Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 200. Lingsih Group


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan dari tuan mudanya, Jenni masih tetap tidak menjawab ucapan dari tuan mudanya, ia hanya diam sambil menatap wajah tuan mudanya sambil berpikir


" Apa yang membuat Arga terus memaksa ingin menikah, bukan'kah kemarin-kemarin Arga hanya akan mengejar cintaku, tapi kali ini, Arga seperti sedang memaksaku, apa Arga benar-benar sudah mencintaiku, atau Arga ingin melupakan nona Lisa dengan menggunakan aku?, kenapa aku tidak bisa menebak jalan pikiran Arga, ini belum pernah terjadi sebelumnya, aku selalu bisa menebak pikiran seseorang, tapi hanya pikiran Arga yang sulit untuk aku tebak, apa yang terjadi di dalam otakku." batin Jenni


Jenni adalah Gadis yang bisa menebak jalan pikiran seseorang, tapi kali ini Jenni tidak bisa menebak jalan pikiran tuan mudanya, memang Jenni percaya kalau tuan mudanya mencintai ia, tapi ia tidak percaya seratus persen, kalau tuan mudanya mencintai ia dengan sepenuh hati, apa lagi mengingat kejadian-kejadian beberapa Minggu yang lalu, kejadian tuan mudanya yang memaksa ia untuk merusak rumah tangga nona Lisa, bahkan tuan mudanya berpikir sangat gila, hampir saja tuan mudanya membunuh seseorang hanya karena cinta, dan itu membuat ia bingung dengan jalan pikiran tuan mudanya. Arga yang melihat Jenni hanya diam, ia hanya tersenyum saat melihat Jenni menatap ia, ia tau Jenni mungkin tidak terlalu percaya dengan ucapannya, apa lagi Jenni adalah wanita yang sulit untuk di dekati. Sella sudah lelah di luar, ia langsung berjalan masuk untuk ke kamarnya, hingga ia sampai di ruang tamu, di ruang tamu ia melihat kakaknya yang duduk di pangkuan pria itu, ia tiba-tiba saja berdehem, sebenarnya ia sama sekali tidak di sengaja


" Heemm."


Jenni yang mendengar adiknya berdeem, ia buru-buru langsung menghempaskan tangan tuan mudanya yang dari tadi memegangi tangan ia, lalu ia langsung bangun dari pangkuan tuan mudanya. Sella yang melihat reaksi kakanya seperti terkejut, ia langsung minta maaf


" Sella minta maaf kak, Sella tidak bermaksud untuk berdeheem, tapi memang tenggorokan Sella kering."


Setelah mengatakan itu, Sella langsung buru-buru berlari kecil menuju kamarnya, tanpa menunggu jawaban dari Kakanya, walaupun kakanya tidak pernah memarahi ia, tapi ia juga sangat malu, telah melihat kemesraan dari Kakanya. Setelah adiknya pergi, Jenni langsung berdecik kesal


" Ini semua gara-gara kau, Arga, kenapa juga kau harus menarik aku dalam pangkuanmu, aku sangat malu dengan adikku, dan adikku juga tadi sangat malu."


" Jen, kenpa kau harus malu?, kita juga akan menikah."


" Berhenti berbicara konyol!"


" Aku serius Jen, aku akan menikahimu."


Tiba-tiba saja papah Jenni datang, ia baru saja habis jualan, ia tidak sengaja mendengar pria muda yang mengatakan akan menikahi anaknya, lalu ia langsung berdeheem pada anaknya dan pria muda

__ADS_1


" Heemm."


Jenni baru saja akan menjawab ucapan dari tuan mudanya, tapi tiba-tiba ia mendengar suara orang berdeheem, siapa lagi kalau bukan papahnya, ia langsung melihat ke arah papahnya, lalu langsung bertanya


" Papah sudah pulang?"


" Iya nak."


