Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 94. Tunggu


__ADS_3

Intan sampai di kamar ia langsung memakai cream pagi yang tadi ia ambil, lalu memutuskan untuk tidur lagi sebentar. Intan langsung naik ke atas ranjang, lalu langsung merebahkan tubuhnya, setelah itu langsung memejamkan mata, tapi ia tidak bisa tidur karena suara ucapan maaf Kaka sepupunya itu selalu terdengar di telinganya, membuat Intan menjadi memikirkan Yoga. Intan langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya agar bisa tidur, tapi tetap saja tidak bisa tidur membuat ia sangat kesal


" Sial, kenapa jadi seperti ini. Yoga aku sangat merindukanmu, bodoh sekali aku menolakmu. Yoga siapa Gadis yang kau peluk, apa dia adalah kekasihmu?, apa dia Gadis yang bisa membuat kau melupakan aku?" batin Intan


Intan terus saja berpikir masih di dalam selimut hingga tidak terasa air mata Intan langsung membasahi pipinya, ia bukan hanya rindu dengan Yoga, tapi ia juga mengingat Yoga yang memeluk Gadis lain berkali-kali, bahkan mengatakan rindu pada gadis itu. Intan langsung membuka selimutnya, lalu langsung mengambil ponselnya di samping kepalanya, lalu langsung duduk sambil menyadarkan kepalanya di kepala ranjang. Intan langsung mencari nomer kontak Yoga, setelah ketemu ia diam sesaat


" Apa aku telpon saja, atau tidak usah, apa lagi sekarang masih terlalu pagi, tapi aku sangat merindukannya, bagaimana kalau dia bertanya ada apa?, aku harus jawab apa?." batin Intan


Tangan kanan Intan masih terus memegangi ponselnya, sedangkan tangan kiri Intan, sesekali mengacak-acak rambutnya sendiri. Intan pun langsung mencoba menekan tombol memanggil pada Yoga, setelah sambungan telepon 2 kali berbunyi, ia langsung memutuskan lagi sambungan telpon itu


" Ah Intan, kenapa takut sekali, bukan'kah hanya menelpon, tapi kalau di angkat juga harus bicara apa?" batin Intan


Intan langsung meletakkan ponselnya di bantal, lalu ia langsung mengusap wajahnya dengan kasar, ini adalah pertama kalinya ia sangat sulit untuk berbicara dengan seseorang, bahkan ini juga pertama kalinya ia tidak memiliki keyakinan untuk bisa mendapatkan hati seseorang, walaupun dulu ia tidak bisa mendapatkan hati Kaka sepupunya, tapi dulu memiliki keyakinan, tidak seperti sekarang, apa lagi ia juga mengingat pesan ibunya yang mengatakan jangan pernah merusak hubungan orang lain, membuatnya semakin bingung lagi, tapi ia juga mengingat perkataan Kaka sepupunya. Yoga dan gadis itu tidak memiliki hubungan, lalu apa hubungannya mereka berdua berpelukan sampai berkali-kali. Setelah terus saja berpikir tiba-tiba ponsel Intan bergetar


Dreeet....dreeet...


Intan langsung mengambil ponselnya, lalu melihat nama di layar ponsel itu, ternyata panggil dari Yoga, membuatnya menjadi bingung


" Angkat, atau jangan?, kalau di angkat aku harus berbicara apa pada Yoga?, apa aku bilang salah memanggil?, ah Intan kenapa semakin di buat pusing, ternyata cinta itu sangat rumit."


Intan terus saja berbicara sendiri hingga panggil dari Yoga itu mati sendiri, setelah mati Intan merutuki kebodohannya


" Intan, kenapa tidak di angkat, tuh'kan sudah mati."


Intan langsung melempar ponsel itu ke ranjang dekat kakinya, lalu langsung membaringkan tubuhnya lagi karena kesal. Tiba-tiba ponsel itu bergetar lagi


Dreeet...dreet...


Intan langsung duduk lagi, lalu mengambil ponselnya, ia melihat ponselnya, ternyata nama yang sama yaitu Yoga. Intan langsung mengangkat telpon dari Yoga. Setelah melihat telponnya tersambung Yoga bertanya lebih dulu


" Selamat pagi Intan, ada apa?"


" Pagi juga, eh itu, emm aku salah telpon tadi."


" Memang mau telpon siapa?, dan kenapa suaramu seperti gugup."


" Mau telpon mamah, tapi aku tadi masih ngantuk, jadi aku salah telpon, aku minta maaf pasti mengganggu tidurmu?"


