Istriku Mantanku

Istriku Mantanku
BAB 40. Gagal lagi


__ADS_3

Mirna menatap mata menantunya dengan tatapan sangat bahagian dan sudah lega. Bahagia karena Lisa sudah bisa menerima dirinya. Sudah lega karena dirinya sudah jujur pada menantunya. Awalnya Mirna pikir menantunya akan membenci dirinya lagi dan tidak peduli, ternyata tidak, bahkan menantunya menangis setelah mendengar penjelasan dari Mirna


" Aku sangat bahagia bisa seperti ini lagi dengan Lisa, selama ini aku selalu mengharapkan sikap Lisa berubah seperti dulu, akhirnya sekarang ke inginan ku tercapai Lisa bisa menerima aku dengan sepenuh hati." Batin Mirna


" Mah, Lisa minta maaf atas kesalahan Lisa selama hampir 1 bulan ini. Lisa tidak bisa jadi menantu mamah yang baik, maafkan Lisa mah, karena Lisa tidak tau, apa alasan kak Ardi memutuskan hubungan saat itu, membuat Lisa seperti mayat hidup selama hampir 1 bulan ini."


" Tidak ada yang perlu di maafkan sayang, ini semua salah mamah, jangan pernah minta maaf pada mamah, karena mamah sampai kapan pun tetap sayang padamu, saat kau belum menjalin hubungan dengan anak mamah. Mamah sudah menyukai sikap dingin, tapi perhatian mambuat mamah menyukaimu, apa lagi saat mamah tau, Ardi menyukaimu mamah sangat bahagia."


" Apa mamah tidak membenciku?"


" Mana mungkin mamah membencimu. Mamah tidak pernah membencimu sedikit pun."


Lisa memegang tangan kanan ibu mertuanya


" Tapi selama ini Lisa sudah benar-benar keterlaluan sama mamah. Lisa juga tidak menjawab sapaan mamah."


" Tidak sayang, mamah mengerti dengan sikapmu selama ini. Jika mamah ada di posisimu mamah juga pasti sangat benci, yang penting sekarang sayang sudah tau alasannya, ini semua tidak sepenuhnya kesalahan Ardi."


" Iya mah."


Lisa sangat bersyukur memiliki ibu mertua seperti Mirna, orang yang tidak pernah membenci dirinya atas sikap dirinya selama hampir 1 bulan ini, dirinya selama hampir 1 bulan seperti mayat hidup, tapi ibu mertuanya tetap saja menyangi dirinya, bahkan minta maaf pada dirinya. Lisa merasa sedikit bersalah tidak pernah mendengar penjelasan Diana dan Yoga termasuk Livino yang sudah mengetahui alasan Ardi memutuskan hubungan dengan dirinya saat 5 tahun yang lalu, hanya dirinya yang tidak pernah tau, alasan Ardi memutuskan hubungan dengan dirinya. Mirna menatap mata menatunya dirinya sangat bersyukur kesalahan pahaman itu akhirnya selsai


" Mamah mertuanku bener-bener memiliki hati yang baik, terimakasih Tuhan, kau sudah mengasih aku mamah mertua yang baik untukku, semoga pernikahanku langgeng dan tidak ada lagi kesalah pahaman di antara kita." Batin Lisa


" Aku sangat bersyukur bisa menjelaskan kesalah pahaman ini terhadap Lisa, semoga pernikahan ini langgeng sampai keduanya tua, hingga maut yang memisahkan keduanya." Batin Mirna


" Sayang, sekarang sudah malam lebih baik kau istirahat besok kau juga harus kerja, kau harus jaga kesehatan, dan satu lagi cepat bikin."


" Bikin apa mah?"


" Apa lagi, sudah sana lebih baik sayang istirahat."


" Iya mamah, kalau begitu Lisa ke kamar dulu ya mah, mamah juga harus cepat istirahat, agar badan mamah selalu sehat."


" Iya sayang."


" Apa tidak paham bukankah sayang yang bilang baru mau bikin?" Tanya Ardi


" Ya ampun."

__ADS_1


Mirna hanya tersenyum mendengar percakapan anak dan menantunya. Mirna mendekatkan wajahnya pada menatunya, dirinya mencium kening menantunya


" Mamah masih saja seperti dulu saat aku dan kak Ardi masih pacaran."


" Tentu dong sayang."


" Ya sudah Lisa masuk kamar dulu ya mah."


" Iya menantu mamah."


