
Sudah setengah bulan semenjak kejadian foto-foto itu, tapi Arga masih belum mendengar pertengkaran Lisa dan suaminya, bahkan setiap Lisa melakukan olahraga semester, ia masih selalu tersenyum di bibirnya, membuat Arga benar-benar emosi, entah apa yang telah terjadi, jelas-jelas Arga mengirimkan foto-foto begitu mesra pada Lisa, tapi Lisa sama sekali tidak marah akan foto-foto itu. Arga sekarang bersama bawahnya dan asistennya, siapa lagi kalau bukan Jenni dan Romi, dia adalah orang suruhan Arga. Arga langsung marah-marah pada mereka berdua, karena rencananya telah gagal
" Kalian berdua memang sangat bodoh! Bagaimana bisa Lisa hingga saat ini masih belum ada kesedihan?, jelas-jelas saya sudah kirim foto-foto itu padanya! Romi, Jenni, saya mau kalian berdua jebak Ardi dengan wanita itu."
Jenni yang tidak paham maksud dari tuan mudanya, ia langsung bertanya pada tuan mudanya
" Bagaimana cara menjebaknya tuan muda?"
" Apa saja, mau kau berikan obat perangsang pada Ardi dan wanita itu, saya tidak peduli, yang saya pedulikan, Ardi harus menceraikan istrinya."
Romi hanya menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, setelah mendengar ide konyol dari tuan mudanya. Jenni hanya menghela nafas berat saat mendengar penjelasan dari tuan mudanya, bukan tidak bisa melakukan hal itu, Jenni pasti bisa melakukan hal itu, tapi Jenni hanya tidak ingin menjebak pria tidak bersalah hanya karena keoigoisan dari tua mudanya. Jenni adalah orang pesuruh untuk kasus korupsi, tentu ia bisa melakukan hal apapun untuk mendapatkan bukti kasus itu, tapi sekarang, ia di suruh untuk melakukan ide konyol, walaupun Jenni pernah mencintai seseorang yang sudah memiliki istri, tapi ia tidak ada keniatan untuk menghacurkan rumah tangga mereka, dan sekarang yang di cintai tuan mudanya adalah wanita yang berstatus istri orang, hampir mirip kisahnya dengan kisah Jenni, tapi tuan mudanya sangat egois, tuan mudanya begitu terobesi pada wanita itu. Jenni akui wanita itu memang sangat cantik seperti model papan atas
__ADS_1
" Ah benar-benar sangat gila, bagaimana mungkin aku harus melakukan ide konyol itu. Aku melakukan foto-foto saat itu saja merasa sangat bersalah, apa lagi mengikuti ide konyol itu, andaikan saja aku bisa mendapatkan pekerjaan lain, aku tidak ingin melakukan kejahatan yang di luar batas, benar-benar gila, kenapa tuan muda sangat terobsesi pada wanita itu." batin Jenni
Romi masih menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, semakin hari tuan mudanya selalu menyuruh pekerjaan tidak masuk akal, saat itu tuan mudanya menyuruh mendapatkan foto-foto mesra, dan sekarang menyuruh menjebaknya, membuat Romi sangat prustasi, ia tidak menyangka kalau pekerjanya, Semaki tidak jelas
" Apa yang harus aku lakukan, pekerjaanku semakin hari semakin gila, kenapa tuan muda sangat tergila-gila pada nona Lisa, aku akui nona Lisa sangat cantik, hanya pria bodoh yang tidak mencintai nona Lisa, tapi bukan berarti harus mengikuti ide konyol. Apa yang harus aku lakukan sekarang, kalau aku mundur dari pekerjaanku, bagaimana dengan pacarku yang sangat gila berbelanja, dan aku yakin dia akan minta putus padaku karena aku tidak bisa lagi memenuhi keningnya, tapi kalau aku lanjutkan pekerjaanku, semakin hari semakin gila, dan aku juga takut akan di tuntut, lalu aku masuk penjara, apa tuan muda sudah benar-benar tidak waras?, bagaimana mungkin istri orang ingin dia miliki, masih banyak wanita lajang yang sangat cantik, bahkan banyak model yang tergoda dengan tuan muda, tapi tuan muda hanya mencintai nona Lisa, benar-benar sangat gila." batin Romi
Jenni dan Romi terus saja berpikir, memang pekerjaan saat itu baginya tidak terlalu berat, tapi pekerjaan kali ini, benar-benar sangat berat. Jika Jenni dan Romi berhasil melakukan hal itu, bukan'kah kesalahan mereka tidak bisa di ampuni, kalau memberi obat perangsang dan menjebak keduanya di dalam kamar, sudah yakin mereka berdua akan melakukan hal itu, lalu bagaimana dengan istrinya, apa lagi istrinya sedang hamil. Arga yang tidak mendengar suara dari asistennya dan bawahannya, ia langsung bertanya pada mereka
" kalian berdua kenapa?"
