
Yoga tidak mengerti kenapa Intan menjadi mendadak panas, lalu dirinya berpikir apa Intan cemburu, tapi itu tidak mungkin, bukan'kah Intan tadi mengatakan kalau dirinya tidak tau, itu artinya tidak memiliki perasaan pada dirinya. Setelah sangat lama berpikir Yoga langsung berdiri, lalu berjalan mendekati meja kerja, hingga dirinya sampai di meja kerja. Yoga langsung mengambil remot AC, lalu dirinya membesarkan pendingin AC itu
" Apa sudah dingin Intan?"
Intan yang di tanya seperti itu membuat dirinya mendadak kesal, kenpa Yoga bahkan tidak mengerti kalau dirinya sedang cemburu, kenpa harus membesarkan Pendingin AC, apa dia belum pernah mengalami bagaimana rasanya cemburu?. Setelah lama Intan berpikir lalu dirinya menjawab pertanyaan Yoga
" Iya sudah dingin."
Karina paham kalau Intan sedang cemburu, walaupun dirinya belum pernah pacaran, tapi dirinya sudah menyukai seorang pria, membuat Karina tersenyum saat melihat wajah Intan yang merah, karena di bakar oleh api cemburu. Karina langsung berdiri lalu berjalan mendekati Yoga yang masih berdiri di meja kerja hingga dirinya sampai di depan Yoga. Karina langsung memeluk Yoga untuk mengasah tau kalau Intan sedang cemburu. Yoga yang langsung di peluk oleh Karina, membuat dirinya tidak mengerti, dirinya hanya diam
" Kaka, kak Intan sedang cemburu, Kaka tidak lihat wajahnya itu bukan karena ruangan ini terlalu panas, tapi karena aku dan Kaka saling berpelukan."
" Tidak mungkin Karina, dia tidak mencintai Kaka, mana mungkin cemburu."
" Kaka, mencintai kak Intan, tapi Kaka belum pernah merasakan cemburu?"
" Pernah cemburu, tapi wajahku tidak merah Karina."
" Kaka, kenpa kau mendadak bodoh?"
" Mungkin."
Intan yang melihat mereka berpelukan lagi, membuat dirinya merasa ruangannya semakin panas, dan dirinya merasa sulit sekali untuk bernafas, kini dirinya merasakan bagaimana perasaan cinta dan cemburu, apa dirinya pergi saja dari sini, atau tetap diam, dan hanya bisa melihat Karina dan Yoga yang terus saja berpelukan. Intan tidak habis pikir kenpa Yoga sekarang mencintai Gadis kecil, apa lagi Gadis itu adalah Gadis SMA , pedahal Yoga usianya sama dengan kaka sepupunya, tapi kenapa dia mencintai Gadis SMA. Intan langsung menunduk sambil terus saja bertanya-tanya di hatinya
__ADS_1
" Apa Gadis itu yang bisa membuat Yoga melupakan aku?, itu kenapa Yoga tidak pernah mengabariku lagi, sudah 1 tahun Yoga tidak pernah mengabariku, mungkin dia orangnya, yang membuat Yoga melupakanku, haruskah aku pulang ke Inggris?, atau aku tetap diam, dan menunggu Yoga kembali kesisiku lagi, tapi itu hanya angan-anganku saja, mana mungkin mereka akan putus. Aku lihat juga mereka saling menyayangi, tidak mungkin putus." batin Intan
Intan masih terus menunduk, dirinya terus mencoba untuk menahan air mata yang sudah ingin menetes, rasanya dirinya ingin sekali lari sekencang-kencangnya, agar tidak melihat mereka, karena melihat mereka berpelukan membuat dirinya sulit untuk bernafas, lalu Intan langsung mengangkat kepalanya lagi, dirinya tidak ingin kalau orang lain tau, kalau dirinya sedang cemburu, dirinya mencoba bertahan di ruangan yang sudah sangat panas. Yoga dan Karina langsung melepaskan pelukannya, lalu mereka berdua langsung mendekati Intan yang masih setia duduk di sofa, hingga mereka sampai. Yoga duduk di samping Intan, sedangkan Karina duduk di kursi lain sambil terus tersenyum. Karina ingin sekali bertanya apa Kaka Intan cemburu?, tapi dirinya belum mengenal sosok Intan, dirinya takut kalau Intan marah, lalu tidak lagi datang ke kantor ini, dirinya juga ingin sekali menjelaskan siapa dirinya, tapi dirinya juga takut kalau Intan bilang aku tidak pernah ingin tau hubungan kalian, membuat Karina hanya bisa diam. Yoga yang duduk di samping Intan, dirinya sesekali melihat Intan sambil terus berpikir ucapan Karina
Benarkah Intan mencintaiku? atau Karina hanya becanda padaku, tapi kalau di lihat dari cara Intan yang sangat perhatian membuat dirinya juga mengetakatakan sepertinya iya, tapi kalau dirinya mengingat jawaban Intan, yang mengatakan tidak tau, membuat dirinya berpikir, bukan'kah itu artinya tidak pernah mencintai dirinya. Intan hanya diam pandanganya lurus ke depan sambil terus saja berpikir, haruskah dirinya bertanya tentang hubungan Yoga dengan Karina, atau tidak perlu, karena dirinya sadar, dirinya bukan siapa-siapa Yoga. Karina yang melihat kecanggungan Yoga dan Intan, lalu dirinya memutuskan berpamitan, agar Yoga dan Intan bisa berbicara berdua. Karina langsung berdiri
" Kak Yoga, kak Intan, aku pamit dulu, aku takut mamah mencarinya karena aku."
