
Setelah Arga pergi, Lisa langsung berjalan masuk ke dalam rumah, ia langsung duduk di sofa ruang tamu sambil menyandarkan kepalanya, lalu langsung memejamkan mata. Tidak lama Mirna, Ardian, Yoga dan Intan pun datang, mereka langsung memasuki rumah itu sambil dengan ekspresi sangat sedih, karena baru saja di tinggal pulang oleh Mey dan Rangga hingga mereka sampai di ruang tamu. Mereka melihat Lisa yang duduk di sofa sambil menyandarkan kepalanya, lalu mereka juga ikut duduk di situ. Mirna langsung mendekati menantunya, lalu ia langsung duduk di samping menantunya, setelah itu ia langsung bertanya tentang seorang pria yang tidak sengaja ia lihat tadi tadi, saat pria itu naik taksi dari rumahnya
" Sayang, pria tadi siapa?, apa kau baik-baik saja?"
Lisa yang mendengar pertanyaan dari ibu mertuanya, ia langsung menjawab pertanyaan dari ibu mertuanya tanpa membuka matanya
" Tadi Arga mah, dia adalah dokter spesialis kandungan, tadi saat Lisa membawa mobil, setelah menempuh perjalanan 20 menit, kepala Lisa pusing, tidak sengaja bertemu Arga, jadi Arga mengantar Lisa pulang."
Mirna yang mendengar jawaban dari menantunya ia hanya menghela nafas berat, apa lagi ia tau, kalau seorang pria baik, mungkin akan ada tujuan tertentu, apa lagi ia sudah pernah melihat pria itu saat Lisa akan mengasih kejutan pada putranya, pria itu tersenyum manis bersama Lisa di restoran, walaupun kejadian itu sudah tiga minggu, tapi ia masih mengingat kejadian itu dengan jelas, lalu ia juga sedikit kesal pada menantunya, yang tidak menghubungi ia, melainkan pria lain yang harus mengantarnya untuk pulang, lalu ia langsung bertanya lagi pada menantunya
" Sayang, kenpa tidak menghubungi suamimu?, atau menghubungi mamah?, ingat kau sedang mengandung, tidak baik seorang wanita hamil berjalan dengan seorang pria yang bukan suamimu."
Lisa yang mendengar pertanyaan dari ibu mertuanya ia langsung mengangkat kepalanya sambil membuka matanya, lalu ia langsung menjawab ucapan mertuanya dengan sangat emosi, mungkin bawaan wanita hamil atau apa yang jelas, pertanyaan dari ibu mertuanya itu sangat menyakitkan baginya
__ADS_1
" Mah, Lisa tidak mungkin menghubungi kak Ardi, kak Ardi sudah sangat sibuk di kantor, kasihan dia mah! Lisa juga tadi sudah menghubungi Intan tiga kali, tapi Intan tidak mengangkat telpon dari Lisa, lalu Lisa menghubungi mamah, tapi tetap saja mamah tidak mengangkat telpon dari Lisa, apa mamah mau menyalahkan Lisa?, karena Lisa di antar pulang oleh pria lain?, lalu apa mamah akan tanggung jawab. Jika Lisa kenapa-napa di jalan karena kalian tidak mengangkat telpon dari Lisa?, di jalan itu sangat rawan mah, dan seandainya Lisa tidak pusing, Lisa tidak akan mau di antara oleh pria lain selain suami Lisa sendiri! Mamah memang sangat egois!"
Setelah mengatakan itu, Lisa langsung menaiki tangga untuk masuk ke dalam kamar, tanpa menunggu jawaban dari ibu mertuanya lagi, dengan langkah kaki yang cepat, dan sangat emosi. Mirna hanya menatap punggung menatunya sambil menghela nafas berat, ia sangat sedih, pasti menantunya sangat kecewa dengan pertanyaan dari ia, bahkan ini pertama kalinya menantunya marah dengan menjawab pertanyaan dari ia, biasanya menantunya kalau emosi hanya diam, menantunya tidak akan mengeluarkan sepatah kata pun, tapi kali ini benar-benar berbeda, bahkan menantunya tadi mengatakan ia sangat egois, lalu ia langsung mengambil tasnya, ia langsung melihat ponselnya, ternyata benar, menatunya itu tadi menghubunginya hingga lima kali, tadi memang sengaja ia silent, agar tidak ada orang yang menghubunginya saat akan berpisah dengan adiknya, tapi tidak di sangka kalau menantunya akan menghubunginya, seandainya waktu bisa di putar, ia tidak ingin mematikan dering teleponnya, agar kesalah pahaman itu tidak terjadi. Ardian yang melihat istrinya sedih, ia langsung menasehati istrinya
" Sudah mah, jangan di pikirkan, Lisa itu sedang hamil, jadi wajar kalau Lisa emosi, dulu juga mamah sering marah-marah tidak jelas saat hamil, apa lagi Lisa juga kurang perhatian dari Ardi."
