Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 49. Menasehati


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan dari ibu mertuanya, ia tidak ingin menjawab ucapan ibu mertuanya lagi, ia tidak ingin suasananya menjadi tambahan kacau. Lidia setelah mengatakan itu ia langsung memeluk suaminya dengan erat sambil bertanya


" Ayah di mana Lisa, yah?"


" Ayah juga tidak tau mah, kita tenang dulu, dan percaya, Lisa pasti baik-baik saja."


Lidia yang mendengar jawaban dari suaminya, ia langsung menangis sekencang-kencangnya di pelukan suaminya, sambil menyesali perbuatannya, seandainya dulu ia tidak menerima perjodohan, semuanya tidak akan seperti ini, tapi ia saat itu melakukannya, karena Lisa yang sulit untuk berbicara pada siapapun, membuat ia tidak memiliki cara lain, selain menerima perjodohan, kalau ia menolak, ia takut Lisa menyukai Livino lagi, pria yang selalu di anggap sebagai Kaka oleh putrinya, saat itu adalah pilihan yang sulit untuknya. Setelah tenang Lidia melepaskan pelukannya, lalu ia langsung menyuruh menantunya untuk berdiri


" Ardi, bangunlah."


Ardi yang mendengar ucapan ibu mertuanya, ia langsung berdiri. Lidia langsung berbicara lagi dengan lirih pada menantunya


" Ardi, mamah minta, tolong ceraikan Lisa, mamah tidak ingin membuatnya sedih untuk yang kedua kalinya."


" Tidak mah, Ardi tidak akan melakukannya, sampai kapanpun Ardi akan mempertahankan pernikahan Ardi. Ardi mohon mah, jangan pernah untuk menyuruh Ardi bercerai dengan Lisa, lika-liku perjalanan pernikahan Ardi tidak mudah saat itu, dan sekarang hanya persoalan salah paham, jadi Ardi tidak akan menceraikannya."


Lidia yang mendengar jawaban dari menatunya, ia sangat emosi


" Baik! Jika kau tidak ingan menceraikan Lisa, kita lihat saja, Jika mamah lebih dulu menemukan Lisa, maka jangan pernah berharap untuk bisa bertemu Lisa lagi. Mamah tidak akan mengijinkan kau untuk melihatnya, dan jangan pernah menginjakkan kaki di rumah ini lagi, mamah tidak sudi untuk melihat wajahmu lagi! Mamah tidak pernah benci denganmu, tapi mamah sangat benci dengan sikapmu!."


Ardi yang mendengar ucapan dari ibu mertuanya, ia hanya menghela nafas berat, ia bingung mau menjawab apa, kalau terus bertengkar dengan ibu mertua, kesannya tidak nyaman, bagaimana pun juga, dia adalah ibu dari istrinya. Lidia langsung berdiri, ia langsung menatap sinis menantunya, lalu langsung mengusir menantunya


" Pergi kau dari sini! Mamah tidak sudi untuk melihat wajahmu!"


Ardi yang mendengar ucapan dari ibu mertuanya, ia tidak menyangka, Kalau ibu mertuanya, akan mengusirnya begitu saja, ia langsung berpamitan pada ibu mertuanya dan ayah mertuanya

__ADS_1


" Mah, Ayah, Ardi minta maaf atas masalah ini, tapi Ardi tetap akan dalam pendirian Ardi, kalau begitu Ardi permisi dulu."


Lidia yang mendengar jawaban dari menantunya, ia tambah marah


" Dasar menantu sialan!"


Setelah mengatakan itu, tubuh Lidia langsung lemas ia hampir menjatuhkan tubuhnya ke lantai, tapi Rey dengan sigap menahan tubuh istrinya, sambil berbicara


" Sabar mah."


Rey langsung mendudukkan istrinya ke sofa, lalu ia langsung menyuruh Ardi keluar, dan ia juga ikut keluar, karena ia akan menasehati menantunya


" Ardi, ayo keluar."


" Baik ayah."


" Nak, apa kau benar sangat mencintai Lisa?"


" Iya ayah."


