Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 192. Di taman


__ADS_3

Sudah 3 hari berlalu saat Arga salah memanggil nama, sekarang mereka berdua semakin dekat, tapi Jenni masih saja belum bisa menerima Arga di hatinya, walaupun mereka berdua sudah keliling-keliling ke tempat-tempat masa kecil mereka, dan mereka berdua sudah saling bercerita masa lalu keduanya saat awal bertemu dan terakhir bertemu. Senyuman di bibir Jenni dan Arga selalu terukir di bibirnya. Jenni sekarang sedang duduk di taman depan rumah bersama tuan mudanya, mereka berdua hanya menatap bunga-bunga yang tertutup angin sambil tersenyum. Leo yang dari tadi melihat tuan mudanya dan Jenni, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, entah apa yang ada di dalam pikiran tuan mudanya, hingga tidak ada jarak atasan dan bawahan, bahkan sekarang Leo juga berdiri di dekat pohon, ia di suruh mengikuti tuan mudanya dan Jenni, oleh nyonya Lioni, termasuk ia yang penasaran dengan hubungan keduanya, apa lagi tidur di kamar yang sama, walaupun ia juga tidak tau di kamar tidur bersama apa tidak, yang jelas jika makan, tuan mudanya menyuruh pelayan untuk membawakan ke kamar. Jenni memutuskan untuk bertanya, kapan ia akan kembali ke Indonesia, ia sudah sangat merindukan orang tuanya, terutama adiknya, ia begitu sangat merindukannya


" Arga, kira-kira, kapan aku bisa pulang?"


Setelah mendengar pertanyaan dari Jenni, Arga langsung melihat ke arah Jenni, ia langsung menatap mata Jenni, ia memiliki perasaan yang sangat takut, ia tidak ingin jauh dari Jenni, ia takut kalau Jenni pulang ke rumah, ia akan di lupakan lagi, karena ada keluarganya, terutama saat Jenni kembali ke perusahaan papahnya lagi, ia yakin akan jarang bertemu dengan Jenni, bagaimana pun juga Jenni akan fokus dengan kerjaannya, lalu Arga langsung bertanya pada Jenni


" Jen, kenpa kau buru-buru ingin kembali?, bagaimana kalau kepalamu masih sakit?, atau badanmu masih sakit?"


" Arga, aku sudah tidak apa-apa, aku dan kau juga sudah sering keliling-keliling, dan aku hanya sering pusing sedikit, tapi aku pasti kuat di perjalanan, aku sangat merindukan keluargaku, terutama pada adikku."


" Jen, apa kau tidak merindukanku?"


" Arga, apa yang kau pikirkan?, kita sudah 2 Minggu lebih bersama."


" Iya 2 Minggu lebih, tapi kau satu Minggu tidak sadar Jen, dan aku tidak ingin lagi jauh darimu Jen, Kalau kau pulang, biar aku yang akan pindah ke rumahmu, aku akan menginap di rumahmu, walaupun tidak satu kamar seperti di sini, tapi yang penting aku bisa di dekatmu jen."


" Arga, apa yang ada dalam pikiranmu?, jangan lupa kita adalah atasan dan bawahan, kita sangat berbeda."

__ADS_1


Jenni mengatakan itu, ia tau betul tentang pikiran seseorang, walaupun bagaimana pun juga ia adalah penyelidik, tentu ia tau sikap setiap orang, walaupun ia membalas cinta dari tuan mudanya, ia yakin ibu dari tuan mudanya tidak akan setuju, terlebih lagi sekarang ia belum memiliki perasaan apa-apa terhadap tuan mudanya. Arga yang mendengar pertanyaan dari Jenni, ia hanya menghela nafas berat, bagaimana pun juga Jenni adalah wanita yang sangat cerdas, harusnya saat ia menjelaskan, Jenni langsung mengerti maksudnya, bahwa ia tidak bisa jauh dari Jenni, tapi Jenni dengan mudah mengatakan atasan dan bawahan, jelas-jelas ia dan Jenni sudah keliling-keliling ke tempat masa kecil mereka, tapi hati Jenni masih belum tergerak untuknya


