
Ardi masih duduk di sofa bersama ibunya, dirinya sudah benar-benar lelah. Lelah karena baru pulang dari luar kota dan lelah dengan sikap istrinya yang tidak ingin mendengarkan penjelasan dari dirinya. Ardi memutuskan untuk tidur di sofa sambil masih posisi duduk, tapi ibunya sudah mengajak bicara
" Sayang, kenapa kau tidak ikut?"
Ardi pun yang sudah akan memejamkan mata akhirnya membuka matanya lagi karena ibunya mengajak dirinya berbicara
" Tidak mah."
" Kenapa sayang, istrimu pasti sangat merindukan orang tuanya dan merindukanmu, tapi kau tidak ikut."
" Mah, Ardi lelah dan benar-benar lelah."
" Sayang, mamah tau kau lelah, tapi Lisa adalah orang yang mamah sayangi, jangan sampai kau mengecewakan Lisa."
" Ardi mengerti mah, tapi ada yang ingin Ardi bicarakan pada mamah."
" Tentang apa sayang?"
" Ardi akan membeli rumah untuk Ardi dan Lisa tempati nanti."
" Tidak bisa dong sayang, mamah tidak ingin jauh dengan menantu mamah."
" Mah, Ardi dan Lisa sudah bukan anak-anak lagi."
" Tidak bisa, mamah tidak setuju."
" Mah, Lisa butuh ketenangan dan di sini mamah juga tidak kesepian karena sekarang sudah ada Intan."
" Tidak bisa nak, mamah hanya ingin kau dan Lisa tinggal di rumah ini, mamah cuma memiliki satu anak, apa kau mau menjauhkan mamah dengan istrimu?"
__ADS_1
" Mah, Ardi tidak menjauhkan mamah dengan Lisa. Ardi hanya ingin mandiri."
" Tidak bisa!"
" Mamah, tolong jangan egois, kali ini tolong mamah menuruti keinginan Ardi."
" Apa karena ada Intan?, apa istrimu tidak suka dengan Intan?, tapi Intan anak baik-baik."
" Mah, ini adalah rumah tangga ardi tolong mamah jangan ikut campur. Ardi tidak bisa terus di rumah ini. Jika terus di rumah ini rumah tangga ardi bisa benar-benar berakhir."
" Tidak bisa! Mamah sangat menyangi Lisa, apapun akan mamah lakukan selagi mamah bisa, tapi tolong jangan pindah dari rumah ini."
" Mah, Ardi mohon biarkan Ardi dan Lisa pindah rumah. Mamah bisa main ke rumah baru nanti, bisa menemani Lisa di rumah, tapi biarkan Ardi mandiri."
" Tidak bisa! Kau harus disini saja, mamah hanya punya satu anak, lalu nanti mamah di rumah kesepian, apa lagi mamah tau Lisa sudah mengundurkan diri, jadi nanti bisa banyak waktu bersama mamah."
" Mamah tau Lisa mengundurkan diri dari rumah sakit?"
" Kenapa mama tidak bilang kalau Lisa mengundurkan diri?"
" Sayang, apa kau keberatan istrimu mengundurkan diri? bukan'kah harusnya kau senang karena setiap kau pulang kerja istrimu ada di rumah?
" Aku sangat senang jika saja tau kalau Lisa mengundurkan diri aku tidak akan pernah keluar kota."
" Apa maksudmu sayang, sebenarnya ada masalah apa dengan istrimu? apa karena di sini ada Intan? tapi mamah tetap tidak akan setuju jika kau masih bersih keras untuk pindah rumah."
Ardi meremas rambutnya sendiri dengan kasar, tadi istrinya yang keras kepala dan sekarang ibunya yang keras kepala. Ardi tau, ibunya itu sangat menyangi istrinya, tapi bagaimana dengan rumah tangganya, dan dirinya juga sebenarnya tidak ingin membicarakan pada ibunya kalau masalah ini ada kaitannya dengan Intan karena bagaimanapun juga Intan adik sepupunya, dirinya tidak ingin akhlak Intan jelek di depan keluarganya, tapi sekarang sudah benar-benar rumit, dan hari ini menurut dirinya hari yang sangat melelahkan
" Ibu mertua sama menantu sama saja, sama-sama keras kepala, sama-sama egois." batin Ardi
__ADS_1
Mirna melihat anaknya yang lelah karena baru pulang dan lelah seperti memikirkan sesuatu yang dirinya juga tidak tau anaknya memikirkan hal apa, tapi dirinya lebih baik bertanya dari pada terus bertanya-tanya di dalam hati
" Sayang, jawab dengan jujur apa kau memiliki masalah dengan Lisa?"
