Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 39. Arga


__ADS_3

Setelah selsai oleh raga Lisa istirahat sebentar, sebelum ia menyetir mobilnya, ia duduk di depan ruangan olah raganya sambil memandangi jalan. Arga yang melihat wanita yang ia cintai dari dulu masih belum pulang, ia mendekati wanita itu, hingga ia sampai di samping wanita itu, siapa lagi kalau bukan Lisa, wanita yang selalu ada di pikirannya selama bertahun-tahun, bahkan ia melanjutkan kuliah ke luar negeri hanya untuk melupakannya, tapi ternyata ia sama sekali tidak bisa melupakannya, apa lagi saat mendengar Lisa di jodohkan, hatinya semakin sakit, lebih sakit lagi saat ia tau pria yang di jodohkan dengan Lisa adalah Ardi, yang tidak lain mantan kekasih dari Lisa sendiri. Arga langsung duduk di samping Lisa, setelah itu ia langsung membuka pembicaraan


" Lisa, suamimu sibuk lagi?"


Lisa menoleh ke arah Arga sambil tersenyum, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari Arga


" Iya dokter."


Setelah menjawab pertanyaan dari Arga, Lisa langsung melihat ke arah jalan lagi. Arga langsung tersenyum, lalu langsung menjawab ucapan Lisa


" Kebiasaan, kau selalu saja memanggilku dokter, kenpa sulit sekali untuk memanggilku dengan panggilan Arga seperti dulu?"


" Sekarang kau berprofesi sebagai dokter, tentu saja aku akan memanggilmu dokter."


" Lalu apa aku juga harus memanggilmu dokter Lisa?"


" Itu sudah masa lalu, aku bukan lagi seorang dokter, aku sudah mengundurkan diri 6 bulan yang lalu, tentu aku bukan dokter lagi."


" Bukan'kah menjadi dokter adalah impianmu?"


Lisa yang mendengar pertanyaan dari Arga, ia langsung menjawab pertanyaannya, tanpa menoleh pada Arga, ia masih tetap menatap jalan


" Iya, tapi aku sudah mendapatkan impianku, dan sekarang impianku, hanya ingin bersama pria yang aku cintai dan memiliki keturunan darinya, itu adalah impian terakhirku."


Arga yang mendengar jawaban dari Lisa, hatinya sangat sakit, entah kenapa Lisa begitu mudahnya menerima Ardi kembali, yang jelas-jelas pria itu telah melukai hatinya, bahkan membuat Lisa tiap hari menangis, tapi sekarang Lisa menerimanya begitu muda, Lisa bahkan tidak pernah melihat ketulusan hati dari ia dulu, yang ada di pikirannya hanya mantan kekasihnya


" Lisa, aku tidak bisa melupakanmu begitu saja, aku akan mendapatkanmu, aku tidak bisa terus saja jadi pria baik untuk menunggumu, satu-satunya cara untuk mendapatkanmu, hanya menyikirkan Ardi, aku tidak peduli, walaupun kau sedang hamil, aku akan menerimamu seutuhnya, aku hanya ingin bersamamu, kau tidak pantas dengan pria yang sudah menyakitimu hingga bertahun-tahun lamanya." batin Arga


Setelah berpikir, Arga langsung membuka pembicaraan lagi


" Lisa, apa tidak sebaiknya aku antar saja?, kau juga pasti sangat lelah, biar aku saja yang menyetir mobilmu?"


Lisa yang mendengar pertanyaan dari Arga, ia langsung melihat ke arah Arga, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari Arga


" Tidak perlu dokter terimakasih atas tawarannya."


Arga yang melihat senyum manis Lisa, membuat ia ingin sekali memiliki Lisa, lalu ia langsung menjawab ucapan Lisa


" Baiklah, kau harus hati-hati, dan tetap jaga kesehatanmu."

__ADS_1


" Iya dokter, terimakasih."


" Sama-sama Lis."


Setelah istrihat 20 menit, Lisa memutuskan untuk pulang, ia langsung berdiri, lalu ia langsung berpamitan pada Arga


" dokter, aku pulang duluan."


" Iya."


Arga langsung mengantar Lisa sampai mobil. Saat Lisa membuka kunci mobil, ia langsung membukan pintu mobil untuk Lisa. Lisa langsung masuk ke dalam mobil. Setelah Lisa masuk ke dalam mobil, Arga langsung berbicara lagi pada Lisa


" Ingat, kau harus hati-hati."


" Iya dokter."