" Jen, begitu sulitkah untuk menerimaku, terbuat dari apa hatimu, hingga kau hanya memiliki sikap lembut, ramah, penyayang, tegas, berani, tapi kau tidak memiliki cinta, apa yang terjadi di masa lalu, hingga hatimu tidak sedikitpu tersentuh oleh semua yang aku lakukan, Jen, aku hanya ingin memilikimu." batin Arga


Setelah berpikir, Arga langsung berbicar pada Jenni sambil memegang kedua tangan Jenni


" Jen, aku mohon, aku ingin bersamamu, aku tidak bisa jauh darimu, aku juga tau, aku tidak berhak memaksa cintamu, tapi selama aku berada di sampingmu, aku tidak masalah, aku tau, mencintai seseorang itu perlu waktu, tapi setidaknya, aku tidak berpisah lagi denganmu, aku hanya ingin tinggal satu rumah bersamamu."


Setelah mendengar ucapan dari tuan mudanya, Jenni hanya menghela nafas berat, ia juga tidak tau, apa yang ada di dalam hatinya, yang jelas ia hanya merasa nyaman, setiap kali dekat bersama tuan mudanya, tapi ia anggap semua itu hanya karena mereka berdua sudah saling kenal, lalu Jenni juga berpikir, bagaimana kalau sampai tuan mudanya ikut kerumahnya


" Bagaimana kalau Arga ikut ke rumah, rumah itu sangat sempit, walaupun masih ada kamar kosong, tapi kamar mandinya hanya satu,dan di rumah juga tidak ada AC, hanya ada kipas angin, Arga tidak biasa hidup susah, dan kalau sampai Arga beli AC, aku yakin nyonya Lioni akan sangat marah denganku, aku yakin akan di anggap wanita tidak memiliki harga diri." batin Jenni


" Arga, rumah aku sempat, dan kamarnya juga sempat, tidak ada AC, dan kamar mandinya hanya satu di rumahku, jadi seperti kamar mandi umum, dan kalau kau ingin ikut, aku tidak ingin kau membawa AC di rumahku."


" Tidak masalah Jen, walaupun tanpa AC, dan aku tidak boleh membawa AC, aku akan tinggal bersamamu, tapi apa ada kipas angin?"


" Tentu ada Arga, tapi apa kau yakin mau tinggal di rumahku?"

__ADS_1


" Iya Jen."


Arga memang tidak peduli, di rumah itu tidak ada AC, atau pun seperti kamar mandi umum, ia tidak masalah, yang penting ia bisa bersama Jenni, dan berharap Jenni bisa segera membalas perasaannya, agar ia langsung terikat dengan ikatan pernikahan. Jenni mau tidak mau harus membawa tuan mudanya kembali ke rumahnya, ia tidak memiliki alasan lagi, apa lagi tuan mudanya dengan gampang menyetujui semua ucapanya


" Baiklah Arga, aku akan membawamu ke rumahku, dan kau boleh tinggal di rumahku."


" Terimakasih Jen, aku akan langsung memesan tiket pesawat untuk besok pagi kita pulang."


Jenni hanya menjawab dengan anggukan kepala. Arga langsung menarik Jenni dalam pelukannya, ia sangat bahagia, walaupun ia akan mengalami hidup susah, tapi ia tidak masalah, ia menganggap cinta pasti penuh pengorbanan, apa lagi hati Jenni belum tergerak oleh pria mana pun, jadi ia harus banyak-banyak berjuang untuk mendapatkan hati Jenni, agar Jenni bisa menerima ia lebih dari sahabat. Jenni juga membalas pelukan dari tuan mudanya sambil tersenyum. Leo yang mendengar percakapan tuan mudanya dan bawahan dari tuan mudanya, ia hanya mengerutkan keningnya, ia tidak menyangka kalau tuan mudanya akan melakukan apa pun untuk mendapatkan hati bawahannya


" Aku tidak menyangka, tuan muda mau hidup susah, hanya untuk bawahannya sendiri, dan aku yakin, nyonya akan marah besar, setelah aku menjelaskan semua yang aku dengar." batin Leo


Arga dan Jenni langsung melepaskan pelukannya, mereka berdua hanya saling menatap mata sambil tersenyum. Setelah lama saling bertatap mata, Arga langsung mengambil ponselnya, lalu ia langsung memesan tiket pesawat lewat online, untuk besok kembali ke Indonesia lagi


...**************...


Terimakasih atas dukungannya, kakak-kakak

__ADS_1



__ADS_2