
Ardi masih duduk sambil memegang tangan istrinya, ia sedang menunggu kabar dari bawahannya, sambil sesekali mengusap lembut pipi istrinya. Tiba-tiba saja telpon Ardi berbunyi
Ting...Ting..
Ardi langsung mengambil ponselnya di saku celana, lalu ia langsung berjalan menjauh dari istrinya, setelah itu ia langsung mengangkat telpon dari bawahannya, lalu ia langsung berbicara lebih dulu
" Padli, bagaimana?"
" Pak CEO, rekaman di parkiran moll tiba-tiba saja mati, tidak bisa melihat siapa pelakunya."
" Bagaimana mungkin bisa mati?"
" Saya juga tidak tau pak CEO."
" Baiklah, kau langsung datang ke mobil saya, siapa tau di sana ada sidik jarinya."
" Baik pak CEO."
Ardi langsung memutuskan sambungan telpon dari bawahannya, ia langsung mengepalkan kedua tangannya, ia tidak menyangka kalau cctv nya mendadak mati, dan itu pasti kejahatan yang sudah sering mereka lakukan
" Sial, siapa yang berani akan membunuh Istriku, aku jamin tidak akan biarkan orang itu hidup tentang!"
Ardi langsung berjalan mendekati istrinya, ia hanya berdiri di samping ranjang istrinya. Lisa melihat suaminya sangat marah, ia langsung meraih tangan suaminya masih sambil rebahan, lalu ia langsung berbicara pada suaminya
" Papih, jangan marah, mommy juga baik-baik saja."
" Iya papih tau, tapi jujur saja, papih tetap tidak tenang mommy."
Ardi langsung duduk lagi, tiba-tiba saja ponsel istrinya berbunyi ada pesan masuk
Ting...
Lisa langsung melepaskan tangan suaminya. Ardi langsung mengambil tas istrinya yang di letakkan di meja, ia langsung membuka tas itu, lalu langsung mengambil ponsel istrinya, ia langsung melihat pesan itu, itu adalah pesan WhatsApp dari orang yang tidak di kenal. Orang itu mengirim sebuah video, dan video itu adalah video aksi dua orang yang membuat rem mobil ia blong, tapi orang-orang itu tidak terlalu jelas di video itu. Lisa langsung bertanya pada suaminya
__ADS_1
" Pih, siapa yang mengirim pesan WhatsApp?"
" Papih juga tidak tau mom, coba mommy lihat video ini."
Ardi langsung memperlihatkan video itu pada istrinya, setelah itu ia langsung bertanya pada istrinya
" Mommy, apa mommy mengenal nomer ponsel ini?"
Ardi langsung menunjukkan nomer ponsel yang mengirim pesan WhatsApp pada istrinya. Lisa langsung melihat nomer ponsel itu, walaupun ia tidak mengetahui nomer itu, tapi ia mengingat nomer itu pernah mengirim video saat ia hampir salah paham pada suaminya, ia langsung menjawab pertanyaan dari suaminya
" Papih, nomer itu adalah nomer yang pernah mengirim mommy video, saat mommy menerima foto-foto papih bersama wanita lain, dan nomer itu yang mengirim video pada mommy, kalau foto-foto itu adalah tidak benar adanya, tapi mommy juga bingung, siapa orang yang telah mencoba untuk menjaga kita pih?"
Lisa bertanya seperti itu pada suaminya, karena ini bukan pertama kalinya, saat ia salah paham pada suaminya, tapi tiba-tiba saja nomer itu mengirim buktinya, dan sekarang saat suaminya sedang mencari pelakunya, tapi ternyata orang itu juga yang mengirim buktinya, entah siapa orang itu, dan apa maksudnya, ia juga tidak tau. Ardi yang mendapat pertanyaan dari isterinya, ia hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia juga tidak tau, siapa orang yang telah mendapatkan bukti-bukti itu. Ardi langsung mencoba menelpon nomer tersebut, tapi ternyata nomer itu tidak mengangkat telpon dari ia, lalu ia langsung mencatat nomer itu pada ponselnya, setelah itu ia langsung menghubungi nomer itu, tapi ternyata nomer itu tidak mengangkat telpon dari ia, lalu ia mencoba untuk menelpon nomer itu lagi, hingga nomer itu juga mengangkat telpon dari Ardi, Ardi langsung bertanya lebih dulu
" Siapa kau sebenarnya?, kenapa kau mengirim video itu?"
