Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 102 Kebahagiaan Intan


__ADS_3

Intan dari pulang kantor hingga sekarang tiba di pekarangan rumah, ia terus saja berjalan masuk ke dalam rumah, sambil sesekali memegang keningnya, walaupun tidak dapat yang ia inginkan, tapi tetap saja rasanya sangat bahagia dan lega. Lega sudah mengutarakan semua yang ada di hatinya pada Yoga, walaupun awalnya ia sangat malu, tapi karena tidak ingin Yoga terus saja salah paham membuat ia berani mengutarakan semua yang ada di hatinya, bahkan sekarang sangat bersyukur karena berani mengutarakan isi hatinya membuat ia tidak terus berlarut-larut memikirkan hal yang belum jelas, dan sekarang sudah sangat jelas karena cintanya ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Intan menaik tangga sambil terus saja memikirkan rasa bahagia hingga ia tidak sengaja menabrak Ardi yang berdiri di tangga karena sedang melihat beberapa email dari Yoga, hingga kepalanya mengenai dagu Ardi


Duk...


" Ah, sakit keningku kak."


" Intan, jalan itu yang benar, jangan terus saja tersenyum."


" Ko aku yang di salahkan, jelas-jelas kak Ardi yang salah."


" Aku itu dari tadi tidak jalan, aku diam di sini."


" Kenapa diam di tangga?"


" Tadi aku mau turun, tapi ada email masuk dari Yoga, jadi aku berhenti di sini."


Intan langsung memegang tangan kiri Ardi dengan kedua tangannya layaknya seperti anak kecil. Ardi yang di pegang ia sudah tau apa yang ada di pikiran Intan


" Intan, Yoga adalah orang kepercayaanku, jadi wajar kalau dia sibuk."


Setelah mendengar ucapan Kaka sepupunya, Intan langsung melepaskan tangan Kaka sepupunya, lalu langsung bertanya karena Kaka sepupunya sudah mengatahui apa yang ada di dalam pikirannya


" Dari mana kak Ardi tau?"


Ardi yang mendengar pertanyaan Intan ia langsung tersenyum, bahkan ia juga tau apa yang telah di lakukan adik sepupunya hari ini, ia memang sengaja memasang cctv dan penyadap suara di ruangan Yoga, bukan hanya di ruangan Yoga saja, di ruang Keyla dan termasuk di ruangannya sendiri, ia tidak ingin semua isi dokumen itu di bocorkan oleh orang lain, untuk itu ia memang sengaja memasang cctv dan penyadap suara di 3 ruangan agar kejadian itu tidak terulang lagi, tapi hari ini Ardi hanya penasaran apa yang adik sepupunya lakukan di ruang Yoga, bagaimana pun juga di sini yang mengejar cintanya adalah adik sepupunya, walaupun Ardi tau, Yoga juga masih mencintai adik sepupunya, untuk itu ia ingin mendengar pembicaraan Yoga dan Intan, walaupun kesanya menguping pembicaraan mereka, tapi bagi dirinya itu wajar karena takut mereka melakukan hal yang belum harus di lakukan, apa lagi ia sudah kenal sikap adik sepupunya, lalu langsung memutuskan untuk mengatakan apa yang telah adik sepupunya lakukan


" Intan, bahkan aku tau kau telah menciumnya dua kali."

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban dari Kaka sepupunya, Intan langsung menutup mulutnya, ia tidak menyangka bahwa Kaka sepupunya tau apa yang telah ia lakukan saat di kantor. Ardi yang melihat adik sepupunya langsung menutup mulutnya ia langsung berbicara, karena menurut Ardi yang di lakukan adik sepupunya masih sewajarnya


" Intan, aku tidak melarang kau melakukan itu, karena kalau mencium sekilas itu masih sangat wajar, lagian aku juga percaya Yoga tidak akan merusak harga dirimu, jadi bagaimana apa kau sekarang mengerti kenapa saat itu aku bilang jangan pernah sakiti Yoga?"


" Aku mengerti kak, Yoga adalah orang yang sangat baik, tapi dari mana kak Ardi tau kalau aku telah mencium Yoga?"


" Intan, kau tidak perlu tau, aku tau dari mana, yang jelas aku mengetahui segalanya tentangmu hari ini."