" Tidak apa-apa tuan muda."
__ADS_1
Jenni yang tidak menyanggupi pekerjaannya, ia memutuskan untuk berbicara pada tuan mudanya, ia mencoba untuk menolak pekerjaan gila menurut Jenni. Jenni tidak ingin membuat kesalahan yang patal, dan membuat ia harus masuk penjara, apa lagi ia adalah tulang punggung keluarga, kalau ia sampai masuk penjara karena kejadian itu, bagaimana nasib keluarganya, bagaimana dengan kondisi adiknya, jadi sebelum ia mengambil langkah yang salah, ia memutuskan untuk berbicara pada tuan mudanya terlebih dahulu, kalau ia tidak sanggup untuk melakukan itu
" Tuan muda, sebelumnya saya minta maaf, saya tidak bisa mengikuti rencana tuan muda."
" Kenapa?, apa kau ingin saya pecat?, ingat, kau bukan bekerja dengan papah saya lagi, kau sekarang bekerja dengan saya, karena yang memegang perusahaan itu sekarang saya, jadi jangan pernah menolak pekerjaan apapun dari saya!"
Jenni yang mendengar ucapan dari tuan mudanya, ia hanya menghela nafas berat, ia tidak menyangka kalau tuan mudanya akan mengatakan itu. Jenni memang tidak pernah mengenal tuan mudanya, tapi dari gosip yang ia dapatkan, rasanya sangat bertolak belakang, semua orang mengatakan tuan muda Arga bukan hanya tampan, tapi dia juga sangat ramah, tapi menurut Jenni sekarang tuan mudanya itu tidak ada sosok seperti itu, bahkan hatinya hanya di penuhi kebencian dan keegoisan, tuan mudanya begitu terobesi pada seorang wanita hamil, apa lagi wanita itu masih sah istri orang. Jenni akui cinta itu tidak bisa mihat, tidak bisa mendengar, hanya bisa di rasakan di dalam hati, tapi bukan begitu caranya untuk mendapatkan cinta. Semua orang memang ingin memiliki orang yang kita cintai, tapi harus melihat dulu siapa dia, termasuk Jenni. Jenni juga dulu ingin memiliki pria idamannya, tapi ia urungkan karena pria itu sudah memiliki istri, tapi tuan mudanya semakin hari, semakin di buat gila menurut Jenni, lalu Jenni langsung memutuskan berbicara lagi pada tuan mudanya
" Tuan muda, saya tau, saya sekarang bekerja dengan tuan muda, tapi saya tidak bisa melakukan hal itu, hal itu terlalu berat untuk saya, bagaimana pun juga saya adalah tulang punggung keluarga, kalau sampai rencana itu ketahuan, lalu pak Ardi menuntut saya ke pengadilan, dan saya di penjara, bagaimana dengan nasib kuarga saya?, saya tidak bisa melakukan hal itu. Jika tuan muda ingin memecat saya, silahkan anda pecat saya, tapi jangan lupa, saya adalah penyelidik kasus korupsi, dan di tunjuk langsung oleh Pak CEO Argantara. Jika beliau mendengar, mungkin anda yang akan mendapatkan masalah."
Entah kenapa tiba-tiba saja Jenni berani mengatakan itu, bahkan ia seolah-olah seperti sedang mengancam tuan mudanya. Romi tidak percaya Jenni berani mengancam tuan mudanya, dengan mengatakan hal itu, Romi akui Jenni memang gadis yang sangat cerdas, tapi ia tidak menyangka dengan kecerdasannya, ia bisa mengancam tuan mudanya
__ADS_1
" Jenni, kau memang sangat cerdas." batin Romi