
Malam ini Lisa tidak ingin mengulangi hal yang sama seperti malam kemarin. Walaupun suaminya bilang tidak marah, tapi melihat sikap suaminya yang sangat dingin, tetap saja dirinya takut suaminya marah, tapi dirinya juga masih terus berpikir karena ini pertama kalinya suaminya itu seperti tidak peduli pada dirinya. Walaupun suaminya itu sering marah, tapi suaminya tidak pernah seperti itu. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB, Lisa memutuskan untuk membuat kopi, walaupun dirinya tidak menyukai kopi, tapi untuk menunggu suaminya agar tidak tidur. Setelah membuat kopi, Lisa langsung duduk di ruang tamu lalu menyadarkan kepalanya sambil sesekali meminum kopi yang dirinya buat. Lisa sudah lelah duduk, lalu dirinya berdiri sambil menyadarkan di tembok setelah lama berdiri, dirinya memutuskan berjalan muter-muter di ruang tamu, lalu dirinya melihat jam yang sudah menujukan pukul 23.47 WIB, tapi suaminya itu masih saja belum pulang, apa lagi Santi tadi sudah pulang lebih awal karena mengembalikan mobil ke rumah membuat Lisa mulai bingung pada suaminya, setelah lelah berdiri lalu dirinya duduk lagi. Tidak lama Ardi pun datang lalu dirinya memasuki rumahnya dengan sedikit mabuk karena dirinya tadi di kantor terus saja memikirkan istrinya membuat tidak fokus bekerja, untuk itu dirinya memutuskan untuk minum alkohol agar tidak memikirkan istrinya terus. Ardi melihat istrinya yang masih setia menunggu dirinya di ruang tamu. Lisa yang melihat suaminya pulang, dirinya langsung berdiri mendekati suaminya, lalu langsung memeluk suaminya, namen pelukan dirinya itu sama sekali tidak di balas oleh suaminya, melainkan suaminya mengatakan dirinya seperti anak kecil
" Jangan seperti anak kecil, aku sangat lelah baru pulang."
Lisa langsung melepaskan pelukannya, dirinya juga lebih bingung kenapa suaminya itu tidak membalas pelukannya, apa lagi mulut suaminya sangat bau alkohol, tidak biasanya suaminya itu minum alkohol, lalu dirinya memutuskan untuk bertanya pada suaminya
" Kak, kenapa mulutmu bau alkohol, apa ada sesuatu yang kau pikirkan hingga minum alkohol?"
" Bukan urusanmu, kau cukup di rumah dan tidak perlu ikut campur urusan suamimu."
Setelah mengatakan itu Ardi langsung menaiki tangga. Lisa hanya diam di tempat sambil melihat punggung suaminya yang menaiki tangga, rasanya tidak percaya kalau suaminya itu benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan dirinya, rasanya seperti mimpi melihat sikap suaminya yang dingin, entah kesalahan apa yang dirinya buat, dirinya juga tidak tau hingga membuat suaminya benar-benar berubah. Lisa lalu langsung terduduk di lantai dengan air mata yang sudah menetes di pipinya, sambil memikirkan apa kesalahan dirinya hingga suaminya itu benar-benar berubah, bahkan hingga suaminya mengatakan dirinya seperti anak kecil, bukan'kah itu sudah kebiasaan dirinya yang selalu memeluk suaminya, setelah sekitar 10 menit Lisa pun langsung berdiri, lalu berjalan menaiki tangga sambil menghapus air matanya, dirinya berpikir mungkin suaminya benar-benar lelah, hingga Lisa sampai di kamar lalu langsung duduk di ranjang sambil menyadarkan kepalanya di kepala ranjang. Walaupun Lisa memikirkan kenapa suaminya berubah, tapi dirinya sekarang menampik kata itu, mungkin benar suaminya memang sangat lelah. Tidak lama Ardi pun keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah, dirinya berjalan mendekati ranjang. Ardi melihat istrinya yang masih duduk menunggu dirinya lalu dirinya memutuskan untuk bertanya
" Kenapa belum tidur?"
