Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 198. Saya kekasih Jenni


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, Arga sampai di hotel miliknya bersama asistennya, tadi juga yang menjemput Arga di Bandra adalah asistenya. Setelah mandi Arga langsung menghubungi Jenni, tapi nomer Jenni hingga sekarang belum aktif, lalu langsung bertanya pada asistennya


" Romi, apa kau sudah bertemu dengan Jenni?"


Romi yang mendengar pertanyaan dari tuan mudanya, ia langsung menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal sambil berbicara di dalam hatinya


" Bagaimana ini, Jenni sampai sekarang belum sampai di rumah, dan nomernya juga tidak aktif." batin Romi


Arga yang tidak mendengar jawaban dari asistennya, ia yakin kalau Jenni ada apa-apa di jalan, ia langsung bertanya lagi pada asistennya


" Apa Jenni baik-baik saja?, cepat katakan Romi?"


Arga bertanya dengan raut wajah yang sangat panik. Setelah mendengar pertanyaan dari tuan mudanya, Romi sadar dari lamunannya, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari tuan mudanya


" Jenni sampai sekarang belum sampai rumah tuan muda, dan tadi juga saya ingin datang lagi ke rumahnya, tapi karena saya menerima telepon dari tuan muda, saya belum sempat ke rumahnya."


Setelah mendengar jawaban dari asistennya, Arga tidak berbicara lagi, ia langsung membuka jas nya, lalu langsung melemparkan jas itu ke sembarang tempat, setelah itu ia langsung mengambil kunci mobil, lalu langsung lari dari hotel. Romi juga langsung mengikuti tuan mudanya. Arga langsung berbicara pada asistennya


" Kau tidak perlu ikut, aku akan ke rumah Jenni sendiri."


" Baik tuan muda."


Arga terus lari hingga sampai di parkiran, ia langsung masuk ke dalam mobil, lalu langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Setelah menempuh perjalanan 30 menit, Arga sampai di perumahan, ia langsung menghentikan mobilnya, karena jalan masuk ke rumah Jenni hanya bisa pakai motor. Setelah turun, Arga menghela nafas panjang, ia langsung berjalan ke arah jalan kecil, bahkan jalanan itu sangat becek, karena musim hujan, apa lagi ini pertama kalinya ia berjalan di tempat yang kotor, tapi untuk Jenni, ia rela melewati jalan yang becek. Setelah jalan kaki sekitar 5 menit, Arga bingung mencari rumah Jenni, apa lagi ia hanya tau alamatnya, tapi ia belum pernah datang ke rumah Jenni


" Kemana lagi sekarang." batin Arga


Setelah itu, ia mendekati seorang ibu-ibu yang sedang menjemur pakaian, lalu ia langsung bertanya pada ibu-ibu itu


" Permisi Bu, numpang tanya, rumah Jenni di mana iya?"

__ADS_1


Ibu-ibu itu menatap Arga dari atas ke bawah dengan tatapan yang sangat heran, entah tatapan apa itu, yang jelas Arga juga tidak peduli, yang ia pedulikan jawaban dari ibu-ibu itu. Setelah menatap Arga dari atas ke bawah, ibu-ibu itu langsung menjawab pertanyaan dari Arga sambil menunjuk ke arah rumah Jenni


" Lurus saja dari sini, nanti ada rumah yang cat putih, dan di depannya ada banyak bunga melati."


" Iya Bu, terimakasih."


" Sama-sama."


Arga langsung berjalan lagi ke arah yang di tunjuk ibu-ibu tadi, sambil sesekali ia melihat sepatunya yang sudah kotor kena lumupur, andaikan saja ia tidak cinta pada Jenni, ia tidak akan berani kotor-kotoran, seumur hidup Arga, ini baru pertama kalinya mendapati sepatu yang sangat kotor, hingga ia sampai di depan rumah itu, di depan rumah itu, ia melihat ibu paruh baya dan seorang anak Gadis, lalu ia langsung bertanya pada mereka


" Permisi, apa ini rumah Jenni?"


Ibunya Jenni dan adiknya Jenni menatap Arga dengan tatapan bingung, ini pertama kalinya ada seorang pria tampan yang mencari Jenni, dan penampilannya sangat rapi, bukan hanya bingung, tapi ibu Jenni sedikit takut, ia takut Jenni membuat kesalahan, hingga ada orang yang mencari Jenni secara tiba-tiba. Setelah itu ibunya Jenni langsung balik bertanya


" Anda siapa?, dan ada perlu apa mencari Jenni?"