" Tidak apa-apa, aku juga baru selesai mandi, aku pikir sengaja mau menelpon ku, iya sudah aku matikan sambungan telponya."

__ADS_1


" Tunggu dulu."


" Ada apa Intan?"


" Emm itu, anu, maksudnya mau aku bawakan bekel makan siang tidak, nanti siang?"


" Tidak perlu Intan terimakasih, iya sudah aku tutup dulu telponya."


" Tunggu."


" Apa lagi Intan?"


" Kau tadi bilang sudah mandi, kau mau kemana Yoga?, apa mau mengantar Gadis kecil itu ke sekolah?"


" Oh maksudmu Karina?"


" Iya, dia."


" Tidak, aku harus pergi ke kantor, kau tau sendiri sekarang Ardi tidak masuk ke kantor, dan hari ini juga tidak tau Ardi masuk ke kantor atau tidak."


" Oh seperti itu."


" Iya baiklah Yoga."


" Iya sudah kalau begitu aku putuskan sambungan telponya, selamat tidur lagi."


" Tunggu."


" Intan, kau kenapa selalu bilang tunggu?"


" Emm itu, jangan lupa sarapan, dan jaga kesehatan."


" Intan, kenapa kau akhir-akhir ini perhatian padaku, apa kau sebenarnya mencintaiku?"


Intan yang mendapat pertanyaan dari Yoga, sontak membuatnya terkejut, lalu ia langsung memutuskan sambungan telpon dari Yoga, tanpa berpamitan


" Apa sebenarnya Yoga tau kalau aku mencintainya, ah sangat memalukan, kenapa dia bertanya tiba-tiba, membuat aku tambah grogi."


Tiba-tiba ponsel Intan bergetar lagi

__ADS_1


Dreet..dreet...


Intan langsung melihat nama di ponselnya


" Yoga, harus berbicara apa aku."


Intan yang bingung harus bicarakan apa dengan Yoga, ia hanya melihat panggilan telpon dari Yoga hingga panggil telpon itu berhenti sendiri. Setelah panggil telpon itu mati ia lagi-lagi merutuki kebodohannya


" Kenapa aku tidak angkat saja panggil ponsel dari Yoga, dan kenapa juga aku tadi memutuskan sambungan teleponnya, bukan'kah itu kesempatan aku, saat Yoga bertanya, harusnya aku bilang iya, agar aku tau Yoga masih mencintai aku atau Yoga benar-benar memiliki hubungan dengan gadis kecil itu. Ah Intan, kenapa kau menjadi bodoh, semakin hari bodohmu semakin bertambah karena cinta, sudahlah tunggu saja siapa tau Yoga meneleponku lagi."


Setelah berbicara sendiri, Intan terus saja memegangi ponselnya, ia berharap Yoga akan menelpon dirinya lagi, tapi ternyata hingga 4 menit Yoga tidak menelpon lagi membuat Intan tambah kecewa


" Intan, kenapa kau menunggu kekasih orang, seharusnya kau tidak perlu menunggunya."


Setelah berbicara seperti itu, tiba-tiba ponsel Intan langsung bergetar nada pesan


Dreeet...


Intan buru-buru melihat telponnya lagi, ia pikir Yoga mengirim pesan, tapi ternyata itu pesan dari operator, membuat Intan kesal


" Sial, kenapa di saat seperti ini, ada pesan dari operator."


Setelah berbicara seperti itu, Intan langsung melempar ponselnya ke selimut, lalu langsung menyadarkan kepalanya di kepala ranjang sambil terus saja berpikir


" Ternyata cinta itu sangat rumit, bahkan aku untuk berbicara saja susah."


Tiba-tiba ada pesan masuk lagi


Dreeet...


Intan yang mendengar pesan masuk hanya diam, ia tidak ingin lagi untuk melihat ponselnya karena Intan yakin kalau pesan itu adalah pesan dari operator lagi, lalu ia ingat jawaban Yoga yang mengatakan tidak perlu Intan terimakasih, membuat Intan menjadi terus saja berpikir


" Apa Yoga tidak ingin aku mengantarkan bekal makan siang karena Karina, apa aku ini sudah tidak ada lagi di hatinya?" batin Intan


Intan penasaran dengan isi pesan dari ponselnya, lalu langsung mengambil ponselnya, ia langsung melihat ternyata dari Yoga. Intan langsung membuka pesan itu


Aku hanya becanda, tolong jangan marah


Intan langsung tersenyum setelah membaca pesan dari Yoga

__ADS_1


__ADS_2