Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 165. Kedatangan Mirna


__ADS_3

Lisa terus saja menangis tersedu-sedu, ia juga tidak berpikir sampai situ, ucapan suaminya itu ada benarnya, kalau sampai suaminya memiliki riwayat sakit jantung, bagaimana jadinya, tapi ia juga kesal pada suaminya yang tidak mau jujur padanya, andaikan saja suaminya jujur, mungkin ia tidak akan membuat suaminya hingga terjatuh dari pohon. Ardi yang masih mendengar tangisan istrinya, ia langsung membelai rambutnya, ia tidak menyangka kalau istrinya akan terus menangis karena ucapannya, andaikan saja ia tau kalau ucapanya akan membuat istrinya menangis, ia tidak akan pernah mengatakan itu pada istrinya, lalu ia langsung berbicara lagi pada istrinya


" Mommy, sudah dong, jangan terus menangis, maafin papih, papih tidak bermaksud mengatakan itu."


" Tapi ucapan papih itu benar hiks...hiks.., bagaimana kalau itu terjadi pada papih, hiks...hiks..., maafin mommy, mommy tidak akan nakal lagi pih."


" Iya, mommy, sudah jangan menangis terus."


" Iya pih."


Lisa langsung melepaskan pelukannya, ia langsung menatap suaminya dengan mata yang sendu. Ardi langsung menghapus air mata istrinya. Tiba-tiba saja bi Ira datang menemui mereka


"Permisi, nona muda, tuan muda, di ruang tamu ada nyonya dan nona Intan."


Ardi langsung menjawab ucapan dari pelayannya


" Baik BI, bilang pada mereka, suruh menunggu sebentar."


" Baik tuan muda."


BI Ira langsung lagi. Ardi langsung berbicara pada istrinya dengan suara lirih


" Mommy, sekarang di ruang tamu ada mamah dan Intan, kita temui mereka, dan papih juga minta, agar mommy selalu bersikap biasa saja pada mamah, papih tau, mommy masih tidak ingin bertemu dengan Mamah, tapi mamah jauh-jauh datang kemari untuk menemui kita."


Lisa yang mendengar ucapan dari suaminya, ia hanya menghela nafas berat, sebenarnya ia masih belum siap berhadapan langsung bersama ibu mertuanya, tapi mau bagaimana lagi, ini adalah permintaan suaminya, orang yang ia cintai, tapi kalau ia bertemu dengan ibu mertuanya, ia sangat tidak nyaman. Ardi yang mendengar istrinya menghela nafas berat, ia mencoba berbicara lagi. Walaupun Ardi tau, istrinya masih memiliki kekecewaan pada ibunya, tapi ia tidak ingin Lisa terlihat jelek di mata ibunya


" Mommy, papih mohon, mommy juga ikut menemui mamah, bagaimana pun juga, dia adalah ibu papih, papih mohon mommy."

__ADS_1


Setelah mendengar permintaan dari suaminya, Lisa memutuskan untuk menyetujui permintaan itu, ia juga tidak ingin masalah itu semakin panjang, bagaimana pun juga orang yang ia cintai adalah anak dari ibu mertuanya, tentu ia juga harus menghargai ibu mertuanya


" Baiklah papih."


Ardi yang mendengar jawaban dari istrinya, ia langsung tersenyum lebar, ia benar-benar sangat bahagia karena istrinya mengiyakan permintaannya. Setelah itu mereka berdua langsung pergi ke rumah tamu, hingga mereka sampai di ruang tamu. Ardi dan lain Lisa langsung menyapa mereka berbarengan


" Siang mah, siang Intan."


" Siang juga sayang."


" Siang juga kak Ardi, Lisa."


Ardi langsung memeluk ibunya sesaat, setelah itu bergantian, Lisa juga langsung memeluk ibu mertuanya. Mirna memeluk menantunya dengan erat, ia memang sangat merindukan menantu kesayangannya. Lisa yang di peluk oleh ibu mertuanya dengan erat, ia merasa tidak nyaman, entah kenapa, pelukan ibu mertuanya itu tidak nyaman, dan ini baru pertama kalinya ia di peluk oleh ibu mertuanya merasa tidak nyaman. Setelah beberapa menit, Lisa dan Mirna melepaskan pelukannya. Mirna langsung berbicara pada menantunya


" Apa kabar sayang."


Mirna langsung memegang kedua tangan menantunya, lalu ia langsung minta maaf pada menatunya


" Sayang, mamah minta maaf, mamah tau, mamah salah, tidak seharusnya mamah tidak percaya padamu, mamah benar-benar sangat menyesal, tolong maafkan mamah."


