Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 121. Sandiwara Mey


__ADS_3

Rangga dan Mey baru saja sampai di rumah, wajah mereka berdua sangat bahagia, akhirinya putrinya itu bisa menikah dengan pria yang putrinya cintai, hingga mereka berdua sampai di depan kamar Intan. Rangga memutuskan untuk bertanya pada istrinya, bagaimana mereka akan bersandiwara, lalu siapa nama pria yang akan di jodohkan


" Mey, bagaimana kita akan bersandiwara, siapa nama pria yang akan kita jodohkan?, aku bukan pria yang bisa bersandiwara, apa lagi melihat Intan sedih, aku tidak tega."


" Sudahlah, kau tidak perlu kuatir Rangga, aku akan melakukan sandiwara itu dengan baik, kau cukup mengatakan satu kata atau dua kata untuk menambah kalimat."


" Bagaimana kalau Intan sedih atas sadiwaramu Mey?, ingat kau tidak boleh terlalu kasar mengatakannya."


" Tenang saja Rangga."


" Baiklah, aku hanya mengikuti permainanmu saja."


Rangga langsung mengetuk pintu kamar putrinya


Tok-tok


Intan yang sedang duduk di atas ranjang sambil bersandar di kepala ranjang, ia mendengar ketukan pintu, lalu langsung menyuruhnya untuk masuk


" Masuk."


Rangga dan Mey yang mendengar teriakan putrinya, untuk menyuruhnya masuk, mereka berdua, lalu langsung masuk, hingga mereka sampai di depan putrinya, lalu mereka langsung duduk di atas ranjang. Intan yang melihat kedua orang tuanya, ia langsung bertanya, kenapa kedua orang tuanya sangat rapih


" Pah, mah, kalian habis dari mana?"

__ADS_1


" Mamah, tadi habis bertemu dengan teman lama, kebetulan mamah sudah lama tidak keluar, lalu mamah dan temen mamah juga sepakat akan menjodohkamu dengan anak dari sahabat mamah."


Intan yang mendengar jawaban ibunya, ai langsung mengangkat kepalanya, ia benar-benar sangat terkejut atas ucapan ibunya


"Apa! Perjodohan mah?"


" Iya sayang, mamah akan menjodohkamu dengan pria pilihan mamah, dia sangat tampan, baik, dan berpikiran sangat dewasa, bahkan baru pertama kali mamah bertemu dengan anak sahabat mamah, tapi mamah sudah menyukai sikapnya, dan itu cocok untukmu."


" Mah, bagaimana mungkin mamah menjodohkan aku dengan pria yang belum aku kenal?, mah, di dalam kehidupanku hanya Yoga yang pantas aku cintai, selain Yoga, tidak ada pria yang pantas untuk aku cintai."


" Sayang, kau masih bilang kata cinta, setelah Yoga bilang sudah tidak mencintaimu, kau masih bilang cinta, setelah Yoga menerima perjodohan itu?, buka matamu lebar-lebar, Yoga tidak pantas untuk kau cintai!"


Intan yang mendengar ucapan ibunya, ia langsung meneteskan air mata, bahkan luka di hatinya masih merasakan sakit, tapi sekarang ibunya mengatakan akan menjodohkan ia dengan pria yang belum di kenalnya sama sekali, apa lagi banyak pria yang berpura-pura baik, tapi ternyata pria itu, adalah pria brengsek, lalu Intan langsung menjawab ucapan ibunya, ia tidak terima, kalau Yoga di rendahkan oleh ibunya


" Alasanmu memang sangat masuk akal sayang, tapi ingat kau harus melupakannya, besok Yoga sudah menjadi suami dari wanita lain, kau tidak pantas mencintainya, dan mamah tidak mau tau, kau harus menerima perjodohan itu!"


