Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 110. Permohonan Intan pada Rangga


__ADS_3

Rangga sudah siap-siap sudah rapih, karena ia akan menemui Herman, ia akan mencoba untuk menyelesaikan masalah di masa lalu mereka, walaupun ia tidak yakin bisa membujuknya atau tidak, tapi ia akan berusaha karena ingin melihat anaknya bahagia


" Mey, aku berangkat dulu, aku akan berusaha untuk menyelesaikan masalah ini."


" Baiklah Rangga, hati-hati."


" Iya Mey."


Rangga langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya di ikuti oleh Mey yang akan mengantarnya sampai garasi mobil. Intan yang baru saja habis mengambil air minum, karena air minum di kamarnya habis, ia melihat ayahnya yang sudah rapih, lalu langsung mendekati ayahnya hingga ia sampai di depan ayahnya


" Papah mau kemana."


" Papah mau keluar sebentar sayang."


" Apa papah akan menemui Yoga?"


Setelah mendengar pertanyaan anaknya, Rangga memutuskan untuk berbohong pada anaknya


" Tidak sayang, papa akan menemui teman lama."


" papah bohong, pasti papah akan menemui Yoga."


Intan langsung meletakkan botol yang ada air minumnya di lantai, lalu ia langsung duduk di lantai sambil memegangi kaki ayahnya


" Papah, aku mohon, tolong jangan paksa Yoga pah, aku tau telah mengecewakan papah karena telah datang ke sini di saat papah sibuk dengan kerjaan, tapi aku mohon pah, tolong jangan paksa Yoga, aku sangat mencintainya, aku tidak ingin memaksanya untuk menikahiku, aku masih mengingat ucapan Yoga, cinta tidak perlu memiliki, untuk itu, aku tidak perlu memiliki Yoga, cukup aku melihat Yoga bahagia bersama Karina, aku sangat bahagia."


Rangga tidak menjawab pertanyaan dari anaknya, melainkan ia langsung berjongkok, lalu langsung membangunkan anaknya, setelah anaknya bangun, ia langsung memeluk anaknya dengan erat. Intan juga membalas pelukan ayahnya, lalu langsung menangis di pelukan ayahnya


Hiks....hiks.... hiks....


Rangga memeluk Intan sambil membelai rambutnya, ini pertama kalinya melihat anaknya memohon padanya hanya untuk seorang pria yang anaknya cintai, hingga Rangga juga ikut meneteskan air mata, ia sangat sedih, atas apa yang menimpa anaknya, apa lagi ini bukan kesalahan anaknya, dan bukan juga kesalahan Yoga membuat Rangga benar-benar sangat sedih, lalu Rangga memutuskan untuk berbicara pada anaknya masih sambil memeluk anaknya


" Sayang, papah tidak menyalahkanmu, dan jangan pernah memohon sama papah."


Setelah mendengar ucapan ayahnya, Intan semakin sedih, lalu ia menangis sekencang-kencangnya di pelukan ayahnya


Hiks....hiks...hiks....hiks...

__ADS_1


" Sudah jangan menangis lagi, papah mohon jangan pernah menangis lagi."


" Tapi papah harus janji, papah jangan pergi ke rumah Yoga, papah jangan paksa Yoga, dan papah juga jangan marahi Yoga, papah harus janji yang aku inginkan papah akan menurutinya."


" Baiklah, papah janji tidak akan memarahi Yoga, tidak akan memaksa Yoga untuk menikah denganmu, tapi kau harus jangan sedih lagi."


" Baik pah."


Intan dan Rangga langsung melepaskan pelukannya. Rangga langsung menghapus air mata anaknya sambil berkata


" Jangan sedih, papah akan melakukan yang kau inginkan, apa pun itu."


" Terimakasih papah, maafkan aku yang selalu mengecewakan papah."


" Tidak apa-apa sayang, lebih baik kau istirahat, papah akan mengantarmu ke kamarmu."


" Baik pah."


Rangga langsung merengkul pinggang anaknya untuk mengantar anaknya masuk ke dalam kamar anaknya. Mey langsung mengambil botol yang di bawa anaknya tadi, lalu langsung mengikuti suami dan anaknya dari belakang, hingga ia sampai di kamar anaknya. Intan langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Rangga langsung menyelimuti tubuh anaknya. Intan yang takut ayahnya pergi ke rumah Yoga ia meminta ayahnya untuk menemaninya tidur


" Tentu saja boleh sayang, papah akan menemanimu hingga kau tertidur."