Arga langsung menghentikan pembicaraannya, ia bingung mau jawab apa, kalau ia bilang atasan Jenni, ia takut ibunya Jenni bertanya panjang lebar, kalau ia bilang kekasihnya Jenni, ia juga belum memiliki hubungan dengan Jenni. Tiba-tiba Jenni keluar dari dalam rumah itu, dengan rambut yang terurai, memakai kaos santai dan memakai celana santai pendek, lalu ia langsung memanggil tuan mudanya


" Arga."


Arga yang melihat Jenni, seketika ia langsung tersenyum, lalu ia langsung memeluk Jenni dengan erat sambil berbicara


" Aku mohon jangan pernah pergi sendiri, aku takut kau kenapa-napa Jen, apa lagi mendengar dari Romi, kau belum sampai rumah tadi, membuat aku sangat takut Jenni."


Jenni juga membalas pelukan dari tuan mudanya, saat Jenni mendengar ucapan dari tuan mudanya, ia hanya bisa menghela nafas berat, ia tau kalau tuan mudanya sangat kuatir padanya, apa lagi ia memang pingsan di jalan, saat ia sampai di Bandara, dan ia juga di rawat di kelinik terdekat hingga 5 jam, setelah itu ia langsung pulang, dan bahkan Jenni baru sampai rumah sekitar 5 jam yang lalu. Ibunya Jenni dan adiknya Jenni hanya melihat Jenni yang memeluk pria itu, mereka memang tidak pernah melihat Jenni terlalu intim pada seorang pria, biasanya Jenni selalu menjaga jarak pada semua pria, tapi kali ini Jenni membalas pelukannya, membuat mereka berdua bertanya-tanya di hatinya, siapa pria yang Jenni peluk. Setelah beberapa menit Jenni dan Arga langsung melepaskan pelukannya. Arga langsung memegang kedua pipi Jenni, lalu ia langsung berbicara lagi pada Jenni


" Jangan pernah lakukan hal itu lagi, aku benar-benar takut Jen."


Setelah mendengar ucapan dari tuan mudanya, Jenni langsung memegang kedua tangan tuan mudanya yang ada di pipinya tadi, lalu ia langsung menjawab ucapan dari tuan mudanya sambil tersenyum

__ADS_1


" Aku baik-baik saja, buktinya aku pulang dengan selamat, kau tidak perlu cemas seperti itu."


" Lalu kau kemana?, harusnya kau sudah datang pagi hari?"


Setelah mendengar pertanyaan dari tuan mudanya, Jenni hanya menghela nafas berat, ia pun memutuskan untuk berbohong, kalau ia cerita, ia yakin akan membuat suasana hati tuan mudanya semakin cemas dan merasa bersalah


" Saat perjalanan pulang, taksinya rusak, dan jalanan sangat sepi, jadi aku memutuskan untuk menunggu taksi di jalan, itu kenpa sampai rumahnya telat, tapi aku benar-benar tidak kenapa-napa Arga."


" Syukurlah."


Setelah mendengar penjelasan dari Jenni, pikiran Arga mulai tenang. Jenni langsung memperkenalkan Arga pada ibunya dan adiknya


" Mah, dek, ini Arga, dia adalah at."


Jenni baru saja bilang, dia adalah atasanku, tapi Arga langsung memotong pembicaraan Jenni


" Saya Arga, kekasihnya Jenni."


Arga berbicara sambil mengulurkan tangannya pada ibunya Jenni. Ibunya Jenni langsung menyambut uluran tangan Arga sambil menjawab ucapan dari Arga


" Saya ibunya Jenni."


Jenni hanya menatap Arga dengan tatapan sinis, bagaimana mungkin pria cengeng itu berani mengatakan kekasihnya, sedangkan ia belum memiliki hubungan apa-apa. Setelah berjabat tangan dengan ibunya Jenni, Arga langsung mengulurkan tangannya pada adiknya Jenni, setelah berjabatan Arga langsung mengenalkan dirinya lagi


" Aku Arga."


" Aku Sella, kak."


Sella langsung memanggil dengan panggilan Kaka pada Arga

__ADS_1


__ADS_2