
Jenni yang melihat tuan mudanya tersenyum, ia langsung mengerutkan keningnya, lalu ia langsung bertanya pada tuan mudanya, tapi ia bertanya dengan panggilan tuan muda, karena panggilan itu sudah terbiasa bagi ia
" Tuan muda, kau kenapa?"
Arga yang mendengar pertanyaan dari Jenni, ia langsung menjawab pertanyaan dari Jenni sambil tersenyum
" Jen, berhenti memanggilku tuan muda, tapi kalau bisa panggil aku dengan panggilan My Honey, sepertinya lebih bagus, dari pada kau memanggilku dengan panggilan tuan muda."
Jenni yang mendengar My Honey, ia langsung mendaratkan cubitan kecil pada pipi tuan mudanya sambil berbicara
" Jangan harap, aku tidak sudi memanggilmu dengan sebutan alay seperti itu, dan ingat, aku ini bawahanmu, jadi jangan macam-macam padaku! Mengerti?"
Arga yang mendengar jawaban dari Jenni, dan di cubit, ia langsung tersenyum, lagi-lagi Jenni bisa memberikan ancaman pada ia, yang harusnya bilang, ingat, aku adalah atasanmu, jadi kau jangan macam-macam padaku ,tapi ia yang mendapatkan ancaman, lalu ia langsung menjawab pertanyaan dari Jenni masih sambil tersenyum
" Mengerti, bawahanku."
Jenni yang mendengar jawaban dari tuan mudanya, ia langsung tersenyum, harusnya yang mengatakan itu adalah tuan mudanya, tapi sekarang yang mengatakan itu adalah ia, lalu Jenni langsung merapihkan rambut Arga sambil berbicara
" Kenapa rambutmu berantakan seperti anak kecil, tapi tetap tampan ko."
Arga yang mendengar ucapan dari Jenni, dan melihat Jenni merapihkan rambutnya, ia langsung tersenyum, walaupun Jenni memberikan perhatian kecil pada ia, tapi ia sangat bahagia, ia berharap Jenni bisa membuka hatinya dengan seiringnya waktu. Setelah merapikan rambut tuan mudanya, Jenni langsung menatap tubuh tuan mudanya, ia melihat tuan mudanya lebih kurus
" Arga, apa kau selama beberapa hari tidak makan?, kenapa tubuhmu lebih kurus?"
Arga yang mendengar pertanyaan dari Jenni, ia memutuskan untuk berbohong
__ADS_1
" Tentu saja aku makan, Jen, tapi bagaimana pun juga kau sedang sakit, tentu aku kuatir."
Setelah mendengar jawaban dari tuan mudanya, Jenni benar-benar sangat sedih, lalu ia langsung memeluk tuan mudanya sambil minta maaf
" Aku minta maaf, aku sudah membuatmu kuatir, tolong maafkan aku."
Arga juga membalas pelukan dari Jenni, lalu ia langsung menjawab permintaan maaf dari Jenni
" Iya tidak apa-apa Jen, kau tidak perlu minta maaf, harusnya aku yang minta maaf padamu, karena sudah membuatmu terluka."
Arga bersyukur, ia berbohong, kalau ia jujur pada Jenni. Jenni semakin bersalah pada ia, setidaknya ia tidak membuat Jenni sangat bersalah, entah terbuat dari apa hati Jenni, Jenni sama sekali tidak membenci perbuatannya, yang membuatnya terluka, tapi Jenni langsung minta maaf, atas apa yang terjadi terhadap ia, membuat Arga semakin yakin, Kalau Jenni adalah Gadis yang cocok untuk mendampinginya, Jenni adalah Gadis yang sangat sempurna, ia cantik, baik, tegas, penyayang, dan berani, semuanya ada di dalam diri Jenni, tapi sayang, Jenni sama sekali tidak punya cinta, entah kenapa, Gadis yang sangat sempurna, tapi tidak memiliki cinta. Setelah mendengar jawaban dari tuan mudanya, Jenni masih memeluk tuan mudanya, ia sama sekali tidak ingin melepaskan pelukannya pada tuan mudanya. Arga langsung bertanya pada Jenni
" Jen, apa kau lapar?"
" Iya."
" BI, bikinkan bubur polos, sedikit garam, lalu langsung bawa ke kamar saya."
Setelah mengatakan itu, Arga langsung memutuskan sambungan telponnya, lalu ia langsung menyuruh Jenni untuk berbaring lagi
" Jen, sini aku bantu untuk berbaring lagi."
