
Dandi dari tadi terus saja memandangi wajah nona mudanya yang sedang olahraga semester sambil tersenyum, kalau di pikir-pikir menurut Dandi sangat aneh, bosnya sudah menikah, tapi di panggilnya nona muda, seharusnya bosnya memiliki panggilan nyonya muda, membuat Dandi benar-benar sangat aneh, tapi memang ia akui, wanita yang menjadi bosnya memang sangat mempesona. Arga masih fokus melihat ibu-ibu yang sedang olahraga semester, tiba-tiba ada pesan WhatsApp masuk
Ting....
Arga langsung membuka pesan itu, itu adalah foto Ardi bersama Rahma, seketika ia langsung tersenyum, foto-foto itu cukup untuk membuat Lisa dan suaminya bertengkar, bahkan nasib baik itu berpihak padanya, ia tidak menggunakan asistennya untuk mengikuti ide konyolnya, karena ia sekarang sudah memiliki bukti yang sangat bagus. Setelah itu Arga langsung melihat Lisa yang masih fokus pada olahraga sambil menghayal yang belum jelas adanya
" Lisa, sebentar lagi kau akan menjadi milikku, aku akan melakukan apapun agar kau menjadi milikku." batin Arga
Arga langsung mengirim foto-foto itu pada Lisa, ia ingin tau juga, apa reaksi Lisa, setelah melihat suami tercintanya sedang berpegangan tangan dengan wanita lain, dan makan siang bersama wanita lain. Sekarang Lisa juga sudah selesai dan Arga juga sudah menjelaskan pengembangan kehamilan Lisa. Lisa langsung berpamitan dengan Arga
" Dokter, kalau begitu saya pulang dulu."
" Iya Lisa, hati-hati."
" Iya, Dandi, ayo kita pulang."
" Baik nona muda."
Dandi langsung mengambil air minum di tas tempat minum nona mudanya, lalu langsung memberikannya pada nona mudanya
" Nona muda, minum dulu."
__ADS_1
Lisa langsung mengambil air minum yang di serahkan Dandi
" Terimakasih."
Dandi hanya menjawab dengan anggukan kepala. Lisa langsung meminum air minumnya. Dandi hanya menatap nona mudanya yang sedang meneguk air minum, ia langsung tersenyum, entah kenapa, ia hari pertama bekerja dengan seseorang merasa bahagia, bahkan setelah mengenal lebih jauh, ia tidak merasa takut lagi, bahkan ia ingin sekali terus memandangi wajah nona mudanya. Lisa selsai minum, lalu ia langsung menyerahkan botol minumnya lagi pada Dandi tanpa berbicara. Dandi langsung mengambil botol minum yang di serahkan nona mudanya. Setelah itu Lisa langsung mengambil ponselnya, ia langsung membuka pesan WhatsApp dari nomer yang tidak di kenal. Lisa sangat terkejut saat melihat suaminya makan bersama wanita lain, apa lagi saat melihat suaminya di pegang tangannya oleh wanita lain, ia sangat tidak menyangka, kalau suaminya akan memiliki wanita lain selain ia. Wajah Lisa mulai pucat saat melihat adegan-adegan dari foto itu. Dandi yang melihat nona mudanya pucat, ia sangat kuatir, ia langsung bertanya pada nona mudanya
" Nona muda, kau kenapa?"
" Tidak apa-apa Dandi, aku hanya lelah, ayo kita ke mobil."
" Baik nona muda."
Bruk..
Setelah itu Dandi langsung bertanya lagi pada nona mudanya sambil melepaskan pinggang nona mudanya
" Nona muda, tidak apa-apa?"
" Ah tidak."
Dandi langsung mengambil ponsel dari nona mudanya, ia tidak sengaja melihat layar ponselnya yang masih menyala, ia melihat suami dari nona mudanya yang di pegang tangannya oleh wanita lain. Setelah itu Dandi langsung menyerahkan ponsel nona mudanya sambil berbicara
__ADS_1
" Ini nona muda, ponselnya."
" Terimakasih."