Lisa dan Ardi menaiki tangga. Setelah anak dan menantunya pergi, Mirna tersenyum bahagia sambil menghapus air matanya sendiri, dirinya sangat bahagia, sampai meneteskan air mata. Ardi dan Lisa langsung masuk ke dalam kamar. Ardi dan Lisa langsung membaringkan tubuhnya di ranjang, keduanya saling menatap sambil tersenyum


" Sayang, boleh ya?" Tanya Ardi sambil tersenyum


" Aku sedang."


Lisa belum selesai bicara Ardi sudah menaro telunjuknya di bibir istrinya


" Jangan ada penolakan."


Ardi langsung mendekatkan wajahnya pada wajah istrinya, dirinya langsung mencium bibir istrinya dengan lembut, ciuman Ardi makin panas. Lisa langsung mendorong dada suaminya


Lisa diam sebentar, dirinya malu kalau harus bilang sedang datang bulan


" Aku sedang ada tamu kak." Jawab Lisa sambil malu-malu


Ardi menatap wajah istrinya sedikit bingung, dirinya tidak mengerti apa maksud istrinya, tapi dirinya melihat wajah istrinya seperti malu-malu. Ardi melihat jam dinding yang sudah menujukan pukul 22.00 WIB


" Sayang, sekarang sudah malam."


" Iya aku tau kak."


Kini Lisa yang bingung, kenapa suaminya bilang sudah sudah malam


" Apa maksud Kaka, kenapa Kaka bilang sudah malam." Batin Lisa


" Iya ayo kita lakukan, mana mungkin tamu datang tengah malam sayang?


" Ya ampun, suamiku itu mesum tapi polos, aku sudah malu-malu mengatakan padanya, tapi ternyata suamiku itu tidak paham apa maksud aku." Batin Lisa

__ADS_1


" Sayang, kenapa diam apa belum siap lagi?


" Aku sedang ada tamu Kaka, apa Kaka tidak mengerti maksudku?"


" Apa yang ada di pikiran Lisa, di mana tamu yang Lisa katakan, Kalau memang belum siap tidak perlu berbelit-belit." Batin Ardi


Ardi langsung duduk, dirinya menatap wajah istrinya dengan tatapan kecewa, karena sampai saat ini istrinya belum saja siap untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang istri. Ardi masih saja tidak paham maksud istrinya. Lisa yang melihat suaminya kecewa, dirinya langsung ikut duduk. Lisa memegang tangan kanan suaminya dengan kedua tangannya


" Kaka, kalau tamunya sudah pergi aku pasti siap untuk melakukannya."


Ardi masih menatap mata istrinya dengan tatapan bingung, dirinya masih tidak mengerti maksud istrinya


" Tamu, lalu tamunya di mana sayang?"


" Usia sudah 26 tahun, tapi masih tidak mengerti apa maksudku." Batin Lisa


" Kaka, Lisa sedang ada tamu bulan, masa kau tidak mengerti juga."


" Tamu bulan, apa ada tamu bulan." Batin Ardi


Lisa melepaskan tangan suaminya, dirinya langsung mendekatkan wajahnya pada suaminya. Lisa langsung membisikkan sesuatu pada telinga suaminya


" Aku sedang datang bulan Kaka."


Setelah berbicara Lisa langsung menjauhkan wajahnya lagi, pipi dirinya sudah merah karena sangat malu mengatakannya. Ardi matanya membulat sempurna setelah mendengar perkataan istrinya


" Ya ampun, bodoh sekali aku tidak mengerti maksud istriku, apa lagi ini baru pertama kalinya aku mendengar kata-kata ada tamu, tidak taunya tamu-tamu itu ternyata datang bulan." Batin Ardi


Lisa lalu memegang tangan kanan suaminya dengan kedua tangan dirinya


" Kaka, setelah selesai aku siap melakukan kewajibanku. Aku juga akan berusaha jadi istri yang baik untuk Kaka, setelah begitu banyak kesalah pahaman di antara kita, aku ingin membuka lembaran baru lagi dengan Kaka."


" Tidak apa-apa sayang, kita bisa lakukan itu setelah tamu bulanya selsai, selama kau ada di sampingku dan menghargaiku menjadi suamimu tidak masalah."


Ardi langsung memeluk istrinya, akhirnya jawaban yang dirinya inginan kini menjadi kenyataan, istrinya sudah bisa menerima dirinya, walaupun malam pertama itu harus gagal lagi, tapi Ardi sangat bahagia karena istrinya sudah mau berusaha jadi istri yang baik


" Sudah ayo tidur sekarang sudah malam sayang."


" Iya kak."

__ADS_1


Ardi dan Lisa membaringkan tubuhnya lagi. Ardi berbaring sambil terus memegang tangan istrinya


__ADS_2