Setelah menyelemuti tubuh anaknya, Rangga langsung menggeser kursi untuk duduk, lalu ia memutuskan untuk menyuruh istrinya untuk duduk, karena dari tadi istrinya masih saja berdiri mematung, karena istrinya sangat sedih


" Mey, duduklah, jangan berdiri terus, kau jangan terus berdiri di situ."


Mey tidak mendengar ucapan suaminya, ia masih berdiri mematung. Rangga langsung berdiri, lalu langsung mendekati istrinya, setelah di depan istrinya, ia langsung memeluk istrinya. Mey juga membalas pelukan suaminya, lalu langsung menangis di pelukan suaminya


" Tolong jangan sedih, dan jangan menangis, kau harus tegar di depan anakmu, Intan sekarang membutuhkan seseorang untuknya bersandar, jangan membuat Intan semakin sedih karena melihatmu ikut sedih."


" Maafkan aku Rangga, aku benar-benar sangat sedih melihat Intan seperti ini."


" Aku mengerti kau sangat sedih, karena kau adalah seorang ibu, tapi anakmu juga butuh orang untuk bersandar."


" Baik Rangga."


" Hapuslah air matamu sendiri, karena Intan sedang melihat kita, jangan sampai Intan tau, kau menangis."

__ADS_1


" Baik Rangga."


Mey langsung menghapus air matanya, setelah selsai. Mey dan Rangga langsung melepaskan pelukannya. Rangga berjalan mendekati anaknya, lalu ia langsung duduk lagi di samping ranjang anaknya, sementara Mey memutuskan untuk duduk di sofa karena ia tidak bisa menahan air matanya. Intan langsung menatap mata ayahnya


" Papah, apa mamah menangis karena aku?"


Setelah mendengar pertanyaan dari anaknya, Rangga memutuskan untuk berbohong


" Mamah tidak menangis sayang."


" Lalu kenapa papah memeluk mamah?"


Setelah mendengar pertanyaan dari anaknya lagi, Rangga bingung harus menjawab pertanyaan anaknya bagaimana, lalu ia langsung memutuskan untuk berbohong lagi


" Tadi papah akan menemui teman lama, dia adalah seorang wanita, usianya sama dengan papah, jadi mamah cemburu."


Setelah mendengar jawaban ayahnya, Intan langsung memiringkan tubuhnya, lalu langsung menatap mata ayahnya, setelah itu langsung memegang tangan ayahnya


" Papah, aku mohon jangan pernah sakiti mamah, mamah dulu sudah menderita karena ibu kandungku, tolong papah jangan membuat mamah sedih lagi, aku tau papah masih sangat muda, tapi aku juga tau papah pasti tidak akan tergoda dengan wanita lain, untuk itu papah jangan pernah membuat mamah cemburu."


Rangga langsung membelai rambut anaknya sambil berkata


" Papah tidak akan pernah menyakiti mamah, papah hanya menyayangi mamah, kau tidak perlu memohon pada papah."


" Baiklah pah."


" Kau lebih baik istrihat, papah akan menemanimu hingga kau tertidur."


" Baiklah pah, terimakasih pah."


" Sama-sama sayang."


Intan langsung melepaskan tangan ayahnya, lalu ia langsung membenarkan posisi tidurnya, setelah itu ia langsung memejamkan mata. Walaupun Intan lelah karena habis menangis, tapi ia sebisa mungkin untuk tidak tidur, meskipun ayahnya sudah memberi tau bahwa ayahnya akan keluar karena akan menemui teman lama, tapi tetap saja ia takut ayahnya menemui Yoga, kalau pun benar tidak menemui Yoga, ia takut ayahnya menemui seorang wanita, yang ayahnya katakan tadi, lalu akan membuat ibunya sedih, untuk itu ia hanya memejamkan mata


Rangga masih terus membelai rambut anaknya, ia tau anaknya tidak tidur, tapi menurut Rangga mungkin anaknya takut ia pergi ke rumah Yoga, untuk itu anaknya memutuskan untuk tidak tidur


" Intan, kau sekarang sudah sangat dewasa, papah sangat bahagia, karena kau tadi memohon untuk tidak menyakiti ibu yang membesarkanmu, itu artinya kau sudah benar-benar berubah menjadi anak baik-baik, tapi saat itu kau melakukan itu karena papah yang selalu memanjakanmu, hingga membuat kau menjadi gadis bar-bar, dan yang kau tau hanya hura-hura dengan teman-temanmu." batin Rangga

__ADS_1


__ADS_2