" Apa Kak Ardi tidak akan bilang pada mamah?"


Ardi langsung tersenyum lagi setelah mendengar pertanyaan Intan yang sangat takut kalau ibunya tau kelakuannya tadi, lalu ia langsung menjawab pertanyaan Intan


" Tidak, aku tidak akan pernah bilang, lagian Yoga juga masih sendiri, jadi aku tidak akan bilang, tapi aku hanya mengasih kau saran, jangan gantungkan hubunganmu dengan Yoga, jika kau masih ragu denganya, maka kau memilih pacaran, tapi jika kau sudah benar-benar siap, apa pun yang akan terjadi dalam rumah tanggamu, maka menikahlah, kau juga pasti sudah tau kalau pernikahan itu tidak selamanya mulus dan lurus, pasti akan ada badai dan batu kerikil yang akan menghiasinya."


" Aku mengerti kak, aku akan bilang dulu sama mamah dan papa."


Intan yang mendengar ucapan Kaka sepupunya langsung kesal


" Kaka apaan sih!"


" Aku becanda, lebih baik kau mandi, lalu istirahat."


" Baik kak."


Intan langsung menaiki tangga sambil berlari kecil, dan tidak lupa juga sedikit loncat-loncat. Ardi yang melihat adik sepupunya hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum


" Aku tidak percaya memiliki adik sepupu yang sangat aneh, kenapa di saat bahagia ia selalu saja loncat-loncat kecil, kenapa kebiasaan itu tidak pernah bisa dia hilangkan, tapi aku juga senang karena Intan langsung mengutarakan isi hatinya, setidaknya mereka berdua tidak terus saja memandam perasaanya masing-masing." batin Ardi

__ADS_1


Setelah itu Ardi langsung menuruni tangga. Intan sampai di kamarnya, lalu ia langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang sambil memikirkan kaka sepupunya


" Kenapa kak Ardi bisa tau, tidak mungkin Yoga yang mengatakan itu, bukan'kah Yoga ada miteeng, tapi dari mana kak Ardi tau?" batin Intan


Intan terus saja berpikir tentang Kaka sepupunya hingga tiba-tiba ponselnya bergetar


Dreet.dreet...


" Sial, siapa yang mengirim Penas, mengganggu istirahatku saja."


Setelah berbicara sendiri, Intan langsung membuka tasnya, lalu langsung mengambil ponselnya, ia langsung melihat di layar ponselnya, ternyata pesan dari Yoga


" Apa calon suamiku sudah rindu, baru saja sampai rumah dia sudah mengirim pesan."


Setelah mengatakan itu, Intan langsung membuka pesan dari Yoga, lalu langsung membaca pesan itu


apa sudah sampai rumah?, kalau sudah sampai rumah kau langsung mandi lalu istirahat, oh iya tadi aku belum membalas ucapanmu. I Love you to Intan


Setelah membaca pesan dari Yoga, Intan sangat bahagia, lalu ia langsung berdiri di atas ranjang, setelah itu, ia langsung loncat-loncat kecil


" Aku sangat bahagia."


Intan terus saja loncat-loncat di atas ranjang, sambil sesekali ia mencium ponselnya, yang ada pesan dari Yoga, hingga bantal dan selimut itu berjatuhan. Mirna yang dari lantai 5, ia mendengar suara Intan samar-samar mengatakan Muach, lalu Mirna penasaran ia langsung membuka kamar Intan dengan perlahan. Mirna melihat Intan yang sedang loncat-loncat kecil di atas ranjang sambil sesekali mencium ponselnya, membuat Mirna tersenyum, ia ingin sekali tertawa melihat tingkah konyol keponakannya, tapi hanya bisa menahan tawanya, karena Mirna takut keponakannya malu


" Kenapa dia sangat bahagia, apa pujaan hatinya sudah menerimanya?" batin Mirna


Intan yang terus saja loncat-loncat, lalu matanya tertuju ke arah pintu, ia melihat tantenya sedang memandangi dirinya sambil tersenyum, membuat Intan sangat malu, lalu langsung menghentikan permainannya, setelah itu langsung mengambil selimut yang di bawah, lalu langsung menutupi seluruh tubuhnya, karena malu. Mirna semakin tersenyum melihat tingkah konyol keponakannya

__ADS_1


__ADS_2