Arga langsung menutup pintu mobil. Lisa langsung melajukan mobil itu untuk pulang. Setelah perjalanan 20 menit, Lisa mulai pusing, ia menghentikan mobilnya untuk istirahat sebentar, ia masih duduk di dalam mobil sambil menyadarkan kepalanya, lalu ia langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya, tapi niatnya ia urungkan, ia takut mengganggu suaminya, ia memutuskan untuk menelpon Intan. Setelah 3 kali Intan tidak mengangkat telponnya, lalu ia langsung menghubungi ibu mertuanya, tapi ternyata sama saja ibu mertuannya juga tidak mengangkat telponnya.


" Semua orang kemana?" batin Lisa


Lisa langsung meletakkan ponselnya di dalam tasnya, ia masih diam karena masih merasakan pusing. Arga setelah selesai tugas di rumah sakit, ia langsung pergi ke kantor, ia tidak sengaja melihat mobil Lisa yang berhenti di sisi jalan, lalu ia langsung menghentikan mobilnya, setelah itu langsung turun, ia langsung mendekati mobil Lisa, lalu langsung mengetuk pintu mobil Lisa sambil berbicara


" Lisa, kau kenapa?"


Lisa langsung menengok ke arah pintu mobilnya, ternyata ada Arga, ia langsung membuka pintu mobilnya. Setelah Lisa membuka pintu, Arga langsung bertanya lagi dengan perasaan kuatir


" Kau tidak apa-apa?"


" Tidak apa-apa dok, hanya pusing."


" Lisa, sudah aku bilang tadi, gula darahmu rendah."


" Iya aku tau."


" Sudah, sekarang kau tidak perlu menolak, aku akan mengantarmu pulang, aku takut ada apa-apa padamu dan kandunganmu."


Tiba-tiba ponsel Arga bergetar


Deret...deret...

__ADS_1


Arga langsung mengangkat telpon dari asistennya, lalu ia langsung berbicara lebih dulu


" Marissa, kau batalkan miteeng, aku masih ada urusan."


" Baik pak CEO."


Arga langsung memutuskan sambungan telpon itu. Lisa yang mendengar pembicaraan Arga, ia langsung menolak ajakan Arga


" dokter, aku akan memesan taksi online saja, kau pergi ke kantor saja, pekerjaanmu lebih penting."


" Lisa, kali ini kau tidak boleh menolak, aku benar-benar kuatir padamu."


" dokter, pekerjaanmu lebih penting."


Arga tidak menjawab ucapan Lisa, ia langsung melepaskan sabuk pengaman yang Lisa gunakan, lalu langsung menyuruh Lisa untuk mengganti posisi duduk


" Lisa, kau ganti posisi duduk, aku akan membawa mobilmu."


" Lalu bagaimana dengan mobilmu?"


" Aku akan mengirim pesan, pada supir mamah, nanti biar supir mamah yang membawa mobilku."


Setelah mendengar jawaban dari Arga, Lisa hanya menuruti ucapannya, ia langsung bergeser ke sebelah. Arga langsung mengirim pesan pada supirnya, setelah mengirim pesan pada supirnya, ia langsung masuk ke dalam mobil Lisa, lalu langsung memasang sabuk pengaman Lisa yang belum Lisa pasang. Lisa yang melihat Arga memasang sabuk pengamannya, ia langsung berbicara pada Arga


" dok, kenapa kau tidak bilang, aku benar-benar lupa tadi."


" Tidak apa-apa Lisa."


Arga langsung memasang sabuk pengamannya sendiri, lalu langsung melajukan mobilnya untuk mengantar Lisa. Di perjalanan Lisa hanya diam, perasaannya sangat tidak nyaman, saat di sampingnya ada seorang pria yang bukan suaminya, tapi mau bagaimana lagi, sekarang kepalanya benar-benar pusing. Arga yang menyetir, ia sesekali melirik ke arah Lisa sambil tersenyum


" Lisa, dari kita masa kuliah, aku ingin mengantarmu pulang belum pernah kau menerimanya, tapi akhirnya kesempatan itu tiba juga, aku sangat bahagia, bisa mengantarmu pulang, dan lebih bahagia lagi, kalau kau menjadi istriku, itu adalah kebahagiaan yang paling besar dalam hidupku, aku tidak peduli dengan statusmu yang masih menikah, aku pasti bisa mendapatkanmu." batin Arga


Setelah menempuh perjalanan 39 menit, mereka sampai di pekarangan rumah. Lisa dan Arga langsung turun dari mobil


" dokter, Terimakasih, maaf sudah merepotkanmu, lalu bagaimana nanti pulangnya?"


" Sama-sama, aku akan pesan taksi, masuklah, jangan lupa istirahat."


" Iya dokter."

__ADS_1


__ADS_2