
Tiga bulan kemudian. Ardi juga sekarang mulai sibuk bekerja, apa lagi sekarang Intan juga akan menikah membuat ia bertanah sibuk karena pernikahan itu akan di adakan di rumah Yoga, dan istrinya juga mulai sibuk membantu yang di perlukan oleh Intan, tapi sudah 3 hari istrinya mulai menjauhinya, entah salah apa, ia juga tidak tau, kenapa istrinya menjadi menjauhinya, bahkan saat tidur saja, istrinya membelakanginya, membuat Ardi kuatir dan bingung, karena ia tidak tau kesalahan apa yang ia buat, hingga istrinya terus saja menjauhinya dan selalu saja menjaga jarak. Hari ini adalah hari ulang tahun Ardi. Ardi sudah duduk di atas ranjang sambil memandangi wajah istrinya yang masih tidur pulas, ia pikir istrinya akan mengasih kejutkan seperti di sinetron-sinetron, tapi ternyata istrinya hingga sekarang masih saja tidur. Ardi lalu langsung ke luar dari kamarnya, lalu langsung menuruni tangga, ia akan menuju ke ruang tv yang ada kedua orang tuanya dan kedua orang tua Intan, termasuk Intan hingga ia sampai di depan mereka
" Pagi semua."
" Pagi juga." jawab berbarengan
Mirna langsung berdiri, lalu langsung mendekati anaknya hingga di depan anaknya
" Selamat ulang tahun sayang, semoga panjang umur dan cepat di beri momongan."
" Terimakasih mah, atas do'a nya."
Mirna langsung memeluk anaknya, sambil meneteskan air mata, bukan karena anaknya sudah berusia 27 tahun, tapi karena melihat rumah tangga anaknya yang sudah 3 hari renggang, apa lagi Mirna melihat dengan kepala sendiri bahwa menantunya makan siang bersama seorang pria, dia adalah Arga, berprofesi sebagai dokter kandungan, entah apa kedekatan mereka ia juga tidak tau, bahkan menantunya dan Arga makan sambil berbincang-bincang. Mirna juga tidak tau apa yang mereka bicarakan, membuat Mirna terus saja kepikiran, ia ingin sekali mengatakan pada anaknya, bahwa istrinya telah menemui seorang pria, tapi ia hanya bisa diam, entah kenapa mulutnya sulit sekali untuk mengatakannya. Ardi yang di peluk ibunya, ia merasakan basah di bahunya, mungkin menurutnya ibunya itu menangis, tapi ia juga tidak tau, apa yang di tangis ibunya, lalu ia memberanikan diri untuk bertanya
" Mamah kenapa?"
__ADS_1
Setelah mendengar pertanyaan anaknya, Mirna memutuskan untuk berbohong, ia tidak ingin anaknya tau tentang Lisa, apa lagi ia tau, anaknya sangat menyayangi Lisa, untuk itu ia hanya bisa memendam perasaan itu, walaupun ia ingin sekali mengatakan itu, tapi melihat anaknya sangat menyayangi Lisa, ia tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa berbohong agar rumah tangga anaknya tidak di ambang kehancuran
" Mamah, sangat bahagia kau sudah berusia 27 tahun."