" Arga, aku sudah tidak apa-apa."
Arga tetap menyuruh Jenni untuk berbaring, Jenni dari tadi banyak bergerak dan banyak bicara, ia ingin Jenni istirahat sambil menunggu bubur datang. Jenni yang di paksa untuk berbaring, ia mengikuti apa kata tuan mudanya sambil berdecik kesal
__ADS_1
" Di mana-mana bawahan pasti harus nurut dengan atasan, biarkan uang yang berbicara, pasti begitu."
Setelah selsai membantu Jenni, Arga langsung tersenyum, ia tau kalau Jenni tidak suka di suruh berbaring, tapi ia ingin Jenni cepat sembuh, agar ia bisa cepat mengajak Jenni ke tempat awal mereka bertemu, ia ingin mengenang kembali masa-masa bersama Jenni saat kecil. Arga langsung bertanya pada Jenni
" Jen, apa kau tidak perlu di panggilkan dokter?"
" Arga, bukan'kah kau juga seorang dokter?, lalu apa gunanya gelar doktermu itu, jika mengurus aku saja tidak becus!"
" Jen, kau bukan wanita hamil."
" Tidak ada alasan, tetap saja kau seorang dokter!"
Setelah mendengar ucapan dari Jenni, Arga langsung berdecik kesal
" Iya, di mana-mana wanita selalu benar, dan pria selalu salah."
Jenni hanya tersenyum, saat mendengar ucapan dari tuan mudanya. Arga langsung menyuruh Jenni untuk tidur
" Tidurlah Jen, nanti aku bangunkan, setelah buburnya datang."
" Arga, aku sudah tidur dengan waktu yang cukup lama, kau tidak boleh menyuruh aku untuk tidur lagi."
" Jen, kau tidurlah sebentar, aku ingin kau cepat sembuh, aku ingin cepat mengajakmu untuk melihat-lihat tempat masa lalu kita."
Setelah mendengar ucapan dari tuan mudanya, Jenni terpaksa mengalah, ia langsung menjawab dengan anggukan kepala, lalu langsung memejamkan matanya. Arga langsung duduk di kursi lagi, lalu tangan kanannya, memegang tangan Jenni, dan tangan kirinya, mengelus lembut pucuk kepala Jenni. Setelah sekitar 10 menit, Jenni pun langsung terlelap. Arga yang mengatahui Jenni tidur, ia langsung tersenyum, ia ingin sekali mencium kening Jenni, seperti tadi, tapi ia tidak berani melakukan itu, ia takut Jenni salah paham padanya, walaupun ia benar-benar sangat menyayangi Jenni, dan mencintai Jenni, meski tidak sepenuhnya, tapi ia sangat tulus dengan perasaannya terhadap Jenni, tapi ke inginan itu hanya ia tahan, ia tidak ingin di anggap oleh Jenni hanya pelampiasan, ia tidak ingin Jenni menganggap ia seperti itu, untuk sementara ia hanya akan berusaha mendapatkan hati Jenni, dan berharap Jenni akan menerima ia seutuhnya
__ADS_1
" Jen, aku akan berusaha mendapatkan hatimu, aku tau kau Gadis yang sangat tidak mengerti cinta, dan perisisnya kau tidak ingin mengenal apa arti cinta, aku akan berusaha untuk membuatmu nyaman terlebih dahulu, dan aku berharap dengan seiringnya waktu, kau bisa mencintaiku, dan aku juga akan berusaha lebih mencintaimu, karena kau adalah satu-satunya Gadis yang pantas untuk aku perjuangkan, kau Gadis yang sangat sempurna, seandainya saja aku mengetahui lebih dulu, kalau kau adalah Sunmei, mungkin hatiku tidak akan pernah mencintai wanita lain, maafkan aku, mulai dari sekarang, aku janji, aku akan menjagamu sebisaku, aku akan tetapi kata-kataku saat aku kecil, terimakasih, masih mengingat masa lalu kita, dan terimakasih, masih menyimpan gelang dariku, aku tidak menyangka, kalau kau selalu membawa gelang dariku, aku sangat menyayangimu." batin Arga
Arga terus saja menatap wajah Jenni, menurut Arga Jenni lebih cantik dari wanita-wanita model yang ada di perusahaan kakeknya, hanya saja Jenni selalu menggunakan celana, seandainya ia menggunakan dress mungkin menjadi luar biasa