
Lisa sudah duduk di ruang tv sambil menonton film kesukaan karena suaminya tadi menyuruh Lisa untuk pulang lebih dulu, dan suaminya juga menyuruh dirinya pulang ke rumah ibu mertuanya, dirinya hanya menuruti perkataan suaminya, karena dirinya tau kalau ibu mertuanya sangat menyayangi dirinya. Intan pun sampai di rumah Tentenya, lalu dirinya memasuki rumah itu dengan kaki yang lemas air mata yang benar-benar deras, rasanya benar-benar sesak, kenapa dirinya baru menyadari kalau dirinya mencintai pria yang pernah memperjuangkan dirinya, kenapa tidak dari dulu dirinya mencintai pria itu. Lisa yang melihat Intan berjalan sambil menangis, lalu dirinya langsung mendekati Intan dengan perasaan yang kuatir hingga dirinya sampai di depan Intan. Lisa langsung memegang kedua bahu Intan
" Apa yang terjadi Intan?"
" Aku baik-baik saja, kenapa kau masih kuatir, bukan'kah aku sangat jahat?"
" Tidak, kau tidak jahat, buktinya kau mau mengakui kesalahanmu itu artinya kau tidak jahat karena masih memiliki hati nurani."
Setelah mendengar jawaban dari Lisa, Intan langsung berlutut di kaki Lisa karena orang yang dirinya anggap wanita polos itu, memiliki hati nurani
" Aku minta maaf Lisa, aku janji akan menjadi wanita baik-baik."
Lisa langsung membangunkan Intan yang berlutut di kakinya
" Tidak perlu minta maaf, kita adalah keluarga jadi jangan pernah minta maaf karena aku sudah memaafkan semua kesalahanmu saat tadi pagi kau menjelaskan dan minta maaf, aku sudah memaafkanmu, aku mengerti kau mencintai kak Ardi, untuk itu kau melakukan itu, tapi aku berharap kau benar-benar berubah jangan lakukan hal itu pada wanita lain, cukup aku yang menjadi korban oleh sandiwaramu."
" Aku janji akan menjadi wanita baik-baik, kita bukan keluarga karena aku."
Ucapan Intan terpotong karena Lisa langsung menaro jari telunjuknya pada bibir Intan
" Jangan katakan itu, karena kau adalah korban dari nafsu mereka, kau tetap adik sepupuku."
" Kenapa ada wanita polos dan baik sepertimu Lisa, kenapa kau tidak marah padaku saat mengetahui kebenaran itu?"
" Aku sangat bersyukur karena kau mau jujur, jadi untuk apa lagi aku marah padamu, kenapa kau menangis?"
" Tidak apa-apa Lisa, sebenar lagi aku akan berangkat, aku masuk kamar dulu."
" Baiklah."
Intan berjalan menaiki tangga dengan sesekali menengok pada Lisa karena Intan tidak habis pikir ada wanita sebaik Lisa, sekarang dirinya tau kalau Kaka sepupunya menyukai Gadis seperti Lisa, bukan hanya cantik namen juga baik. Lisa masih menatap Intan yang menaiki tangga yang sesekali melihat dirinya
__ADS_1
" Ada apa dengan Intan, kenapa menangis?"
Tidak lama Mey pun datang karena dirinya tadi habis dari sahabat lamanya. Mey melihat Lisa yang masih melihat ke arah tangga lalu dirinya langsung mendekati Lisa hingga sampai di sampingnya
" Nak, apa kau istrinya Ardi?"
Lisa langsung menengok ke arah tersebut sambil tersenyum
" Iya Tante."
Mey langsung memeluk Lisa setelah mendengar jawabannya sambil membelai rambut Lisa, menurut Mey Lisa sangat cantik dan imut. Setelah 1 menit Mey dan Lisa melepaskan pelukannya
" Kau sangat cantik dan imut, Tante minta maaf karena tidak datang pada pernikahan kalian karena ibu mertuamu memilih tanggal yang mendesak, saat itu Tante juga sedang ikut suami untuk berbisnis."
" Tidak apa-apa Tante."
" Tante juga minta maaf atas nama Intan."
" Kau tenang saja tidak perlu kuatir, Tante sekarang akan ke kamar Intan."
" Baik Tante."
