
Setelah selesai memasak Ardi langsung membawa mie instan itu ke meja makan, dirinya berjalan ke meja makan sambil menatap mie instan yang sudah banyak cabai
" Apa Lisa akan menyuruh aku makan mie yang banyak cabai ini, tapi jika benar terpaksa aku makan, yang penting hubungan aku dengan Lisa sudah membaik." Batin Ardi
Ardi menaro mie itu di meja depan istrinya, dirinya menuangkan air minum untuk istrinya
" Terimakasih kak." Ucap Lisa sambil tersenyum
Ardi bergidik ngeri setelah melihat senyum istrinya, bukan karena senyumannya, tapi dirinya sudah membayangkan akan di suruh memakan mie yang banyak cabai. Lisa melihat suaminya masih berdiri sambil bengong di dekat dirinya dan tidak menjawab ucapannya, dirinya lalu bertanya
" Kak kenapa?" Tanya Lisa sambil menatap suaminya dengan sedikit bingung
" Tidak apa-apa sayang."
Lalu Ardi langsung menarik kursi untuk duduk
" Kak mau?" Tanya Lisa sambil mengedipkan mata
Ardi semakin bergidik ngeri setelah istrinya menanyakan Kaka mau
" Ternyata dugaan aku benar." Batin Ardi
Lisa menatap mata suaminya, karena suaminya belum menjawab pertanyaan dari dirinya
" Apa yang Kaka pikirkan." Batin Lisa
" Tidak sayang, Kaka masih kenyang."
Lisa menjawab dengan anggukan kepala lalu dirinya mulai memakan mie instan buatan suaminya. Ardi menatap wajah istrinya yang sedang makan
" Aku pikir Lisa akan memaksaku suruh makan mie cabai, ternyata tidak." Batin Ardi
Lisa hanya memakan mie dalam waktu 4 menit, dirinya lalu langsung minum. Ardi masih menatap istrinya, yang sama sekali tidak berkeringat atau pun pedas. Ardi masih terus tersenyum, dirinya tidak pernah tau, jika istrinya suka mie instan pakai cabai, yang dirinya tau, istrinya setiap makanan harus ada sambal. Lisa menatap wajah suaminya yang aneh karena dari tadi suaminya masih saja tersenyum
" Kenapa Kaka terus tersenyum?"
__ADS_1
" Tidak ada sayang, udah Kenyang?"
" Iya kak."
" Kak, aku mau ke kamar mau nonton film."
" Iya sayang."
Ardi dan Lisa langsung menaiki tangga untuk ke kamarnya. Mirna yang melihat anak dan menantunya sangat mesra, dirinya hanya tersenyum bahagia
" Ardi, mamah baru tau, kau mau memasak untuk istrimu, walaupun hanya mie instan, tapi kau dari kecil hingga sekarang belum pernah masak mie." Batin Mirna
Lisa dan Ardi masuk kamar. Lisa langsung menyalakan televisi untuk melihat film kartun kesukaan dirinya yaitu Angry bird, dirinya duduk di sofa sambil menyandarkan kepalanya di sofa. Ardi masih berdiri, dirinya mengerutkan kening setelah melihat film yang di sukai oleh istrinya
" Berapa usianya, apa Lisa menganggap dirinya anak kecil, kenapa nonton film kartun." Batin Ardi
Lisa melirik suaminya yang masih berdiri, dirinya melihat wajah suaminya seperti sedikit heran
" Kaka kenapa?"
" Tidak apa-apa sayang."
" Hanya karena film kartun, Lisa bisa tersenyum, memang hebat tuh film bisa buat Lisa tersenyum." Batin Ardi
Ardi dan Lisa menghabiskan waktu untuk nonton film kartun, durasi 1.30 Menit. Setelah film kartun selsai Lisa mematikan lagi televisinya. Ardi tetap melihat tingkah istrinya
" Jadi Lisa hanya suka film kartun angry bird, usia sudah 23 tahun, kelakuannya seperti anak kecil, tapi jika sudah marah seperti kulkas." Batin Ardi
Lisa menatap mata suaminya yang terus dari tadi memperhatikan dirinya
" Kaka kenapa, melihatku seperti itu?"