Orang itu tidak mengakui siapa dia, orang itu langsung berbicara pada intinya saja pada Ardi
" Itu adalah bukti kejahatannya, aku belum mencari tau siapa orang yang di belakang mereka."
" Livino."
" Kau mengenali suaraku?"
" Tentu aku sangat kenal dengan suaramu, jadi yang selama ini menjaga rumah tanggaku adalah kau?"
" Ardi, sebelumnya aku minta maaf, telah mengirim orang untuk mengikuti Lisa, tapi jangan kuatir, aku tidak pernah ada niat apa-apa, aku lakukan itu hanya semata-mata untuk memenuhi janjiku pada Lisa, dulu aku pernah berjanji akan menjaga Lisa, dan itu kenapa aku selalu tau tentang Lisa, tapi pada akhirnya aku tetap tidak bisa menepati janjiku pada Lisa, karena orang suruhanku tidak mengirim video itu lebih dulu, melainkan orang suruhanku mengejar mereka, tapi tiba-tiba motor orang suruhanku rusak, akhirnya dia kehilangan jejak, tapi aku akan tetap menyelidiki kasus ini sampai tuntas, bagaimana keadaan Lisa?, apa dia parah?"
" Kau tidak perlu kuatir Livino, Lisa baik-baik saja, Lisa hanya syok atas kejadian yang menimpanya, dan aku juga berterimakasih, karena kau sudah diam-diam untuk menjaga Lisa, tapi masalah penyelidikan orang yang ada di video itu, biarkan aku yang menanganinya, sekali lagi aku ucapkan terimakasih, seharusnya aku yang diam-diam menjaga Lisa, bukan kau."
" Tidak perlu berterimakasih, Lisa sudah aku anggap sebagai adikku sendiri, dan kalau memang kau yang ingin menangani kasusnya aku tidak akan menyelidikinya lagi."
" Baiklah, apa kau ingin berbicara dengan Lisa?"
__ADS_1
" Tidak perlu, selama Lisa dan kau baik-baik saja, aku sudah lebih tenang."
" Oh, baiklah Livino."
" Iya sudah Ardi, aku matikan dulu telponnya."
" Tunggu Livino."
" Ada apa Ardi?"
" Livino, aku minta maaf, dulu sudah salah paham pada hubungan kalian berdua, dan aku juga minta maaf, telah memukulmu saat itu."
" Tidak apa-apa Ardi, kalau kau salah paham itu sangat wajar, apa lagi Lisa belum pernah menceritakan tentangku padamu, dan aku juga telah membuat kau emosi dengan mengatakan kalau aku pernah tidur bersama Lisa."
" Terimakasih Livio."
" Sama-sama Ardi."
Ardi dan Livino langsung memutuskan sambungan telponnya. Ardi tidak menyangka kalau orang yang selama ini menjaga rumah tangganya agar tidak bertengkar adalah Livino, dan ia semakin tidak enak hati pada Livino, lagi-lagi Livino yang selalu menolong ia dan Lisa, dan bahkan dulu ia telah memukuli Livino, tapi Livino dengan mudah memaafkan ia, Livino benar-benar pria yang sangat sempurna, dia memiliki sikap yang sangat bijaksana. Lisa langsung bertanya pada suaminya
" Jadi nomer ponsel tidak di kenal itu kak Livino?"
" Iya mommy, papih tidak pernah menyangka, kalau Livino akan selalu ada untuk kita."
" Iya pih, mommy juga tidak pernah menyangka bahwa kak Livino adalah orang yang selalu ada untuk kita."
" Mommy, papih minta maaf, tidak bisa menjaga mommy dengan baik."
" Tidak apa-apa pih, mommy juga baik-baik saja."
...****************...
Curhatan Author
__ADS_1
Terimakasih, kalian semua sudah mendukung author selama ini, mau sesama author atau pun para readers, dan terimakasih juga pada orang yang sering memberikan tips pada author