Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 116. Domba kecil


__ADS_3

Setelah lama Yoga mengelus pipi ibunya dalam foto itu, lalu ia langsung meletakkan foto ibunya, setelah itu langsung rebahan sebentar untuk menghilangkan rasa bencinya terhadap Karina, ia langsung memejamkan mata, tapi tiba-tiba ia mengingat Karina, bagaimana pun juga Karina memiliki penyakit jantung, lalu Yoga langsung berpikir tentang kelakuannya pada Karina


" Apa yang aku lakukan tadi, hampir saja aku menampar Karina, bagaimana kalau jantungnya kambuh lagi?, Yoga kenapa hidupmu seperti ini, bahkan hidupmu sangat menyedihkan, apa aku siap menerima Karina menjadi istriku?, bagaimana pun juga Karina masih gadis kecil, tapi kenapa ia seolah-olah seperti Gadis dewasa, kenapa Karina sampai berpikir tentang obat perangsang, dasar Gadis gila." batin Yoga


Walaupun Yoga masih sangat membenci Karina, tapi ia juga tidak bisa melakukan hal kasar pada Karina, apa lagi ia tau Karina memiliki penyakit jantung, ia tidak ingin penyakit jantung Karina kambuh lagi. Setelah lama berpikir, Yoga memutuskan untuk menemui Karina, ia langsung berdiri, lalu langsung berjalan menuruni tangga, hingga ia sampai di kamarnya. Yoga melihat Karina yang menyadarkan kepalanya di atas ranjang, lalu ia langsung mendekati Karina hingga ia sampai, ia langsung duduk di atas ranjang, lalu memutuskan untuk minta maaf pada Karina, ia takut kalau penyakit jantung Karina kambuh, dan menyebabkan Karina sakit, ia tidak ingin menjadi penyebab kambuhnya penyakit Karina


" Karina, aku minta maaf karena sudah kasar padamu."


Setelah mendengar permintaan maaf dari Yoga, Karina langsung menatap mata Yoga sambil tersenyum, ia mencoba menampilkan senyuman kebagian. Walaupun ia juga sangat sedih melihat Yoga yang tidak berdaya beberapa hari ini, lalu ia langsung menjawab permintaan maaf dari Yoga


" Tidak apa-apa sayang."


Yoga yang mendengar kata sayang lagi, ia sangat kesal dengan Karina, tapi ia mencoba menahan amarahnya, agar kejadian tadi tidak terulang lagi, tapi ia juga tetap protes atas ucapan Karina


" Jangan pernah memanggil kata sayang padaku!"


" Kenapa?, bukan'kah kita akan menikah?, kata sayang adalah hal yang wajar untuk semua pasangan."

__ADS_1


" Berhenti bersikap polos seperti domba kecil, kau hanya serigala tanpa bulu."


Setelah mendengar jawaban dari Yoga, Karina langsung tersenyum, ia tau kalau Yoga masih saja kesal, tapi ia juga tau kalau Yoga tidak tega mengatakan hal kasar lagi padanya, dan itu membuat ia bisa semena-mena terhadap Yoga, agar semuanya berjalan dengan lancar, lalu ia langsung mendekati Yoga, setelah itu ia langsung memeluk Yoga dengan erat. Walaupun pura-pura, tapi bagi Karina berpelukan itu wajar, karena ia sering memeluk Yoga. Yoga tidak membalas pelukan dari Karina, tapi ia juga tidak menyikirkan tangan Karina yang memeluknya. Karina masih terus memeluk Yoga, tapi Yoga tidak membalas pelukannya, ini adalah pertama kalinya Yoga tidak membalas pelukan dari Karina, lalu Karina langsung bertanya, kenapa pelukannya tidak di balas


" Sayang, kenapa kau tidak membalas pelukanku?"


" Aku tidak akan membalas pelukanmu."


Karina yang mendengar jawaban dari Yoga, ia memiliki ide jahilnya, ia langsung menggoda Yoga


Yoga yang mendengar pertanyaan dari Karina ia sangat marah, lalu ia langsung mengepalkan tangan kanannya, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, selain pasrah dengan keadaan, apa lagi ia mengingat Karina yang memiliki penyakit jantung, ia tidak ingin membuat sakitnya kambuh, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari Karina


" Terserah, mau berapa saja, lakukan saja sesuai keinginanmu."


