Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 179. Jenni terluka


__ADS_3

Menulis percakapannya tetap memakai bahasa Indonesia, kalau bahasa Inggris akan banyak typo yang bertaburan, pake bahasa Indonesia saja masih banyak typo yang bertaburan, karena ponsel author yang mengetik otomatis, jadi sering sekali typo bertebaran


...****************...


Setelah menempuh perjalanan cukup lama, Arga juga sampai di sana, ia sudah di tempat terakhir Jenni, bersama 2 polisi, tempat itu jauh dari mana-mana hanya ada satu rumah, rumah itu sangat kumuh. Mereka langsung masuk dengan mengendap-endap hingga mereka sampai di balik pintu. Arga melihat Jenni yang di ikat, dan kepala Jenni yang luka, hingga mengeluarkan banyak darah, jas kerja putih dan baju dalam putih yang Jenni pakai, tidak terlihat putih, karena basah dengan darah, di situ juga ada dua orang penjaga yang menjaga Jenni, penjaga itu terus saja bertanya siapa yang menyuruh Jenni, dan di mana bukti-bukti itu di simpan sambil memegang dagu Jenni


" Siapa yang menyuruhmu?, dan di mana bukti-bukti yang kau sembunyikan, cepat jawab dasar wanita sialan!"


Arga yang melihat dan mendengar itu semua, ia langsung mengepalkan tangan kanannya, lalu langsung lari mendekati ke arah Jenni, sebelum polisi menyergap mereka berdua. Dua orang penjaga itu yang melihat ada pria mendekati mereka, mereka langsung mengepalkan kedua tangannya, lalu polisi itu langsung bergerak maju, salah satu dari polisi itu langsung berbicara


" Jangan bergerak."


Kedua orang itu langsung mengangkat kedua tangannya, polisi itu langsung meringkus 2 orang itu. Arga langsung melepaskan ikatan Jenni, lalu langsung memeluk tubuh Jenni yang lemas sambil minta maaf


" Jenni maafkan aku, tidak seharusnya aku mengirimu ke Tajima YX Grup, maafkan aku Jenni."


Arga minta maaf hingga tidak terasa air matanya keluar tanpa di suruh, apa lagi melihat tubuh Jenni yang lemas, lalu ia langsung duduk di lantai sambil menyanggah kepala Jenni, setelah itu ia langsung berbicara lagi sambil mengusap lembut wajah Jenni


" Kau harus bertahan Jen, aku akan membawamu ke rumah sakit."


Jenni yang mendengar kata aku, ia menatap wajah tuan mudanya sambil tersenyum. Arga yang mendapatkan senyuman dari bawahannya, ia langsung berbicara pada bawahannya


" Kau sudah terluka, tapi kau masih bisa tersenyum, dasar Gadis aneh."

__ADS_1


Jenni yang dari tadi diam, ia pun langsung menjawab ucapan dari tuan mudanya dengan suara serak


" Tuan muda, apa kau menangis karena aku?, kau seorang pria, bagaimana mungkin kau cengeng seperti seorang wanita?"


Arga yang mendengar kata cengeng, membuat detak jantungnya semakin kencang, sudah 15 tahun berlalu, ini pertama kalinya lagi Arga di bilang cengeng oleh seorang wanita, dari dulu tidak ada yang berani mengatakan ia cengeng, hanya ada satu Gadis kecil yang mengatakan ia cengeng, yaitu bernama Sunmei Larissa, anak dari Larissa Grup, tapi keluarga itu menghilang seperti di telan bumi, dan saat kuliah, ia mencoba mencari keberadaan Gadis kecil itu, tapi ia tidak menemukan Gadis kecil itu. Arga tidak menjawab pertanyaan dari bawahannya, ia langsung menyuruh kedua polisi itu membawa mereka berdua


" Pak polisi, bawa mereka berdua."


Salah satu dari polisi itu langsung menjawab ucapan dari Arga


" Baik tuan muda, kalau begitu saya permisi dulu."


" Iya, terimakasih."


Kedua polisi itu langsung pergi. Di situ tinggal ada Arga dan bawahannya. Arga langsung mengangkat tubuh bawahnya, lalu langsung berjalan ke arah mobil, hingga ia sampai di samping mobil. Supirnya langsung membukkan mobil untuk Arga, setelah Arga masuk, supir itu langsung masuk mobil. Arga langsung menyuruh supirnya pergi ke rumah sakit terdekat


" Pak, kita ke rumah sakit terdekat."