Mey lalu langsung menaiki tangga sambil tersenyum karena melihat istri dari keponakannya itu menurut dirinya sangat cantik, imut dan penyayang membuat Mey tidak heran kalau Ardi saat di Inggris hampir gila oleh Gadis yang sekarang menjadi istrinya, yang awalnya Mey sangat penasaran secantik apa Gadis yang bisa membuat keponakannya itu hampir gila, tapi ternyata bukan hanya cantik Gadis itu juga sangat penyayang. Mey yang berjalan sambil terus berpikir tentang Lisa hingga dirinya sampai di depan pintu kamar anaknya. Mey melihat anaknya yang sedang memegang foto, di foto itu adalah foto Intan, Ardi dan Yoga membuat Mey menarik nafas dengan kasar, karena dirinya pikir anaknya masih mencintai Ardi, lalu dirinya dengan perlahan masuk ke dalam kamar anaknya hingga sampai di dekat ranjang, lalu Mey langsung duduk di atas ranjang
" Sayang."
" Mamah."
Mey langsung memeluk anaknya yang meneteskan air mata, dirinya merasakan sesak di dada, tapi Mey juga tidak bisa berbuat apa-apa karena Ardi sudah menikah, satu-satunya cara hanya membawa Intan kembali ke Inggris
" Sayang, lepaskan sifat egoismu, Ardi sudah menikah, kau harus bisa menerima kenyataan, mamah yakin kau akan mendapatkan jodoh yang baik, walaupun bukan dengan Ardi."
__ADS_1
Intan langsung melepaskan pelukan ibunya, lalu dirinya menatap mata ibunya sambil menggelengkan kepala, membuat Mey salah paham, Mey yakin kalau anaknya menangis karena Ardi
" Sayang, Ardi sudah menikah."
" Mah, apa aku pantas untuk mendapatkan pria itu? apa aku bisa mendapatkan cintanya kembali, hiks...hiks... Aku sangat mencintainya, aku tau, aku terlambat menyadarinya."
Mey menghapus air mata anaknya, dirinya sangat kasihan, tapi dirinya tidak tau siapa yang di bicarakan karena anaknya tidak pernah menceritakan tentang pria, bahkan dirinya juga tidak tau kalau anaknya diam-diam menyukai Ardi, karena anaknya orang yang sangat tertutup dalam hal pria, lalu Mey memutuskan untuk bertanya siapa pria yang membuat anaknya hingga menangis karena yang di pegang anaknya foto Ardi dan Yoga
" Sayang, siapa yang kau bicarakan?"
" Mamah, hiks....hiks... Aku benar-benar mencintai Yoga mah, aku tadi bertemu dengannya."
" Lalu kenapa menangis? bukan'kah bertanya baik-baik pada Yoga, mamah tidak pernah melarang kau mencintai siapapun, tapi yang penting pria itu belum memiliki ikatan dengan wanita lain."
" Aku tidak tau mah, Yoga sudah memiliki kekasih atau belum, apa lagi Yoga juga sudah tau kalau aku adalah anak dari wanita simpanan, apa dia akan menerimaku?"
" Sayang, kau adalah anak mamah, kau bukan anak dari wanita simpanan, sudah mamah bilang Kalau mamah menganggapmu seperti anak kandung mamah, sekarang mamah tanya benar kau sangat mencintai Yoga?"
" Iya mah, aku sangat mencintainya."
" Mamah akan mengijinkan kau tinggal di sini, kau boleh mengejar cintamu dengan perhatian kecil, tapi sebelum itu kau tanya dulu dengan Ardi, apa Yoga sudah memiliki kekasih atau belum, tapi kalau Yoga sudah memiliki kekasih, kau harus kembali ke Inggris, apa mengerti?"
" Mamah, benar-benar mengijinkan aku untuk tinggal di sini?"
" Selama tidak membuat kekacauan, mamah akan mengijinkan kau tinggal di sini, tapi ingat pesan mamah, secinta apa pun pada seorang pria jangan pernah sampai menyerahkan kesucianmu sebelum menikah, ingat itu kau adalah anak mamah, ikuti jejak mamah menjadi wanita baik."
" Intan mengerti mah, Intan janji tidak akan pernah melakukan hal itu, Intan akan ingat nasehat mamah."
" Baiklah, mamah lega mendengar jawaban darimu sayang."
" Terimakasih mah."
__ADS_1
" Sama-sama sayang."