Ardi tidak menjawab perkataan istrinya, dirinya mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya, lalu dirinya langsung mencium bibir istrinya. Ardi langsung mengangkat tubuh istrinya berjalan ke ranjang. Ardi merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang. Lisa mulai sedikit panik
" Apa yang akan Kaka lakukan." Batin Lisa
__ADS_1
Ardi di menindih tubuh istrinya dengan sedikit renggang, lalu dirinya langsung mencium bibir istrinya lagi, cuman Ardi menjadi semakin panas
" Apa Kaka akan melakukan itu." Batin Lisa
Lisa mulai berkeringat dingin, walaupun memakai AC, dirinya tetap sedikit takut dengan apa yang akan di lakukan suaminya. Ciuman Ardi turun ke leher. Lisa memang merasakan kenikmatan yang luar biasa, tapi dirinya masih ragu yang akan dirinya lakukan benarkah dirinya sudah bisa menerima suaminya, atau dirinya terbawa nafsu birahi oleh suaminya, karena ini pertama kalinya, ada pria yang menciumi dirinya. Lisa akhirnya membuka suara, karena dirinya masih belum siap apa yang akan suaminya lakukan
" Kaka, aku ngantuk."
" Iya sayang."
Ardi langsung menatap mata istrinya dengan penuh kecewa, karena nafsu birahinya sudah memuncak
" Kak, boleh aku tidur?"
" Iya sudah kalau begitu sayang tidur, nanti kita lanjutkan malam saja." Jawab Ardi sambil tersenyum
Lisa medengar perkataan suaminya sambil senyuman dirinya bergidik ngeri, pikiran dirinya mulai tidak karuan.
" Apa, dia bilang nanti malam, tidak, aku tidak boleh melakukan itu dengan mudah, ingat Lisa, suamimu adalah bajingan yang meninggalkanmu, suamimu itu memutuskan hubungan tanpa tau kesalahanmu." Batin Lisa yang memperingatkan diri sendiri
" Sudah sayang tidur, jangan melamun, katanya mau tidur."
" Iya kak."
Lisa langsung memejam matanya, dirinya langsung pura-pura tidur. Ardi berbaring di samping istrinya, sambil terus menatap wajah istrinya. Setelah 6 menit, dirinya langsung bangun lalu berjalan ke dalam kamar mandi. Ardi langsung menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya. Ardi mengusap wajahnya dengan kasar, agar menghilangkan nafsu birahinya yang sudah memuncak, tapi ternyata gagal karena istrinya ngantuk. Setelah suaminya masuk kamar mandi Lisa langsung duduk sambil mengelus dadanya sendiri
" Lisa, ingat Ardi itu seorang bajingan, kenapa kau dengan mudahnya memafkan bajingan itu, apa kau bodoh?" Batin Lisa
Lisa duduk cukup lama, setelah kira-kira 19 menit, dirinya lalu baringkan lagi, karena dirinya takut suaminya tau, Kalau dirinya sebenarnya tidak tidur. Ardi setelah selesai mandi langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi, dirinya mendekat istrinya yang sedang tidur pulas. Ardi menatap wajah istrinya sambil tersenyum. Ardi naik ke atas ranjang lalu langsung berbaring di samping istrinya. Ardi terus memandangi wajah istrinya
" Sedang tidur saja kau tetap cantik Lisa, aku beruntung bisa memilikimu, sifat yang dingin dan tidak pernah peduli, membuatku semakin mencintaimu." Batin Ardi
Hingga Ardi tertidur di samping istrinya. Lisa yang merasa tidak ada suara atau gerakan di atas ranjang, dirinya membuka mata dengan perlahan-lahan, dirinya melihat suaminya yang sedang tertidur pulas. Lisa terus menatap wajah suaminya sambil tersenyum, dirinya mengingat kejadian tadi
" Ah sial, Kenapa aku terus saja terbayang-bayang hal tadi, Lisa ingat, Ardi belum menjelaskan kenapa tidak kembali ke Indonesia 1 tahun yang lalu, kau jangan semudah itu memafkannya, nanti Ardi mengira kau Gadis bodoh yang sangat mudah memafkan dan sangat mudah di permainkan ." Batin Lisa yang terus saja memperingingatkan diri sendiri
__ADS_1
Setelah capek terus berpikir lalu Lisa ikut memejamkan mata sambil memeluk suaminya, hingga dirinya ikut tertidur pulas bersama suaminya