" Nak, orang tuamu, atau orang tua Lisa, tidak seharusnya ikut campur dalam masalah rumah tangga kalian, dan ayah memberimu satu kesempatan lagi untuk menjadi pendamping hidup Lisa, masalah ibu mertuamu, jangan kau pikirkan, ayah akan menasehatinya, jadi jika kau mencintai Lisa, kau harus pindah rumah, beri Lisa ketenangan, kau juga pasti tau, Lisa tidak menyukai terlalu banyak orang, dan ayah minta, kau percaya sepenuhnya pada Lisa, karena di dalam kehidupannya, Lisa hanya pernah mencintai dua pria, yang pertama adalah Livino, tapi darah Livino yang mengalir di tubuhnya, untuk itu ayah dan ibu Lisa melarang mereka untuk menikah, dan pria yang kedua adalah kau, kau adalah pria yang sangat Lisa cintai, jadi Lisa tidak mungkin untuk pindah kelain hati, ayah juga mengetahui tentang Arga, dia sangat mencintai Lisa dulu, tapi itu dulu, kejadiannya sudah 5 tahun yang lalu, mungkin juga Arga sekarang hanya menganggap Lisa sebagai teman, untuk itu Arga mengantarkan Lisa, dan yang terakhir, tolong lebih perhatian lagi pada Lisa, selama menikah, kau belum pernah mengajaknya kemana pun, kau selalu sibuk saja di kantor, jadi ayah minta, kau tunda dulu urusan kantor. Sekarang kau lebih baik mencari Lisa, jangan sampai suruhan ibu mertuamu yang menemukannya lebih dulu. Jika ibu mertuamu yang menemukannya lebih dulu, akan sulit untuk ayah menasehatinya, kau coba saja dulu cari ke rumah Ria, rumahnya di jalan Melati blok D 2 no 2, mungkin Lisa ada di sana, karena satu-satunya sahabat yang mengerti sikap Lisa, hanya Ria."


" Baik Ayah, terimakasih atas kepercayaan yang ayah berikan pada Ardi. Ardi janji akan belajar lebih baik lagi untuk menjadi suami Lisa."


" Sama-sama nak, tapi ingat, ucapan Ayah, ayah hanya memberikan kau satu kesempatan lagi untuknya. Jika kau mengulanginya, Ayah tidak akan pernah memberikan kesempatan lagi."

__ADS_1


" Iya ayah."


" Kau lebih baik pergi ke rumah Ria sekarang, sebelum ibu mertuamu menelpo orang suruhannya."


" Baik ayah, kalau begitu, Ardi permisi dulu ayah."


" Iya nak."


Ardi langsung masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu pak supirnya langsung melajukan mobilnya. Rey langsung masuk ke dalam rumahnya lagi, sebenarnya, ia juga tidak ingin memberikan kesempatan lagi pada menantunya, tapi ia tau, Ardi dan Lisa masih saling mencintai, untuk itu, ia tidak bisa berkata apa-apa, selain memberikan kesempatan lagi pada menantunya, bagaimana pun juga, orang tua tidak berhak ikut campur dalam rumah tangga anaknya. Rey sampai di dalam ruang tamu, ia langsung duduk di samping istrinya, lalu langsung berbicara pada istrinya


" Mah, tolong jangan memperkeruh suasana, kita sebagai orang tua, harusnya untuk menasehati mereka berdua, yang baru saja menjalin bahtera rumah tangga, jangan sampai mereka berdua menyesali perbuatan yang mereka ambil, mereka itu masih saling mencintai, hanya saja mereka sama-sama memiliki sikap egois."


" Ayah, bagaimana ayah memberikan kesempatan pada Ardi, setelah dia meluki hati putri kita lagi?, bahkan bukan hanya Ardi, tapi Mirna juga, apa Ayah merelakan putri kita tinggal satu rumah dengan ibu mertua seperti Mirna?, mamah tidak rela itu Ayah."


" Mah, mereka itu hanya salah paham, Mirna takut Lisa menghianati putranya, dan Ardi hanya sebatas cemburu, tidak lebih dari itu."


" Tapi tetap saja Ayah. Mamah tidak terima mereka membuat putri kita menangis, dan mamah juga tidak suka dengan cara Ardi. Mereka itu sudah akan memiliki anak, kenpa dia masih saja tinggal dengan orang tuanya."


" Mah, kalau masalah itu, ayah tadi sudah bilang pada Ardi, untuk pindah rumah, agar kesalah pahaman menantu dengan mertua itu, tidak terjadi lagi."


" Benarkah Ayah?"


" Iya mah, Ayah tadi sudah menasehatinya, jadi ayah minta, mamah memberikan kesempatan untuk Ardi sekali lagi, untuk mendampingi putri kita."


Setelah mendengar jawaban dari suaminya, Lidia pun luluh, ia memberikan Ardi satu kesempatan lagi

__ADS_1


" Baiklah Ayah."


__ADS_2