Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 161. Menerima video


__ADS_3

Dandi terus saja berpikir tentang nona mudanya. Lisa juga masih terus berpikir tentang hal itu, ia bingung harus mengatakan apa, ia baru saja merasakan ketenangan, karena baru saja pindah rumah, tapi ternyata masalah itu tidak berhenti di situ, masih banyak masalah yang ia hadapi, ia juga bingung harus bersikap bagaimana pada suaminya. Tiba-tiba ada chat WhatsApp masuk lagi ke dalam ponsel Lisa, nomer yang mengirim chat itu nomer tidak ia kenal juga, tapi nomer itu adalah nomer yang berbeda. Lisa langsung membuka chat itu, itu adalah pesan video, ia langsung memutar video itu. itu adalah video suaminya saat membahas pekerjaan dengan wanita yang ada di dalam foto tadi. Di dalam video itu suaminya memasang ekspresi dingin pada waktu itu. Lisa menghentikan videonya sejenak, lalu ia langsung berpikir tentang videonya


" Apa aku selesaikan saja menonton video ini, atau jangan?, kalau tidak aku lihat, aku sangat penasaran dengan kelanjutan video ini, kalau aku memutar video ini, aku takut dengan kenyataan, aku takut kalau kak Ardi benar-benar memiliki hubungan dengan wanita itu." batin Lisa


Lisa masih terus berpikir tentang video itu. Dandi yang mendengar percakapan dari video itu, itu tidak salah, kalau pria itu adalah suami dari nona mudanya, lalu ia langsung melihat ke arah kaca spion, ia melihat nona mudanya yang kebingungan, mungkin menurut Dandi, video itu belum selesai di putar. Dandi yang melihat nona mudanya bingung, ia sangat kasihan, tapi lagi-lagi Dandi percaya, kalau suami dari nona mudanya itu tidak akan memiliki wanita simpanan, entah kenapa Dandi juga memiliki keyakinan itu, walaupun ia baru mengenal tuan mudanya, tapi entah kenapa ia sangat percaya kalau tuan mudanya tidak akan pernah memiliki wanita simpanan


" Aku percaya, tuan muda tidak akan pernah mengkhianati istrinya." batin Dandi


Setelah terus memikirkan tuan mudanya, Dandi memutuskan untuk berbicara pada nona mudanya, ia tidak ingin melihat nona mudanya yang terus di buat rasa bingung, apa lagi nona mudanya sekarang sedang hamil, ia tidak ingin membuat nona mudanya terlalu banyak pikiran, lalu ia langsung memanggil nona mudanya


" Nona muda."

__ADS_1


" Iya, ada apa Dandi?"


" Nona muda, lebih baik nona muda selesaikan menonton video itu, agar nona muda lebih jelas melihatnya, dan saya juga yakin kalau tuan muda tidak akan pernah mengkhianati nona muda, dan agar nona muda tidak memiliki kecemasan, ingat, nona muda sedang hamil, nona muda tidak boleh terlalu banyak pikiran."


" Dari mana kau tau tentang foto itu?"


" Saya minta maaf nona muda, saya tidak sengaja melihat foto itu dari ponsel nona muda tadi saat saya mengambil ponsel nona muda yang terjatuh."


" Dandi, kenapa kau begitu yakin?"


" Tidak apa-apa Dandi, terimakasih."

__ADS_1


Dandi hanya menjawab dengan anggukan kepala. Lisa mulai memutar video yang di kirim tadi, ia pun melihatnya dengan serius. Dandi hanya memasang telinga, agar tau percakapan video itu, agar ia juga bisa menyimpulkan Jika terjadi masalah, entah kenapa Dandi ingin sekali melindungi bos wanitanya, tidak biasanya ia seperti itu, yang jelas ia baru pertama kali merasa kasihan pada seorang wanita. Lisa masih fokus mendengar percakapan di video itu hingga tidak terasa air matanya mengalir deras saat mendengar ucapan suaminya yang mengatakan wanita itu berpikir terlalu sempit, karena ingin menjadi wanita simpanan dari suaminya. Lisa tidak pernah menyangka, kalau semua pikiran negatif di hatinya itu salah, lalu ia langsung minta maaf di dalam hatinya


" Kak, aku minta maaf, sudah berburuk sangka padamu, terimakasih, kau sudah setia padaku selama ini, aku tidak menyangka, kalau kau bersikap lebih dewasa saat di luar rumah, kau juga memasang wajah dingin pada setiap orang, tapi kau selalu mencoba yang terbaik untukku, terimakasih kak, aku janji, aku akan berusaha menjadi istri yang lebih baik lagi." batin Lisa


Rasa takut Lisa yang dari tadi ada dalam pikirannya, tapi sekarang berubah menjadi rasa haru, ia tidak pernah menyangka, kalau suaminya itu benar-benar menolak wanita itu. Dandi yang mendengar percakapan di dalam video itu, ia langsung tersenyum, dan ia bisa bernafas dengan lega, ternyata keyakinan terhadap tuan mudanya memang benar adanya, tuan mudanya benar-benar menolak wanita itu, memang menurut Dandi foto yang Dandi lihat di dalam ponsel nona mudanya seperti sedang memohon, tapi mungkin karena nona mudanya yang sudah di bakar api cemburu, membuatnya sulit untuk menyimpulkan, lalu Dandi langsung bertanya lagi pada nona mudanya


" Nona muda, apa bukti itu sudah puas untuk nona muda?"


" Iya Dandi, terimakasih, kau sudah mau menasehati saya, saya benar-benar tidak habis pikir kenyataannya akan seperti itu, saya juga tidak tau siapa orang baik pada saya, hingga mengirimkan video tentang kebenaran itu, dan saya juga tidak tau, siapa orang yang ingin menghacurkan rumah tangga saya, dan apa salah saya terhadap orang tersebut saya juga benar-benar tidak tau, yang jelas saya merasa tidak memiliki masalah, apa lagi sudah 6 bulan saya selalu berada di rumah."


" Tentang masalah itu, nona muda tidak perlu di pikirkan, bisa jadi itu adalah dari orang yang benci dalam bisnis suami nona muda, bahkan dunia bisnis itu lebih kejam nona muda, banyak orang yang di bunuh karena masalah bisnis, dan nona muda harus bersyukur, masih ada orang baik yang mau melindungi rumah tangga nona muda, jadi saya harap, nona muda harus bersikap dewasa dalam menghadapi masalah apapun, karena kunci di dalam rumah tangga, adalah kepercayaan, nona muda harus percaya, kalau suami nona muda tidak akan melakukan hal itu, sebelum nona muda melihatnya dengan mata sendiri, dan sebelum nona muda mendengar dari mulut suami nona muda sendiri, saya juga minta maaf, karena terlalu banyak bicara, dan seolah-olah saya sangat dewasa, tapi semoga nona muda bisa menyimpulkan ucapan saya."

__ADS_1


" Iya Dandi, tidak apa-apa terimakasih."


Dandi hanya menjawab dengan anggukan kepala. Lisa yang di nasehati oleh Dandi, ia mulai mengerti, nasehat Dandi memang sangat masuk akal menurutnya, ia memang tidak boleh percaya hanya sebuah foto, harusnya ia percaya pada suaminya, karena kejadian ini, bukan pertama kalinya, dulu juga Intan melakukan hal yang sama, saat Intan masih mencintai suaminya, harusnya ia belajar dari kejadian itu, tapi lagi-lagi ia mudah salah paham


__ADS_2