Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 129. Ciuman


__ADS_3

Setelah Intan mandi, Yoga juga langsung masuk ke dalam kamar mandi, ia langsung mandi. Intan duduk di atas ranjang sambil menyadarkan kepalanya di kepala ranjang, ia sesekali tersenyum, saat mengingat ajakan konyolnya, yang mengajak suaminya untuk kabatur, lalu ia juga mengingatkan ucapan ayah mertuanya, ia tidak menyangka ternyata ayah mertuanya sangat baik


" Memang aku wanita aneh, kenpa bisa aku kepikiran mengajak kabur seorang pria, benar kata Yoga, kalau sampai pria itu hanya ingin sesuatu dari tubuhku, lalu habis itu pergi begitu saja, aku juga tidak bisa apa-apa karena itu adalah kesalahanku, tapi aku percaya Yoga bukan pria seperti itu, kalau Yoga pria seperti itu, saat aku menciumnya juga, pasti Yoga akan membalas ciumanku, tapi dia hanya mengatakan, aku akan melakukannya setelah menikah, bukan'kah itu pria yang sangat baik. Ayah mertua juga ternyata orang yang sangat baik, dia menyusun rencana begitu rapih, tidak ada sedikitpun jejak yang mencurigakan kalau kata-katanya itu hanya sandiwara, apa lagi ibu kandungku memiliki masa lalu yang sangat besar, hingga menyebabkan kematian, tapi Ayah mertuaku tidak sedikitpun membenciku, aku sangat bersyukur karena aku hidup di sisi orang-orang baik." batin Intan


Setelah 20 menit Yoga keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah, ia langsung mendekati ranjang lalu langsung naik di atas ranjang. Intan yang melihat suaminya, ia langsung tersenyum. Mereka berdua menjadi canggung, terlebih lagi Intan, saat mereka masih pacaran ia tanpa malu-malu mencium pria yang kini menjadi suaminya, tapi setelah menjadi suaminya, ia hanya menatap bibir tipis suaminya sambil tersenyum, rasanya ingin sekali ia melahapnya hingga habis, tapi melihat suaminya yang duduk di atas ranjang hanya diam, ia hanya bisa menahan keinginannya, lalu Intan langsung menggeser tubuhnya mendeti suaminya, setelah itu ia langsung merebahkan tubuhnya, dengan kepala yang ia sandarkan di tangan kiri suaminya. Yoga memandangi wajah istrinya sambil tersenyum. Setelah cukup lama Yoga mendangi wajah istrinya, ia tertuju pada bibir istrinya, lalu wajahnya langsung mendekati wajah istrinya, setelah itu ia langsung mencium bibir istrinya sekilas, tapi setelah menciumnya, ia masih merasa kurang puas, ia langsung bertanya pada istrinya


" Boleh aku mencummu lebih lama sayang?"


" Tentu saja boleh suamiku, bukan'kah kita sudah menikah?"


" Iya sayang."


Yoga tau, mereka sudah menikah, hanya saja ia takut istrinya tidak ingin melakukan itu, bagaimana pun juga, tadi pagi hari yang sangat melelahkan, ia takut istrinya lelah. Yoga langsung mencium bibir istrinya lagi. Intan juga membalas ciuman suaminya, ciuman itu berubah menjadi lumut*n, bahkan Yoga juga mengigit pelan bibir istrinya. Mereka berdua menikmati permainan itu. Intan yang mulai terbui oleh permainan suaminya, ia langsung menarik tangan suaminya, lalu langsung meletakkan tangan suaminya di dadanya. Yoga mengerti maksud istrinya, ia mengelus pelan dada istriku dari luar, hingga membuat nafas mereka semakin memburu. Setelah sekitar 20 menit mereka bercumbu, lalu Yoga langsung menghentikan ciumannya. Yoga memutuskan untuk mengajak istrinya untuk tidur, ia tidak ingin melanjutkan permainannya, ia takut keperkasaannya bangun, ia tidak ingin membuat istrinya lelah, jadi ia memutuskan untuk menghentikan permainan itu

__ADS_1


" Sayang, kita bobo iya?, aku sudah sangat lelah "


" Iya suamiku."


