Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 126. Tangisan Bahagia


__ADS_3

Intan tidak menjawab ucapan suaminya lagi, ia terus saja menangis tersedu-sedu, kebahagiaan itu sangat luar biasa menurutnya, ia sekarang bisa menikah dengan pria yang ia cintai, itu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupnya. Yoga terus saja membelai rambut istrinya, bahkan bajunya juga sudah mulai basah oleh air mata istrinya, ia mengerti istrinya sangat bahagia, termasuk ia yang masih saja meneteskan air mata bahagia, ia bahkan tadi takut berkedip, ia takut kalau itu semua hanyalah imajinasinya, tapi ternyata itu adalah nyata, dan bahkan sekarang sudah resmi menjadi suami istri, ia tidak pernah terbayangkan, bahwa wanita yang ia nikahi adalah wanita yang ia cintai, apa lagi melihat tingkah konyol Karina, gadis kecil yang ia anggap sebagai adik itu, bahkan ia pintar memainkan sandiwaranya, bukan hanya itu, tapi Karina juga mengatakan hal konyol yang akan memberinya obat perangsang, bahkan hingga membuat ia membenci Karina, tapi Karina hanya sandiwara. Intan yang menangis ia mengingat ucapan ayahnya, lalu ia langsung mengatakan pada suaminya


" Yoga, tadi papah bilang, kalau sampai tidak menurut sama mamah, mungkin aku akan menyesalinya seumur hidupku, kau tau semalam aku berpikir aku akan kabur sendiri karena kau tidak mau kabur denganku hiks...hiks... tapi aku mengurungkan niatku karena kau tidak mau dan kau menerima perjodohan itu, apa lagi saat kau tadi telpon, lalu mengatakan tidak akan menceritakan wanita yang sudah menjadi istrimu, hatiku sangat takut, aku takut tidak bisa memilikimu hiks..hiks.. aku juga takut pria yang aku nikahi itu bukan pria baik-baik, hiks..hiks.."


" Iya sayang, maafkan aku yang telah mengatakan kalimat yang membuatmu takut, tolong jangan menangis lagi sayang, yang terpenting kita sekarang sudah bersama, kita tidak akan pernah berpisah lagi, karena sekarang kita sudah berjanji atas nama Tuhan."


" Iya Yoga, tapi tetep saja mereka sangat jahat kenapa membohongi kita berhari-hari hiks...hiks, membuat aku stres berhari-hari, apa lagi mamah juga bersandiwara tanpa ekspresi, aku pikir mamah sudah tidak menyayangiku lagi, bahkan mamah menjelek-jelekkan kelakuanmu yang tidak memperjuangkan cinta kita, aku pikir mamah benar-benar benci padamu, hiks...hiks...."


" Aku juga minta maaf soal itu sayang, hari ini adalah hari pernikahan orang tuaku, dan hari ini juga, hari ulang tahunku, mungkin mereka merencanakan ini semua untuku, kau tau?, ini adalah kado yang terindah dalam hidupku bisa menikah denganmu, aku tadi pagi sudah benar-benar prustssi, saat kau tak ingin kabur denganku, aku benar-benar menyesalinya tadi, aku terus saja merutuki kebodohanku, aku terus saja berpikir, seandainya aku kemarin mau di ajak olehmu kabur, mungkin aku juga tidak akan menikah dengan wanita lain, dan kau juga tidak akan menikah dengan pria lain, aku juga sangat takut kehilanganmu, aku sudah lama berjuang, tapi pada akhirnya kita tetap tidak bisa bersama, itu yang terus ada dalam pikiranku selama ini, tapi sekarang aku bersyukur karena kita tidak jadi kabur, dan pada akhirnya aku juga bisa menikah dengan wanita yang aku cintai selama 5 tahun lamanya, yaitu kau."


" Iya Yoga, akhirnya kita bisa bersama, hiks..hiks.."

__ADS_1


" Sudah dong sayang, jangan terus saja menangis matamu sudah sembab."


" Iya Yoga, tapi aku terharu, hiks...hiks..."