Intan yang mendengar ucapan ibunya, ia benar-benar tidak percaya, ibu yang selalu menyayanginya, mencintainya, dan mengasihinya selama ini, tapi berubah menjadi egois, ini adalah pertama kalinya, ibunya sedikit emosi, walaupun beberapa bulan yang lalu ibunya pernah emosi, tapi itu karena kesalahannya, tapi sekarang ia tidak melakukan kesalahan apa pun, tiba-tiba saja ibunya memaksa untuk menerima perjodohan itu, lalu ia mencoba untuk menolak perjodohan itu


" Mah, aku tidak ingin di jodohkan, Yoga adalah pria baik, jika memang aku tidak bisa bersama Yoga sekarang, aku siap di sisa hidupku untuk menunggunya kembali, aku tidak peduli berapa lama pernikahan Yoga dan Karina, aku akan menunggu Yoga untuk kembali ke dalam hidupku lagi."


" Sayang, jangan jadi gadis bodoh hanya untuk seorang pria, jika memang Yoga mencintaimu, Yoga pasti akan memperjuangkan cinta kalian, sudahlah, mamah tidak mau tau, kau harus menerima perjodohan itu, dan jangan membuang air matamu lagi, besok pagi kau akan menjadi istri dari pria pilihan mamah."


Intan semakin di buat terkejut saat mendengar ucapan ibunya, yang mengatakan kata besok

__ADS_1


" Apa mah! Besok?"


" Iya, besok pagi, dan mamah tidak mau dengar alasan apa pun, kau harus menerima perjodohan itu, Pria itu pantas untuk mendampingimu."


" Tidak mah, aku tidak akan menikah dengannya!"


Intan langsung menatap mata ayahnya, ia berharap akan membantunya agar membujuk ibunya. Rangga yang di tatap oleh putrinya, ia mengerti putrinya meminta bantuan, ia juga tidak tega melihat sandiwara istrinya yang begitu sadis menurutnya, tapi ai tidak membantu putrinya, bahkan ia menyetujui ucapan istrinya


" Intan, lebih baik kau penuhi permintaan mamahmu, bagaimana pun juga, mamahmu belum pernah meminta apa-apa selama ini, anggap saja kau membalas budi pada mamah yang sudah membesarkanmu selama ini."


Intan yang mendengar ucapan ayahnya ia tidak percaya kalau ayahnya akan membela ibunya, entah kenapa ayahnya yang sangat berhati malaikat tak bersayap itu, ia berubah seketika, ia tidak mengenal sosok ayahnya yang selalu menjadi pelindung di setiap masalah apa pun, tapi kini ayahnya menyetujui perjodohan yang belum jelas pria itu seperti apa, bahkan rupanya saja tidak tau seperti apa, yakinkan pria itu adalah pria baik-baik, atau pria bejat yang berpura-pura menjadi baik, ia aku ia bukan wanita baik-baik, tapi bukan berarti untuk mendapatkan jodoh yang tidak baik juga, ia sudah berusaha sebisa mungkin untuk menjadi baik hanya untuk pria yang di cintainya, tapi pada akhirnya cintanya sirna begitu saja. Mey yang melihat putrinya hanya diam, ia sangat tidak tega, tapi ini adalah permintaan Herman, lalu ia langsung berbicara dengan nada lirih pada putrinya, sambil memegang tangan kanan putrinya


" Sayang, mamah minta maaf karena sangat egois, tapi ini hanya keinginan mamah, mamah ingin kau menikah, mamah tidak minta apa-apa darimu selama ini, mamah hanya ingin kau menikah dengan pria pilihan mamah besok."


Intan yang mendengar ucapan lirih ibunya, ia pun langsung luluh, ia memutuskan menerima perjodohan itu, walaupun hatinya sangat berat, tapi di hatinya ia masih belum bisa menerima perjodohan itu


" Baiklah mah, aku akan turuti keinginan mamah, tapi bisakah aku datang di pernikahan Yoga terlebih dahulu?, aku ingin melihatnya untuk terakhir kali."


" Tentu saja bisa sayang, kau dan Yoga menikah di gedung yang sama."


Intan yang mendengar ucapan ibunya, ia tidak pernah percaya, kalau ia menikah di gedung yang sama, itu artinya ia juga menyakiti hati pria yang di cintainya, apa lagi ia juga tau, kalau Yoga juga sangat mencintainya


" Apa yang harus aku lakukan, aku pasti menyakiti hatinya jika tau aku menikah dengan pria lain, maafkan aku Yoga, aku akan mencari cara agar kita bisa bersama, ini adalah janjiku, bukan sekedar ucapanku." batin Intan

__ADS_1


__ADS_2