" Iya mah, masalah itu sangat rumit di jelaskan."
" Kenapa kau diam saja, kenapa tidak ikut dengan istrimu pergi ke rumah mertuamu?"
" Lisa melarangku untuk ikut."
Mirna yang berpikir awalnya karena rindu pada orang tuanya dan dirinya tidak memikirkan hal apapun lagi karena sudah tau jawaban itu, tapi ternyata salah sekarang wajah dirinya benar-benar kecewa setelah mendengar ada masalah, apa lagi anaknya bukannya harus mengejar istrinya sekarang malah duduk, lalu dirinya menatap mata anaknya dengan tatapan sinis. Ardi yang di tatap dengan tatapan sinis dirinya hanya bingung pada ibunya karena dari dulu ibunya itu belum pernah menatap dirinya dengan tatapan sinis
" Apa yang mamah lihat?"
" Tidak ada! Sayang kau itu sudah 26 tahun, kalau istrimu marah jangan di diamin, tapi kau kenapa santai di sini? pergi sana ke ibu mertuamu!"
" Mamah, Ardi benar-benar capek ingin istrihat sebentar karena nanti Ardi harus ke rumah Yoga."
" Baiklah istirahat, tapi jangan lama-lama dan setelah itu mandi lalu pergi ke rumah ibu mertuamu, tidak perlu pergi ke rumah Yoga, jangan hanya bisa mengurus bisnis, tapi istrimu juga butuh perhatian ingat itu!"
" Siapa juga yang memikirkan bisnis mamah, aku memikirkan rumah tanggaku yang terus saja banyak masalah, baru saja aku lega karena Livino merelakan Lisa bersamaku, tapi datang lagi si ulet bulu." batin Ardi
Mirna sebenarnya kesal dengan anaknya yang tidak mengejar istrinya, tapi dirinya juga mengerti anaknya baru saja pulang dari luar kota pasti sangat lelah, tapi dirinya juga masih sedikit bingung dengan anak dan menantunya, baru saja datang sudah memiliki masalah. Masalah apa dengan anak dan menantunya miliki bukan'kah baru pulang 2 jam yang lalu, tapi dirinya juga enggan untuk menanyakan pada anaknya karena terlihat jelas anaknya memiliki wajah lelah karena capek baru pulang dan lelah karena kecewa. Ardi pun menyadarkan kepalanya di sofa lalu memejamkan matanya, tapi tetap saja pikiran dirinya tidak tenang, dirinya memikirkan tentang video yang di rekam oleh Yoga itu masih ada atau tidak lalu memikirkan ibunya, Ardi yang masih memejamkan mata, tapi tangan dirinya meremas rambutnya sendiri dengan kasar
" Kalau aku tidak pindah rumah bagaimana dengan rumah tanggaku, kalau pun aku tetap pindah rumah, mamah tidak akan setuju, dan aku tidak mungkin mengatakan ada kaitannya dengan Intan, memang wanti gila, bagaimana mungkin dia menyukaiku dan akan merusakkan rumah tanggaku, bukan'kah kita sepupu."
Mirna semakin bingung melihat anaknya yang meremas rambutnya sendiri dengan kasar, apa lagi anaknya tidak mengatakan sepatah kata pun memiliki masalah apa dengan istrinya itu, kalau pun dengan Intan masalah apa yang menatunya dan Intan miliki karena mereka berdua tidak suka bicara, apa lagi Intan yang selalu sopan dan ramah membuat dirinya tidak mungkin memiliki masalah dengan Intan
" Apa yang terjadi dengan rumah tangga anakku, baru saja membaik, apa Ardi ingin pindah rumah karena keinginan Lisa atau karena di rumah ini ada Intan, bukankah Intan anak baik-baik, apa lagi hanya sepupu Ardi. Tidak mungkin Lisa takut suaminya memiliki perasaan pada Intan." batin Mirna
__ADS_1
Mirna masih terus melihat anaknya sambil terus saja berpikir karena dirinya enggan untuk menanyakan pada anaknya, tapi dirinya terus saja bertanya-tanya di dalam hati