Intan mempererat pelukannya, ia terus saja memeluk suaminya, rasanya ia tidak ingin melepaskan pelukannya, walaupun hanya sebentar. Yoga juga masih memeluk istrinya, ia mengecup pucuk kepala istrinya. Semua orang yang hadir di situ sangat terharu dengan ceritanya, mereka juga ikut sedih saat mendengar cerita sepasang suami istri yang baru saja menikah itu, mereka semua awalnya bertanya-tanya kenapa calon pengantin prianya sedih?, kenapa pengantin wanitanya menunduk?, kenapa saat mengucapkan janji sepasang mempelai wanita dan pria terus saja menangis, tapi sekarang pertanyaan itu sudah terjawab semua, dan menurut semua orang yang hadir di situ berpikir kalau ini adalah pertama kalinya menyaksikan pernikahan yang membuat mereka tersentuh, saat mendengar perjalanan cinta mereka yang begitu rumit, dan pada akhirnya mereka di persatukan dalam sebuah ikatan pernikahan. Hampir semua orang yang ada di ruang itu menangis, ini adalah pernikahan yang paling berkesan dan menyentuh hingga sampai tulang-tulang mereka. Mey juga menangis, ia sangat sedih dan bahagia, apa lagi saat putrinya mengatakan aku pikir mamah sudah tidak menyayangiku lagi, itu yang benar-benar membuat ia sedih, karena putrinya sudah berpikir kalau ia sudah tidak menyayanginya lagi, pedahal dalam kehidupan Mey putrinya adalah harta yang paling berharga untuknya, termasuk Rangga yang berpikir seperti Mey, ia tidak pernah sedikitpun untuk menyakiti hati putrinya. Herman langsung berjalan mendekati putranya hingga ia sampai di putranya. Yoga yang melihat ayahnya di sampingnya, ia pun memutuskan untuk berterimakasih, ia langsung menyuruh istrinya untuk melepaskan pelukannya


" Sayang, tolong lepaskan dulu pelukannya, di sini ada ayah, kita belum mengucapkan kalimat apa-apa pada ayah yang sudah merancang pernikahan kita dengan lancar."


" Iya sayang, tapi."


Yoga belum juga menyelesaikan pembicaraannya, tapi istrinya sudah memotong pembicaraannya

__ADS_1


" Tidak mau, aku tidak mau melepaskanmu hiks...hiks.."


Herman yang mendengar jawaban menantunya, ia hanya tersenyum, menurutnya menantunya itu sangat lucu. Semua orang yang awalnya sedih saat mendengar perjalanan cinta Yoga dan Intan, tapi sekarang ia ingin sekali terawa setelah mendengar ucapan Intan yang menurut mereka sangat lucu, dan ini juga pertama kalinya mereka melihat pengantin wanita yang menangis tersedu-sedu saat mendapatkan kebahagiaan. Namen mereka semua yang ada di ruangan itu, hanya bisa menahan tawanya, bagaimana pun juga sepasang suami istri yang baru saja menikah itu sebelumnya mendapatkan ujian dari orang tuanya yang sangat besar, tentu saja membuat pengantin wanita itu tidak ingin melepaskan pelukannya, mereka semua juga mengerti bagaimana rasanya merindukan orang yang di cintai selama ini. Intan masih terus memeluk suaminya, masih sambil menangis, menurutnya ini adalah kebahagiaan yang luar biasa, walaupun beberapa hari ini ia mendapatkan kesedihan yang sangat banyak, dari orang tuanya dan orang tua Yoga, tapi pada akhirnya ia bisa juga menikah dengan orang yang di cintainya, bahkan lebih bahagia lagi, yang menyiapkan pernikahan ini adalah ayahnya Yoga, orang yang mengatakan tidak setuju dengan ia, karena ia anak dari Veronica, wanita yang paling ayahnya Yoga benci, tapi ternyata ayahnya Yoga diam-diam merencanakan ini semua


" Aku tidak menyangka, orang yang mengatakan membenciku, dia adalah orang yang menyiapkan semuanya untuk pernikahanku dengan Yoga, aku benar-benar bahagia, masih banyak orang baik yang sudah tersakiti, tapi dia masih bisa memaafkan semua kesalahannya." batin Intan


Yoga terus saja membelai rambut istrinya, ia tau istrinya sangat bahagia, tapi ia tidak mengerti, kenpa istrinya menangis hingga tersedu-sedu, dan itu seperti bukan Intan yang Yoga kenal, dia adalah gadis yang sangat benci dalam hal menangis, tapi sekarang ia sering sekali mendengar tangisan itu


...****************...


Haii reader, author ucapkan terimakasih karena sudah membaca tulisan yang mungkin sulit di mengerti, dan jika alurnya tidak memuaskan mohon maaf yang sebesar-besarnya, anggap saja membaca sebagai hiburan jangan di masukin ke dalam hati

__ADS_1


__ADS_2