" Ayah, aku tidak sedih dengan ucapannya, hanya saja aku merasa sangat bersalah telah mematikan dering telponnya, seandainya tidak di matikan, Lisa tidak akan marah sama mamah, harusnya mamah juga percaya dengan Lisa, kalau Lisa terpaksa di antara oleh Arga, tapi mamah telah melukai hatinya."
" Sudahlah mah, merasa bersalah juga tidak ada gunanya, semuanya sudah terjadi."
" Ayah, mengerti maksud mamah, sudah jangan terus merasa bersalah."
Intan juga merasa bersalah, karena tadi ia sudah memegang ponselnya di kamar, tapi ia tidak membawanya karena lupa, lalu ia langsung minta maaf pada tantenya
__ADS_1
" Tante, aku minta maaf, aku tidak tau kalau Lisa menelponku, ponselku memang ada di kamar, tadi sudah akan aku bawa, tapi aku lupa."
Mirna yang mendengar permintaan maaf dari keponakannya, ia langsung menjawab permintaan maaf itu
" Tidak perlu minta maaf Intan, ini juga tidak sepenuhnya salahmu, tapi ini juga salah Tante."
" Iya Tante."
Semua orang yang ada di ruang tamu, mereka merasa sangat bersalah pada Lisa. Apa lagi Mirna, ia benar-benar merasa bersalah karena telah bertanya seperti itu, dan membuat menantu kesayangannya itu sangat emosi, ia juga menyesali perbuatannya, telah mematikan dering telepon dan telah bertanya tentang Arga. Lisa sampai di dalam kamar, ia langsung melempar tasnya ke sembarang tempat, ia benar-benar kesal dengan ucapan ibu mertuanya
" Siapa yang ingin di antara oleh Arga! Jika tidak terpaksa aku juga tidak akan mau di antara oleh pria lain selain suamiku. Apa mamah tidak kasihan pada Kak Ardi, dia menyuruhku menghubungi kak Ardi yang sangat sibuk di kantor, bahkan sudah 3 bulan lebih, kak Ardi selalu pulang telat, aku yang tidak bisa membantu apa-apa padanya, tentu aku harus mengerti dengan kesibukannya."
Setelah berbicara seperti itu, Lisa langsung duduk di atas ranjang, ia langsung mengambil foto suaminya di meja, lalu langsung memeluk foto suaminya sambil minta maaf
__ADS_1
" Kak, aku minta maaf, karena tidak bisa membantumu di kantor, tapi aku sudah sebisa mungkin untuk tidak menggangu kesibukanmu, aku mencintaimu kak."
Ini adalah pertama kalinya lagi, Lisa mengatakan cinta pada suaminya, bahkan itu hanya bisa di sebuah foto, semenjak ia hamil, ia sangat sulit untuk berdekatan dengan suaminya karena selalu mual, dan sekarang rasa mual itu sudah hilang, tapi suaminya selalu sibuk bekerja, saat suaminya pulang, ia juga tidak ingin mengganggu istirahat suaminya, ia tidak ingin menjadi wanita egois, walaupun kadang-kadang pikirannya sering berubah-ubah, tapi ia sebisa mungkin untuk tidak menyusahkan suaminya. Setelah lama berpikir, Lisa memutuskan untuk mandi, agar ia juga tidak terus kesal dengan ucapan ibu mertuanya, dan agar meredakan emosi, ia tidak ingin anak dalam kandungannya kenapa-napa, apa lagi sekarang gula darahnya rendah, ia harus sebisa mungkin untuk menjaga kesehatannya