Setelah mendengar jawaban ibunya, Ardi langsung mengeratkan pelukannya, ia ingin sekali mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya selam 3 hari ini, dan membuat ia juga tidak fokus bekerja, setelah melihat istrinya berjalan beriringan dengan pria lain, bahkan Ardi sudah mencari tau siapa pria itu. Ardi juga mengetahui kalau pria itu adalah seorang dokter kandungan, dan ia juga sudah mencari tau kedekatan istrinya dan pria itu, tapi tetap saja tidak tau, yang ia tau, pria itu pernah mengutarakan isi hatinya pada istrinya 4 tahun yang lalu, tapi istrinya menolaknya, setelah itu pria itu pergi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya di sana. Ardi ingin sekali menanyakan itu pada istrinya, tapi ia tidak bisa mengatakan apa-apa, entah kenapa setiap ingin menanyakan siapa pria yang kau temui di restoran melati, tapi mulutnya seperti terkunci, apa lagi istrinya yang terus saja menghindarinya, membuat ia sangat sulit untuk bertanya pada istrinya. Mirna yang merasa anaknya mengeratkan pelukannya, ia sangat kuatir, ia takut kalau anaknya sebenarnya sudah tau tentang Lisa membuat ia semakin sedih
" Baru juga rumah tangga Ardi, membaik selama tiga bulan, tapi kini Ardi sudah merasakan sedih lagi, sampai kapan hubungan mereka seperti ini." batin Mirna
Ardian yang melihat istrinya dan anaknya terus saja berpelukan, ia langsung berdiri, lalu langsung mendekati mereka hingga ia sampai di samping mereka
" Tidak ada ayah." jawab Mirna
Ardi hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya. Mirna langsung menghapus air matanya, setelah selesai, ia langsung melepaskan pelukannya. Mirna melihat mata anaknya yang merah seperti menahan air mata membuat ia tambah sedih, tapi ia tidak ingin menanyakan, dan tidak ingin juga mengatakan apa yang ia lihat 4 hari yang lalu. Ardian melihat istrinya yang menangis, sedangkan anaknya seperti menahan air mata, ia hanya bisa menebak-nebak, mungkin anaknya sebelumnya bertengkar dengan Lisa, hingga Lisa sudah 3 hari menghindarinya, hanya itu yang ada di pikirannya, karena ia tidak ingin menanyakan pada anaknya, ia tidak ingin ikut campur dalam rumah tangga anaknya, jadi ia hanya bisa diam, dan berharap permasalahan anaknya itu segera selesai, ia langsung memutuskan untuk mengatakan selamat pada anaknya
" Selamat ulang tahun Ardi, semoga selalu di berikan kesahatan dan semoga juga rumah tanggamu langgeng hingga akhir hayat kalian."
__ADS_1
" Terimakasih ayah."
Ardian langsung memeluk anaknya, tapi perasaanya tidak bisa di bohongi, ia sangat kecewa dan sedih, ini adalah ulang tahun pertama anaknya memiliki istri, tapi bahkan istrinya sama sekali tidak peduli, tapi ia hanya bisa diam, ia juga masih tetap tidak ingin menanyakan ada masalah apa anaknya bersama istrinya itu, hingga jam sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB, Lisa belum saja kelihatan batang hidungnya. Ardian dan Ardi melepaskan pelukannya. Ardian memutuskan untuk minta maaf karena hari ini ia tidak merayakan ulang tahun anaknya, karena ia pikir, Lisa yang akan merayakan ulang tahun anaknya, tapi itu hanya angan-angan Ardian saja
" Ardi, ayah minta maaf karena tidak merayakan ulang tahuhmu, ayah pikir istrimu."
Mirna tau suaminya mau mengatakan ayah pikir istrimu yang akan merayakan ulang tahunmu, untuk itu ia segera menginjak kaki suaminya, agar suaminya menghentikan pembicaraan itu. Ardian yang di injak kakinya oleh istrinya ia langsung diam, ia mengerti maksud istrinya. Ardi yang melihat kedua orang tuanya hanya tersenyum, walaupun ia juga sangat kecewa dan sedih, tapi mau bagaimana lagi, ia juga tidak ingin orang tuanya sedih, untuk itu ia hanya bisa memendam perasaan yang ada di pikirannya. Intan langsung menghampiri Kaka sepupunya hingga ia sampai di depannya
" Selamat ulang tahun kak, kapan aku akan menjadi Tante?"
Setelah mendengar pertanyaan adik sepupunya, Ardi hanya menghela nafas panjang, ia tidak tau harus jawab apa, dan harusnya adik sepupunya itu tau, sudah 3 hari Lisa seperti menjaga jarak. Intan yang mendengar nafas panjang Kaka sepupunya, ia langsung menutup mulutnya, ia juga lupa bahwa sudah tiga hari, Lisa menghindari Kaka sepupunya, dan Intan juga tidak tau kenapa, ia juga tidak bertanya pada Lisa termasuk pada Kaka sepupunya. Mey dan Rangga langsung mendekati Ardi hingga ia di samping Ardi
" Selamat ulang tahun sayang, semoga panjang umur, dan cepat di beri momongan. Lisa mana sayang?"
" Terimakasih tente, Lisa masih tidur Tante."
__ADS_1