
Setelah selesai mandi, pikiran Lisa tetap tidak tenang, ia masih mengingat ucapan ibu mertuanya, yang mengatakan tidak baik seorang wanita hamil berjalan dengan pria lain, itu sama saja ibu mertuanya itu tidak pernah sepenuhnya percaya pada ia, atau ibu mertuanya itu merendahkan harga dirinya, ia juga tidak tau, yang jelas ucapan ibu mertuanya itu masih terdengar di telinganya, membuat ia sangat kesal, lalu ia langsung mengelus perut ratanya
" Sayang, kau tidak menyalahkan mommy'kan?, kau juga tidak marah atas tindakan mommy tadi?, karena mommy telah duduk satu mobil dengan pria lain."
Setelah mengatakan itu, air mata Lisa langsung mengalir deres di pipinya, ia benar-benar sedih dengan kehidupannya, bahkan sangat sulit untuk mengontrol emosinya saat hamil, dan ia juga menyesal telah mengatakan ibu mertuanya itu egois, ia juga tidak tau, kenpa tidak bisa menahan emosinya, terlebih lagi ibu mertuanya yang seperti tidak percaya padanya. Ibu mertuanya dengan tega mengatakan tidak baik seorang wanita hamil berjalan dengan pria lain, jelas-jelas tadi ia sudah menjelaskannya, ia menjadi semakin sedih, lalu langsung menangis sekencang-kencangnya
" Hiks.... hiks....hiks... Kehidupan macam apa sekarang, hidupku benar-benar tidak jelas, aku sudah lakukan yang terbaik, tapi semuanya sia-sia hanya satu kesalahan."
Tangisan Lisa semakin kencang, ia benar-benar marah, apa yang terjadi pada kehidupannya. Tidak lama Ardi juga pulang dari kantor, ia langsung berjalan masuk ke dalam rumah itu, hingga ia sampai di dalam kamar, ia langsung lari saat mendapi istrinya yang menangis tersedu-sedu, lalu langsung memeluk istrinya sambil bertanya
" Mommy sayang, kenpa menangis?"
Lisa masih tetap menangis, ia bahkan tidak membalas pelukan dari suaminya. Ardi masih memeluk istrinya sambil membelai rambut istrinya, lalu ia langsung bertanya lagi
" Mommy, apa yang terjadi?"
Setelah mendengar pertanyaan dari suaminya lagi, Lisa langsung menjawab ucapan suaminya
" Aku benci di sini, aku ingin pulang, aku ingin tinggal di rumah mamah! Hiks...hiks.."
__ADS_1
Ardi yang mendengar jawaban dari istrinya, ia langsung menghela nafas berat, ia yakin istrinya bukan ingin pulang, ia tau, pasti telah terjadi apa-apa pada istrinya, dengan melihat istrinya yang menangis hingga tersedu-sedu, itu membuktikan kalau istrinya sedang marah dengan ucapan seseorang, tapi ia juga tidak tau, istrinya marah dengan siapa, lalu ia langsung bertanya lagi
" Mommy, sebenarnya mommy sedang marah dengan siapa?, kenapa tangisan mommy seperti ini?, dan katakan apa yang terjadi pada mommy tadi siang?"
Istrinya tidak menjawab pertanyaan dari Ardi, istrinya masih saja menangis, membuat Ardi semakin bingung dengan istrinya, lalu ia langsung melepaskan pelukannya, ia langsung menghapus air mata yang ada di pipinya sambil bertanya lagi
" Katakan mommy, apa yang terjadi?, ingat kau harus banyak istirahat, kasihan janin dalam kandungan mommy."
Lisa yang mendengar pertanyaan lagi dari suaminya, ia tidak menjawab pertanyaan suaminya, melainkan ia langsung bertanya pada suaminya
" Apa kau juga tidak percaya kalau aku di antar oleh seorang pria karena terpaksa?"
" Mommy sayang, katakan apa yang membuat mommy menangis seperti ini, tolong katakan ucapan apa yang membuat mommy hingga menangis?"