Intan sebenarnya sudah menikmati permainan suaminya, bahkan ia sudah ingin sekali untuk melakukan malam pertama, tapi suaminya yang mengajaknya untuk tidur, dengan terpaksa ia hanya mengiyakan ucapan suaminya, lalu ia langsung bangun dari tangan suaminya, ia langsung merebahkan tubuhnya. Yoga juga langsung merebahkan tubuhnya, lalu langsung menarik istrinya dalam pelukannya. Intan menyembunyikan kepalanya di dada bidang milik suaminya, ia mencoba untuk memejamkan matanya, tapi pikirannya selalu tertuju dengan ciuman tadi, ia begitu menikmatinya, bahkan sudah memberi kode untuk meraba dadanya, itu artinya ia menginginkan melakukan malam pertama sekarang, tapi dengan mudahnya suaminya itu mengajak ia untuk tidur, lalu ia pun berpikir tentang suaminya


" Apa Yoga, benar-benar sangat lelah, atau dia malu untuk melakukan hal itu, bagaimana pun juga dia pria baik-baik, dia tidak pernah mencium wanita mana pun, dan tadi pagi juga ciuman pertamanya saat pernikahan itu di gelar, jika iya Yoga malu, apa aku duluan yang memaksanya untuk melakukan malam pertama, bukan'kah itu lebih memalukan." batin Intan


" Ternyata seperti ini rasanya setelah menikah, pikiranku di penuhi pikiran mesum, pantas saja Ardi mengatakan munafik, dia memang sudah berpengalaman, jadi tentu sudah tau apa yang ada dalam pikiranku, apa lagi Ardi yang terus menunda malam pertamanya hingga berbulan-bulan, pasti Ardi sangat tersiksa, tunggu, tapi Ardi tidak semesum dirimu Yoga, Ardi bisa menahan nafsu birahinya selama berbulan-bulan, tapi aku, bahkan baru menikah saja otak mesumku sudah berjalan, rasanya ingin sekali langsung melakukan malam pertama, kalau saja tadi siang Intan tidak menangis terus, aku sudah menginginkannya sekarang." batin Yoga


Nafsu birahinya Intan belum saja hilang, lalu ia melonggarkan kepalanya dari pelukan suaminya, setelah itu ia langsung mengusap wajahnya dengan kasar, ia juga tidak mengerti kenapa nafsu birahinya semakin menjadi-jadi, apa lagi melihat suaminya yang menurutnya tidak pengertian, bagaimana mungkin ia sudah mulai terangsang dalam permainan suaminya, tiba-tiba saja suaminya menghentikan permainannya begitu saja, kalau pun ia meminta melakukan malam pertama sekarang, kesannya tidak enak, ia adalah seorang wanita, bagaimana mungkin memiliki pikiran yang sangat mesum. Yoga yang melihat istrinya melonggarkan pelukannya, ia langsung bertanya


" Ada apa sayang, apa kau gerah hingga melonggarkan pelukanmu?, apa AC nya kurang dingin?"

__ADS_1


Intan yang mendapat pertanyaan itu langsung berdecak kesal di hatinya


" Kenapa bisa suamiku sebodoh ini, ya ampun dia itu tidak mengerti, apa pura-pura tidak mengerti sih, andaikan saja di ruangan ini menyediakan bir, aku sudah meminumnya yang banyak, lalu meminta jatahku dengan pura-pura mabuk, kalau sekarang, aku sangat malu meminta itu, dasar suami tidak peka, kenapa aku seperti menikahi pria remaja, yang sangat polos tidak tau apa-apa, menjengkelkan." batin Intan


Setelah lama berpikir, Intan pun sadar kalau ia belum menjawab pertanyaan suaminya


" Tidak suamiku, hanya saja kesanya sedikit belum terbiasa."


" Oh, aku pikir kurang dingin AC nya, iya sudah maaf sayang, karena aku memelukmu."


Yoga langsung melepaskan pelukannya, ia tidak ingin kalau istrinya merasa tidak nyaman, walaupun ia masih ingin memeluk istrinya, tapi baginya itu wajar, karena mereka berdua baru saja tidur di ranjang yang sama. Intan yang melihat suaminya melepaskan pelukannya ia semakin di buat kesal dengan suaminya


" Aku benar-benar menikahi pria remaja, bagaimana mungkin seorang kepercayaan dari Setiawan Grup, begitu bodoh dalam hal percintaan, ah dasar Yoga, benar-benar membuat aku pusing." batin Intan

__ADS_1


__ADS_2