Lisa yang mendengar permintaan maaf dari ibu mertuanya, ia langsung tersenyum, senyuman terpaksa, walaupun ia masih memiliki rasa kecewa, tapi ia juga tidak ingin masalahnya menjadi panjang, untuk itu ia pun tidak ingin mempermasalahkan itu lagi, lalu ia langsung menjawab permintaan maaf dari ibu mertuanya


" Mah, tidak perlu minta maaf, Lisa juga minta maaf, karena sudah berbicara kasar pada mamah, tidak seharusnya Lisa membentak mamah saat itu, jadi Lisa minta masalah ini sudah cukup sampai di sini saja mah."


" Terimakasih sayang, kau akhirnya memafkan mamah juga."


" Mah, kita adalah keluarga, tentu saja kita harus saling memaafkan, Lisa juga minta maaf, karena Lisa ingin pindah rumah, Lisa hanya butuh ketenangan, bukan semata-mata untuk menghindari mamah, Lisa sekarang akan memiliki anak, jadi Lisa hanya ingin mandiri dari sekarang, agar nanti Lisa terbiasa sendiri."

__ADS_1


" Tidak apa-apa sayang, kalau memang pilihanmu membuat kau bahagia, mamah hanya mengikuti apa kata hatimu, apa lagi sekarang kalian sudah berumah tangga, tidak seharusnya mamah ikut campur urusan kalian, tapi mamah minta, kalau kau sibuk, dan perlu bantuan mamah, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi mamah, mamah akan datang kesini."


" Terimakasih mah."


" Sama-sama sayang."


" Mah, silahkan duduk, jangan berdiri terus."


" Iya sayang."


Lisa dan Mirna langsung duduk berdekatan. Ardi dan Intan hanya tersenyum saat melihat mereka berdua yang saling memaafkan, rasanya Ardi dan Intan seperti hilang beban yang menindih dadanya, karena melihat pertengkaran mereka, dadanya terasa sesak, seperti tertindih batu, tapi sekarang Ardi dan Intan menjadi bisa bernafas, seperti batu-batu yang menindih dadanya itu menghilang. Intan yang dari tadi diam, ia pun langsung berbicara


" Sekarang permasalahannya sudah selesai, semoga tidak ada masalah yang lainnya, dan kak Ardi dan Lisa selalu bahagia."


Mirna dan Ardi hanya menjawab ucapan dari Intan dengan anggukan kepala. Lisa langsung menjawab ucapan dari Intan sambil tersenyum


" Iya Intan, semoga saja aku dan kak Ardi tidak ada masalah lagi, dan aku juga mau ucapin terimakasih padamu Karena Yoga sudah aktif lagi ke kantor, aku bisa menghabiskan banyak waktu bersama kak Ardi, bagiku kebahagiaan yang terindah adalah selalu bersama kak Ardi."


" Lisa, kau tidak perlu berterimakasih, Yoga adalah bawahan kak Ardi, tentu saja akan.membantu kak Ardi."


" Tapi tetap saja, aku benar-benar sangat berterimakasih."


" Iya, yang penting kau harus menjaga kandunganmu dengan baik."


" Iya Intan, aku pasti menjaga kandunganku dengan baik."


Intan yang mendengar jawaban dari Lisa, ia hanya tersenyum, rasanya sangat bahagia saat melihat rumah tangga Kaka sepupumu yang sangat tentram, apa lagi ia tau, hubungan rumah tangga dari Kaka sepupunya itu sering sekali mendapatkan masalah, bahkan masalah itu tidak pernah selesai-selesai, selalu saja mendapatkan masalah baru dan masalah baru, tapi ia berharap sekarang rumah tangga mereka selalu di penuhi dengan kebagian. Kebahagiaan yang tidak pernah ada habisnya, hingga mereka menjadi kakek nenek. Mirna yang melihat menantunya penuh dengan senyuman, ia juga sangat bahagia, walaupun ia tidak bisa sering bertemu dengan anak dan menantunya sekarang, tapi ia juga tidak ingin egois lagi, apa lagi mereka sudah menikah, jadi mau tidak mau ia hanya bisa pasrah, yang terpenting sekarang anaknya memiliki banyak waktu untuk istrinya, baginya itu sudah lebih dari cukup, karena seorang wanita, bukan hanya butuh uang, tapi butuh juga perhatian dan kasih sayang dari suaminya

__ADS_1


__ADS_2