Seperti biasa Dandi hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu mereka langsung berjalan lagi. Arga yang melihat reaksi dari Lisa, ia langsung tersenyum lebar
" Lisa, aku tunggu kabar baik darimu, walaupun sekarang tidak mungkin untuk kalian bercerai, karena Lisa sedang hamil, tapi aku yakin Lisa akan bercerai setelah anak itu lahir." batin Arga
Lisa dan Dandi sampai di samping mobil. Dandi langsung membukakan pintu untuk nona mudanya, setelah nona mudanya masuk, ia langsung masuk, lalu langsung melajukukan mobil itu untuk pulang. Lisa masih terus mengingat foto-foto itu sambil berpikir tentang suaminya
" Kak, apa aku memang sudah tidak cantik lagi, apa ucapan Kaka saat itu serius, saat kau mengatakan aku sudah tidak cantik lagi, bukan'kah saat itu Kaka hanya bilang becanda, tapi kenapa sekarang kau bersama wanita lain, aku tau, wanita itu yang memegang tanganmu, tapi kau tidak menolaknya, apa jangan-jangan mereka memiliki hubungan yang serius di belakangku, lalu kau anggap aku apa kak?, bukan'kah kau yang meminta aku agar segera cepat hamil, tapi kenapa setelah aku hamil, kau memiliki wanita lain, aku harus bagaimana sekarang, apa aku tanyakan saja dulu, agar kak Ardi menjelaskan kejadian itu?, atau aku langsung marah saja padanya?, karena foto itu adalah pakta. Tidak. Lisa ingat, kau sedang hamil, kau tidak boleh marah-marah pada Kak Ardi, kasihan bayi yang ada di dalam perutmu." batin Lisa
Lisa bingung, haruskah ia marah pada suaminya, atau haruskah ia meminta penjelasan terlebih dahulu dari suaminya, apa lagi semua bukti benar adanya, wanita yang di dalam foto itu adalah wanita yang ia kenal, wanita itu adalah wanita yang saat itu di jelaskan oleh Ardi dari perusahaan Ex Grup, dia memiliki kontrak kerja sama dengan perusahaan Setiawan Grup, lalu ia langsung berpikir lagi
" Apa seperti itu kerja sama kalian?, bersentuhan tangan dan makan bersama?, Kaka, aku tau, aku hanyalah istri yang tidak becus apa-apa, selain mengurus kebutuhanmu, aku hanya bisa melakukan tugasku sebagai ibu rumah tangga, tapi apa di matamu perhatianku masih kurang cukup?" batin Lisa
Dandi yang diam-diam dari tadi memandangi wajah nona mudanya yang sangat sedih, ia sangat kasihan, ia yakin nona mudanya karena melihat foto tadi, tapi menurut Dandi itu wajar, apa lagi suami dari nona mudanya bukan hanya memiliki perusahaan, tapi dia juga sangat tampan, jadi siapa saja pasti akan tertarik, tapi Dandi percaya kalau suami dari nona mudanya itu setia, melihat dari foto tadi, suami dari nona mudanya memasang wajah dingin, bahkan wanita itu yang memegang tangannya dengan kedua tangan wanita itu, itu artinya wanita itu sedang memohon pada suami dari nona mudanya. Dandi ingin sekali berbicara, kalau foto-foto itu hanya sebuah foto, bukan pakta memiliki hubungan, tapi Dandi baru saja bekerja hari ini, ia tidak ingin karena masalah ini sampai kehilangan pekerjaan, untuk itu ia hanya bisa diam, dan merasa kasihan itu hanya bisa ia rasakan, lalu ia langsung berpikir tentang nona mudanya
" Nona muda, kalau kau percaya dengan foto itu, kau wanita yang paling bodoh, aku yakin suamimu tidak akan pernah menghianatimu, melihat dari caranya berbicara, dia terlihat jelas sangat mencintaimu. Nona muda, kau harusnya percaya diri, kau adalah wanita yang paling cantik yang aku temui, dan aku sangat yakin, kalau suamimu tidak akan tergoda oleh wanita lain, apa lagi wanita yang ada di dalam foto itu, dia tidak cantik, jadi kau tidak perlu takut akan di hianati." batin Dandi
Dandi sambil menyetir terus saja berpikir
__ADS_1