Walaupun Jenni sekarang hidupnya sederhana, tapi ia sudah terbiasa memanggil papah, Jenni tau, panggilan papah itu hanya untuk orang-orang yang berada, dan biasanya orang biasa hanya memanggilnya dengan panggilan Ayah, tapi ia tidak bisa mengganti panggilan itu, karena sudah terbiasa. Arga yang melihat papahnya Jenni, ia langsung mengulurkan tangannya pada papanya Jenni. Jonathan langsung menyambut uluran tangan dari Arga


" Saya Arga om."


" Saya papahnya Jenni."


" Om, saya minta maaf sebelumnya, tapi kedatangan saya kesini, saya hanya ingin meminta restu dari Om, untuk menikahi Jenni, dan sebelumnya saya ingin tinggal untuk beberapa bulan ke depan di rumah ini, apa om mengijinkan saya tinggal di sini?"


Arga langsung berbicara pada intinya saja, walaupun ia tidak bisa di pungkiri, tubuh ia sedikit gemetar dan takut, tapi ia memang ingin menginap di rumah Jenni, ia tidak ingin seperti malam kemarin, ia tidak bisa tidur, karena terus memikirkan Jenni, untuk itu ia memutuskan untuk tinggal di rumah Jenni, jadi kalau ia merindukan sosok Jenni, ia bisa langsung melihat Jenni, walaupun hanya sebentar. Jonathan yang mendengar ucapan dari Arga, ia langsung mengerutkan keningnya, ini pertama kalinya anaknya membawa seorang pria, apa lagi ia tau, anaknya selalu menjaga jarak pada semua pria, lalu ia langsung bertanya pada Jenni


" Nak, apa yang di bilang nak Arga itu benar?, ingat menikah itu harus siap menerima resikonya, manis dan pahit dalam pernikahan."


Jenni yang mendapat pertanyaan dari papahnya, ia langsung menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, ia bingung harus menjawab apa, ia langsung melihat ke arah Arga. Arga yang di lihat oleh Jenni, ia langsung berbicara pada papahnya Jenni


" Begini om, agar kita lebih saling mengenal lebih dekat, saya minta ijin untuk tinggal di sini."

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan dari Arga, Jonathan langsung menyetujuinya


" Baiklah, kau boleh tinggal di sini nak Arga, dan saya juga ingin bertanya, kau sudah memiliki pekerjaan?"


" Sudah om."


" Kau bekerja sebagai apa?"


" Saya, seorang CEO di perusahaan Lingsih Group."


Jonathan yang mendengar jawaban dari Arga, ia langsung bertanya lagi pada Arga


" Jadi kau anak dari Argantara?"


" Iya om."


Setelah mendengar jawaban dari Arga, Jonathan menjadi kurang yakin kalau Arga adalah pria baik-baik, apa lagi ia tau, anaknya sangat cerdas dalam hal apapun, ia takut kalau Arga menikahi anaknya hanya untuk di manfaatkan oleh Arga, membuat ia menjadi sedikit murung di wajahnya, awalnya ia sedikit bahagia, karena anaknya sudah memiliki kekasih, tapi setelah mendengar jawaban dari Arga, ia menjadi murung, dan ia bingung harus bersikap bagaimana pada anaknya dan Arga, lalu ia langsung bertanya pada anaknya


" Nak, apa kau mencintai Arga?"


Jenni yang mendengar pertanyaan dari papahnya, ia bingung harus menjawab apa, Kalau ia bilang cinta, ia belum mencintai Arga, kalau ia bilang tidak cinta, ia takut suatu saat mencintai Arga, jadi ia hanya diam membisu. Arga yang melihat Jenni hanya diam, ia langsung berbicara pada papahnya Jenni


" Om, mungkin Jenni malu untuk mengatakannya, yang jelas saya serius dengan Jenni, dan saya berjanji, saya akan menjaganya."

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan dari Arga, entah kenapa Jonathan semakin tidak suka dengan ucapan dari Arga, dan ia juga masih tidak percaya, kalau Arga benar-benar mencintai anaknya. Jonathan yakin kalau anaknya hanya akan di manfaatkan, walaupun ucapan Arga sangat sopan, tapi belum tentu ucapan itu dari hati


__ADS_2