Setelah mendengar jawaban dari Yoga, Karina memperererat pelukannya, entahlah kenapa Yoga menjadi pasrah dalam keadaan, lalu ia langsung berpikir, apa Yoga mengetahui sesuatu?, kenapa Yoga tidak seperti tadi?, ia bahkan menerimanya dengan lapang dada. Yoga yang merasa Karina memeluknya lebih erat, ia ingin sekali mengatakan wanita yang tidak tau malu, tapi mengingat Intan yang menciumnya lebih dulu, ia hanya diam, lalu ia berpikir, mungkin semua wanita itu sama saja, dia bahkan tanpa malu-malu melakukan apa pun pada orang yang di cintainya. Setelah beberapa menit Karina lalu melepaskan pelukannya, ia menatap mata Yoga sambil tersenyum. Yoga hanya menatap mata Karina dengan tatapan sinis, ia melihat Karina sangat bahagia


" Kenapa harus kau yang membatalkan pernikanku, kau sudah aku anggap sebagai adik, dan aku juga sudah tau semua kepribadianmu, membuat aku menjadi tidak berdaya, aku tidak bisa menolak keinginan ayah, dan sekarang aku tidak ingin membuat kau sakit." batin Yoga

__ADS_1


Karina masih saja menatap mata Yoga, ia mengetahui bahwa Yoga tidak bisa berbuat apa-apa, lalu ia juga berpikir, mungkin Yoga tidak bisa menolaknya karena dirinya sakit, dan Yoga tidak ingin menjadi penyebab sakit dirinya kambuh


" Kak, aku tau apa yang ada dalam hatimu, mungkin kau tidak ingat membuat aku sakit, karena kau tau aku memiliki penyakit jantung, kau adalah pria yang sangat dewasa, tidak heran kalau kak Intan sangat mencintaimu, bahkan hingga kak Intan murung, aku sebenarnya tidak tega, melakukan hal ini, kau sudah cukup menderita selama bertahun-tahun, dari ibumu masih hidup, hingga ibumu meninggal, kau masih saja menderita, dan sekarang aku harus mengikuti rencana ayahmu, pasti kau sangat membenciku sekarang, bahkan baru pertama kalinya, kau memanggilku serigala tanpa bulu, entahlah sebutan aneh dari mana, hingga kau menyebutku sebagai serigala, sabarlah, kesedihanmu akan berubah menjadi kebagian." batin Karina


Setelah lama Karina berpikir, ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, lalu langsung memegang tangan kanan Yoga, ia langsung mengelus lembut tangan Yoga sambil tersenyum. Yoga masih tetap tidak bisa menolak, apa yang di lakukan Karina, ia hanya menatap mata Karina, ia juga tidak ingin lagi membuka suara, karena menurutnya itu percuma saja, apa pun yang ia lakukan tidak ada gunanya. Karina langsung mencium tangan kanan Yoga, setelah itu ia langsung mengelus lembut lagi tangan Yoga


" Sayang, aku ingin sekali cepat menikah, agar aku bisa memiliki momongan, seperti kak Ardi dan kak Lisa yang akan memiliki momongan, bagaimana menurutmu kau aku meminum obat penyubur agar cepat hamil?"


Yoga yang mendengar pertanyaan dari Karina, ia sangat marah, tapi lagi-lagi kemarahannya hanya bisa ia tahan, tapi ia juga tidak menjawab pertanyaan dari Karina. Karina yang tidak mendengar jawaban dari Yoga, ia hanya tersenyum tipis, ia terus saja menggoda Yoga yang sangat marah, lalu ia langsung bertanya lagi


" Sayang, kenapa kau tidak menjawab ucapanku?"


Setelah mendengar pertanyaan dari karina Yoga pun memutuskan untuk menjawab pertanyaan dari Karina


" Lakukan saja yang kau mau, bukan'kah kau bisa membuat aku gagal menikah?, jadi tentu kau mengerti apa yang harus kau lakukan, aku tidak peduli mau kau meminum obat penyubur atau apa, yang jelas jangan pernah sekali-kali kau memasukkan obat perangsang dalam minumanku, kalau kau tidak ingan mengalami hidupmu seperti di neraka!"


Setelah mendengar jawaban dari Yoga, Karina langsung tersenyum, menurutnya jawaban Yoga sangat konyol, apa lagi dirinya juga mengatakan hal konyol, yang mengatakan akan memberi obat perangsang

__ADS_1


__ADS_2