" Aku tadi di antar pulang oleh Arga, aku sudah menjelaskan semuanya pada mamah, tapi sepertinya mamah tidak percaya dengan penjelasanku, mamah mengatakan tidak baik, wanita hamil berjalan dengan pria yang bukan suaminya, aku sama Arga tidak melakukan apa-apa, aku hanya di antar pulang sama Arga, hiks...hiks..."
Ardi yang mendengar penjelasan istrinya, ia langsung memeluk istrinya lagi, walaupun ia juga tidak tau, kenapa istrinya bisa di antar pulang oleh pria lain, ia juga yang mendengar penjelasannya sangat sakit hati, karena di samping istrinya ada pria lain, tapi ia tidak ingin masalah ini semakin rumit, apa lagi dengan keadaan istrinya yang sedang mengandung, bahkan jalan pemikiran istrinya semakin ia tidak mengerti, lalu ia langsung menjawab ucapan istrinya
" Mommy, itu hanya salah paham, mungkin saja mamah tidak sengaja mengucapkan kalimat itu."
__ADS_1
" Itu benar adanya, mamah mengatakan itu, itu semua tidak salah paham, itu semua karena mamah tidak pernah percaya padaku, seandainya aku tau mamah tidak percaya padaku dari dulu, aku tidak mau tinggal di rumah ini, aku sudah melakukan sebisaku untuk menjadi istrimu yang baik, tapi hanya kesalah kecil, mamah tidak percaya padaku!"
" Mommy, salah paham itu kapan saja bisa terjadi, apa lagi yang mommy lakukan itu jelas salah, mommy di antar pulang oleh pria lain, sedangkan posisi mommy juga sedang hamil."
Ardi tidak sengaja mengucapkan kalimat itu, membuat suasana di kamar itu menjadi semakin panas. Lisa yang mendengar ucapan suaminya, itu sama saja suaminya seperti ibunya, mereka sama-sama tidak percaya. Lisa tidak berbicara lagi, ia langsung berdiri, ia memungut tasnya yang ia lemparkan ke sembarang tempat tadi, ia langsung mengambil laporan dari dokter Arga, lalu langsung melemparkan kertas itu pada suaminya. Ardi langsung memungut kertas yang istrinya lempar, ia membaca di setiap kata yang ada di kertas itu, setelah membacanya ia pun langsung bertanya pada istrinya
" Jadi karena kadar gula darah mommy rendah, itu mommy di antara oleh Arga?, karena kepala mommy pusing?"
Lisa yang mendengar pertanyaan dari suaminya, ia langsung menjawab pertanyaan dari suaminya dengan nada emosi
" Iya! Karena kadar gula darahku rendah, untuk itu aku di antar oleh Arga! Apa kau masih tetap akan menyalahkan aku?, aku tau kau tadi juga menyalahkan aku, tapi aku benar-benar tidak ada niat untuk pulang bersamanya, aku sudah pulang lebih dulu! Tapi setelah di perjalanan sekitar 20 menit kepalaku sangat pusing, aku juga tidak ingin menghubungimu, aku takut mengganggu kerjaanmu yang sangat sibuk, aku sudah menghubungi mamah, aku juga sudah menghubungi Intan, tapi mereka tidak menjawab telpon dariku, tapi tetap aku yang di salahkan! Jika aku tidak hamil, aku tidak akan pernah mau di antar oleh pria lain selain kau!"
Ardi yang mendengar penjelasan dari istrinya, ia merutuki kebodohannya, ia tidak seharusnya mengatakan yang di lakukan istrinya itu salah, ia tau istrinya sudah mencoba untuk mengerti dengan keadaan sekarang, ia langsung berlutut di depan istrinya, lalu ia langsung minta maaf pada istrinya
" Mommy, papih benar-benar minta maaf, apa yang mommy alami, papih benar-benar tidak tau, dan papih hanya mementingkan masalah kantor, tolong mommy maafkan papih, papih akui papih salah, tidak seharusnya papih mengatakan itu pada mommy."
Lisa yang mendengar permintaan maaf dari suaminya, ia tetap tidak luluh dengan permintaan maaf suaminya, ia tetap menjawab dengan nada emosi
" Aku tidak sudi memafkan orang yang tidak pernah memberi aku kepercayaan! Aku sangat benci padamu kak Ardi!"
__ADS_1