aku tidak menghiburmu, tapi itu kenyataan, dan pasti kalau kau bisa mendapatkan hati Yoga, semangat jangan pernah menyerah sebelum Yoga memiliki kekasih."
" Iya kak, aku paham, terimakasih kak sudah menasehati aku, dan menyemangati aku."
__ADS_1
" Intan, kau adalah adik sepupuku, tentu aku akan berusaha menjadi Kaka sepupu yang baik untukmu, yang terpenting kau harus semangat, aku yakin kau bisa mendapatkan hati Yoga."
" Sekali lagi terimakasih kak."
" Tidak perlu berterimakasih, aku ini Kaka sepupumu."
" Iya Kaka."
Mirna hanya tersenyum saat melihat anak dan keponakannya sangat akrab. Mirna tau anaknya bukan orang yang memiliki kebencian terhadap orang lain, dan sekarang bahkan saling berpelukan, walaupun Intan dulu sudah memiliki masalah dengan istrinya, tapi Ardi masih peduli dan masih menyanyangi Intan. Setelah tenang Intan lalu melepaskan pelukan itu
" Suduh, lebih baik kau istirahat."
" Iya Kaka."
Ardi langsung keluar dari kamar itu. Mirna juga setelah melihat Intan tenang, dirinya langsung berdiri
" Intan, kau istirahat, dan kalau ada apa-apa itu bicara sama Tante dan kak Ardi, jangan seperti tadi, Tante sangat kuatir."
" Iya Tante Terimakasih."
" Sama-sama Intan."
Mirna langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar Intan. Ardi sampai di dalam kamar lalu mendekati istrinya yang masih setia duduk di atas ranjang hingga dirinya sampai. Ardi langsung mengambil laptop yang di atas ranjang, lalu meletakkan laptop itu di meja, setelah itu dirinya naik di atas ranjang
" Kak, apa Intan tidak apa-apa?"
" Tidak perlu kuatir sayang, Intan baik-baik saja, hanya saja salah paham terhadap Yoga."
" Baiklah."
Ardi langsung bersandar di kepala ranjang , lalu dirinya menarik istrinya untuk rebahan di tangan kanannya, setelah itu Ardi langsung mendekati wajah istrinya, lalu langsung mencium istrinya dengan lembut. Lisa yang mendapat perlakuan itu di siang bolong, dirinya langsung menutup mulutnya
" Kaka ini masih."
Lisa belum selesai bicara, tapi suaminya sudah langsung memegang tangan yang menutupi mulutnya, lalu langsung mencium bibirnya lagi dengan lembut
__ADS_1