" Iya Karina, kau hati-hati."
" Iya kak Intan."
Yoga langsung berdiri lalu langsung berjalan mendekati pintu di ikuti oleh Karina, hingga mereka berdua sampai di pintu. Yoga langsung membuka pintu
" Kak, di sini ada kak Intan, Kaka dan kak Intan pasti canggung kalau aku terus di sini, dan luangkan waktu untuk ungkapkan perasaan Kaka, aku yakin pasti di terima oleh kak Intan."
" Jangan terus bermimpi Karina, dia tidak akan pernah mencintaiku."
" Kak, kau benar-benar tidak memahami perasaan wanita, sudah aku pulang dulu."
" Baiklah, hati-hati."
" Iya kak."
__ADS_1
Karina langsung keluar dari ruangan itu, setelah Karina pergi, Yoga langsung menutup pintu lalu langsung berjalan mendekati Intan, hingga dirinya sampai. Yoga langsung duduk lagi di samping Intan. Yoga dan Intan hanya diam, Mereka berdua sulit sekali untuk berbicara, rasanya sekarang benar-benar canggung. Yoga yang melihat wajah Intan semakin merah, lalu dirinya langsung bertanya
" Intan, kenpa wajahmu semakin merah, apa kau sakit?"
Intan lalu mengalihkan pandangannya pada Yoga, dirinya menatap mata Yoga sambil terus berpikir, haruskah dirinya bertanya tentang Karina, atau dirinya tidak perlu bertanya lagi, setelah berpikir, lalu dirinya langsung menjawab pertanyaan Yoga
" Tidak Yoga, hanya saja aku masih merasa AC ruanganmu kurang dingin."
Yoga yang mendengar jawaban Intan, lalu dirinya langsung memegang tangan kanan Intan, bahkan tangan Intan sangat dingin, tapi kenapa wajahnya sangat merah, membuat dirinya berpikir, apa benar perkataan Karina kalau Intan memiliki perasaan pada dirinya, atau tidak. Intan yang di pegang tangannya, dirinya langsung melepaskan pegangan tangan Yoga, dirinya takut kalau Yoga mengetahui dirinya sekarang sedang cemburu padanya, lalu dirinya memutuskan untuk pulang karena dirinya sudah tidak bisa lagi menahan air matanya yang dari tadi dirinya tahan
" Yoga, aku pulang dulu, agar kau fokus bekerja."
" Baiklah Intan."
Yoga dan Intan langsung berdiri, lalu mereka saling menatap. Intan ingin sekali memeluk pria yang dirinya cintai untuk terakhir kalinya, karena dirinya tau, Yoga adalah milik wanita lain
" Yoga, boleh aku memelukmu?"
Yoga hanya menjawab dengan anggukan kepala. Intan langsung memeluk Yoga dengan erat, dan bahkan membuat Yoga juga sulit untuk bernafas karena pelukan Intan begitu erat.Yoga membalas pelukan itu, tapi dirinya tidak ingin bertanya, kenpa Intan memeluk dirinya seperti takut kehilangan
" Apa yang ada di pikiranmu Intan, apa kau benar-benar mencintaiku sekarang?, apa benar perkataan Karina bahwa kau mencintaiku, atau perkataan Karina itu bohong." batin Yoga
" Yoga, apa ini pelukan perpisahan kita,aku benar-benar tidak sanggup untuk melepaskanmu, tapi aku juga ingin melihatmu bahagia." batin Intan
__ADS_1