Supir Arga belum menjawab ucapan dari Arga, tapi Jenni langsung berbicara, karena ia trauma dengan rumah sakit, untuk itu ia tidak ingin masuk ke rumah sakit


" Tuan muda, tolong jangan bawa saya ke rumah sakit."


Arga yang mendengar ucapan dari bawahannya, ia langsung mengusap lembut pipi bawahannya sambil berbicara

__ADS_1


" Jenni, kau harus di rawat, lukamu sangat parah."


Jenni yang mendengar ucapan dari tuan mudanya, ia memutuskan untuk berbohong, ia tidak ingin mengakui kalau ia trauma dengan rumah sakit, ia tidak ingin di tanya trauma kenapa, ia tidak ingin mengingat masa lalu yang sangat menyedihkan


" Tuan muda, saya tidak bisa masuk rumah sakit, saya takut dengan rumah sakit."


Arga yang mendengar jawaban dari bawahannya, hanya mengerutkan keningnya, ia tidak menyangka, Gadis yang tidak takut mati itu, ternyata dia takut pada rumah sakit, tapi ia tidak ingin bertanya, ataupun meledeknya, ini bukan waktu yang tepat untuk meledek bawahannya, lalu ia langsung menjawab ucapan dari bawahannya


" Baiklah, pak kita langsung ke rumah saja."


" Baik tuan muda."


Supir itu langsung melanjutkan mobilnya untuk pulang. Arga tidak berbicara lagi pada bawahannya, ia hanya diam sambil memikirkan perkataan dari bawahannya, kalau ia cengeng. Jenni yang menyadarkan kepalanya di tangan kiri tuan mudanya, ia hanya menatap wajah tuan muda, ia sangat heran, kenapa saat di peluk oleh tuan mudanya, ia tidak memiliki rasa kuatir, jelas-jelas jika ia di peluk oleh seorang pria, tubuhnya langsung gemetar dan memiliki perasaan kuatir yang sangat dalam, tapi kali ini sangat berbeda


" Tuan muda, kenapa kau sangat berbeda, tidak seperti pria yang lainnya, aku sering mencoba berpelukan dengan teman-teman sekolahku, tapi aku selalu saja kuatir, tapi sekarang, kau sangat berbeda, aku tidak memiliki rasa kuatir sedikitpun, dan aku sangat nyaman dengan pelukan tuan muda, benar-benar sangat aneh, atau aku diam-diam menyukai tuan muda?, tapi itu tidak mungkin, aku tidak pernah merasakan cinta pada siapapun, aku hanya nyaman dengan pria kecil yang cengeng itu." batin Jenni


Jenni yang selalu di anggap gadis aneh saat kecil, karena kecerdasannya dan bisa seni beladiri, membuat ia tidak memiliki teman, dan banyak orang yang ngiri, tapi hanya pria cengeng yang Jenni tolong, yang menganggap Jenni Super girl, pria itu selalu berbicara dengan lembut, mungkin karena pria itu penakut atau apa, Jenni juga tidak tau, tapi yang jelas, pria itu membuat Jenni nyaman, dan ini pertama kalinya Jenni sangat nyaman pada seorang pria lagi. Arga sadar kalau bawahannya sedang menatapnya dengan penuh perasaan, tapi ia tidak ingin berbicara, ia hanya diam membisu. Tiba-tiba saja ponsel Jenni berbunyi


Ting... Ting...


Arga yang mendengar ponsel bawahannya berbunyi, ia langsung menatap ke wajah bawahannya. Jenni yang tidak bisa mengambil ponselnya di balik jas kerjaannya, karena tangannya lemas, ia langsung minta tolong pada tuan mudanya, untuk mengambil ponselnya


" Tuan muda, tolong ambilkan ponselku, di balik baju."

__ADS_1


Arga hanya menjawab dengan anggukan kepala, dengan ragu-ragu ia mulai memasukkan tangannya ke dalam balik jas kerja bawahannya, ia sangat malu, tapi ia juga tidak bisa menolak, apa lagi bawahannya terluka. Setelah mengambil ponselnya, ia langsung memperlihatkan pada bawahannya, siapa yang menelponnya. Jenni yang melihat nama mamah, ia memutuskan untuk tidak menjawab telpon dari ibunya, ia takut kalau ibunya menjadi kuatir saat mendengar suaranya


__ADS_2