__ADS_1
Lisa tidak menjawab pertanyaan suaminya melainkan memandangi wajah suaminya yang tanpa senyum di bibirnya, karena menurut Lisa pertanyaan suaminya itu seperti atasan dengan bawahan, dan kata-kata itu persis seperti suaminya berbicara pada Santi, dengan memasang wajah yang sinis, rasanya benar-benar sakit di hati Lisa saat mendengar pertanyaan seperti itu. Ardi langsung naik ke atas ranjang lalu dirinya memutuskan bertanya lagi karena dirinya belum mendengar jawaban dari istrinya
" Kenapa belum tidur?"
" Aku menunggu Kaka."
" Lebih baik tidur lebih dulu jika aku belum pulang, jangan pernah menyiksa badanmu sendiri."
" Kak, aku benar-benar minta maaf karena kemarin malam aku ke tiduran, tolong jangan cuekin aku, kau boleh marah padaku tapi jangan pernah bersikap dingin, aku mohon kak."
Lisa minta maaf dengan mencoba menahan air mata yang sudah ingin keluar. Ardi menatap wajah istrinya yang ingin menangis dirinya juga merasa tidak enak hati, tapi kalau dirinya terus bertahan dalam rumah tangganya, bagaimana hati istrinya yang masih saja mencintai Livino, lalu dirinya pun menjawab pertanyaan istrinya masih dengan suara dingin
" Tidak perlu minta maaf, lebih baik kau tidur sekarang, karena sekarang bukan waktunya untuk berbicara."
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban dari suaminya Lisa langsung melepaskan pegangan tangan suaminya, kini dirinya tidak tau harus berbuat apa, agar suaminya itu tidak bersikap dingin pada dirinya, lalu dirinya memutuskan mencoba untuk bertanya kenapa suaminya menghindar
" Kak, apa kau sedang menghindariku?"
" Aku lelah, aku ingin istirahat, tidur'lah, kau harus belajar dewasa, kau sudah bukan anak kecil lagi, aku baru pulang dan jangan melontarkan pertanyaan yang tidak penting."
Setelah berbicara seperti itu Ardi langsung membaringkan tubuhnya sambil membelakangi istrinya, lalu dirinya pura-pura memejamkan mata. Lisa yang mendengar jawaban suaminya, dan suaminya langsung berbaring membuat hatinya semakin sakit dirinya masih menyadarkan kepalanya di kepala ranjang sambil terus saja berpikir kesalahan apa yang dirinya buat hingga suaminya itu bersikap dingin dan menjaga kontak pisik pada dirinya, dirinya terus saja memikirkan hal itu hingga dirinya tertidur dengan posisi duduk. Sudah sekitar 1 jam Ardi pura-pura tidur, lalu dirinya pun menengok ke arah istrinya, ternyata istrinya tidur masih dengan posisi duduk. Ardi langsung bangun lalu membaringkan tubuh istrinya setelah itu langsung menyelimutinya. Ardi melihat wajah istrinya yang bekas menangis membuat dirinya tidak enak hati, tapi menurut dirinya jika terus begini terus sampai kapan dirinya siap melepaskan istrinya yang hanya mencintai dirinya setengah hati, bukan'kah itu sangat egois menurut dirinya
" Lisa, aku tidak bermaksud mengabaikanmu, hatiku juga sangat sakit, dan tidak fokus bekerja karena terus saja memikirkanmu, hingga aku minum alkohol karena ingin melupakanmu, tapi ternyata alkohol tidak membuat aku melupakanmu."
Ardi masih duduk sambil memandangi wajah istrinya yang tertidur lalu dirinya melirik jam yang sudah menujukan pukul 03.00 WIB, menurut dirinya terlalu cepat karena sekarang sudah pagi, apa lagi paginya dirinya harus bekerja tidak gampang bagi dirinya untuk menjauhi istrinya karena semakin dirinya menjauhi istrinya, semakin membuat dirinya stres, bekerja juga tidak bisa fokus, duduk mau pun tidur juga tidak bisa, tapi kalau mengingat pesan kemarin hati dirinya juga sangat kecewa dan benar-benar kecewa melihat orang yang dirinya cintai masih saja memikirkan pria lain dengan status sebagai istri
" Lisa, jangan pernah minta maaf padaku, harusnya aku yang minta maaf karena sudah merusak hubungan kalian."
__ADS_1